<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713</id><updated>2012-02-19T17:10:05.984+07:00</updated><title type='text'>Memoar Anak Negeri</title><subtitle type='html'>Hanya sebuah Persembahan dari Pemikiran Pribadi</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>265</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-6522921096404627837</id><published>2012-01-31T22:42:00.005+07:00</published><updated>2012-01-31T22:47:43.966+07:00</updated><title type='text'>[Foto] Demo Buruh di Cikarang, 26 Januari 2012</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-SsnovXtTJtk/TygMBFEV7zI/AAAAAAAAAv4/NBin4Nnt1fI/s1600/DSC04802.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-SsnovXtTJtk/TygMBFEV7zI/AAAAAAAAAv4/NBin4Nnt1fI/s400/DSC04802.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5703822140744527666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kemacetan panjang hingga mencapai Karawang dan Purwakarta tersaji dari jalanan tol Jakarta - Cikampek yang diblokir oleh ribuan buruh di kilometer 31 Cikarang Barat. Lebih dari 5000 buruh melakukan unjuk rasa agar Asosiasi Pengusaha Indonesia(Apindo) mencabut gugatannya dan mematuhi SK Gubernur Jawa Barat tentang pengesahan UMR Kabupaten Bekasi tahun 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-lonmlaG0TLA/TygL9TxLPLI/AAAAAAAAAvs/3ohzdUqVrOI/s1600/DSC04799.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-lonmlaG0TLA/TygL9TxLPLI/AAAAAAAAAvs/3ohzdUqVrOI/s400/DSC04799.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5703822075971189938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sekitar 3000an buruh berunjuk rasa di jembatan penghubung kawasan Cikarang Selatan(EJIP dan Lippo Cikarang) dan Cikarang Utara(Jababeka dan sekitarnya). Mereka berorasi menuntut kenaikan UMR Kabupaten Bekasi tahun 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-sIvgLhpRz0g/TygL48HqdmI/AAAAAAAAAvg/NV7kxhOCqDE/s1600/DSC04793.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-sIvgLhpRz0g/TygL48HqdmI/AAAAAAAAAvg/NV7kxhOCqDE/s400/DSC04793.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5703822000903583330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ribuan buruh di Kabupaten Bekasi memasuki tol dengan menggunakan kendaraan roda tua. Mereka memblokir ruas jalan tol Jakarta Cikampek dan menyebabkan kelumpuhan di jalan tol selama lebih dari 6 jam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-6522921096404627837?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/6522921096404627837/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=6522921096404627837' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/6522921096404627837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/6522921096404627837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2012/01/foto-demo-buruh-di-cikarang-26-januari.html' title='[Foto] Demo Buruh di Cikarang, 26 Januari 2012'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-SsnovXtTJtk/TygMBFEV7zI/AAAAAAAAAv4/NBin4Nnt1fI/s72-c/DSC04802.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-4715726490667925902</id><published>2012-01-25T14:38:00.012+07:00</published><updated>2012-02-08T13:23:58.819+07:00</updated><title type='text'>Kreativitas Tanpa Batas</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dari Sky Dancer, Giant Flag hingga Flow Banner&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konflik dan dualisme yang mendera Arema tidak lantas membuat Aremania mati kutu. Suporter Arema yang terkenal dengan kreativitasnya ini tetap menyambut setiap pertandingan Arema dengan ide yang orisinal dan imajinatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan beberapa personel aremania.com dapat dijadikan contoh. Menjelang akhir tahun 2011 mereka menyiapkan diri untuk membuat atribut dukungan baru terhadap tim kesayangannya. Ide tersebut dituangkan dalam bentuk 'Sky Dancer', dimana terdapat sebuah balon yang terbuat dari bahan tertentu dan diisi oleh gelembung udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sky Dancer bukanlah berbentuk balon biasa. Balon ini memiliki ukuran  panjang ataupun tinggi mencapai diatas 5 meter. Dengan kibasan angin di  sekitar stadion yang umumnya cukup kencang, maka balon tersebut akan  terlihat seakan sedang menari di angkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajakan beberapa personel aremania.com untuk membuat Sky Dancer disambut antusias oleh anggota lainnya baik yang melalui laman jejaring sosial facebook hingga twitter. Pada akhirnya terkumpul sumbangan sebesar 7 juta rupiah lebih dan dikonversikan segera dalam bentuk pembelian dua buah sky dancer berwarna biru dan putih serta berlogo Singa. Sky dancer tersebut dilaunching pertama kali ketika pertandingan Arema melawan Persiram di Stadion Kanjuruhan pada lanjutan Indonesia Super League, 4 Januari 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sky Dancer yang dipertontonkan oleh Aremania diatas dapat ditemui di curva nord Stadion Kanjuruhan setiap Arema bertanding. Tidak terkecuali ketika Arema bertanding menghadapi PSMS pada hari Minggu, 22 Januari kemarin, terdapat Sky Dancer yang setiap mendampingi Arema berlaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-nleT8evvbQk/TzIUdFdJoBI/AAAAAAAAAwE/PsEJD1t_E9c/s1600/390796_359248580759096_211720448845244_1653489_2067653718_n.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-nleT8evvbQk/TzIUdFdJoBI/AAAAAAAAAwE/PsEJD1t_E9c/s400/390796_359248580759096_211720448845244_1653489_2067653718_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5706646167745044498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sky Dancer Aremania ketika Arema berlaga melawan PSMS Medan. Tribute photo : malangsoccernews&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Uniknya, aksi Sky Dancer ini bisa dibilang yang pertama dalam sepakbola Indonesia. Anda mungkin dapat menyaksikan parade sky dancer dalam berbagai pertandingan olahraga di seluruh Indonesia, namun untuk pertandingan sepakbola lokal apa yang ditampilkan oleh Aremania patut diacungi jempol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Sky Dancer, di curva nord(tribun utara) stadion Kanjuruhan kita dapat menyaksikan atraksi lain yaitu Giant Flag dan Flow Banner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Flow Banner mulai tersaji di Stadion Kanjuruhan ketika laga Arema melawan PSMS Medan kemarin. Banner yang didominasi oleh warna biru, merah dan putih terlihat kontras dan semarak di tribun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Giant Flag sendiri sebenarnya mulai menyeruak di tribun utara Kanjuruhan sejak 2 musim yang lalu. Meski beberapa pilar utama dan pelatih yang membawa tim berjuluk Singo Edan ini berprestasi di kompetisi lokal hengkang karena berbagai hal, kreasi Aremania dengan membawa Giant Flag ke stadion tetap ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, akhir-akhir ini jumlah Giant Flag yang dibawa ke stadion terasa lebih banyak dibandingkan musim sebelumnya. Apalagi ditambah banyaknya flare berwarna merah yang dinyalakan menambah semarak suasana tribun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja kesan semarak ini sedikit tereduksi dengan menurunnya animo penonton Aremania yang datang ke stadion Kanjuruhan musim ini. Konflik dan dualisme yang melanda Arema rupanya mengurangi minat Aremania untuk ke stadion meski musim ini kreativitas Aremania masih tetap terjaga dan meriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;AKFB : Aksi Sosial untuk Sam Hari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aremania Korwil Facebook yang di dirikan 30 Desember 2009, memang masih berusia seumur jagung, namun kreatifitasnya untuk Arema tetap ada dan selalu berkreasi untuk Arema, demikian sederet kalimat yang terdapat di laman Aremania Korwil Facebook di salah satu jejaring sosial populer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aremania Korwil Facebook(AKFB) membuktikan diri bahwa kreativitas itu tidak hanya terdapat di dunia maya/internet namun juga dapat diwujudkan di dunia nyata. Salah satu perwujudan kreativitas tersebut adalah adanya aksi peduli sosial dengan mengadakan acara bertajuk "Aremania Respect" berupa pameran foto dan penggalangan dana untuk Sam Hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-lLDN4lNKZkk/TzIUx_vWEII/AAAAAAAAAwQ/C_OIDe8sr7I/s1600/406949_332587813432985_100000453071972_1188681_682923804_n.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 252px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-lLDN4lNKZkk/TzIUx_vWEII/AAAAAAAAAwQ/C_OIDe8sr7I/s400/406949_332587813432985_100000453071972_1188681_682923804_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5706646526987997314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;"Aremania Respect" teruntuk Sam Hari. Tribute photo : Aremnia Korwil Facebook(AKFB)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sam Hari adalah Aremania yang berasal dari Sumberpucung, Kabupaten Malang yang menjadi korban pelemparan batu dan pengeroyokan tatkala ribuan Aremania menaiki kereta api menuju Jakarta pada akhir Mei 2010 lalu. Kondisi Sam Hari yang masih tergolek lemas hingga sekarang ini memantik simpati dan uluran tangan dari Aremania.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat acara yang digagas pada tanggal 7 Januari tersebut dilakukan beberapa event sosial seperti pameran foto, hunting foto hingga lelang foto yang digunakan untuk mengumpulkan donasi guna disumbangkan kepada Sam Hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari aksi sosial tersebut didapat donasi sekitar 10,4juta rupiah. Donasi tersebut sudah termasuk dari aksi nawak-nawak Aremania ketika mengamen di sekitar Jalan Sukarno Hatta. Rangkaian acara "Aremania Respect" sendiri selain diikuti oleh personel AKFB sendiri juga mendapat applaus dan simpati dari berbagai kalangan Aremania lainnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-4715726490667925902?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/4715726490667925902/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=4715726490667925902' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/4715726490667925902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/4715726490667925902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2012/01/kreativitas-tanpa-batas.html' title='Kreativitas Tanpa Batas'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-nleT8evvbQk/TzIUdFdJoBI/AAAAAAAAAwE/PsEJD1t_E9c/s72-c/390796_359248580759096_211720448845244_1653489_2067653718_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-304698438214758470</id><published>2012-01-06T23:15:00.003+07:00</published><updated>2012-01-08T17:32:56.903+07:00</updated><title type='text'>Aremania, Portrait of a Supporter</title><content type='html'>&lt;p&gt;Andi Bachtiar Yusuf, sineas muda yang pernah menggarap berbagai proyek film bertema sepakbola pernah berujar kepada saya bahwa Aremania adalah salah satu kelompok suporter terbaik di dunia. Salah satu dari 5 yang terbaik menurut Arya Abhiseka yang namanya mencuat belakangan ini. Ucup(sapaan karib Andi Bachtiar Yusuf) menunjukkannya kepada dunia lewat film The Conductor yang meraih beberapa penghargaan di berbagai festival film.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lewat The Conductor tersebut seolah menunjukkan kepada dunia bahwa Aremania memiliki fanatisme yang luar biasa. Fanatisme Aremania ibarat loyalitas tanpa batas, bagi Aremania sendiri sepakbola ibarat kegiatan religius beserta identitas yang memayunginya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di tataran fanatisme, Aremania terlihat jauh meninggalkan siapapun dibandingkan kelompok suporter di negara lain di sekitaran wilayah regional Indonesia. "Sesuatu yang belum pernah saya lihat dalam 30 tahun terakhir" ujar Paolo Bertolin seorang programmer asal Italia di festival Film Venice ketika berbincang dengan Ucup beberapa tahun lalu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di Indonesia, sepakbola adalah sebuah gairah. Di beberapa kota besar tanah air seperti Malang, Surabaya, Bandung, dan lainnya kegairahan itu ditunjukkan ketika tim dari kota tersebut berlaga. Ketika Arema ataupun Persib bertanding, jalanan di sepanjang kota menjadi lebih sepi dibandingkan biasanya. Tidak banyak orang yang berkeliaran di jalanan meskipun jadwal pertandingan dilangsungkan bersamaan dengan waktu pulang kerjanya karyawan. Sebagian besar menyibukkan diri di depan layar kaca ataupun menajamkan pendengaran sembari memilih frekuensi radio yang tepat dimana satu ataupun dua stasiun radio menyiarkan pertandingan tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Fanatisme yang ditunjukkan Aremania memang jauh melampaui dari yang dipertontonkan oleh kelompok suporter di beberapa negara ASEAN. Di Singapura, pergelaran final Singapore Cup hanya ditonton kurang dari seperlima dari rata-rata penonton pertandingan Arema di liga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dibanding Jepang dan Korea yang sudah maju, mereka boleh memiliki kompetisi sepakbola yang tertata secara profesional dan tontonan yang memikat. Namun menurut Ucup sendiri, untuk urusan heroisme dan fanatisme suporter, Indonesia dan Aremania-lah juaranya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Fanatisme itu tidak terlahir dengan sendirinya. Di Indonesia fanatisme terhadap sepakbola sudah lahir sejak zaman perjuangan Indonesia dalam menghadapi penjajahan negara asing. Sepakbola adalah wadah perjuangan bangsa Indonesia, dan menjadi salah satu alat yang efektif dalam menggalang semangat nasionalisme rakyat. Di Malang sendiri fanatisme terlahir pesat dalam 3 dekade terakhir dan disatukan dalam wadah berjudul 'AREMA'. Suporternya sendiri, Aremania bersatu untuk mendukung timnya, dimanapun Arema melanglang memainkan bola.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena fanatisme dan kegilaan Aremania-lah yang mampu memagari Arema dari jurang kejatuhan. Fanatisme itu pula yang mampu menyokong kehidupan klub lewat beberapa pintu, tiket pertandingan yang dapat dibeli di setiap pertandingan, ide dan program untuk menghidupkan Arema hingga nilai sebuah komunitas bernama Aremania yang mampu mendatangkan magnet bagi masuknya investor maupun sponsor.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2 Dekade lalu, sederet rerimbunan pohon gaharu di pinggiran Jalan Kawi dan Semeru, Kota Malang menjadi saksi bisu perjalanan Aremania hingga sebesar sekarang. Lewat beberapa sudut tribun Stadion Gajayana fanatisme dan atraktifnya sekelompok suporter itu ditunjukkan. Mereka datang secara heterogen dengan tidak memperdulikan usia, gender hingga status sosial. Mereka datang dengan menumpang truk, mikrolet ataupun berjalan kaki sejauh beberapa kilometer dan beriringan sepanjang jalan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Idealisme Aremania ketika itu sebagian besar cukup simpel, mereka datang sebagai suporter yang mendukung klubnya bertanding. Mereka tidak peduli jika harga karcis ekonomi yang mereka beli lebih dari cukup untuk ditukar dengan 3-4 liter beras yang mampu mencukupi kebutuhan keluarga yang terdiri dari 4 orang selama hampir seminggu. Bahkan mereka tidak peduli jika selembar tiket itu harus ditebus dengan puasa 1-2 slop rokok yang biasa mereka habiskan selama beberapa hari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Itulah Aremania, dengan fanatisme yang luar biasa mereka tetap mampu berdiri kokoh dalam konsistensinya untuk mendukung sebuah klub. Mereka berharap pengorbanan yang mereka tunjukkan dibalas oleh sebuah prestasi setimpal oleh klubnya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ya, esensi sebuah suporter memang ibarat sebagai penyokong garis kehidupan klub. Seringkali mereka tidak perduli terhadap prestasi klub yang awut-awutan atau dikelola secara serampangan. Asal bisa melihat klub bertanding dengan suguhan permainan atraktifnya, itu sudah lebih dari cukup untuk memuaskan kebutuhan rohani suporter. Sebagian lagi tidak malu-malu untuk mengakui bahwa kehadiran mereka di stadion sebenarnya untuk melihat pertunjukan seni atraktif nan kreatif dari gerak lagu dan tari Aremania.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Barangkali diantara seluruh stakeholder Arema, yang paling dikenal dan dikenang Aremania adalah pemain. Dekade lalu, Pacho Rubio dan Rodrigo Araya adalah dua dari sederet pemain Arema yang dikenal luas di kalangan suporter. Pacho Rubio terkenal dengan gol dan headingnya yang memukau tatkala Arema harus bertanding di Senayan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rodrigo Araya sendiri menjadi salah satu legenda dalam deretan playmaker Arema yang terkenal dengan kemampuan tendangan bebas dan passingnya. Tatkala Rodrigo Araya pindah ke Persijatim yang bermarkas di Stadion Bea Cukai Rawamangun sekitar 11 tahun lalu, banyak suporter yang menyesalinya. Di masa sekarang mungkin Esteban Guillen yang 'layak' menjadi pesaingnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aremania memang tidak memiliki payung organisasi yang jelas, otomatis tidak ada pula susunan kepengurusan didalamnya. Jika ada yang menanyakan bagaimana sebuah komunitas suporter tanpa Anggaran Dasar dan Rumah Tangga(AD/ART) bisa berjalan dalam rentan waktu yang lama, maka Aremania-lah jawabannya. Dengan segala keterbatasannya tersebut, mereka mampu mengkonversinya sebagai kelebihan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebelum terbentuknya Aremania, seringkali di media televisi dipertontonkan perilaku arogansi sekelompok suporter ketika mendukung timnya berlaga. Namun anggapan itu perlahan dikikis dengan kehadiran Aremania. Aremania seolah menyulap arogansi itu dengan menjadi suri tauladan suporter lainnya dengan menebarkan virus damai serta menjadi inspirasi bagi kelompok suporter lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Suatu hal yang menarik dan kemudian mengangkasa setelah konflik Arema berakhir nantinya adalah kembali munculnya pertanyaan klasik. Bagaimana dan dengan cara apa kisah manis Aremania ini akan dibangkitkan kembali? Kapan peristiwa itu terulang menjadi kisah misterius. Hanya saja siapapun yang berani dengan kepala tegak mampu menegakkan panji Aremania sebagai pendukung kesebelasan Singo Edan, maka ia berkesempatan mengulang kenangan manis Aremania sebagai sebuah potret suporter yang dikemas hebat dalam balutan kreatifitas dan fanatisme.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;*Artikel ini pernah dimuat di website www.satubola.org&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-304698438214758470?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/304698438214758470/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=304698438214758470' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/304698438214758470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/304698438214758470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2012/01/aremania-portrait-of-supporter.html' title='Aremania, Portrait of a Supporter'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-8827060727455819782</id><published>2012-01-06T20:46:00.005+07:00</published><updated>2012-01-06T22:50:58.095+07:00</updated><title type='text'>Milomir Seslija, Midas Baru dari Sarajevo</title><content type='html'>Dalam mitologi Yunani kita mengenal seorang tokoh bernama Midas. Ia adalah raja yang terkenal karena kemampuannya untuk mengubah semua yang ia sentuh menjadi emas. Kemampuannya disebut sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sentuhan Emas&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sentuhan Midas&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan Midas yang sangat istimewa ini tidak serta merta membawa kebahagiaan bagi dirinya dan ia menyesalinya. Pasalnya, tidak semua benda ingin diubah menjadi emas olehnya apalagi jika itu anaknya sendiri ataupun makanan yang hendak ia telan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia akhirnya meminta kembali kepada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dionysus&lt;/span&gt;(yang memberi anugerah sentuhan emas kepadanya) untuk menghilangkan kemampuannya dan menjadikannya seperti semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Nun jauh dari ranah Yunani saya seperti menyaksikan seorang Midas di Malang. Milomir Seslija, pelatih Arema yang berlaga di IPL berkelahiran Sarajevo ini menjadi 'Raja' baru yang dipuja Aremania.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tidak hanya mengundang perhatian bagi suporter, namun juga khalayak media massa. Arema yang berada dalam titik nadir berkat konflik dualisme yang mendera beberapa bulan ini seakan hidup kembali dengan adanya Milo, panggilan kesayangan bagi Milomir Seslija. Bahkan Milo mendapat penilaian istimewa di mata pemainnya. Leonard Tupamahu, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;defender&lt;/span&gt; Arema bahkan memberikan pujian kepada Milo sebagai pelatih terbaik lewat akun&lt;span style="font-style: italic;"&gt; twitter&lt;/span&gt;nya, &lt;span class="screen-name screen-name-leonardtupamahu pill"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;@leonardtupamahu&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula di mata suporternya, kehadiran lebih dari 35ribu penonton dalam dua pertandingan pertama Arema di IPL salah satunya berkat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;image&lt;/span&gt; positif yang dibangun Milo atas Arema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Milo datang ke Arema berkat usulan salah satu pemain Arema yang pernah dilatih oleh Milo di salah satu kompetisi sepakbola di Asia. Usul ini ditelusuri lebih lanjut oleh Gimen, yang akhirnya melakukan riset dan menemukan bahwa Milo adalah figur yang tepat untuk menjadi pelatih Arema. Salah satu hasil risetnya tersebut mengungkapkan adanya peluang bagi Arema untuk bisa menjadi bangkit seperti halnya yang dialami Robert Albert ketika melatih Arema di musim 2009/2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robert Albert ketika itu tidak hanya memberikan prestasi gemilang kepada Arema dengan hadirnya mahkota juara Liga Super Indonesia(ISL) 2009/2010 tetapi juga runner up Piala Indonesia di musim yang sama. Hanya satu musim kehadiran RA(inisial dari Robert Albert ketika di Arema)&lt;/span&gt; namun ia sanggup membangkitkan sisi emosional klub dan suporternya dalam hal yang positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tercatat di musim 2009/2010 Arema sanggup mendatangkan jumlah penonton terbanyak di Asia Tenggara dan nomor tujuh di Asia. Selain itu T-Shirt berwarna putih dan berlogo Arema dengan dilengkapi seluruh tanda tangan pemainnya menjadi salah satu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;trend setter&lt;/span&gt; Aremania di musim lalu. Diperkirakan lebih dari 20ribu T-Shirt model ini terjual di kalangan Aremania.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diiringi dengan prestasi yang baik(juara liga dan runner up Piala Indonesia) Arema tumbuh menjadi salah satu klub yang memiliki pertumbuhan bisnis yang sangat baik. Pendapatan klub dari tiket penonton mencapai lebih dari 14Miliar rupiah. Meski Arema hanya menarik untung dari sektor &lt;span style="font-style: italic;"&gt;merchandise &lt;/span&gt;berupa hang tag senilai 2500 rupiah untuk setiap&lt;span style="font-style: italic;"&gt; items&lt;/span&gt;nya namun pendapatan yang diraih Arema dari sektor ini diperkirakan lebih dari 1 Miliar rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas Robert Albert meninggalkan Arema, laju bisnis mengalami terjun bebas. Meski Miroslav Janu mampu memberikan predikat runner up ISL 2010/2011 kepada Aremania, namun secara bisnis Arema mengalami kemerosotan dibandingkan musim sebelumnya. Salah satunya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;omzet&lt;/span&gt; penjualan merchandise mengalami penurunan tajam hingga 20-25juta rupiah setiap bulan atau 240-300juta rupiah selama setahun. Selain itu jumlah penonton yang hadir di Stadion kanjuruhan menurun hingga 30persen dibandingkan musim sebelumnya. Meski tidak dapat dipungkiri menurunnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;omzet&lt;/span&gt; ini juga terkait faktor kinerja manajemen beserta &lt;span style="font-style: italic;"&gt;staff marketing&lt;/span&gt;nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi dalam 2 musim terakhir Arema dapat menjadi pembelajaran bagi manajemen Arema yang dipimpin oleh Fanda Soesilo. Menilik apa yang dilakukan oleh Robert Albert bisa jadi Milo adalah Raja Midas kedua di tubuh Arema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta menunjukkan kehadiran 15ribuan penonton tatkala Arema menghadapi PSMS di laga perdana IPL dan 20ribu lebih penonton ketika melawan Persibo menjadi barometer akan cerahnya masa depan klub Arema IPL nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang digulirkannya IPL musim ini saya sempat mengalami pesimistis dengan jumlah penonton Arema IPL. Dalam hitungan kasaran saya jumlah penonton paling banter separuh dari penonton Arema di laga kandang perdana ISL musim ini(sekitar 6500an penonton dan jumlah penonton Arema ISL di laga perdananya sekitar 13500 orang lebih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa barometer yang menjadi dasar pemikiran saya, yakni serangan bertubi-tubi terhadap apapun yang berbau 'IPL/LPI' di Malang, kondisi manajemen yang belum 100% siap untuk mengarungi kompetisi hingga kurang siapnya penyelenggaraan kompetisi yang dikelola PT LPIS sebagai operator liga. Belum lagi berbagai perbuatan 'bodoh' yang dilakukan oleh pengurus PSSI sehingga mengundang antipati dan kontra bagi penikmat sepakbola Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal yang sebaliknya. Arema mampu meraih kesuksesan meski didera isu miring seputar pertandingan perdana Arema di IPL. Arema harus menghadapi pertandingan pertama dengan konflik antar pengurusnya dan ketidaksiapan panitia pelaksana. Pertandingan pertama dilewatkan tanpa adanya hiasan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;a-board&lt;/span&gt;(papan iklan) di pinggir lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, berbagai tudingan miring itu akhirnya bisa dibalas dengan sebuah kehormatan untuk Aremania. Arema sukses menunjukkan aksi heroiknya dengan mengalahkan PSMS 2-1 setelah terlebih dulu tertinggal. Demikian pula dengan permainan ciamik yang ditunjukkan oleh pemain Arema asuhan Milo dengan mengurung pertahanan PSMS sepanjang pertandingan. Dalam pertandingan tersebut PSMS dipaksa bermain dengan setengah lapangan. Masalah selisoh gol, nampaknya hanya menjadi bonus saja di pertandingan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pertandingan berikutnya Milo menunjukkan kepada publik bahwa anak asuhnya sanggup menawan hati suporternya. Hanya 2 gol yang menjadi selisih bagi kemenangan Arema atas Persibo. Namun 2 gol tersebut sudah lebih dari cukup untuk memenangkan hati lebih dari 20ribu Aremania yang hadir di pertandingan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir pertandingan Milo memberikan hiburan kepada ribuan Aremania dengan memainkan selebrasi yang mengundang reaksi positif bagi Aremania. Selebrasi yang dimainkan mungkin dapat menjadi aksi tertawaan karena dilakukan oleh seorang pelatih asing yang baru sekali ini menginjak tanah nusantara. Namun aksi itu menjadi buah bibir ke berbagai kalangan dan menjadi ajang promosi gratis nan positif bagi Arema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;image&lt;/span&gt; positif yang hendak dibangkitkan kembali oleh Milo berkat kejelian orang-orang yang telah mengusulkan dan merekomendasikan untuk dikontrak. Proses dikontraknya Milo dikabarkan tidak menemui aral kesulitan berarti. Seakan-akan ia memang sudah mendapatkan gambaran masa depan yang cocok bagi dirinya, Arema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Milo juga mendapat respon positif dari para wartawan di berbagai media massa. Harian Radar Malang(JPNN), hingga media online seperti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wearemania.net&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ongisnade.net&lt;/span&gt; dan berbagai forum dunia maya memberikan penilaian positif atas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;image&lt;/span&gt; yang dihadirkan oleh Milo berikut hasil kinerjanya sementara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa mengecilkan arti bagi peran Abdulrahman Gurning, apa yang dilakukan Milo dapat menjadi teladan bagi siapapun pelatih Arema nantinya. Pelatih bukanlah sekedar jabatan formal yang menjadi pimpinan bagi sederetan pemain Arema namun dituntut untuk memiliki peran lebih bagi klub, semisal sebagai entertain klubnya. Peran ini memang seringkali dijabat oleh para pemain, namun bukan untuk 'dimonopoli'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah sosok Mourinho di Real Madrid yang popularitas dan kharismanya mampu melebihi beberapa pemain inti di klub berjudul Los Galacticos tersebut. Demikian juga dengan Sir Alex Ferguson yang dipandang sebagai salah 'Master of Old Trafford'. Barangkali setelah Fergie, panggilan akrab Alex Ferguson pensiun dari Manchster United kita akan menyaksikan keberadaan patung dirinya di Old Trafford, seperti halnya yang terjadi pada kolega pendahulunya, Sir Matt Busby.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya satu hal yang membedakan Milomir Seslija dengan pendahulu-pendahulunya yaitu hasil. Milo masih melakukan proses terhadap kebangkitan Arema-nya, namun Robert Albert sudah melakukannya dan mendapat hasil gemilang. Rasanya sayang sekali jika proses yang dimulai dengan sedemikian baik ini diputus benang kehidupannya. Untuk memulai lagi tentunya dibutuhkan tenaga ekstra berikut kepercayaan dari suporternya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bola ada di tangan manajemen, masih belum terlambat untuk menuai hasil gemilang bersama Arema. Percayalah, sukses Arema tidak ditentukan berdasarkan intuisi satu atau dua orang semata, melainkan dilakukan bersama-sama dengan seluruh pihak, termasuk suporternya. Arema bisa eksis atas rahmat Tuhan YME dengan diiringi doa dan dukungan suporternya, Aremania. S1J.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-8827060727455819782?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/8827060727455819782/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=8827060727455819782' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/8827060727455819782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/8827060727455819782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2012/01/milomir-seslija-midas-baru-dari.html' title='Milomir Seslija, Midas Baru dari Sarajevo'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-2235966486376274091</id><published>2012-01-03T21:34:00.006+07:00</published><updated>2012-01-03T22:06:54.723+07:00</updated><title type='text'>Dari Tepian Anak Sungai Brantas(2)</title><content type='html'>Melihat foto-foto dibawah ini, saya jadi berpikir mengenai suatu hal, BANJIR. Kondisi aliran sungai yang terus mengalami penyempitan hingga menyisakan tidak lebih dari 2meter saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-v_qbF7Pop3M/TwMWlr9q7HI/AAAAAAAAAuQ/28L6FQOhYi8/s1600/DSC04595.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-v_qbF7Pop3M/TwMWlr9q7HI/AAAAAAAAAuQ/28L6FQOhYi8/s400/DSC04595.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5693419190638799986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-EhzVS5P_gOg/TwMWpB29aDI/AAAAAAAAAuc/dg9V_H7lQIc/s1600/DSC04596.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-EhzVS5P_gOg/TwMWpB29aDI/AAAAAAAAAuc/dg9V_H7lQIc/s400/DSC04596.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5693419248055838770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di musim hujan keadaan ini dapat membahayakan manusia. Membesarnya debit air dari hulu dapat meningkatkan volume dan ketinggian air sungai. Jika ketinggian air sungai lebih tinggi dari tanggul maka dapat menyebabkan meluapnya air di daerah tersebut bahkan bisa menyebabkan banjir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan seperti ini juga terjadi di beberapa daerah di Kota Malang lain seperti Bareng dan Gading Kasri. Pernah beberapa kejadian di Jl Pulosari terjadi banjir setinggi 2 meter akibat meluapnya aliran sungai kecil yang bersebelahan dengan jalan tersebut. Akibatnya, beberapa rumah dan bangunan terendam air selama hingga sehari lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-kCUzrPoq2Js/TwMWseiLVCI/AAAAAAAAAuo/Gaza8aVazWk/s1600/DSC04601.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-kCUzrPoq2Js/TwMWseiLVCI/AAAAAAAAAuo/Gaza8aVazWk/s400/DSC04601.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5693419307292906530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, dengan kondisi tanggul yang terbuat dari bahan 'seadanya' dan berbaur menjadi kawasan pemukiman padat juga dikhawatirkan menyebabkan longsor. Aliran air sungai yang terus menerus melewati pinggiran tanggul lambat laun akan mengikis bangunan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-hVis5bBBByc/TwMWvc6bJtI/AAAAAAAAAu0/EVxUpRcdBIE/s1600/DSC04607.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-hVis5bBBByc/TwMWvc6bJtI/AAAAAAAAAu0/EVxUpRcdBIE/s400/DSC04607.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5693419358397343442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jika itu terjadi, tidak membutuhkan waktu yang teramat lama(tergantung bahan material yang digunakan) tanggul akan keropos berikut bangunan yang terintegrasi dengannya. Beberapa tahun lalu saya pernah menyaksikan longsornya tanggul setinggi lebih dari 10 tahun lalu di kawasan perumahan saya karena pengikisan oleh air tanah, dan sekitar 2 dekade di daerah Kasin terjadi rumah yang longsor karena pondasi bangunan tidak kuat menahan pengikisan oleh air sungai dibawahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jangan sepelekan air. Dalam keadaan yang tenang air dapat memberikan kehidupan bagi ekosistem didalamnya. Namun, dalam beberapa keadaan air dapat menghancurkan suatu kehidupan akibat kecerobohan manusia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-2235966486376274091?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/2235966486376274091/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=2235966486376274091' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/2235966486376274091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/2235966486376274091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2012/01/dari-tepian-anak-sungai-brantas2.html' title='Dari Tepian Anak Sungai Brantas(2)'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-v_qbF7Pop3M/TwMWlr9q7HI/AAAAAAAAAuQ/28L6FQOhYi8/s72-c/DSC04595.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-6713656462213571131</id><published>2012-01-01T21:32:00.012+07:00</published><updated>2012-01-02T00:38:48.113+07:00</updated><title type='text'>Dari Tepian Anak Sungai Brantas</title><content type='html'>Jika anda melewati jalan Kawi maka kita dapat menyaksikan aliran sungai kecil berdiameter 3-5 meter yang membelah beberapa kelurahan di wilayah Kecamatan Klojen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berkesempatan menyelusuri beberapa bagian dari aliran sungai kecil ini dalam liburan ke Malang beberapa waktu lalu. Untuk starting point, saya mencoba menelusuri dari kawasan Talun dengan menuruni sebuah tangga yang berdekatan dengan salah satu Sekolah Dasar di daerah tersebut. Semua aktivitas saya lakukan dengan berjalan kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-5F7PyTcfR60/TwCGavpdG8I/AAAAAAAAAsY/LXw2RN-oBow/s1600/DSC04554.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-5F7PyTcfR60/TwCGavpdG8I/AAAAAAAAAsY/LXw2RN-oBow/s400/DSC04554.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5692697723021368258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ydm8RSRYAdw/TwCGh6XWw2I/AAAAAAAAAsw/Zw2vQINqjDw/s1600/DSC04558.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-ydm8RSRYAdw/TwCGh6XWw2I/AAAAAAAAAsw/Zw2vQINqjDw/s400/DSC04558.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5692697846157329250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak mengetahui persis kapan aliran sungai kecil ini dibuat beserta tanggul yang terbuat dari batuan besar yang mengelilinginya. Namun, dalam keyakinan saya aliran sungai ini tentu berumur lebih dari 20 tahun lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita menyusuri aliran sungai ini ke arah utara maka akan melintasi jembatan yang menghubungkan jalan Semeru dengan perempatan Rajabali. Dari bawah jembatan Semeru tersebut akan tercium aroma penggorengan dari Depot Semeru yang terkenal sejak puluhan tahun lampau memproduksi panganan ala Tionghoa seperti Cakwe/Cakkue, Roti Goreng(di Jakarta/Medan disebut sebagai Roti Bantal), Heci/Weci, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin jauh kaki melangkah ke utara akan terlihat deretan perkampungan di daerah Semeru dan Oro-Oro Dowo. Namanya saja kampung, keadaan perkampungan tersebut pasti dipenuhi aneka rumah yang berdiri berhimpitan satu sama lain dan dipisahkan oleh keberadaan gang-gang kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-ULGTYtyEI3A/TwCGpGTP8GI/AAAAAAAAAtI/jmlMkBNRHIc/s1600/DSC04573.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-ULGTYtyEI3A/TwCGpGTP8GI/AAAAAAAAAtI/jmlMkBNRHIc/s400/DSC04573.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5692697969620414562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-XVFYsXK_TQ4/TwCGlZV6tJI/AAAAAAAAAs8/Ab5CG1VdDfg/s1600/DSC04567.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-XVFYsXK_TQ4/TwCGlZV6tJI/AAAAAAAAAs8/Ab5CG1VdDfg/s400/DSC04567.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5692697906012402834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Namun jangan dibandingkan dengan perkampungan padat di pinggiran sungai yang berada di Jakarta, kondisi perkampungan di kawasan tersebut relatif bersih. Jarang terlihat sampah rumah tangga di area kampung. Jika ada biasanya hanya tampak pada aliran sungai yang keruh dan berwarna kecoklatan. Sampah-sampah tersebut mengalir dari hulu(Sungai Brantas) dan terkadang 'menyangkut' di dinding tanggul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-206rxcSpz7Q/TwCGtoQSywI/AAAAAAAAAtU/Wzf92ilyyyg/s1600/DSC04576.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-206rxcSpz7Q/TwCGtoQSywI/AAAAAAAAAtU/Wzf92ilyyyg/s400/DSC04576.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5692698047454300930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jalanan kampung sendiri cukup rapi meski ukuran lebar jalan relatif kecil, berkisar 1-2 meter. Sebagian dibangun menggunakan beton, sebagian lagi ditata dengan menggunakan batu paving. Di kanan kiri jalanan kecil tersebut terdapat selokan yang masih mengalir lancar meskipun di musim hujan. Pertanda penduduk kampung sangat memperhatikan kebersihan dan karapian kampungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-EaJsxgb9TcE/TwCGxYTX8-I/AAAAAAAAAtg/d6arxvIu_E0/s1600/DSC04577.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-EaJsxgb9TcE/TwCGxYTX8-I/AAAAAAAAAtg/d6arxvIu_E0/s400/DSC04577.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5692698111891731426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan sempat terhenti ketika langkah kaki memasuki bagian bawah jalanan di sekitar Oro-Oro Dowo. Dari sana saya harus naik lagi ke 'permukaan' dan menyeberang jalan besar di area Jl. Brigjen Slamet Riyadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sana saya hanya bisa melangkahkan kaki kurang dari 300an meter untuk sampai di bagian 'hulu' dari anak sungai ini berupa rolak/pintu air kecil. Dilihat dari bentuk rolak tersebut, mengingatkan saya pada aliran anak sungai yang tersebar di beberapa wilayah Kota Malang, misalnya di daerah Kebonsari Kacuk, Sawojajar(Sungai Bango), dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa rolak yang pernah saya temui masih berfungsi hingga kini dan menjaga debit air sungai untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Dilihat dari usianya tentu rolak-rolak tersebut sudah lama berdiri(perkiraan saya usianya melampaui usia saya sendiri!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-xqsrJUP9EIk/TwCG8Oz6JUI/AAAAAAAAAuE/-70R3IQ4dEI/s1600/DSC04586.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-xqsrJUP9EIk/TwCG8Oz6JUI/AAAAAAAAAuE/-70R3IQ4dEI/s400/DSC04586.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5692698298322396482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-5kdUx_7iWV0/TwCG01JkV3I/AAAAAAAAAts/LBaDLVMdOPU/s1600/DSC04584.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-5kdUx_7iWV0/TwCG01JkV3I/AAAAAAAAAts/LBaDLVMdOPU/s400/DSC04584.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5692698171174836082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Coba perhatikan gambar dibawah ini, terdapat suatu lorong yang diatasnya 'ditimbun' oleh bangunan rumah. Jika kita berjalan terus melewati lorong tersebut maka akan bertemu aliran sungai Brantas yang melewati daerah Oro-Oro Dowo dan menuju ke sebuah jembatan yang mempertemukan Jl Jaksa Agung Suprapto dengan Jl. Jend Basuki Rachmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-KU5JroxIsQY/TwCG4-7RsOI/AAAAAAAAAt4/WD4pAUsCmPU/s1600/DSC04585.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-KU5JroxIsQY/TwCG4-7RsOI/AAAAAAAAAt4/WD4pAUsCmPU/s400/DSC04585.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5692698242518724834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hmmm, sebenarnya saya ingin sekali menggunakan waktu lebih untuk mempelajari lebih dalam dari aliran sungai ini. Sayang, waktu yang sempit mengharuskan saya untuk berjalan lebih jauh lagi. Sasaran saya berikutnya adalah melihat beberapa jembatan gantung yang membelah aliran sungai Brantas di kawasan Jl Brigjen Slamet Riyadi(bersambung).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-6713656462213571131?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/6713656462213571131/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=6713656462213571131' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/6713656462213571131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/6713656462213571131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2012/01/dari-tepian-anak-sungai-brantas.html' title='Dari Tepian Anak Sungai Brantas'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-5F7PyTcfR60/TwCGavpdG8I/AAAAAAAAAsY/LXw2RN-oBow/s72-c/DSC04554.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-6659470979242169895</id><published>2011-12-20T19:06:00.005+07:00</published><updated>2011-12-20T23:53:43.836+07:00</updated><title type='text'>Dibawah Panji Maharaja</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-BJgJJuzx6lE/TvC9ZQwHuNI/AAAAAAAAAsM/ndT5YFR2Fbk/s1600/32562_398225126675_317389541675_4693643_280984_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 256px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-BJgJJuzx6lE/TvC9ZQwHuNI/AAAAAAAAAsM/ndT5YFR2Fbk/s400/32562_398225126675_317389541675_4693643_280984_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5688254571060115666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Terbangkanlah sang panji ke angkasa&lt;br /&gt;berkibar susuri lautan mega&lt;br /&gt;gegap perkasa bersarung angin,&lt;br /&gt;mengaum suara perjuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panji ini bercorak penguasa rimba&lt;br /&gt;perlambang cipta dewata nan jaya sakti&lt;br /&gt;Pamornya merebak menawan hati&lt;br /&gt;laksana kusuma nan mewangi&lt;br /&gt;darma bakti bagi sang pertiwi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruntuk sahabat sejati&lt;br /&gt;yang terpencar menyebar di pelosok negeri&lt;br /&gt;teringatlah akan secarik kain biru&lt;br /&gt;pembawa harapan pelipur lara hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenanglah panji ini sebagai jiwamu&lt;br /&gt;pertautan takdir dan waktumu&lt;br /&gt;ragaku tengadah senandungkan do'a&lt;br /&gt;akan sumbangan baktimu&lt;br /&gt;dan panji yang membawamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tapal batas Malang&lt;br /&gt;gerbang kedamaian untuk gerangan pendekar panji&lt;br /&gt;dan selamat jalan bagi angkara kemurkaan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Jakarta, Desember 2011&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;*Informasikan kepada saya jika Anda memiliki hak cipta foto diatas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-6659470979242169895?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/6659470979242169895/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=6659470979242169895' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/6659470979242169895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/6659470979242169895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/12/dibawah-panji-maharaja.html' title='Dibawah Panji Maharaja'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-BJgJJuzx6lE/TvC9ZQwHuNI/AAAAAAAAAsM/ndT5YFR2Fbk/s72-c/32562_398225126675_317389541675_4693643_280984_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-5531124568007092861</id><published>2011-12-03T18:02:00.006+07:00</published><updated>2011-12-03T21:11:12.724+07:00</updated><title type='text'>Sejarah Tim Arema dimulai dari Lapangan ini</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-nd7kEYhraKs/TtoCUSdwqCI/AAAAAAAAArs/LZGlXuExMX4/s1600/DSC04542.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-nd7kEYhraKs/TtoCUSdwqCI/AAAAAAAAArs/LZGlXuExMX4/s400/DSC04542.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5681856427458603042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lapangan yang terletak di Jalan Sampo inilah salah satu saksi bisu dalam sejarah Arema.  Sejarah Arema dimulai dari klub semenjana Armada 86 yang dimiliki Alm. Dirk Sutrisno. Lewat beberapa proses peralihan status yang melibatkan notaris Pramu Haryono akhirnya Arema resmi berdiri pada tanggal 11 Agustus 1987.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapangan ini dinamakan sebagai Lapangan Sampo karena letaknya yang berada di jalan Sampo dan dibangun sejak puluhan tahun lampau(sayang saya sendiri tidak berhasil mengorek lebih banyak informasi terkait pembangunan lapangan Sampo ini karena keterbatasan waktu selama di Malang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, seperti halnya beberapa lapangan sepakbola di wilayah malang, lapangan Sampo tidak berdiri sendiri. Artinya, area lahan tempat lapangan ini dibangun tidak hanya dikhususkan untuk lapangan sepakbola saja, namun juga terdapat sarana lain. Disebelah barat lapangan terdapat 1-2 lapangan voli yang biasa digunakan untuk pelajaran olahraga oleh salah satu SMP Negeri yang terletak di sebelah utara lapangan Sampo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan masa sekarang tentu saja lapangan sampo jauh dari kata representatif untuk digunakan sebagai sarana latihan. Di sekeliling lapangan ini tidak terdapat ruang ganti tim, bench pemain hingga toilet untuk digunakan sebagai sarana penunjang bagi si pemakai lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-bQ2GhyrxH98/TtoCHDjoIfI/AAAAAAAAArU/mj2tvom91cw/s1600/DSC04540.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-bQ2GhyrxH98/TtoCHDjoIfI/AAAAAAAAArU/mj2tvom91cw/s400/DSC04540.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5681856200118378994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Maklum, mungkin lapangan ini bisa dibilang sebagai tempat latihan bagi klub-klub amatir seperti yang ditunjukkan oleh Armada 86(anggota kompetisi internal Pengcab PSSI Malang) di tahun 80-90an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang setiap sore hari lapangan ini digunakan oleh penduduk sekitar yang bermukim di wilayah Kasin dan sekitarnya untuk bermain sepakbola. Keberadaannya sebagai ruang terbuka mirip dengan puluhan lapangan sepakbola lain di wilayah Kota Malang seperti di kawasan Sawojajar, Oro-Oro Dowo, Taman Gayam, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait keberadaan dan fasilitas lapangan ini, saya jadi teringat janji walikota Malang, Peni Suparto untuk membangun 5 stadion berstandar internasional. Alih-alih untuk membangun sebanyak itu, 1 buah stadionpun tidak kunjung dibangun meski dana yang sedari awal digunakan untuk klub lokal, Persema tidak jadi digunakan karena aturan penggunaan anggaran dan hibah APBD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada baiknya walikota Malang melirik ke hal yang lebih terkecil yaitu keberadaan puluhan lapangan sepakbola seperti yang terdapat di Jalan Sampo ini. Dibandingkan dengan membangun sebuah stadion tentunya dana yang dibutuhkan untuk merawat dan menambah fasilitas masing-masing lapangan jauh lebih kecil dan bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali bibit-bibit muda pesepakbola Malang terlahir dari lapangan seperti ini dan dimulai dari klub amatir. Generasi baru pesepakbola Malang penerus Aji Santoso, Ahmad Bustomi hingga Dendi Santoso harus dicetak lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-5531124568007092861?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/5531124568007092861/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=5531124568007092861' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/5531124568007092861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/5531124568007092861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/12/sejarah-tim-arema-dimulai-dari-lapangan.html' title='Sejarah Tim Arema dimulai dari Lapangan ini'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-nd7kEYhraKs/TtoCUSdwqCI/AAAAAAAAArs/LZGlXuExMX4/s72-c/DSC04542.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-2968550969386677153</id><published>2011-11-30T12:33:00.003+07:00</published><updated>2011-12-02T19:39:52.793+07:00</updated><title type='text'>(Makin) Tak Terawat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-DAJOu2pBRT0/TtjExDtzPGI/AAAAAAAAAq8/KuWqNQEp-mw/s1600/DSC04489.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-DAJOu2pBRT0/TtjExDtzPGI/AAAAAAAAAq8/KuWqNQEp-mw/s400/DSC04489.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5681507277017922658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Coba bandingkan gambar sebuah lapangan sepakbola diatas dengan &lt;a href="http://anak-negeri.blogspot.com/2011/05/tak-terawat.html"&gt;ini&lt;/a&gt;. Lapangan diatas bukanlah lapangan sepakbola pantai. Luas lapangannya saja sekitar 10kali lebih lebar dari lapangan sepakbola pantai berstandar internasional. Pun demikian dengan peruntukannya, digunakan sebagai permainan 22 orang dengan beberapa orang wasit didalamnya bukan 10 orang yang terbagi dalam dua tim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironis, lapangan yang usianya menginjak dasawarsa ke-9 ini nampak terbengkalai ditengah fasilitas olahraga yang megah disekelilingnya. Area lapangan yang berumput juga semakin berkurang. Diperkirakan hanya sepersepuluh bagian saja dari seluruh permukaan lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan diperbaikinya Bapak-Bapak? Persebaya saja masih merawat dengan baik lapangannya di Karanggayam sehingga masih layak untuk digunakan latihan tim ataupun kompetisi internal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-2968550969386677153?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/2968550969386677153/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=2968550969386677153' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/2968550969386677153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/2968550969386677153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/11/makin-tak-terawat.html' title='(Makin) Tak Terawat'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-DAJOu2pBRT0/TtjExDtzPGI/AAAAAAAAAq8/KuWqNQEp-mw/s72-c/DSC04489.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-717867973395941145</id><published>2011-11-23T19:34:00.007+07:00</published><updated>2011-11-25T22:00:25.517+07:00</updated><title type='text'>Perjalanan Arema di Liga Indonesia 1994/1995</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; font-family: courier new;"&gt;Liga Indonesia (Divisi Utama) musim 1994/1995 Wilayah Timur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: courier new;"&gt;Hasil pertandingan Arema :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;27 Nov 1994, Arema v PSIR Rembang 2-1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;07 Des 1994, Arema v Persegres Gresik 1-0&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;18 Des 1994, Arema v PSIM Jogjakarta 3-0&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;28 Des 1994, Arema v PSIS Semarang 3-0&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;04 Jan 1995, Gelora Dewata v Arema 4-0&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;08 Jan 1995, Mitra Surabaya v Arema 2-2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;15 Jan 1995, Persiba Balikpapan v Arema 0-1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;18 Jan 1995, PKT Kaltim v Arema 3-1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;22 Jan 1995, Putra Samarinda v Arema 1-1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;25 Jan 1995, Barito Putra Banjarmasin v Arema 2-0&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;12 Mar 1995, ASGS Surabaya v Arema 3-2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;22 Mar 1995, Arema v Petrokimia Putra 3-3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;29 Mar 1995, Arema v Persebaya Surabaya 1-0&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;02 Apr 1995, PSM Makassar v Arema 0-0&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;05 Apr 1995, Persipura Jayapura v Arema 2-0&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;16 Apr 1995, Arema v Persema Malang 1-0&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;26 Apr 1995, Arema v ASGS Surabaya 4-1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;30 Apr 1995, Persebaya Surabaya v Arema 3-2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;07 Mei 1995, Persema Malang v Arema 1-1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;14 Mei 1995, PSIS Semarang v Arema 3-1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;17 Mei 1995, PSIR Rembang v Arema 1-2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;21 Mei 1995, Petrokimia Putra v Arema 5-1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;27 Mei 1995, Arema v PKT Kaltim 0-2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;01 Jun 1995, Arema v Persiba Balikpapan 0-0&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;05 Jun 1995, Arema v Barito Putra Banjarmasin 0-0&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;10 Jun 1995, Arema v Putra Samarinda 1-0&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;14 Jun 1995, Persegres Gresik v Arema 2-1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;25 Jun 1995, Arema v PSM Makassar 5-1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;28 Jun 1995, Arema v Gelora Dewata Bali 1-0&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;05 Jul 1995, Arema v Persipura Jayapura 1-0&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;09 Jul 1995, Arema v Mitra Surabaya 2-1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;15 Jul 1995, PSIM Jogjakarta v Arema 0-1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: courier new;"&gt;KLASEMEN PARUH MUSIM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;1.Barito Putra        16 11  2  3  27-10  35&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;2.ASGS                16  9  3  4  27-20  30&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;3.Petrokimia Putra    16  7  8  1  28-15  29&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;4.Putra Samarinda     16  7  5  4  15-12  26&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;5.Gelora Dewata       16  7  4  5  25-15  25&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;6.Persebaya           16  6  7  3  18-15  25&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;7.Arema               16  7  4  5  21-21  25&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;8.Persipura           16  5  8  3  17-13  23&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;9.PKT                 16  4  9  3  18-11  21&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;10.PSM                 16  5  6  5  17-14  21&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;11.Persema             16  6  1  9  14-21  19&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;12.PSIS                16  4  6  6  12-21  18&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;13.Mitra Surabaya      16  5  2  9  15-21  17&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;14.Persiba             16  5  2  9  10-24  17&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;15.Persegres           16  4  4  8  19-24  16&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;16.PSIR                16  2  5  9  10-23  11&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;17.PSIM                16  0  8  8   6-19   8&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: courier new;"&gt;KLASEMEN AKHIR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;1.Petrokimia Putra    32 17  9  6  62-31  60(maju ke 8 besar)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;2.PKT                 32 15 12  5  58-27  57(maju ke 8 besar)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;3.ASGS                32 17  6  9  57-45  57(maju ke 8 besar)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;4.Barito Putra        32 17  5 10  51-31  56(maju ke 8 besar)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;---------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;5.Gelora Dewata       32 15  9  8  50-27  54&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;6.Arema               32 15  7 10  44-41  52&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;7.Mitra Surabaya      32 15  5 12  45-34  50&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;8.Persipura           32 13  9 10  40-42  48&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;9.Persebaya           32 12 10 10  45-40  46&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;10.PSM                 32 11 10 11  31-32  43&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;11.Putra Samarinda     32 11  8 13  32-41  41&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;12.Persema             32 11  6 15  33-43  39&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;13.PSIS                32 10  9 13  28-43  39&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;14.Persegres           32  8  8 16  33-49  32&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;15.Persiba             32  8  6 18  26-49  30&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;---------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;16.PSIR                32  5  9 18  26-53  21  Degradasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;17.PSIM                32  2 12 18  15-48  18  Degradasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;*PSIR dikurangi 3 poin karena tidak melanjutkan pertandingan di menit ke 33 melawan PSIM Jogja pada 1 Juni 1995&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Top Skorer Tim : Singgih Pitono(14 gol)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Skuad Arema 1994/1995 :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Nanang Hidayat(GK)&lt;br /&gt;Ahmad Yono(GK, nomor punggung 1)&lt;br /&gt;Bambang HS(GK, eks Persebaya)&lt;br /&gt;Totok Anjik(eks Persebaya)&lt;br /&gt;Dony Suherman(eks Persema)&lt;br /&gt;Marcelo(pemain asing, nomor punggung 15, hanya memperkuat tim beberapa pertandingan)&lt;br /&gt;Agus Purwanto&lt;br /&gt;Nurdin Lubis&lt;br /&gt;Aris Budi Prasetyo&lt;br /&gt;Singgih Pitono(nomor punggung 16)&lt;br /&gt;Aji Santoso(nomor punggung 3)&lt;br /&gt;Kuncoro&lt;br /&gt;Dominggus Nowenik&lt;br /&gt;M Nizar&lt;br /&gt;Maryanto&lt;br /&gt;Jonathan(nomor punggung 11)&lt;br /&gt;Nanang Supriadi&lt;br /&gt;Joko Susilo&lt;br /&gt;Mecky Tata(nomor punggung 7)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-717867973395941145?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/717867973395941145/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=717867973395941145' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/717867973395941145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/717867973395941145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/11/perjalanan-arema-di-liga-indonesia.html' title='Perjalanan Arema di Liga Indonesia 1994/1995'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-7580283999041782487</id><published>2011-11-15T22:10:00.009+07:00</published><updated>2011-11-17T22:07:51.782+07:00</updated><title type='text'>Antara Wader dan Belut</title><content type='html'>Lambau, di masa kecil saya beberapa belas tahun silam adalah semacam surga mini bagi anak-anak seusia Sekolah Dasar. Nyaris banyak anak di usia itu yang tinggal di kawasan Tanjung, Kasin, Mergan, Bareng maupun Gading Kasri tidak ada yang tidak mengenal dengan Lambau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum tahun 2000, Lambau merupakan salah satu ruang terbuka hijau terluas yang terletak di pusat kota Malang. Lokasinya strategis dan radius 1km dari Lambau dapat ditemukan berbagai tempat penting di Kota Malang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lambau bisa dikatakan sedikit berbeda dengan kawasan ruang terbuka hijau lainnya seperti Lapangan Rampal, Malabar dan lainnya. Jika Malabar terkenal dengan kawasan hutan kota, Rampal dengan fasilitas olahraganya maka Lambau lebih 'alami' dan liar'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun seiring waktu dengan intensitas perubahan yang mencolok sebagai kawasan hunian maka Lambau mengalami 'modernisasi' dibandingkan dulu. Beberapa kilometer persegi kawasan Lambau yang dulunya berupa hutan kota, perkebunan tebu, cokelat dan sebagainya kini tereduksi sebesar 40 persen sebagai kawasan perumahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisa-sisa romantika lampau hanya bisa dilihat secara kasat mata berupa beberapa pepohonan Sengon laut, Mahoni maupun Karet yang masih kokoh berdiri hingga diatas 40meter. Area perkebunan cokelat kini masih menyisakan sekitar 5 pohon cokelat dan berbuah hingga kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menariknya di tengah-tengah kawasan perumahan itu mengalir sebuah sungai kecil yang relatih masih 'bening' dibandingkan sungai-sungai lain yang mengaliri pusat kota Malang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-34pPohKdtjs/TsMEIKILcBI/AAAAAAAAAqc/eEEULUjYBhg/s1600/DSC04719.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-34pPohKdtjs/TsMEIKILcBI/AAAAAAAAAqc/eEEULUjYBhg/s400/DSC04719.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5675384493621080082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Spot&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Di sungai kecil itu tampak ribuan ekor ikan wader dan gathul sebesar 1-2 jari orang dewasa berkeliaran kesana kemari. Sesekali terlihat beberapa ekor lele sebesar 3 jarian muncul di permukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sabar rasanya tangan ini memulai keisengannya untuk 'menjamah' para ikan yang dilihat dari ukurannya sangat jarang ditemukan di Malang. Joran tegeg dengan mata kail yang kecil(dibawah 1,0) dan senar yang tipis menjadi alat untuk menggapai para wader dan gathul tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-5n_y_KWlvw8/TsMELR_Cw3I/AAAAAAAAAqo/3eb7y3LJvTw/s1600/DSC04724.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-5n_y_KWlvw8/TsMELR_Cw3I/AAAAAAAAAqo/3eb7y3LJvTw/s400/DSC04724.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5675384547269854066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Ikan Wader dan Gathul mendominasi perairan ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sesekali umpan nasi putih dan pelet disambar sang ikan dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hook up&lt;/span&gt;. Nyaris tidak terhitung berapa kali umpan disambar ikan, dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hook up&lt;/span&gt;. Untungnya, jumlah ikan yang berhasil di tangkap dibandingkan dengan yang 'mocel' masih lebih banyak yang ditangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat jumlah ikan wader dan gathul berukuran besar tersebut musiman sayang rasanya untuk dibawa pulang dan dikonsumsi. Jadilah si ikan di CATCH &amp;amp; RELEASE(tangkap dan lepaskan kembali ke habitatnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara ini cukup ampuh untuk menjaga populasi ikan di suatu perairan. Lagipula, ikan wader ukuran konsumsi di Malang masih bisa didapatkan dengan harga terjangkau. 1kilogram ikan wader di Pasar Besar Malang biasa dijual dengan harga 10-12ribu rupiah per kilogram. Pun demikian dengan niatan semula yang hanya iseng-iseng sembari melakukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fishingsport&lt;/span&gt; kecil-kecilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya teringat pengalaman 12 tahun lalu ketika bersama teman-teman masa kecil saya berlibur dan memancing ikan di kawasan Tegalgondo, Landungsari(Belakang Univ Muhammadiyah Malang). Di areal persawahan terdapat sungai kecil irigasi yang didiami berbagai jenis ikan, terutama ikan wader, lele, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kali waktu itu umpan kami disambar ikan wader seukuran jari kelingking. Dalam setengah jam beberapa ekor ikan berhasil didaratkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, keasyikan kami tidak berlangsung lama. Pemandangan menyebalkan terjadi didepan kami tatkala serombongan pencari ikan menyetrum perairan kali dari hilir. Terlihat puluhan ekor ikan wader dan lele seukuran 2 jarian mengambang di permukaan air. Tak cukup itu, ketika melongok ember sedang yang dibawa rombongan pencari ikan tersebut telah terisi sekitar separuhnya, tak terhitung berapa ratus ekor ikan yang berhasil disetrum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa boleh buat, kegiatan memancing waktu itu harus diakhiri dengan perasaan sebal. Untungnya kekecewaan tidak berlangsung lama mengingat lokasi sungai yang terletak bersebelahan areal persawahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niatan untuk memancing ikan berubah menjadi perburuan belut-belut sawah yang banyak bertebaran tatkala habis panen padi, begitu juga sisa-sisa tanaman genjer yang masih bisa diambil dan disayur. Tak ada rotan, akarpun jadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya peralatan untuk memancing belut tidaklah seribet yang dikira. Cukup ambil benang pancing sepanjang 1 meter dan dipilin. Mata kailnya hampir sama ketika memancing ikan wader, karena belut memiliki mulut yang kecil. Umpannya pun mudah, cukup cacing sawah dan potong kecil-kecil. Tak sampai 2 jam, belasan ekor belut berhasil hook up dengan berbagai ukuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu adalah kali terakhir saya memancing disana. Selepas itu jikalau saya ingin memancing tinggal mencari kolam pemancingan dan melempar kail disana. Memancing di tempat yang alami berbeda dengan di kolam pemancingan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat alami menyajikan rasa petualangan berikut pemandangan di sekitar lokasi. Namun, alangkah baiknya jika memancing di tempat alami juga diikuti dengan budaya CATCH &amp;amp; RELEASE, mengingat populasi ikan yang terancam menyusut dewasa ini. Anda yang berjiwa olahragawan silakan coba sensasi olahraga memancing dengan CATCH &amp;amp; RELEASE!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-7580283999041782487?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/7580283999041782487/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=7580283999041782487' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/7580283999041782487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/7580283999041782487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/11/sensasi-wader-hingga-belut.html' title='Antara Wader dan Belut'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-34pPohKdtjs/TsMEIKILcBI/AAAAAAAAAqc/eEEULUjYBhg/s72-c/DSC04719.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-40089622879941259</id><published>2011-09-19T17:57:00.002+07:00</published><updated>2011-09-19T18:36:47.913+07:00</updated><title type='text'>Ambulans dan 'Bang Jak'</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-ztvtxRAIZy8/TncpNDB2_DI/AAAAAAAAAqA/y1sXVZ0ZswM/s1600/DSC04355.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-ztvtxRAIZy8/TncpNDB2_DI/AAAAAAAAAqA/y1sXVZ0ZswM/s400/DSC04355.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5654033161315089458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 15 September 2011 ayas mendapat ajakan dari seorang teman yang tinggal di sekitaran Lebak Bulus. Untuk menuju ke Lebak Bulus dari tempat tinggal sementara ayas dibutuhkan sekitar 2 jam lebih untuk menempuh perjalanan hampir 50km. Di waktu normal jarak ini bisa ditempuh hanya dalam waktu sekitar 1 jam. Namun Jakarta memang susah ditebak, bahkan untuk jalan tol yang menuju ke Jakarta saja terkadang harus ditembus kemacetan selama berjam-jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita perjalanan menuju ke Lebak Bulus kita lewati saja, rasanya tidak ada yang terlalu istimewa dari perjalanan menggunakan bus tersebut. Cerita yang lebih menarik justru terjadi ketika sesampainya di Terminal Lebak Bulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menuju ke tempat tinggal teman ayas tersebut, ayas menyempatkan diri mampir di Stadion Lebak Bulus. Stadion yang dibangun oleh dana Nirwan D. Bakrie di tahun 90an ini masih tampak megah meski kabarnya akan dirubuhkan untuk sebuah proyek mercusuar pemerintah setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stadion Lebak Bulus memang kecil dibandingkan Gelora Bung Karno, salah satu stadion tertua yang masih tersisa di Jakarta. Namun di stadion ini masih menyisakan banyak manfaat dan hampir setiap bagiannya masih berguna untuk dipakai hingga sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di salah satu sudut bangunan Stadion Lebak Bulus ini pula berdiri sekretariat The Jakmania yang telah berdiri lebih dari 1 dekade. Sekretariat ini menempati sebuah sudut bangunan strategis dan terdekat dengan pintu gerbang stadion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu tidak banyak pengurus teras The Jakmania yang berada di sekretariat. Perhatian ayas sendiri akhirnya tertuju kepada sebuah mobil ambulans dengan logo Salam Jempol Telunjuk yang kerap ditujukan oleh setiap anggota The Jakmania sebagai salam kepada sesama suporter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mobil tersebut tertulis Badan Pengabdian 'Bang Jak' lengkap dengan stiker palang merah disampingnya, tanda bahwa mobil tersebut memang difungsikan untuk misi kemanusiaan. Memang demikian adanya jika mobil yang dibeli beberapa bulan lalu dibawah kepemimpinan Ketua Umum The Jakmania sekarang, Lariko Ranggamone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lariko Ranggamone yang akrab dipanggil sebagai Ayah Riko itu mengatakan bahwa mobil itu dibeli karena terinpirasi untuk memenuhi misi kemanusiaan, seperti bencana alam, atau jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk memberi pertolongan jika ada kejadian di lapangan. Terkadang mobil tersebut dapat digunakan untuk membantu anggota The Jakmania yang sedang mengalami musibah dan membutuhkan bantuan mobil ambulans tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan Ayah Riko dan kawan-kawannya The Jakmania memang patut diacungi jempol. Biasanya para suporter kerap menghabiskan sisa uang yang dimilikinya untuk membeli berbagai peralatan khas untuk mendukung klubnya, namun The Jakmania masih menyisakan sedikit uangnya untuk memenuhi tanggung jawab sosialnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah laman &lt;span style="font-style: italic;"&gt;social network&lt;/span&gt; &lt;a href="http://thejakmania.net/"&gt;The Jakmania&lt;/a&gt;, Riko menambahkan bahwa para anggota The Jakmania yang memiliki kualifikasi ataupun keterampilan di bidang kedokteran ataupun kesehatan juga diajak bergabung untuk memberikan sumbangsih terhadap kinerja The Jakmania di bidang sosial ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saat ini, kami sudah memiliki para ahli untuk bencana alam dan juga  dokter-dokter profesional di dalam tim kami. Kami bertekad Bang Jak ini  akan terus eksis dan berada dijalumya untuk menolong sesama,” tandas  Riko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan The Jakmania dengan 'Bang Jak'nya patut diacungi jempol. Sebuah tindakan mulia yang patut dicontoh oleh kelompok suporter lainnya agar berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan kepada sesama disamping memenuhi kewajiban utamanya sebagai pendukung sebuah klub.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-40089622879941259?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/40089622879941259/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=40089622879941259' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/40089622879941259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/40089622879941259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/09/ambulans-dan-bang-jak.html' title='Ambulans dan &apos;Bang Jak&apos;'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ztvtxRAIZy8/TncpNDB2_DI/AAAAAAAAAqA/y1sXVZ0ZswM/s72-c/DSC04355.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-1299695817682820610</id><published>2011-09-17T18:45:00.005+07:00</published><updated>2011-09-17T18:49:42.002+07:00</updated><title type='text'>Sepakbola Bukan Hanya Masalah Cetak Gol</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Hasil melawan iran dengan kekalahan sebesar 3-0 lalu hasil melawan bahrain di kandang sendiri stadion utama gelora bung karno 0-2 memang cukup menyakitkan bagi beberapa pecinta sepakbola nasional. Sepakbola indonesia seakan sangat jauh dari prestasi, selama kurun waktu 10 tahun terakhir hanya satu piala yang mampir ke lemari piala PSSI, yakni piala kemerdekaan tahun 2008 itupun diraih karena Libya melakukan mogok main dalam partai final.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan sepakbola indonesia bukanlah sebuah perjalanan singkat, sejarah sepakbola di Indonesia jauh lebih tua dari usia negara indonesia itu sendiri. Pernah tampil menjadi wakil dari asia untuk pertama kalinya di piala dunia atas nama hindia belanda, memulai konsep liga semi profesional pertama di Asia dengan nama GALATAMA, hingga memiliki pusat pendidikan dan pelatihan sepakbola ragunan dan salatiga yang merupakan yang terbaik di asia pada jamannya merupakan bagian dari sejarah panjang sepakbola indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecintaan masyarakat indonesia terhadap sepakbola dan Timnas indonesia juga tidak diragukan lagi. Olahraga yang bisa dianggap tidak pernah mampu memberikan prestasi yang membanggakan ini justru tetap menjadi olahraga nomor satu, padahal kiprah bulu tangkis indonesia sangat mengkilap, olahraga catur juga tiap generasi memiliki grand master. Namun hal itu tidak pernah menghilangkan kecintaan masyarakat indonesia terhadap sepakbola, sepakbola bukan hanya dianggap sebagai sebuah olahraga bagi masyarakat kita yang mampu diukur dari segi prestasi. Namun sepakbola adalah sebuah kebanggaan dan sebuah kecintaan, dan ketika kita bicara cinta maka tidak perlu ada alasan yang jelas kenapa kita mencintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan yang sangat besar sepakbola indonesia diletakkan dipundak kepengurusan PSSI sekarang. Namun sekali lagi prestasi seakan jauh panggang daripada api. Pemecatan secara sepihak pelatih alfred riedle, ditengah persiapan yang sangat mendesak menjelang pra piala dunia. Saya tidak akan menilai siapa yang pantas melatih timnas, namun dalam jangka waktu 1 bulan mempersiapkan tim untuk berlaga di pra piala dunia merupakan sebuah perjudian besar yang sangat beresiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil dari perjudian tersebut memang belum bisa dikatakan gagal total saat ini, masih ada 4 pertandingan tersisa yang dapat digunakan oleh PSSI untuk mencoba membuktikan keputusan yang diambilnya telah tepat. Masyarakat sepakbola indonesia sebenarnya sudahlah sangat cerdas dan sangat dewasa dalam mendukung TIMNAS, piala ASIA 2007 dan piala AFF 2010 merupakan buktinya, meskipun tidak mampu merengkuh gelar juara namun permainan TIMNAS mampu membuat setiap pendukung TIMNAS pulang dengan kepala tegak meskipun tetap dengan berlinang air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah mengenai format kompetisi juga menjadi salah satu hal yang “dirubah” dalam awal masa kepemimpinan djohar arifin. Format kompetisi yang penulis bilang “aneh” karena peserta kompetisi hanya dilihat dari kelengkapan berkas, bukan dilihat bagaimana kiprah tim tersebut selama ini. Sebuah bentuk kepongahan dan alergi dari rezim djohar arifin terhadap peninggalan dan warisan rezim nurdin halid. Kompetisi kita yang telah berjenjang mulai dari level amatir hingga level profesional, diberangus begitu saja dengan merestart format kompetisi. Format kompetisi yang sangat-sangat tidak melihat kondisi dan sejarah tim tersebut secara nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya malah melihat format kompetisi yang dibangun tidak lain hanya ingin berusaha menyelamatkan tim-tim eks LPI. Tim-tim eks LPI yang “baru” diakomodir keanggotaannya dalam tubuh PSSI, sehingga sangat wajar bila PSSI memaksakan peserta kompetisi disaring melalui proses “pendaftaran” layaknya PEMILU tanpa melihat kiprahnya di musim sebelumnya. Menurut saya ini merupakan bukti bahwa PSSI telah merestart kompetisi yang ada. Bagaimana dengan tim seperti persidafon yang harus dengan susah payah melalui fase play off untuk menuju superliga nasibnya harus “ditendang” begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompetisi menurut saya bukan saja sebuah seremonial menggelar pertandingan dan mencari siapa yang mengumpulkan poin terbanyak diakhir musim, kompetisi yang baik lebih dari itu. Dari kompetisi yang baguslah akan muncul pemain yang hebat, dikompetisi yang baiklah kemampuan pemain akan semakin terasah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim U-19 yang menimba ilmu di uruguay saat ini pun seakan jauh dari perhatian PSSI. Belum ada komunikasi dan perhatian dari pengurus yang baru terhadap garuda muda di uruguay. Padahal kemampuan mereka telah diakui banyak pihak di uruguay memendam talenta tidak kalah dengan pemain berbakat asal amerika latin. Dari sistem pembinaan di uruguay ini awalnya diharapkan mampu melahirkan pemain seperti di era primaver dan baretti yang mampu menjadi tulang punggung timnas di masa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai masyarakat awam yang sangat mencintai sepakbola nasional. Saya hanya berharap PSSI era djohar arifin memiliki konsep dan pola yang jelas dalam mengelola sepakbola nasional. Ingat sepakbola kita tidak ingin dikelola dengan gaya otoriter ala militer, tipu daya seperti mafia, narsis bergaya selebritis. Sepakbola kita dibangun dengan rasa bangga penuh cinta dan kasih sayang. Sudah cukup kita kelola sepakbola ini dengan ala kadarnya, saatnya kita benar-benar menuju sepakbola yang membanggakan, you better believe if we can change our football.(Arul Warrior)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-1299695817682820610?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/1299695817682820610/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=1299695817682820610' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/1299695817682820610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/1299695817682820610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/09/sepakbola-bukan-hanya-masalah-cetak-gol.html' title='Sepakbola Bukan Hanya Masalah Cetak Gol'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-8523401465634737644</id><published>2011-09-13T18:19:00.002+07:00</published><updated>2011-09-13T23:10:01.240+07:00</updated><title type='text'>'Mengawal' Janji Pengurus PSSI yang Baru</title><content type='html'>Seperti yang sudah diperkirakan, imbas ketidakjelasan format kompetisi akhirnya berujung pada molornya start kompetisi itu sendiri. Adalah PSSI, yang akhirnya harus menerima caci maki dari penggemar sepakbola Indonesia karena sikap 'kepala batu' pengurusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak awal, pergantian kepengurusan di tubuh PSSI menimbulkan polemik di berbagai tempat. Djohar Arifin yang mewakili kubu perubahan dianggap masih belum berpengalaman dalam memimpin organisasi sebesar PSSI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, itulah harapan yang diapungkan pendukung perubahan dan revolusi PSSI yang menginginkan adanya perubahan besar di tubuh organisasi yang menaungi sepakbola Indonesia tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbentuknya kepengurusan yang baru diharapkan menghasilkan sebuah kinerja yang lebih baik dibandingkan kepengurusan sebelumnya yang diketuai oleh Nurdin Halid. Kubu pro perubahan menganggap bahwa kemenangan Djohar Arifin adalah kemenangan sepakbola Indonesia. Meski nyatanya sebagian penggemar sepakbola masih menganggap bahwa kemenangan itu semu, karena belum dibarengi dengan pembuktian bahwa Djohar Arifin memang dewa penyelamat bagi sepakbola kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi yang diemban Djohar Arifin memang tidaklah ringan. Ia harus membuktikan jika PSSI yang ia pimpin mampu memiliki prestasi lebih dari seorang pendahulunya, terutama prestasi di Timnas Senior maupun tim U-23nya yang sering kebentur ketika berlaga di ajang sekelas AFF Cup maupun SEA Games.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang Timnas Indonesia hampir nol persen peluangnya ketika meretas peluang di Piala Dunia 2014 akibat 2 kekalahan beruntun di babak kualifikasi zona Asia. Kegagalan yang dilanda TImnas juga dibarengi dengan disharmonisasi tim dan intrik yang terdapat didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak cukup dengan itu, kegagalan di Timnas diikuti dengan kegagalan PSSI untuk memastikan kompetisi sepakbola yang digelarnya tepat waktu, 8 Oktober 2011. Malah santer terdengar bahwa kompetisi akan tertunda hingga November 2011. Inipun belum terdapat waktu pasti akan dimulainya kompetisi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat kepengurusan yang baru ini pula persiapan kompetisi hampir serba dipaksakan. Dimulai dari ide menggabungkan dua kompetisi ISL dan LPI dengan membubarkan keduanya, yang berimplikasi pada ancaman membengkaknya jumlah peserta kompetisi di musim depan. Padahal AFC dan FIFA sendiri tidak memberikan mandat kepada PSSI untuk membubarkan ISL yang menjadi satu-satunya kompetisi strata teratas PSSI sebelumnya. Jadi untuk apa PSSI repot-repot memanjakan belasan klub LPI yang sebagian besar baru berumur jagung dan mematikan ISL itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, tanpa adanya dasar dan aturan yang jelas pengurus PSSI memilih langkah yang kurang populis dengan mengakomodasi klub LPI kedalam sistem kompetisi tanpa melalui persetujuan Komite Eksekutif PSSI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan yang kurang populer tersebut juga kurang memperhatikan dampak yang terjadi di kemudian hari, misalnya ketersediaan sponsor yang 'cukup' untuk seluruh tim peserta di level 1, hingga penyediaan pemain yang berkualitas. Jika dampak-dampak tersebut tidak dipikirkan ulang, tentu efeknya akan berimbas pada mutu kompetisi itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, PSSI juga sebenarnya memiliki sumber daya berupa PT Liga Indonesia. Jika memang terdapat kekurang profesionalitas dalam PT itu sendiri, maka PSSI dapat melakukan perbaikan dengan menambal lubang yang ada tanpa harus membubarkannya. Istilahnya, mengusir hama wereng di areal persawahan tentunya tidak harus membakar seluruh areal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini patut ditunggu realisasi janji Djohar Arifin untuk membenahi sepakbola Indonesia yang pernah diucapkan beberapa bulan lalu. "Saya akan memperhatikan seluruh kebutuhan sepakbola indonesia," janji Djohar Arifin seperti yang dikutip dari harian Republika, 9 Juli 2011 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya tidak soal siapa yang harus duduk diposisi kepengurusan PSSI asal mampu membawakan output yang baik bagi persepakbolaan Indonesia. PSSI tentunya juga diharap ketegasannya untuk memutuskan persoalan penting yang sedianya dibutuhkan untuk persiapan pelaksanaan kompetisi mendatang. Kredibilitas PSSI tentunya dipertaruhkan jika PSSI sendiri tidak memiliki ketegasan bersikap dengan melaksanakan prinsip dan pedoman yang telah digarisbawahi pada Pedoman Dasar PSSI itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas PSSI tentunya tidak hanya melaksanakan amanat yang tertuang dalam Pedoman Dasar, tetapi juga mampu meyakinkan para stakeholder sepakbola Indonesia bahwa mereka mampu menghasilkan sesuatu yang lebih baik dibandingkan kepengurusan sebelumnya. Mari kita tunggu konsistensi PSSI untuk mewujudkan janjinya tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-8523401465634737644?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/8523401465634737644/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=8523401465634737644' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/8523401465634737644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/8523401465634737644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/09/mengawal-janji-pengurus-pssi-yang-baru.html' title='&apos;Mengawal&apos; Janji Pengurus PSSI yang Baru'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-3129285587086567120</id><published>2011-09-07T20:25:00.014+07:00</published><updated>2011-09-13T23:21:49.666+07:00</updated><title type='text'>Kunci Bisnis Stadion Sepakbola di Eropa</title><content type='html'>Stadion merupakan salah satu simbol atau identitas sebuah klub sepakbola. Stadion tidak hanya difungsikan sebagai venue pertandingan sepakbola, namun juga dapat memberikan fungsi dan manfaat lebih bagi pengelolanya. Apa saja fungsi tambahan yang bisa didapat oleh klub dari sebuah stadion?&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; 1. Tiket Musiman/Seasons Ticket&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-9QaiC5vPMtA/Tm-BPDHbG0I/AAAAAAAAApc/2X4HKJJOnes/s1600/Precios_abonos_Real_Madrid.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 256px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-9QaiC5vPMtA/Tm-BPDHbG0I/AAAAAAAAApc/2X4HKJJOnes/s400/Precios_abonos_Real_Madrid.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5651878152907725634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Brosur Tiket Musiman Real Madrid. Courtesy : realmadrid.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Jangan remehkan arti penting tiket musiman(&lt;em&gt;season tickets&lt;/em&gt;), di Eropa tiket musiman menjadi salah satu sumber pendapatan penting bagi klub. Bahkan di beberapa negara yang klub sepakbolanya memberlakukan sistem tiket musiman, banyak mendapat keuntungan akibat tiket musiman yang sold out.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Borussia Dortmund di musim 2010/2011 menjual sekitar 51200 tiket musiman dengan harga 176,5 euro(berdiri) - 847 euro(duduk). Jumlah tiket yang terjual mampu meng-&lt;em&gt;cover&lt;/em&gt; sekitar 60% kapasitas stadion Signal Iduna Park(80.720).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Borussia Dortmund memegang rekor sebagai salah satu klub Eropa yang menjual tiket musiman terbanyak. Di Jerman sendiri posisi Borussia Dortmund diikuti oleh Schalke 04 dan Bayern Munich. Dengan lebih dari 60persen kursi tribun terjual, kini para puluhan ribu fans Dortmund harus memperebutkan tiket tersisa lewat beberapa jalur seperti &lt;em&gt;ticket shop, ticket agent&lt;/em&gt;, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu di Inggris, Manchester United menjadi klub dengan penjualan tiket musiman terbanyak. Tahun lalu lebih dari 50.000 tiket musiman terjual dari target 54.000 lembar. Jumlah ini turun dibandingkan 3 tahun lalu dimana jumlah tiket musiman yang terjual mencapai 64.000 lembar dengan 8500 diantaranya kursi premium(7000 &lt;em&gt;executive seats&lt;/em&gt; dan 1500 h&lt;em&gt;ospitality packages&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klub Inggris lain, khususnya yang berlokasi di London saling berlomba untuk mendapatkan pemasukan terbanyak dari tiket musiman. Arsenal sejak pindah ke Stadion Emirates beberapa tahun lalu mampu menangguk kenaikan pendapatan secara signifikan daripada ketika bertandang ke Highbury.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga tiket musiman di Stadion Emirates merupakan salah satu yang termahal di Inggris. Semusimnya para pendukung The Gunners(julukan Arsenal) harus merogoh kocek sebesar 893-1825 poundsterling. Meski berharga mahal, musim lalu ada 40000 suporter yang masuk dalam daftar tunggu untuk mendapatkan tiket musiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang serupa terdapat di Chelsea. Klub yang dimiliki Roman Abramovich tahun ini menjual tiket musiman yang cukup mahal dibandingkan kontestan Liga Premier Inggris lainnya. Tiket musiman di Stamford Bridge dijual seharga 550-1210 poundsterling. Sekitar 24000 tiket terjual dibandingkan kapasitas stadion yang sebesar 42000 penonton. Dengan penjualan tersebut Chelsea mendapatkan pemasukan lebih dari 13juta poundsterling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Corporate Box/Premium Seats&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stadion sepakbola di Eropa banyak dilengkapi dengan area untuk pelanggan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;corporate&lt;/span&gt;. Umumnya mereka disediakan semacam ruangan yang eksklusif tidak hanya sekedar menikmati pertandingan diatas lapangan tetapi juga menikmati berbagai fasilitas yang disediakan oleh klub dan panpelnya. Istilahnya,&lt;em&gt; one stop service&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Service yang diberikan oleh klub memang meliputi ruangan dengan &lt;em&gt;furniture&lt;/em&gt;nya, bahkan seringkali dengan fasilitas lain seperti televisi yang dapat memantau jalannya pertandingan, perangkat meja makan dengan berbagai fasilitas diatas, dan sebagainya. Para pelanggan juga dapat memesan makanan lewat telepon, dan dalam waktu yang tidak begitu lama, makanan/minuman yang dipesan sudah dapat tersaji diatas meja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klub-klub besar seperti Manchester United sangat memahami tentang berbisnis di sektor ini. Di Old Trafford, kursi premium dan &lt;em&gt;corporate boxes&lt;/em&gt; dijual untuk pelanggan dari kalangan atas. Meski kapasitasnya kurang dari 15% dari kapasitas stadion Old Trafford yang berjumlah 76000 penonton, namun pendapatan yang diraih MU mampu mencapai 40% dari pendapatan di hari pertandingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rival MU di Liga Premier Inggris pun demikian. Chelsea memiliki Stamford Bridge dengan infrastruktur yang mendukung untuk mewujudkan hal tersebut. Kursi premium di Stamford Bridge dijual dengan harga mencapai 1000 dolar Amerika, sementara itu didalam stadion terdapat sekitar 70 ruangan mewah yang dijual termasuk ketika Chelsea melawan klub-klub medioker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klub seperti Everton pun tidak ketinggalan. Goodison Park menyediakan fasilitas untuk para pelanggan &lt;em&gt;corporate&lt;/em&gt;nya. Untuk memanjakan pelanggannya tersebut Everton melakukan renovasi &lt;em&gt;corporate lounge&lt;/em&gt;-nya dan menamakannya 'Dixie Dean', salah satu legenda Everton.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-RMtp-r0lTtU/Tm-Bx2w-csI/AAAAAAAAApk/MBSmNpTDLcg/s1600/Satellite.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 256px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-RMtp-r0lTtU/Tm-Bx2w-csI/AAAAAAAAApk/MBSmNpTDLcg/s400/Satellite.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5651878750887768770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Boxes di Stadion Santiago Bernabeu. Courtesy : realmadrid.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Peluang bisnis diatas tidak hanya dimonopoli oleh klub-klub di Inggris, di Spanyol Nou Camp(Barcelona) dan Santiago Bernabeu(Real Madrid) juga memilikinya. Ketika Florentino Pérez menjadi presiden Real Madrid, ia meluncurkan sebuah "master plan" dengan satu tujuan: untuk meningkatkan kualitas kenyamanan Santiago Bernabéu beserta  fasilitasnya,. Manfaatnya terdapat pada kenaikan pendapatan dari stadion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Florentino Perez menginvestasikan lebih dari 127juta euro dalam waktu 5 tahun(2001-2006). Ia melakukan ekspansi di sisi timur stadion dan menambahkan berbagai macam fasilitas seperti &lt;em&gt;Corporate boxes&lt;/em&gt;, area VIP, restoran dan bar yang baru, lift panorama, eskalator dan mengimplementasikan sebuah bangunan serba guna di jalan Father Damien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rival el classico Real Madrid, Barcelona FC juga memberikan layanan kepada pelanggan kelas atas sejak tahun 1980. Hal ini sejalan dengan digelarnya Piala Dunia di Spanyol 2 tahun sesudahnya. Beberapa fasilitas seperti &lt;em&gt;Corporate Box &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;VIP lounge&lt;/em&gt; ditambahkan didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Penjualan Hak Nama Stadion&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-SOFxInGLn4U/Tm-CIVU4GRI/AAAAAAAAAps/Tzy0kSQ0BUE/s1600/arsenal-emirates.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-SOFxInGLn4U/Tm-CIVU4GRI/AAAAAAAAAps/Tzy0kSQ0BUE/s400/arsenal-emirates.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5651879137048533266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Stadion Emirates, Arsenal mendapat 100juta poundsterling dari penjualan nama stadion. Courtesy : wayfaring.info&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Publik boleh jadi ikut terkejut ketika Arsenal memutuskan menjual nama stadionnya yang baru dibangun di Ashburton Grove dibulan Oktober 2004. Nyatanya penjualan nama stadion ke perusahaan jasa penerbangan Emirates Airline mampu memberikan dana segar kepada Arsenal sebesar 100juta poundsterling. Imbal baliknya, Nama stadion berubah menjadi Emirates Stadium dengan jangka waktu pemakaian selama 15 tahun sejak tahun 2006 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama dilakukan oleh Manchester City. Klub Inggris itu telah menjual hak pemakaian nama stadion miliknya kepada maskapai penerbangan asal Abu Dhabi. Kontraknya sebesar 150 juta pound sterling (Rp 2 triliun) selama 15 tahun. Kedepan tidak ada lagi nama City of Manchester Stadium di kurun waktu tersebut dan akan berganti menjadi Etihad Stadium. Menariknya, Stadion tersebut sebenarnya bukanlah milik Manchester City, tepatnya milik Dewan Kota Manchester. Kabarnya Manchester City tertarik untuk membeli stadion tersebut di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klub lain seperti Bayern Muenchen juga tidak ketinggalan. Bayern Muenchen menjual nama stadionnya menjadi Allianz Arena kepada perusahaan asuransi Allianz. Bayern Muenchen mendapat pemasukan sebesar 4juta poundsterling setiap tahun. Di Jerman sendiri Bayern Muenchen tidak sendiri. Banyak klub Bundesliga lain yang mendapat sponsor dari penjualan nama stadion seperti Marcedes-Benz Arena(VFB Stuttgart), Commerzband-Arena(Eintracht Frankfurt), Rhein Energie Stadion(FC Koln), dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedepan sudah terdapat beberapa klub besar Eropa yang berencana menjual nama stadionnya. Chelsea akan menjual nama stadionnya, Stamford Bridge kepada sponsor meski kata &lt;strong&gt;Stamford&lt;/strong&gt; dan&lt;strong&gt; Bridge&lt;/strong&gt; tetap harus dicantumkan berdampingan dengan nama sponsor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liverpool juga berencana menjual nama stadion barunya, Stanley Park. ”Kami memiliki hak yang sama dalam hal mencari investor untuk menanamkan sahamnya melalui nama stadion.Kegiatan seperti itu sudah mewabah dan sangat disayangkan jika Liverpool tak memanfaatkannya,” tutur Direktur Komersial Liverpool Ian Ayre, dikutip soccernet. Namun ide ini ditentang oleh para pendukungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klub lain seperti Tottenham Hotspur juga berencana menjual nama stadionnya setelah membangun baru sebuah stadion dengan meninggalkan stadion yang lama, White Hart Lane. Seperti yang sudah diketahui, White Hart Lane yang berumur lebih dari 1 abad hanya memiliki kapasitas kurang dari 37ribu penonton, dipandang kurang representatif untuk menampung seluruh penggemar Spurs(julukan Tottenham Hotspur) yang terus bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Tour ke Stadium dan Museum&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa stadion besar di Eropa memiliki sebuah museum dengan berbagai pertunjukan memorabilia didalamnya. Barcelona dengan Stadion Camp Nou membuka pendaftaran tour sejak tanggal 24 September 1984. Tahun lalu saja sekitar 1,1juta orang mengunjungi museum ini. Dengan biaya masuk sebesar belasan euro, Nou Camp merupakan contoh ekonomis bagi keberadaan sebuah stadion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klub lain seperti Manchester United(tahun 1995) dan Real Madrid(2003). Tour ke markas Manchester United, Old Trafford tidak hanya memperlihatkan memorabilia klub di dalam museum, namun juga kunjungan ke lapangan stadion, ruang ganti pemain, dan berbagai sudut stadion lainnya. Tak lupa, petugas stadion juga menunjukkan ke area&lt;em&gt; fanshop&lt;/em&gt; tempat pengunjung dapat membeli oleh-oleh berupa &lt;em&gt;merchandise&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Bar, Restaurant, Merchandise Shop, dll.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-T9OrlwjzMPg/Tm-C3FfK5UI/AAAAAAAAAp0/C_3A94c2hqc/s1600/The-view-from-the-restaurant-that-is-in-the-stadium.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-T9OrlwjzMPg/Tm-C3FfK5UI/AAAAAAAAAp0/C_3A94c2hqc/s400/The-view-from-the-restaurant-that-is-in-the-stadium.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5651879940250592578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sudut sebuah restoran di sebuah stadion di Coimbra. Courtesy : aboutfootballstadium.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Stadion dapat difungsikan sebagai suatu bangunan multiguna. Dengan besarnya bangunan seirngkali banyak menyisakan ruang kosong yang dapat dimanfaatkan sebagai lahan bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Camp Nou, Santiago Bernabeu, New Wembley, dll adalah contoh stadion multiguna yang tidak hanya digunakan untuk pertandingan sepakbola, tetapi dapat dimanfaatkan untuk hal lain seperti konser musik, dan ruangan dalam stadion dapat digunakan untuk restoran, tempat pertemuan, beberapa ruangan untuk tempat meeting perusahaan, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia sampai dengan saat ini belum terdapat stadion yang mampu memenuhi untuk hal-hal diatas. Umumnya masih memberikan fasilitas penunjang yang 'minim' seperti ruangan untuk ruko, perkantoran, dan kantin. Bahkan untuk sekedar &lt;em&gt;merchandise shop&lt;/em&gt; saja hanya terdapat di beberapa stadion di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski membutuhkan biaya yang tak sedikit, namun jika mampu mengelolanya dapat memberikan pemasukan yang cukup besar bagi klub. Adakah klub di Indonesia yang berminat untuk mengembangkannya?(Satubola)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-3129285587086567120?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/3129285587086567120/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=3129285587086567120' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/3129285587086567120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/3129285587086567120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/09/kunci-bisnis-stadion-sepakbola-di-eropa.html' title='Kunci Bisnis Stadion Sepakbola di Eropa'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-9QaiC5vPMtA/Tm-BPDHbG0I/AAAAAAAAApc/2X4HKJJOnes/s72-c/Precios_abonos_Real_Madrid.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-6198262912091046423</id><published>2011-08-28T08:43:00.011+07:00</published><updated>2011-09-08T22:06:00.549+07:00</updated><title type='text'>Modern Football Stadia - Jalan Menuju Sukses</title><content type='html'>Fans atau suporter merupakan kumpulan orang yg paling ceria dan 'berisik' dalam mendukung sebuah klub sepakbola, tidak peduli apakah timnya dalam kondisi menang dan kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan dukungan sekelompok suporter ternyata mampu mengubah arah permainan, dengan catatan suporter tersebut tetap berdiri dengan loyalitasnya sebagai pendukung tim tersebut. Lain cerita ketika klub dalam kondisi kalah dan euforia suporter ikut melemah. Tanpa disadari hal ini berimplikasi pada permainan klub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suporter memegang peranan penting sebagai bagian dari elemen sebuah pasar. Mereka bisa bertindak selaku konsumen, namun bisa juga berperan sebagai alat pemasaran sekaligus. Peranan seperti ini memberikan andil bagi suporter untuk bertindak sebagai malaikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan melihat sisi sebuah mata uang lain, suporter dapat bertindak sebagai monster bagi klubnya. Terutama jika suporter memilih melakukan tindakan destruktif bagi klub tersebut. Di Indonesia kita dapat melihatnya ketika sekelompok suporter berbuat kerusuhan bagi ketika tandang maupun tandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat fakta demikian, muncul pemikiran agar klub senantiasa ikut 'memanfaatkan' kekuatan suporter bukan sekedar pendukung di tribun stadion, namun juga di luar lapangan. Kata memanfaatkan yang dimaksud bukanlah sekedar menjadikan suporter sebagai 'sapi perah' klub, namun memberikan tempat bagi suporter sebagai bagian dari elemen pembangunan sebuah klub. Bagaimanapun keberadaan suporter tidak terpisahkan dengan sebuah klub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai imbal baliknya, suporter tentu 'berhak' mendapatkan tempat terbaik untuk mendukung klub, yaitu stadion modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Individual Seat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam waktu 25 tahun terakhir, di Inggris Raya(diantaranya Inggris dan Skotlandia) telah terjadi perubahan besar dalam penyediaan stadion yang representatif dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;modern&lt;/span&gt;. Sebagai bentuk upaya perubahan yang dilakukan FA pasca tragedi Heysel yang berujung pelarangan tampil bagi klub Inggris di kompetisi Eropa, FA memberlakukan beberapa aturan frontal mengenai stadion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aturan tersebut meliputi penghapusan pagar pembatas lapangan, peniadaan tribun berdiri, mewajibkan seluruh tribun stadion memiliki kursi untuk setiap penonton yang masuk ke stadion, hingga pembuatan database terintegrasi dari setiap tiket yang terjual kepada calon penonton. Lewat hal ini identitas masing-masing penonton akan diketahui, termasuk jika ada penonton yang berbuat rusuh, FA dan klub dapat memberikan larangan masuk stadion. Lewat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;database&lt;/span&gt; tersebut dapat diketahui penonton mana saja yang kerap berbuat ulah dan telah mendapat hukuman &lt;span style="font-style: italic;"&gt;banned&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya memang banyak fans menentang ide FA, terutama penghapusan tribun berdiri. Namun, ide FA ini pada akhirnya membuahkan hasil yang signifikan. Stigma &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hooliganisme&lt;/span&gt; suporter sepakbola Inggris perlahan terkikis, dan penonton di stadion terlihat lebih 'tertib'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak berakhirnya perang dunia I hingga tahun 1970an jumlah penonton sepakbola di Inggris seringkali melebihi kapasitas stadion. Mirip dengan kondisi yang terjadi di Indonesia akibat minimnya tribun yang memiliki kursi tunggal bernomor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalkan saja kapasitas stadion mencapai 20.000 orang, namun faktanya jumlah penonton bisa mencapai jauh dari itu. Perbedaannya jika di Inggris selisih jumlah penonton tersebut tetap sebagian besar tetap membayar karcis, di Indonesia banyak diantaranya memperolehnya dengan jalan tak bertiket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide agar menghilangkan seluruh tribun berdiri di stadion juga menguntungkan banyak hal terutama terkait kenyamanan dan keamanan penonton sendiri. Bagi Panpel pertandingan tentunya sangat mudah memantau dan memastikan jumlah penonton yang hadir tidak melebihi kapasitas stadion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan jumlah penonton yang dapat diperkirakan sedari awal, klub dapat mengatur perkiraan pendapatan hingga &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cashflow&lt;/span&gt;(arus kas masuk dan keluar berkaitan dengan pendapatan dari tiket penonton sesuai dengan jumlah kursi yang tersedia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-NERXsN5Y258/TmZuGndF5rI/AAAAAAAAAos/LVUxTaNEArw/s1600/hoffenheim-stadium-germany.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-NERXsN5Y258/TmZuGndF5rI/AAAAAAAAAos/LVUxTaNEArw/s400/hoffenheim-stadium-germany.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5649323842532140722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Individual seat di Hoffenheim Stadium, courtesy image : www.sportsvenue-technology.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Adanya tribun berkursi akan memberikan benefit bagi panitia pelaksana dalam hal lain, misalnya :&lt;br /&gt;1. Mempermudah penyediaan model tiket terusan hingga distribusinya ketika di stadion.&lt;br /&gt;2. Mempermudah bagi panitia pelaksana untuk memantau keamanan berkaitan dengan diciptakanannya tiket pertandingan per masing-masing kursi(pencegahan terhadap tiket palsu/penggandaan tiket).&lt;br /&gt;3. Mempermudah panitia pelaksana untuk membagi sektor bagi suporter tim tuan rumah dan tamu, beserta persiapan perangkat pendukungnya.&lt;br /&gt;4. Mempermudah pemantauan bagi aparat keamanan ke seluruh area tribun penonton.&lt;br /&gt;5. Membantu klub dalam memperluas pemasaran, terutama dalam menggaet lebih banyak penonton wanita dan anak-anak dan senantiasa menomor satukan keamanan dan kenyamanan dalam menonton pertandingan sepakbola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalkan untuk poin nomor satu, klub dapat merencanakan sedari awal dan tiap pertandingan berapa tiket yang dijual, dan disektor bangku mana saja yang menyediakan tempat bagi pemegang tiket terusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan begitu, di setiap pertandingan klub dapat 'menyisihkan' sebagian bangku stadion bagi pemegang tiket terusan, dan 'mengkaplingnya' agar tidak terpakai oleh penonton yang tidak berhak menempati sektor bangku tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pemegang tiket terusan tidak dapat diremehkan begitu saja keberadaannya bagi klub. Klub sekelas Borussia Dortmund di musim 2008/2009 dapat menjual 51200 tiket terusan seharga 150poundsterling. Jumlah tersebut merupakan hampir 65 persen dari kapasitas stadion di liga. Artinya dengan pendapatan cash sebesar 7,68juta poundsterling di awal musim, Borussia Dortmund juga tetap menjaga tingkat okupansi stadion minimal 65%(dan di liga rata-rata okupansi Westfalenstadion - kandang Dortmund tetap terjaga diatas 95%). Jumlah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fans&lt;/span&gt; yang besar tentunya membantu klub dalam mem&lt;span style="font-style: italic;"&gt;branding image&lt;/span&gt;-nya dengan sponsor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Faktor keamanan didalam stadion&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tidak dapat ditinggalkan bagi pembangunan sebuah Stadion modern adalah faktor keamanan. Berdasarkan buku Catastrophe! The 100 Greatest Disasters of All Time karangan Stephen J. Spignesi, dari 15 saja tragedi terbesar di dunia sepakbola, sebagian besar terkait dengan faktor keamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa diantaranya terjadi ketika stadion dalam kondisi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;overload&lt;/span&gt; dan kurang terdapat ruang udara bagi masing-masing penonton untuk sekedar menikmati pertandingan. Ketika kericuhan mulai terjadi, sebagian diantaranya tidak dapat diselesaikan dengan segera karena terkendala beberapa fasilitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-X6zinf-uYpE/TmZvjdWLe8I/AAAAAAAAAo8/AShi8wHHXKc/s1600/security.aspx"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 265px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-X6zinf-uYpE/TmZvjdWLe8I/AAAAAAAAAo8/AShi8wHHXKc/s400/security.aspx" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5649325437546625986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Pintu masuk stadion. Courtesy image : Joe Borg(http://mfa.com.mt)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Apa saja fasilitas-fasilitas yang sekiranya menunjang keberadaan keamanan sebuah stadion(Ringkasan dari Safety Regulation FIFA - 2008)?&lt;br /&gt;1. Banyaknya akses pintu keluar masuk dan dapat terbuka/tertutup dengan cepat ketika dibutuhkan. Di setiap pintu darurat juga ditempatkan petugas yang senantiasa mengontrol.&lt;br /&gt;2. Petunjuk dan Rute jalur evakuasi stadion ketika terjadi bencana.&lt;br /&gt;3. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Signage&lt;/span&gt;/Penanda untuk akses ke beberapa tempat penting(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Emergency door, emergency room emergency stairs/lift&lt;/span&gt;, dll)&lt;br /&gt;4. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Assembly point&lt;/span&gt;/titik kumpul bagi masing-masing kelompok suporter(di area Gelora Bung Karno, setiap kali tim Persija memainkan laga tandang di tempat ini, suporter The Jakmania memilih Hall ABC Senayan sebagai salah satu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;meeting point&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;5. Akses dan tempat khusus bagi penonton yang memiliki cacat fisik.&lt;br /&gt;6. Adanya semacam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;barriers&lt;/span&gt;/penghalang antar sektor agar tidak terjadi perpindahan penonton secara paksa antar sektornya yang dapat menyebabkan terjadinya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;overload&lt;/span&gt; di beberapa sektor tertentu karena berbagai sebab.&lt;br /&gt;7. Stadion dilengkapi dengan berbagai peralatan keamanan tertentu misalnya tabung pemadam kebakaran, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hidrant&lt;/span&gt; dan pompa air, dsb.&lt;br /&gt;8. Adanya jadwal pemeliharan secara berkala(setiap hari) dan mengidentifikasi setiap kerusakan komponen didalam stadion dan menjadwalkan untuk penggantiannya.&lt;br /&gt;9. Penyediaan parameter didalam kompleks stadion untuk menjaga sterilisasi area-area tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan tertentu, perancang stadion dalam melibatkan pihak otoritas keamanan setempat untuk membantu supervisi ide/saran dalam pembangunan fasilitas pendukung keamanan di dalam area kompleks stadion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Hiburan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stadion modern dibangun bukan atas dasar memenuhi hasrat menonton sepakbola semata, namun juga difungsikan sebagai wahana hiburan bagi para penontonnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa sekarang, menonton sepakbola bukanlah sekedar menyaksikan 22 pemain berlaga diatas lapangan, tapi seolah2 para penonton diajak untuk menikmati dan masuk kedalam permainan tersebut. Salah satunya seperti yang terjadi di berbagai stadion di Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stadion bintang 4 dan 5 di Eropa(sebutan bagi stadion2 di Eropa yang memenuhi kriteria untuk menyelenggaran berbagai event penting UEFA) dilengkapi beberapa fasilitas penunjang baik yang berada di dalam area stadion maupun diluarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nou Camp di Catalonia mengadopsi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nonmatch days concept&lt;/span&gt; dengan menyediakan hiburan diluar hari pertandingan misalnya kunjungan ke dalam stadion Nou Camp beserta museumnya, ditambah lagi tersedianya area perbelanjaan didalam kompleks stadion, fan shop, dll. Hal tersebut juga diadopsi/dilakukan di berbagai stadion lain seperti Santiago Bernabeu(Madrid) dan Old Trafford(Manchester).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun 2008/2009 sendiri dari tour ke museum yang berharga belasan euro untuk setiap tiketnya, Barcelona bisa mendapatkan belasan juta euro di musim tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-rq9P1vzUy6Y/TmZxJJqfd6I/AAAAAAAAApM/2YN8apq7LIo/s1600/stadium-tours.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 311px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-rq9P1vzUy6Y/TmZxJJqfd6I/AAAAAAAAApM/2YN8apq7LIo/s400/stadium-tours.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5649327184609769378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Stadium tour di Croke Park Stadium. Courtesy : www.tripadvisor.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Produk lain yang dapat dijual bisa berupa pengadaan konser musik, dan berbagai event non olahraga lain, baik yang berupa formal maupun tidak. Tentu harus diatur agar ketika acara berlangsung tidak terdapat 'vandalisme' bagi fasilitas stadion terutama lapangan sepakbola itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Menuju 'Elite Stadium'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UEFA sendiri telah menerapkan kriteria mengenai Stadion Elite(bintang 4-5) yang memiliki beberapa kriteria khusus. Kriteria tersebut termaktub dalam laporan berjudul UEFA Stadium Infrastructure Regulation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kriteria tersebut antara lain :&lt;br /&gt;1. Penerangan 1400lux &lt;span style="font-style: italic;"&gt;all directions&lt;/span&gt;(AFC 1200lux)&lt;br /&gt;2. Kapasitas minimal 8000 penonton dan seluruhnya bukan merupakan tribun berdiri. Namun, di Eropa untuk saat ini dan kedepannya Stadion yang dipakai untuk penyelenggaraan final UEFA Europe League minimal berkapasitas 40.000 penonton, sedangkan UEFA Champions League 60.000 penonton.&lt;br /&gt;3. Kapasitas kursi penonton VIP 500 buah tempat duduk, dan 100 buah tempat duduk untuk pendukung tim tamu.&lt;br /&gt;4. Area parkir yang mampu menampung sedikitnya 150buah mobil, beserta dukungan keamanannya.&lt;br /&gt;5. Panjang dan lebar lapangan sepakbola : 105x68 meter.&lt;br /&gt;6. Ruang medis VIP sebesar 400 meter persegi&lt;br /&gt;7. Ruang media seluas 200 meter persegi untuk 75 orang, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjawab tantangan kedepan, kiranya klub Arema FC memerlukan sebuah stadion &lt;span style="font-style: italic;"&gt;modern&lt;/span&gt; dan tidak hanya berstandar AFC namun dapat juga berstandar/memenuhi regulasi FIFA untuk beberapa hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stadion yang dipersiapkan dan dibangun diharapkan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan Arema dalam berbagai hal, misalnya investasi. Ketika stadion tersebut dibangun, maka stadion tersebut dapat dipadukan kedalam suatu komplek, misalnya dengan dibangun sebuah kawasan pemukiman disekeliling kompleks stadion ataupun sebuah pusat bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sebuah artikel dari harian telegraph, Arsenal memanfaatkan Stadion Emirates untuk mendatangkan pemasukan secara signifikan. Sejak menggunakan Stadion Emirates, matchday income-nya mencapai 3,1juta poundsterling setiap pertandingan, dan sedikit dibawah Old Trafford yang membukukan pendapatan 3,2juta pondsterling di tahun 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-YzE1WicnF1M/TmZtm8bStFI/AAAAAAAAAok/NoU3SW0glxo/s1600/emirates.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 396px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-YzE1WicnF1M/TmZtm8bStFI/AAAAAAAAAok/NoU3SW0glxo/s400/emirates.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5649323298405921874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Courtesy : telegraph.co.uk&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan ditahun tersebut pendapatan dari stadion Emirates mencapai 177juta poundsterling, atau 9juta poundsterling lebih tinggi dari pendapatan MU di Old Trafford setahun sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan, dengan memanfaatkan Stadion Emirates Arsenal berhasil mengupgrade pendapatan dan keuntungannya secara signifikan(selengkapnya lihat keterangan diatas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merujuk pada hal tersebut, sudah semestinya Arema kedepan harus mempertimbangkan akan sebuah kepemilikan stadion secara privat. Dengan memiliki stadion secara eksklusif tentunya diharapkan Arema dapat memanfaatkannya untuk mengelola stadion tersebut secara eksklusif. Jalan menuju sukses bukanlah sekedar mimpi dan dapat dibangun mulai sekarang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-6198262912091046423?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/6198262912091046423/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=6198262912091046423' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/6198262912091046423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/6198262912091046423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/08/modern-football-stadia-jalan-menuju.html' title='Modern Football Stadia - Jalan Menuju Sukses'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-NERXsN5Y258/TmZuGndF5rI/AAAAAAAAAos/LVUxTaNEArw/s72-c/hoffenheim-stadium-germany.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-6563683852292077621</id><published>2011-08-27T12:36:00.001+07:00</published><updated>2011-08-27T12:36:36.705+07:00</updated><title type='text'>Gerakan untuk Tetap Berada di Tribun</title><content type='html'>&lt;p&gt;Problematika yang mendera Arema memang sangat asyik untuk diikuti.  Layaknya sebuah roman, alur cerita banyak sekali menyajikan perubahan  progresif maupun regresif. Sesekali publik diombang-ambingkan untuk  melihat peran sebenarnya yang didapuk sang bintang, baik protagonis  maupun antagonis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sayangnya ending cerita sepertinya masih senyampang beberapa tikungan  di depan. Alur cerita masih mengambang diantara konflik dan rumitan.  Belum jelas, masih butuh timeline berapa lagi agar cerita ini bisa  mencapai klimaks dan memberikan pemahaman kepada penonton tentang  leraian konflik dan penyelesaian cerita itu sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berkaca dari rumitnya yang terjadi dalam konflik Arema, Satubola mengajak rekan-rekan Aremania semuanya untuk tetap &lt;em&gt;standby&lt;/em&gt;  sebagai Aremania. Bagaimanapun kita terlahir sebagai Aremania untuk  mendukung perjalanan klub berjuluk Singo Edan. Yang kita dukung adalah  klub Arema-nya, bukan perseorangan maupun kelompok yang terlibat  didalamnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berkaitan dengan hal tersebut, Satubola mengajak rekan Aremania  sekalian untuk mawas diri dan tetap bersikap kreatif untuk menyiapkan  dukungan kepada klub Arema nantinya, terlepas siapapun yang menjadi  pengelola Arema kedepan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Satubola juga berharap kepada pihak yang merasa bertikai di Arema  agar jangan melibatkan Aremania terlalu dalam dipusaran konflik.  Bagaimanapun melibatkan suporter kedalam suatu wilayah konflik yang  bukan menjadi spesialisasinya tentunya dapat menimbulkan preseden buruk  bagi citra dan kredibilitas klub dan suporternya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Siapapun yang berkonflik, kami harap Anda sekalian memenangkan  pertempuran dengan hati, bukan sekedar pengerahan aksi anarkis sepihak.  ‘AREMA’ yang baik tentu tidak akan mengorbankan Aremania, meskipun itu  hanya secuil kredibilitasnya saja. Mari kita jaga nama Arema dan Malang  Raya. Salam Satu Jiwa(Satubola)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-6563683852292077621?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/6563683852292077621/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=6563683852292077621' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/6563683852292077621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/6563683852292077621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/08/gerakan-untuk-tetap-berada-di-tribun.html' title='Gerakan untuk Tetap Berada di Tribun'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-638330748535638094</id><published>2011-08-23T11:43:00.005+07:00</published><updated>2011-08-23T23:09:28.751+07:00</updated><title type='text'>Tahukah Umak?(5)</title><content type='html'>*&lt;br /&gt;Stadion Gajayana awalnya bernama Stadion Malang, dan baru berubah namanya menjadi Stadion Gajayana ketika masa pemerintahan walikota Alm Mayor Sugiyono di tahun 1978-1987. Stadion ini selesai dibangun pada tahun 1926 dimasa pemerintahan resident Mayor Bussmaker(5 Juli 1919 - Februari 1929).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**&lt;br /&gt;Stadion Gajayana merupakan salah satu stadion tertua di Indonesia, dibandingkan dengan Stadion R. Maladi(Sriwedari) Solo yg selesai dibangun pada tahun 1933. Stadion Gajayana seangkatan dengan Stadion Menteng yang lapangannya saja dibangun pada tahun 1921.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Arema di akhir tahun 2002 manajemen Arema yang dimotori Sekretaris Umum Yayasan Arema - Sam Ikul menggandeng salah satu agen marketing untuk menggaet sponsor. Arema sebenarnya berhasil menggandeng salah satu sponsor, namun akibat campur tangan seorang pengusaha properti di Malang, deal yang terjadi batal dan negosiasi sponsorship berubah menjadi pembicaraan take over Arema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;Cerita selanjutnya mengenai take over Arema ini cukup rumit dan penuh intrik. Bagaimana kejadiannya? Hehehehe.... kapan-kapan saja ceritanya :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;Yang pasti take over itu tidak semanis ceritanya seperti yang bergulir di media massa 8,5 tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-638330748535638094?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/638330748535638094/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=638330748535638094' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/638330748535638094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/638330748535638094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/08/tahukah-umak5.html' title='Tahukah Umak?(5)'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-5612058678064384854</id><published>2011-08-20T17:10:00.003+07:00</published><updated>2011-08-20T17:40:47.128+07:00</updated><title type='text'>Kufur Nikmat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SUDAHKAH ENGKAU KEHILANGAN RASA HORMATMU???&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Astaghfirullah hal adzim, batin saya seakan terhenyak melihat 1-2 fanspage di facebook dipenuhi caci maki Aremania kepada salah satu pendiri Arema, Sam Ikul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah setan apa yang melingkupi benak mereka sehingga harus meninggalkan akal sehat untuk sementara dan meletupkan emosi begitu saja. Tak sadarkah mereka, siapa yang mereka caci, mereka maki, dan mereka hakimi tanpa tahu duduk persoalannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari sebuah pemberitaan mengenai dualisme Arema, 1-2 orang Aremania masih berbesar hati dengan mengingatkan orang-orang yang terlibat konflik untuk meninggalkan kepentingan pribadi/kelompok demi Arema, namun tidak selang berapa lama komen-komen bermunculan menjadi ajang caci maki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jarang beberapa diantaranya meluapkan caci maki dengan (maaf) menghina kekurangan fisik yang diderita salah satu pendiri Arema beberapa tahun terakhir ini. Ayas tidak sentimen berat terhadap mereka, namun sebagai Aremania sudah menjadi tugas kita bersama untuk saling mengingatkan sesama dulur Aremania, terlebih sekarang ini masih memasuki bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada nawak yang masih merasa nyaman dengan meluapkan caci maki kepada salah satu pendiri Arema kita, Hei..hey.. Nawak, tidak sadarkah kalian 'siapa' yang umak caci maki?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arema sudah berusia 24 tahun, dan dua pertiga diantaranya hidup dan bertahan dengan upaya dan keringat Sam Ikul!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arema sudah berusia 24 tahun, tidak terhitung berapa harta pribadi yang digelontorkan Sam Ikul untuk menghidupi Arema, bandingkan dengan yang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah Umak, setiap jengkal bagian yang kita duduki di Stadion Gajayana Malang, tidak terhitung berapa pengorbanan Sam Ikul yg ia berikan untuk ikut membangunnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nawak, saya tidak bermaksud sama sekali mengajak umak menjadi pendukung Sam Ikul. Tapi tahukah Umak, ketika umak mencaci maki seorang pendiri Arema, itu sama saja umak mencederai sejarah Arema?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nawak, apakah engkau sudah berbuat sesuatu hal yang istimewa dibanding Sam Ikul, sehingga umak leluasa dengan bibir dan lidah umak sendiri keluarkan untuk mencacinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nawak, sudahkah engkau termanjakan oleh manisnya suatu pemberitaan yang belum tentu benar adanya dibandingnya pahit deritanya Sam Ikul untuk menjaga Arema hanya untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;survive&lt;/span&gt;, hanya untuk bisa bertanding 2x45 menit saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nawak, sudahkah engkau melupakan pahitnya perjuangan Arema di masa lalu hanya untuk digantikan 30 Miliar saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nawak, sudahkah engkau melupakan beberapa orang yang telah berjuang puluhan tahun bersama Arema dibandingkan beberapa orang yang hanya berjuang beberapa tahun saja, dengan pengorbanan yang jauh lebih kecil dari Sam Ikul, dan pernah mencederai Arema kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah sudahkah engkau berpaling dari Arema kita yang mulia, untuk digantikan sesuatu yang baru yang justru membutakan mata batinmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nawak, Arema kita yang dulu bisa hidup meski rezeki yang diterima jauh dari sekarang dan jauh dari musim lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nawak, Arema kita yang sekarang bisa lestari karena Arema yang dulu bisa hidup dan berlanjut hidupnya hingga sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tahukah nawak, sesungguhnya tiada beda antara Arema yang dulu, sekarang dan masa depan. Keduanya dibangun atas dasar pondasi yang sama, siapa yang dulu memprakarsai berdirinya Arema, siapa yang membangun dan siapa pula yang konsisten merawatnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Almarhum Ebes Acub, Ebes Sugiyono, Sam Ikul, Bung OT, Pak Mislan, dll tidak memelihara Arema untuk menjadi wadah berselisih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nawak, janganlah engkau melupakan sejarah dan mengingkari nikmat yang Tuhan dan beliau anugerahkan kepada kita?&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-5612058678064384854?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/5612058678064384854/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=5612058678064384854' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/5612058678064384854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/5612058678064384854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/08/kufur-nikmat.html' title='Kufur Nikmat'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-7012975238302703743</id><published>2011-08-20T14:53:00.011+07:00</published><updated>2011-08-20T17:42:19.606+07:00</updated><title type='text'>Kandang Arema - Stadion Gajayana</title><content type='html'>Stadion Gajayana merupakan stadion tertua di Jawa Timur dan merupakan salah satu stadion tertua di Indonesia. Stadion ini dibangun sekitar 1924 ketika Kota Malang masih diperintah oleh pemerintah Hindia Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa itu Stadion Gajayana dibangun bersamaan dengan pembangunan Kolam Renang Gajayana(Swembat) beserta dua lapangan sepakbola dengan biaya hampir 100.000 gulden. Pembangunan tersebut akhirnya selesai di tahun 1928(Stadion Gajayana selesai 1926).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal berdirinya Stadion Gajayana Malang hanya memiliki kapasitas sekitar 5000-10000 penonton. Namun, setelah mengalami pemugaran dan renovasi sekitar 2-3 kali stadion ini memiliki kapasitas hingga 30.000 penonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelolaan Stadion Gajayana Malang berada di bawah Pemerintah Kota Malang lewat salah satu unitnya, Unit Pelaksana Teknis Dinas(UPTD) Stadion Gajayana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika stadionnya sendiri mengalami pemugaran 2-3 kali, maka tidak terhitung perbaikan dan renovasi lapangan yang dilakukan di Stadion Gajayana. Renovasi rumput besar-besaran terjadi pada akhir tahun 2002 hingga awal tahun 2003. Dikerahkan dana sebesar 125juta rupiah untuk merombak lapangan, mulai pengerukan, penataan lapangan, dan penanaman rumput. Perbaikan yang kedua dilakukan di tahun 2008 untuk menambal kekurangan dari segi teknis lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa fasilitas yang terdapat di Stadion Gajayana Malang :&lt;br /&gt;- Kapasitas 30ribu orang(1500 VVIP, 6000 VIP, 1500 Utama, dan sisanya ekonomi).&lt;br /&gt;- Lampu penerangan 800an lux.&lt;br /&gt;- Terdapat 3 pintu masuk di tribun VVIP, 4 di tribun VIP, 2 di tribun utama dan 7 di tribun ekonomi.&lt;br /&gt;- Terdapat 1 pintu keluar yang dikhususkan untuk keluar masuk kendaraan berat dan bus.&lt;br /&gt;- Terdapat mushola di tribun VVIP, dan ruangan yang dapat difungsikan sebagai mushola di tribun ekonomi sebelah timur.&lt;br /&gt;- Terdapat beberapa gedung perkantoran di tribun sebelah timur dan barat stadion.&lt;br /&gt;- Memiliki lapangan parkir yang memadai di lapangan luar sebelah timur yang terintegrasi dengan sistem parkir ticketing dengan kapasitas 100 kendaraan roda empat dan 1000 kendaraan roda dua.&lt;br /&gt;- Berada dalam satu kawasan dengan pusat perbelanjaan(MOG) dan hotel bintang 4(dalam proses pembangunan).&lt;br /&gt;- Jalur menuju Stadion Gajayana sedikitnya dilalui oleh 7 trayek mikrolet.&lt;br /&gt;- Akses strategis ke Stasiun Kereta Api( 1km), Terminal(7 km ke Arjosari dan 10km ke Landungsari), dan sekitar 90 km ke bandara internasional(Juanda).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Event-event olahraga yang pernah dilaksanakan di Stadion Gajayana Malang(20 tahun terakhir)&lt;br /&gt;- Divisi Utama dan Liga Super Indonesia&lt;br /&gt;- Liga Primer Indonesia 2011&lt;br /&gt;- Copa Indonesia 2005-2008&lt;br /&gt;- Liga Champions Asia 2007&lt;br /&gt;- Asian Club Championship 1993/1994&lt;br /&gt;- Final Piala Suratin 1997&lt;br /&gt;- Liga Sepakbola Utama/Galatama( s.d. 1994)&lt;br /&gt;- Kompetisi Perserikatan(s.d. 1994)&lt;br /&gt;- Piala Gubernur Jatim, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serba-Serbi Stadion Gajayana Malang :&lt;br /&gt;A. Rekor Penonton&lt;br /&gt;- 30.000 orang(Arema vs Persekabpas, Copa Indonesia 2007/2008), (Persema vs Arema, ISL 2009/2010)&lt;br /&gt;- 25.000 orang(Arema vs Pelita Jaya, Liga Indonesia 1999), (Arema vs Kawasaki Frontal, Liga Champions Asia 2007)&lt;br /&gt;B. Rekor pendapatan terbesar pertama untuk Arema : vs Pelita Jaya(125 juta rupiah, harga tiket ekonomi ketika itu sebesar 5000 rupiah).&lt;br /&gt;C. Prakiraan perbandingan pendapatan tiket antara Stadion Gajayana Malang dengan Stadion Kanjuruhan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Stadion Gajayana&lt;/span&gt;, potensi minimal&lt;br /&gt;- 14500 lembar tiket ekonomi(max 20ribu lembar) @25ribu rupiah = 362,5juta rupiah&lt;br /&gt;- 1500 lembar tiket Utama @40ribu rupiah = 60 juta rupiah&lt;br /&gt;- 6000 lembar tiket VIP @75ribu rupiah = 450 juta rupiah&lt;br /&gt;- 1500 lembar tiket VVIP @100ribu rupiah = 150 juta rupiah&lt;br /&gt;Total = 1,0225Miliar(max 1,16Miliar)&lt;br /&gt;Pajak = 15%(Perda no. 16 tahun 2010)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Stadion Kanjuruhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- 30ribu lembar tiket ekonomi @25ribu rupiah = 750juta rupiah&lt;br /&gt;- 2500 lembar tiket VIP @75ribu rupiah = 187,5juta rupiah&lt;br /&gt;- 300 lembar VVIP @100ribu rupiah = 30juta rupiah&lt;br /&gt;Total = 967,5juta rupiah&lt;br /&gt;Pajak = 20%(Perda no 8 tahun 2010)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Stadion Gajayana Malang mendapat pemugaran di tahun 1990-1992 ketika PT Putra Arema yang dimiliki oleh pendiri Arema, Ir. Lucky Acub Zaenal memperbesar kapasitas Stadion Gajayana Malang dari 5.000 ke 17.000 penonton. Sebagian besar dana didapat dari urunan Sam Ikul dengan Nirwan D. Bakrie. Dari Sam Ikul sendiri terpaksa melego rumahnya di Jalan Besar Ijen dan beberapa mobil pribadinya untuk digunakan membiayai pemugaran Stadion Gajayana Malang.&lt;br /&gt;E. Pemugaran berikutnya dilakukan pada tahun 2006-2009 bersamaan dengan proyek pembangunan Mall Olympic Garden. Kapasitas stadion ditambah dari 17.000 penonton menjadi 30.000 penonton.&lt;br /&gt;F. 4 Tiang lampu penerangan stadion dibangun pada bulan April 1996-1997 dengan menelan anggaran sebesar 2 Miliar rupiah oleh Pemerintah Kota Malang saat itu. Untuk pasokan listriknya sendiri dapat mengandalkan genset yang berada di sisi luar stadion sebelah barat daya stadion.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;Stadion Gajayana Malang, Dari Masa ke Masa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-R9kClq59xuE/Tk98W-Q5f4I/AAAAAAAAAng/cVOfvqPL8fo/s1600/gj_yana.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 168px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-R9kClq59xuE/Tk98W-Q5f4I/AAAAAAAAAng/cVOfvqPL8fo/s400/gj_yana.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5642865592231362434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Stadion Gajayana di era Hindia Belanda(courtesy : http://malang.endonesa.net)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-67S54kS9hgk/Tk9-Q1lTtqI/AAAAAAAAAoA/p6ywCP7XM6Q/s1600/Aremania2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 252px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-67S54kS9hgk/Tk9-Q1lTtqI/AAAAAAAAAoA/p6ywCP7XM6Q/s400/Aremania2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5642867685845087906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Stadion Gajayana di tahun 2000(courtesy : http://www.aremaniacyber.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-LotR_N9eMww/Tk99aWS4oqI/AAAAAAAAAnw/AAhw6EF5a8I/s1600/10250890.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-LotR_N9eMww/Tk99aWS4oqI/AAAAAAAAAnw/AAhw6EF5a8I/s400/10250890.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5642866749733380770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Stadion Gajayana di tahun 2006(Courtesy : Rudolf Handoko)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-9IYDn4qrjaI/Tk9_IqSaLtI/AAAAAAAAAoY/UiNxUeudF98/s1600/n1561959823_332486_752812.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 156px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-9IYDn4qrjaI/Tk9_IqSaLtI/AAAAAAAAAoY/UiNxUeudF98/s400/n1561959823_332486_752812.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5642868644885704402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Stadion Gajayana di awal tahun 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-tRWc-GK2Q4o/Tk9-qtpmHrI/AAAAAAAAAoQ/t0fiGGngW1A/s1600/n1561959823_332482_2340483.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 238px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-tRWc-GK2Q4o/Tk9-qtpmHrI/AAAAAAAAAoQ/t0fiGGngW1A/s400/n1561959823_332482_2340483.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5642868130392186546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-N__8B7hRQB4/Tk9-nMaRjAI/AAAAAAAAAoI/rePW3vwWypI/s1600/n1561959823_332481_6212997.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 207px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-N__8B7hRQB4/Tk9-nMaRjAI/AAAAAAAAAoI/rePW3vwWypI/s400/n1561959823_332481_6212997.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5642868069929946114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Potret Stadion Gajayana saat ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-7012975238302703743?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/7012975238302703743/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=7012975238302703743' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/7012975238302703743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/7012975238302703743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/08/kandang-arema-stadion-gajayana.html' title='Kandang Arema - Stadion Gajayana'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-R9kClq59xuE/Tk98W-Q5f4I/AAAAAAAAAng/cVOfvqPL8fo/s72-c/gj_yana.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-2566663936729256331</id><published>2011-08-17T20:33:00.009+07:00</published><updated>2011-08-17T21:22:02.458+07:00</updated><title type='text'>Kandang Arema - Stadion Kanjuruhan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-OTMZuEjF3zE/TkvMiP85b_I/AAAAAAAAAnY/cak3Bk9F8wg/s1600/RFERER.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-OTMZuEjF3zE/TkvMiP85b_I/AAAAAAAAAnY/cak3Bk9F8wg/s400/RFERER.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5641827846981251058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Stadion Kanjuruhan merupakan salah satu venue sepakbola terbesar di Jawa Timur. Stadion ini direncanakan dibangun mulai tahun 1997 dengan biaya lebih dari 35miliar rupiah. Stadion ini sekarang mampu menampung lebih dari 35.000 penonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stadion yang berlokasi di daerah Kepanjen tersebut diresmikan pada tahun 2004 oleh Presiden Megawati Sukarnoputri. Dalam peresmian tersebut digelar pertandingan ujicoba antara Arema Malang(Divisi I) melawan PSS Sleman(Divisi Utama) yang dilatih oleh Daniel Rukito.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 1-0 untuk keunggulan tuan rumah. Menurut Harian Surya dan Kompas keesokan harinya, jumlah penonton mencapai 80.000 orang yang meluber hingga pinggir lapangan. Lebih dari 1000 orang aparat keamanan dari berbagai jenis turut mensukseskan pengamanan. Di sisi lain, ini adalah partai ujicoba Arema dengan jumlah penonton dan aparat keamanan terbesar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi keunikan lainnya adalah pertandingan yang digelar pada jam 4 sore tersebut 'cuma' dilangsungkan hanya dalam waktu 1 jam(60 menit) saja. Hal ini tidak lain karena pada saat itu Stadion Kanjuruhan belum dipasang lampu penerangan yang memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelolaan stadion sendiri berada dibawah naungan Pemerintah Kabupaten Malang. Keberadaannya dilindungi oleh Peraturan Daerah no 6 tahun 2005 tentang pengelolaan Stadion Kanjuruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa fasilitas yang terdapat di Stadion Kanjuruhan:&lt;br /&gt;- Kapasitas 35ribu orang(2500 VIP, 300 VVIP dan sisanya ekonomi).&lt;br /&gt;- Lampu penerangan 1200 lux.&lt;br /&gt;- Terdapat 15 sektor di tribun ekonomi beserta pintu masuknya dan 4 pintu masuk VVIP.&lt;br /&gt;- Terdapat 2 pintu keluar yang dapat digunakan untuk keluar masuknya kendaraan sejenis truk berat dan trailer.&lt;br /&gt;- Terdapat puluhan kios dan toko yang terbagi dalam 4 sektor.&lt;br /&gt;- Terdapat gedung pertemuan di bagian depan stadion.&lt;br /&gt;- Memiliki lapangan parkir yang mampu menampung lebih dari 500 kendaraan roda empat dan 5000 sepeda motor, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Event olahraga yang pernah diselenggarakan di Stadion Kanjuruhan :&lt;br /&gt;1. Divisi Utama dan Liga Super Indonesia(2005-sekarang).&lt;br /&gt;2. Liga Champions Asia 2011&lt;br /&gt;3. Piala Indonesia 2010&lt;br /&gt;4. Playoff Liga Super Indonesia : Bontang FC vs Persidafon Juni 2011, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serba-serbi Stadion Kanjuruhan :&lt;br /&gt;1. Jumlah tiket yang dijual untuk pertandingan Arema pernah mencapai 42.500 lembar yaitu ketika Arema melawan Persija Jakarta 13 Juli 2005. Rinciannya 40.000 lembar ekonomi, dan 2.500 lembar VVIP.&lt;br /&gt;2. Harga tiket termahal untuk tribun ekonomi mencapai 30ribu rupiah(Liga Champions Asia 2011) dan tribun VVIP 150ribu rupiah(Liga Super Indonesia 2010)&lt;br /&gt;3. Sejak diresmikan pada tahun 2004, terdapat 2 Presiden Indonesia yang pernah menonton pertandingan Arema, yaitu Megawati Sukarnoputri(vs PSS Sleman, 2004) dan Susilo Bambang Yudhoyono(vs Persitara, Maret 2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.malangkab.go.id/imgnews/PERDA%20No_6%20tentang%20Pengelolaan%20Stadion%20Kanjuruhan%20%283%29.pdf"&gt;TARIF PEMAKAIAN DAN SEWA SARANA PRASARANA&lt;br /&gt;STADION KANJURUHAN&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-0ogJNWkRJBg/TkvLYzj-uwI/AAAAAAAAAmw/64AbIjIlWDc/s1600/sewa%2Bruangan%2B1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 250px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-0ogJNWkRJBg/TkvLYzj-uwI/AAAAAAAAAmw/64AbIjIlWDc/s400/sewa%2Bruangan%2B1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5641826585230097154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Ch2vLTFJiM4/TkvLf24BhhI/AAAAAAAAAm4/Wu3goveZZKE/s1600/sewa%2Bruangan%2B2.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 248px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-Ch2vLTFJiM4/TkvLf24BhhI/AAAAAAAAAm4/Wu3goveZZKE/s400/sewa%2Bruangan%2B2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5641826706378556946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-GF66w-ESSik/TkvLmTWChkI/AAAAAAAAAnA/3nPGv0rbKrs/s1600/sewa%2Btoko.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 276px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-GF66w-ESSik/TkvLmTWChkI/AAAAAAAAAnA/3nPGv0rbKrs/s400/sewa%2Btoko.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5641826817099859522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Tq9uzSH7cHA/TkvLp3kkdnI/AAAAAAAAAnI/h17FpD_ww0w/s1600/sarana%2Biklan.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 290px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-Tq9uzSH7cHA/TkvLp3kkdnI/AAAAAAAAAnI/h17FpD_ww0w/s400/sarana%2Biklan.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5641826878364087922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-ifhe9mXhFfU/TkvLssW7FrI/AAAAAAAAAnQ/BeWzW1U5K5U/s1600/fasilitas.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 248px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-ifhe9mXhFfU/TkvLssW7FrI/AAAAAAAAAnQ/BeWzW1U5K5U/s400/fasilitas.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5641826926893668018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Next : Stadion Gajayana Malang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-2566663936729256331?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/2566663936729256331/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=2566663936729256331' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/2566663936729256331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/2566663936729256331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/08/kandang-arema-stadion-kanjuruhan.html' title='Kandang Arema - Stadion Kanjuruhan'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-OTMZuEjF3zE/TkvMiP85b_I/AAAAAAAAAnY/cak3Bk9F8wg/s72-c/RFERER.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-1813358161266347072</id><published>2011-08-17T20:04:00.002+07:00</published><updated>2011-08-17T20:19:35.615+07:00</updated><title type='text'>Tahukah Umak?(4)</title><content type='html'>*&lt;br /&gt;Menjelang tutup tahun 2001, Arema mengadakan ujicoba dengan PKT Bontang. Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Arema. Gol Arema dicetak oleh Nanang Supriadi dan Jaime Rojas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**&lt;br /&gt;Arema meraih Juara III Piala Kraton 2001. Pada perebutan peringkat 3, Arema mengalahkan Barito Putra dengan adu penalti. 2 tendangan penalti dari Barito Putra gagal menemui sasaran setelah salah satunya membentur mistar gawang. Pada pertandingan semifinal sebelumnya, Arema dikalahkah oleh PSS yang dikomandoi oleh Seto Nurdiantoro dan saudaranya Fajar Listyantoro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Sedikit jokes ketika halal-bihalal Alm Cak Sutarto di Bululawang pada akhir tahun 2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika AREMA beruji coba di sebuah kota di Jawa Timur beberapa waktu lalu dengan hasil nganem ternyata membawa kenangan tersendiri. Pemain bertahan Arema ternyata diakui yang terbaik se Indonesia dan mungkin se dunia. Hal ini bisa dikatakan yang terbaik karena AREMA sekitar 3 bus bertahan di tengah lapangan menangkis serangan 'batu' suporter lawan.(Tribute : Zaldy R.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;Arema sempat melakukan ujicoba terakhir di Stadion Gajayana Malang pada 7 Januari 2002 melawan Persik Kediri. Skor akhir 3-0 untuk kemenangan tim Arema dan dari dua pemain asing Arema, hanya Jamie Rojas yang diturunkan, sementara Marcus Rodriguez duduk di bangku cadangan. Pertandingan tersebut sempat diwarnai insiden kartu merah yang diterima oleh Khusnul Yuli karena menampar salah seorang pemain Persik Kediri. Sekitar 17ribu Aremania hadir dalam pertandingan tersebut. Sebanyak 8000 tiket ekonomi seharga bahkan langsung ludes hanya dalam waktu 2 jam saja. Banyak diantara penonton yang akhirnya memanjat stadion demi menyaksikan ujicoba terakhir tim pujaannya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;Pemain Arema yang mencetak gol pada waktu ujicoba tersebut adalah Jamie Rojas(16'), Andi Setiono(47') dan Joko Susilo.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-1813358161266347072?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/1813358161266347072/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=1813358161266347072' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/1813358161266347072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/1813358161266347072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/08/tahukah-umak4.html' title='Tahukah Umak?(4)'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-7873879258784932632</id><published>2011-08-17T19:41:00.003+07:00</published><updated>2011-08-17T20:02:30.402+07:00</updated><title type='text'>Tahukah Umak?(3)</title><content type='html'>*&lt;br /&gt;Di akhir tahun 2001, PSSI menerbitkan aturan baru bahwa setiap tim wajib memiliki 3 orang pemain U-21. Daniel Rukito akhirnya ditugaskan oleh manajemen Arema untuk mencari pemain berusia U-21 tersebut hingga terpilih 3 nama Hermawan(Arema Junior), Johan Prasetyo dan Suswanto(Diklat Salatiga).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**&lt;br /&gt;3 pemain U-21 Arema akhirnya pernah memperkuat Tim Nasional U-20 di tahun 2002. Karir di klub, hanya Hermawan yang akhirnya&lt;span style="font-style: italic;"&gt; standby&lt;/span&gt; di Arema untuk beberapa musim, sedangkan Johan Prasetyo dan Suswanto tidak pernah menapakkan lagi di tim Arema selepas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bedhol desa&lt;/span&gt; ke Persik, 8 tahun silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Setelah berada di Grup Timur selama 2 musim berturut-turut, pada Liga iNdonesia 2002 Arema dipindah ke Grup Barat dan bersaing dengan klub besar seperti Persija, PSPS, Persikota, Persita, Semen Padang, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;Konsekuensi 'pisahnya' Arema dengan Persema memberikan nuansa tersendiri. Sebanyak 24 Tim LBM 2002, dipastikan akan Beraksi di Stadion Gajayana. Insan bolamania di kota Malang bernasib paling beruntung dibanding daerah lainnya. Mereka benar-benar seperti dimanja PSSI, karena 24 tim yang berlaga di LBM 2002, akan beraksi di Stadion Gajayana, Malang, akibat masuknya Arema Malang ke Grup B (Wilayah Barat). Sebelumnya, paling mereka hanya bisa menyaksikan aksi 14 tim di Wilayah Timur. Akibatnya, ditahun tersebut tidak ada klub sepakbola yang tidak memainkan away di Stadion Gajayana Malang(kandang Arema dan Persema).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;Pada 23 Desember 2001 Arema melakukan ujicoba melawan tuan rumah Persela Lamongan di Stadion Surajaya. Arema memenangkan pertandingan skor 3-1, dengan gol yang dicetak oleh Jamie Rojas (menit ke-6 dan 26) serta Didit Thomas (61'). Sekitar 150-200 Aremania hadir dalam pertandingan ujicoba tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari yang sama, Petrokimia Putra menang telak atas saudara sekotanya, Persegres dalam derby ujicoba dengan skor 13-0.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-7873879258784932632?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/7873879258784932632/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=7873879258784932632' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/7873879258784932632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/7873879258784932632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/08/tahukah-umak3.html' title='Tahukah Umak?(3)'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-8307954807934404498</id><published>2011-08-17T19:22:00.003+07:00</published><updated>2011-08-17T19:41:52.659+07:00</updated><title type='text'>Tahukah Umak?(2)</title><content type='html'>*&lt;br /&gt;Salah satu diantara trio lini belakang Arema di Liga Indonesia 2002, Andi Setiono memperkuat Putra Samarinda. Bersama Charis Yulianto dan Aris Susanto ia menjadi pilihan utama Daniel Rukito untuk mengawal lini belakang Arema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**&lt;br /&gt;Di akhir tahun 2001 sempat terjadi tarik ulur perebutan pemain antara Arema dan Persema. Pemain yang dimaksud adalah Andi Sutrisno yang sering bermain di posisi penyerang. Pada akhirnya Persema 'memenangkan' perebutan tersebut dan Andi Sutrisno bermain di klub Persema hingga semusim kemudian. Di tahun 2003, Andi Sutrisno akhirnya memperkuat Arema meskipun tidak sampai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;full&lt;/span&gt; hingga akhir kompetisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Di musim 2002, Arema pernah membidik beberapa pemain berikut, meskipun beberapa diantaranya mengalami kegagalan :&lt;br /&gt;1. Andi Setiono(Pusam)&lt;br /&gt;2. Seto Nurdiantoro(PSS)&lt;br /&gt;3. Eko Purjianto(Pelita Solo)&lt;br /&gt;4. Bambang Harsoyo(Barito Putra)&lt;br /&gt;5. Jaime Rojas(Persema)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;Hermawan, salah seorang stoper Arema musim ini adalah bagian dari skuad Arema Junior(U-18) yang berhasil menduduki posisi 4 besar di Piala Suratin 2001. Padahal saat itu Arema Junior bersama Akademi Arema masih terhitung baru berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;Berikut ini daftar pemain Arema di Liga Indonesia 2002 :&lt;br /&gt;Nama, Posisi, Asal Klub, Status&lt;br /&gt;Agus Setiawan, Kiper, Persikab/Persema, Non Amatir;&lt;br /&gt;Dwi Sasmianto, Kiper, Arema, Non Amatir;&lt;br /&gt;Suhandoko, Kiper, Persim Maros, Amatir;&lt;br /&gt;Aji Santoso, Libero, Persema, Non Amatir;&lt;br /&gt;Aris Susanto, Libero, Arema, Non Amatir;&lt;br /&gt;Hermawan, Libero, Arema Jr, Amatir;&lt;br /&gt;Wawan. W, Wing Back, Arema, Non Amatir;&lt;br /&gt;Kusnul Yuli, Wing Back, Persema, Non Amatir;&lt;br /&gt;M. Huda, Wing Back, Arema, Non Amatir;&lt;br /&gt;Didit Thomas, Wing Back, Pusam, Non Amatir;&lt;br /&gt;Charis Yulianto, Stopper, Arema, Non Amatir;&lt;br /&gt;Andi Setiono, Stopper, Pusam, Non Amatir;&lt;br /&gt;Kristiawan, Stopper, Arema, Non Amatir;&lt;br /&gt;Rustanto Sri. W, Stopper, Mitra Kalteng, Amatir;&lt;br /&gt;Suswanto, Gelandang, Diklat Salatiga, Amatir;&lt;br /&gt;Setyo Budiarto, Gelandang, Arema, Non Amatir;&lt;br /&gt;Jaime Rojas, Gelandang, Persema, Non Amatir;&lt;br /&gt;Lukman Harsono, Gelandang, Arema, Non Amatir;&lt;br /&gt;M. Abdul Azis, Gelandang, Persikab, Non Amatir;&lt;br /&gt;Nanang Supriadi, Gelandang, Arema, Non Amatir;&lt;br /&gt;Marcus Rodrigues, Striker, Cile, Non Amatir;&lt;br /&gt;Joko Susilo, Striker, Arema, Non Amatir;&lt;br /&gt;Andi Sutrisno, Striker, Persema, Non Amatir;&lt;br /&gt;Johan Prasetyo, Striker, Diklat Salatiga, Amatir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fyi, pada saat itu kompetisi Divisi II PSSI(Strata III) termasuk dalam lingkup amatir.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-8307954807934404498?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/8307954807934404498/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=8307954807934404498' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/8307954807934404498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/8307954807934404498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/08/tahukah-umak_17.html' title='Tahukah Umak?(2)'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-1350169651306703326</id><published>2011-08-17T18:57:00.001+07:00</published><updated>2011-08-17T19:16:31.701+07:00</updated><title type='text'>Tahukah Umak?</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;* &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertandingan derby kota Malang di Liga Indonesia musim 1999/2000 Arema sukses mendouble Persema dengan skor 1-0 dan 2-1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;** &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di Final Piala Liga tahun 1992 Arema dikalahkan oleh Semen Padang dengan skor 0-1. Andai saja tidak gagal, Arema bisa sukses besar merebut gelar double winner (juara Galatama &amp;amp; Piala Liga).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sejak Ligina VI Arema sejatinya menemukan kembali bombernya yang tiap musimnya mencetak gol minimal 10 di musim tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ligina VI : Rodriguez "Paco" Rubio(10 Gol)&lt;br /&gt;Ligina VII : Ahmad Junaidi(15 Gol, versi RSSSF 13 gol)&lt;br /&gt;Ligina VIII : Johan Prasetyo(14 Gol, versi RSSSF 13 gol)&lt;br /&gt;Ligina IX : Charles Issack Samuel Horik(13 gol)&lt;br /&gt;Ligina X : Junior Lima Filho(13 Gol) dan Rivaldo Costa(12 Gol)&lt;br /&gt;Ligina XI : Emaleu Serge Ngomgue(10 Gol)&lt;br /&gt;Ligina XII : Emaleu Serge Ngomgue(9 Gol di Ligina dan 8 Gol di Copa Indonesia)&lt;br /&gt;Ligina XIII : Emile Mbamba (12 Gol di Putaran II dan 8 Besar Ligina)&lt;br /&gt;ISL 2009/2919 : M. Fakhrudin(8 gol ISL dan 2 gol PI), Roman Chmelo dan Noh Alam Shah(masing-masing 14 gol ISL dan 1 gol PI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;****&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Debut Arema di pentas Liga Pertamina 2004 berjalan memuaskan. Bertanding di hadapan puluhan ribu Aremania Arema menggasak tim tamu Persigo Gorontalo dengan skor 3-0. Di babak pertama punggawa-punggawa Arema yang ditombaki oleh Striker Junior Lima Filho tak kuasa mencetak satupun gol. Faktor keberuntungan nampaknya tidak menyertai Arema ketika itu. Namun di babak kedua muncul keajaiban ketika Nanang Supriyadi yang tampil sebagai second line memecah kebuntuan dan mencetak 3 gol ke gawang Persigo. Arema memenangkan laga perdana ketika itu dan berhasil menunggangi capolista. Di akhir pertandingan Nanang Supriadi - gelandang mungil Arema mendapat hadiah peluk haru dari tangan partner sekampungnya dan tak lain dirigen Aremania itu sendiri, Yuli Sumpil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;*****&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Singgih Pitono memperkuat Timnas Indonesia di Kualifikasi World Cup 1994, Grup C - Asia. Total ia mencetak 1 gol pada waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-1350169651306703326?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/1350169651306703326/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=1350169651306703326' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/1350169651306703326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/1350169651306703326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/08/tahukah-umak.html' title='Tahukah Umak?'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-7912730871461162256</id><published>2011-08-16T10:53:00.005+07:00</published><updated>2011-08-16T11:00:37.379+07:00</updated><title type='text'>Kemiripan</title><content type='html'>Iseng-iseng googling, ternyata banyak hal menarik yang ditemukan, khususnya berkaitan dengan para pemain Arema. Salah satu diantaranya, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Roman Chmelo&lt;/span&gt; yang sering berfungsi sebagai second striker atau penyerang lubang terdapat beberapa kemiripan dengan aktor &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hollywood&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ryan Philippe&lt;/span&gt; yang bermain di film &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Flags of Our Father&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Crimson Tide&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-ltHWV4lyecQ/Tknqp7UNrfI/AAAAAAAAAmg/e78OZbK6iQY/s1600/Ryan-Phillippe.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 256px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-ltHWV4lyecQ/Tknqp7UNrfI/AAAAAAAAAmg/e78OZbK6iQY/s400/Ryan-Phillippe.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5641298014276267506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Ryan Philippe&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-VJPltvherpE/Tknqs8Ae-qI/AAAAAAAAAmo/BabbwoQZRMw/s1600/camelo%2Broman.png"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 237px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-VJPltvherpE/Tknqs8Ae-qI/AAAAAAAAAmo/BabbwoQZRMw/s400/camelo%2Broman.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5641298066001558178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Roman Chmelo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Image by : google&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Lihat, bentuk wajah dan ehem 'cambang-nya', mirip bukan? Adakah sisi kemiripan lainnya menurut umak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-7912730871461162256?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/7912730871461162256/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=7912730871461162256' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/7912730871461162256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/7912730871461162256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/08/kemiripan.html' title='Kemiripan'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ltHWV4lyecQ/Tknqp7UNrfI/AAAAAAAAAmg/e78OZbK6iQY/s72-c/Ryan-Phillippe.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-3738313192672591423</id><published>2011-08-14T19:32:00.002+07:00</published><updated>2011-08-14T19:58:49.706+07:00</updated><title type='text'>Selamat Hari Pramuka</title><content type='html'>Setiap tanggal 14 Agustus biasanya diperingati hari Pramuka. Termasuk pula hari dan tanggal ini. Meski hari ini dikenal sebagai Hari Pramuka, rasanya tidak banyak orang yang mengetahuinya sekalipun banyak diantara mereka pernah mengikuti kegiatan Pramuka di masa kecil atau beranjak remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih di tengah kehidupan warga ibukota. Rasa-rasanya lebih dari 6 tahun saya menjejakkan diri disini tidak begitu banyak mengetahui kemeriahan peserta anak didik baik dari tingkatan siaga hingga pandega yang antusias mengikuti kegiatan pramuka, terlepas letak Kwartir Nasional sendiri yang berada di Jakarta dan terbilang strategis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibanyak daerah kegiatan pramuka masih banyak dinikmati dan membawa manfaat tersendiri bagi peserta didik. Masyarakat mengenal Pramuka sebagai kegiatan yang didominasi permainan tongkat, tali dan tepuk tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyatanya, Pramuka bukanlah kegiatan yang tiap pertemuan cuman melakukan aktivitas melulu seperti itu. Lebih dari 5 tahun yang mengikuti kegiatan Pramuka sebagai peserta didik, aktivitas yang saya rasakan lebih dari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kalanya aktivitas dimulai dari latihan. Bukan hanya mengandalkan tali dan tongkat saja, tetapi juga menggunakan peralatan lain seperti tiang bambu besar untuk mendirikan tower, jembatan, bahkan hingga latihan menggunakan senapan(senapan angin biasa kok :D).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih seru ketika latihan tersebut dilakukan di alam terbuka, baik berupa penjelajahan, atau dalam bentuk perkemahan. Terkadang juga latihan tersebut dilakukan untuk menghadapi event tertentu misalnya perlombaan atau jambore. Untuk level penggalang saja(10-15tahun) terdapat perlombaan yang terstruktur yang diselenggarakan Kwartir tiap wilayah dengan tajuk 'Lomba Tingkat'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lomba Tingkat dimulai dari wilayah 'terkecil' setingkat kecamatan. Akan diambil satu regu putra maupun putri untuk dipertandingkan di wilayah kota/kabupaten sebagai wakil dari kecamatan tersebut. Demikian seterusnya hingga Lomba tersebut diadakan di level nasional yang diselenggarakan oleh Kwartir Nasional. Satu regu putra dan putri yang memenangkan lomba tersebut biasanya dikirim ke ajang Jambore Dunia setiap 5 tahun sekali. Penyelenggaraan Lomba Tingkat sendiri umumnya dilaksanakan secara 'reguler' 4-5 tahun sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Btw, menyambut Hari Pramuka sendiri, Kwartir Nasional bekerja sama dengan para KG Production, Indika Picture dan Majalah Bobo sdang menggarap sebuah film berjudul 'Lima Elang'. Film ini diciptakan sebagai pembangkit semangat kepramukaan disamping status Gerakan Pramuka sebagai organisasi kepanduan yang memiliki jumlah anggota terbanyak di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini disutradarai oleh Rudi Sudjarwo dengan penulis Salman Aristo. Film ini mengangkat banyak sisi positif dari Pramuka terutama jiwa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;leadership&lt;/span&gt; yang banyak ditonjolkan pada film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik untuk ditunggu jalan cerita dari film ini, apakah semenarik kisah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Petualangan Sherina&lt;/span&gt; yang meledak sebelas tahun lalu. Film ini diharapkan mampu menjadi penawar 'panasnya' industri perfilman tanah air yang banyak mengangkat kisah horor berbumbu pornoaksi. Terlebih banyak diantara para penonton film tersebut berusia remaja belasan tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga film Lima Elang ini mampu menjawab tantangan itu. Selamat Hari Pramuka ke-50!&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-3738313192672591423?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/3738313192672591423/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=3738313192672591423' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/3738313192672591423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/3738313192672591423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/08/selamat-hari-pramuka.html' title='Selamat Hari Pramuka'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-5870622635749831790</id><published>2011-08-14T17:12:00.011+07:00</published><updated>2011-08-16T12:11:07.990+07:00</updated><title type='text'>Asa Para Suporter</title><content type='html'>Untuk urusan tabah dan sabar, rasa-rasanya Aremania masih masuk dalam urutan wahid daftar suporter yang tabah. Bagaimana tidak, hingga memasuki tahun ke-25 perjalanan Arema ini sudah tidak terhitung cecaran cobaan yang harus dihadapi untuk mendukung tim kesayangannya. Tidak jarang semua harus dihadapi dengan kepala sedingin mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musim ini saja lebih dari ribuan kali &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Singo Edan&lt;/span&gt; dicecar di berbagai pemberitaan media massa akibat berbagai masalah. Beberapa diantaranya menjadi konsumsi publik dan obyek perbandingan oleh beberapa pihak yang terlibat dalam perebutan kursi kekuasaan di PSSI. Jengah? Iya, nyatanya ketika mendengar nama Arema, mereka seakan mengintrodusir berbagai masalah begitu saja, seperti menjadikan Arema sebagai obyek penderitaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi seperti ini sayangnya kurang ditanggapi secara mendalam oleh manajemen Arema musim lalu. Tanggapan yang ada kurang menyentuh akar permasalahan yang terjadi dalam diri Arema. Reaksi suporter sendiri beraneka ragam. Ratusan Aremania/Aremanita yang tergabung dalam berbagai jejaring sosial(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Twitter&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Facebook&lt;/span&gt;, dll) mengungkapkan nada kekecewaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai stimulasi kekecewaan tersebut terdapat satu muara, bukan sekedar urusan uang tapi bagaimana mengelola klub secara efektif dan efisien. Dalam sepakbola industri, ada uang bukan berarti berfungsi laksana obat bagi setiap masalah. Seringkali modal yang melimpah menimbulkan masalah baru, seperti meretas kestabilan bagi sebuah sistem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di iklim sepakbola Indonesia, gelontoran uang berjibun dalam berbagai bentuk hibah menimbulkan konsekuensi akan terciptanya sebuah problem baru. Problem yang paling utama adalah masalah inflasi yang menghinggapi klub akan kebutuhan pasokan dana dari tahun ke tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ada 1-2 klub saja yang menggelontorkan dana berlimpah dan sumbernya jauh dari pemberdayaan profesionalisme klub yang bersangkutan, berikutnya akan melahirkan efek domino yang akan diikuti oleh beberapa klub lainnya. Apalagi ketika pengelolaan klub dikemas dalam visi politis oleh sekelompok orang yang duduk dalam kursi kepengurusan klub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beranjak dari hal tersebut, diperlukan sebuah terobosan sistematis untuk mendongkrak roda ekonomi klub. Caranya bisa bermacam-macam, misalnya dengan melakukan berbagai usaha strategis untuk meningkatkan bisnis klub, salah satunya berupa diversifikasi bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arema sudah memiliki PT Arema Indonesia dengan tiap tahun menjual berbagai&lt;span style="font-style: italic;"&gt; merchandise&lt;/span&gt; dari 2 &lt;span style="font-style: italic;"&gt;official store&lt;/span&gt;nya, dan menjual &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hang tag&lt;/span&gt;. Faktanya, lini usaha yang terdapat di Arema masih jauh dari kata cukup untuk menambal berbagai kebutuhan Arema. Bahkan, di salah satu media cetak lokal salah seorang karyawan Arema mengakui bahwa penjualan dari official store belum melampaui keuntungan bersih diatas 1Miliar rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil tersebut masih jauh dari rata-rata prosentase pendapatan 20 besar klub Eropa menurut Deloitte yang sanggup membukukan pendapatan lebih dari 30persen dari sektor&lt;span style="font-style: italic;"&gt; merchandise &lt;/span&gt;dan usaha komersial. Dengan hasil seperti itu rasanya 'wajar' jika Arema dihadapkan pada kondisi sulit setiap tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai lubang masalah tersebut harus ditambal sebagai solusi strategis untuk mengatasi problem finansial yang terjadi di dalam klub. Tantangan di masa depan mengharuskan Arema untuk tidak sekedar mempertahankan bisnisnya, tetapi wajib untuk meningkatkan usahanya dari tahun ke tahun, serta mencari peluang bisnis baru yang dapat menambah penghasilannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai upaya tersebut dapat ditopang dengan berbagai cara seperti meningkatkan kapasitas produksi dan pemasaran,  memperbesar skala usaha, memulainya dengan mempersiapkan sumber daya yang memadai beserta &lt;span style="font-style: italic;"&gt;business plan&lt;/span&gt; yang menunjang kebutuhan klub tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program Arema dengan manajemen baru seperti yang disinggung dalam tulisan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cocomeo News &lt;/span&gt;berjudul "Arema Malang Mercu Suar Bola Indonesia" patut diapresiasi. Cocomeo News menuturkan bahwa di Arema terdapat calon pengelola yang siap membangun Arema secara profesional laksana sebuah aspek bisnis dalam sepakbola modern. Calon pengelola tersebut sudah menyiapkan berbagai program termasuk menjadikan sepakbola sebagai bisnis hiburan. Langkah pertama berupa penerbitan tabloid bertajuk &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Forza Arema&lt;/span&gt; sudah direalisasikan, dan dalam waktu 2 tahun kedepan direncanakan Arema sudah memiliki sebuah stadion berstandar internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana tersebut bukanlah sekedar angin surga kepada suporter, apalagi jika calon investor tersebut sudah menyiapkan berbagai uji teknis untuk mempersiapkan perangkat termasuk SDM terbaik yang ditempatkan ke berbagai pos produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa bermaksud mengecilkan arti terhadap pihak-pihak yang sudah membantu Arema sekarang ini, izinkanlah saya mengetuk hati kepada setiap Aremania untuk terus berkomitmen menjaga Arema. Jadikanlah Arema sebagai sebuah klub sepakbola yang bernuansa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sportainment&lt;/span&gt; diluar kepentingan politis pribadi atau golongan.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-5870622635749831790?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/5870622635749831790/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=5870622635749831790' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/5870622635749831790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/5870622635749831790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/08/asa-para-suporter.html' title='Asa Para Suporter'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-6806118094172395029</id><published>2011-08-11T09:22:00.009+07:00</published><updated>2011-08-11T23:07:01.146+07:00</updated><title type='text'>Menebar Benih Damai</title><content type='html'>Krisis multidimensi yang terjadi di Arema turut menyisakan keprihatinan di tengah sambutan milad Arema ke-24. Dari semula tuntutan mundur kepada Ketua Yayasan Arema, M. Noer perkembangan seolah terjadi begitu cepat. Krisis kemudian berubah menjadi agenda perselisihan seperti yang ditunjukkan dalam beberapa kutipan berita di media massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita selayaknya tercengang dengan segala krisis yang terjadi di Arema. Apalagi jika krisis itu sampai berlarut dan tidak menunjukkan pengurangan intensitas konflik. Apalagi pada perkembangan terakhir, Ir. Lucky Acub Zaenal yang berperan dalam pendirian Arema harus turun gunung untuk menyatukan pihak yang berselisih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar pertanyaan tentang legitimisasi dari pihak yang disebut ambil bagian dalam perselisihan, sejarah tidak dapat mengingkari hubungan dekat Ir. Lucky Acub Zaenal sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;founding fathers&lt;/span&gt; dengan Arema. Ir. Lucky Acub Zaenal atau yang akrab disapa sebagai Sam Ikul merupakan salah satu pendiri Arema, bersama-sama dengan ayahandanya, Alm Jendral Acub Zaenal. Keduanya sama-sama berjuang dari bawah untuk mendirikan Arema dengan bantuan koleganya seperti Dirk Sutrisno, Ovan Tobing, Ebes Sugiyono, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak Sam Ikul mengelola Arema, tidak terhitung nilai ikatan batin yang terjalin diantaranya. Pernah suatu ketika Sam Ikul harus menjual rumah, mobil beserta harta bendanya untuk dijadikan sebagian besar modal demi merombak Stadion Gajayana Malang di tahun 1990. Hasil perombakan stadion tersebut masih menyisakan beberapa tribun stadion yang masih dapat kita lihat hingga sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski harus berkorban harta benda untuk perombakan Stadion Gajayana yang hanya diganti pengelolaan stadion selama belasan tahun Sam Ikul ikhlas merelakannya. Hanya kehidupan Arema yang ia harap sebagai gantinya, disamping prestasi yang diibaratkan sebagai anugerah untuk Sam Ikul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anugerah itu toh bagi sebagian orang 'hanya' terlihat sebagai tetesan air mata bahagia dari Sam Ikul yang sejak beberapa tahun ini terganggu penglihatannya. Namun, bagi dirinya tetesan air mata itu bukanlah sekedar perwujudan syukur kepada Tuhan YME, melainkan perwujudan rasa terima kasih kasih yang mendalam karena Arema diberikan kesempatan untuk hidup dan berprestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 11 tahun saya 'menikmati' kiprah Arema dibawah didikan Sam Ikul sebagai suporter, rasanya tidak ada yang menimbulkan kegetiran mendalam bagi saya selain krisis yang terjadi di Arema sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali kita harus bersyukur bahwa Arema musim ini diberikan banyak kemudahan untuk hidup oleh Tuhan dalam bentuk pemberian sponsor yang melimpah, dukungan penonton yang masif dan berbagai kemudahan lainnya yang semestinya dapat digunakan untuk menopang kehidupan Arema sehingga tidak separah sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di musim 1995-1996 saya berulang kali menyaksikan perjalanan Arema dari sisi barat daya tribun stadion. Dalam 2 kali stadion penuh yaitu ketika menghadapi musuh bebuyutannya Mitra Surabaya dan Persebaya. Melawan Persema saja jumlah penonton hanya memenuhi separuh stadion, bahkan ketika Arema 'kering' prestasi karena menuai beberapa kekalahan ketika tour, jumlah penonton pernah melonjak drastis di kisaran 2000 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sudah seperti ini apa yang dapat diandalkan untuk menghidupi klub, terlebih Arema tidak dapat pemasukan sama sekali dari sponsor? Tuhan berbaik hati menganugerahkan akal kepada manusia, dan lewat akal itu pula perputaran uang di Arema serasa dipermudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski pemasukan minim, namun tidak memungkiri jika krisis finansial memang ada. Beberapa kali terjadi klub dalam kondisi melakukan penundaan pembayaran gaji. Pernah suatu ketika lewat beberapa harian media massa Bhirawa(Malang Post) dan Suara Indonesia(almarhum) pemain Arema sesekali merasakan gaji telat sampai 3 bulan. Tetapi keterlambatan pembayaran gaji sampai 3 bulan tersebut tidak berlarut hingga sampai setengah tahun seperti sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis finansial yang terjadi di Arema juga tidak sampai menyebabkan pemain melakukan pemogokan berkali-kali seperti yang terjadi musim lalu. Barangkali hal tersebut bisa ditekan oleh suasana tim yang kekeluargaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang mantan kiper Arema, Sukrian menuturkan adanya perbedaan fasilitas dan suasana finansial tim dibandingkan ketika ia memperkuat Pelita Jaya sebelumnya. Seringkali pula untuk urusan makan ia harus utang di warung. Sungguh kontras jika dibandingkan dengan yang didapat di Pelita Jaya dimana menu gizi tim terjaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang Aremania dari Tarakan, Syahrul Sajidin menuturkan bahwa Sam Ikul merupakan sosok yang "ngemong" bagi anak-anak muda namun humoris. Tidak jarang dia memberi nasihat dengan cara elegan sehingga kita tidak merasa tersinggung. Faktor emosional ini yang menyebabkan banyak pemain betah di Arema hingga menghabiskan masa keemasan di Arema seperti yang terjadi dalam diri Singgih Pitono, Mecky Tata, dll. Harus diakui prestasi mereka teramat menggiurkan dibandingkan dibiarkan begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kepada krisis Arema yang terjadi sekarang ini, jika pertarungan antar kedua kubu tidak juga mereda dikhawatirkan dampak krisis akan terus mengemuka. Kita sebagaimana Aremania tentu menginginkan Arema yang stabil, damai dan kondusif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menuju kearah tersebut diperlukan kebesaran hati dari kedua belah pihak yang terlibat. Jika salah satu saja masih mempertahankan pandangannya, niscaya potensi bara konflik masih akan terjadi hingga beberapa waktu kedepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sam Ikul tentunya paham perselisihan yang berlarut-larut tidak akan menyelesaikan masalah. Penyelesaian yang berlarut hanya akan menambah luka bagi Arema, sementara akar permasalahan masih belum terselesaikan. Maka dari itu, Sam Ikul dengan berbesar hati menghilangkan egonya, mencoba merangkul beberapa pihak untuk turut meredam gejolak krisis di Arema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seharusnya beberapa kelompok/perorangan terus menggalakkan perselisihan tanpa memberikan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wragad &lt;/span&gt;untuk sebuah solusi jangka pendek. Dalam beberapa waktu kedepan harus dipikirkan oleh semua pihak yang terlibat konflik untuk menghentikan konflik dan menghindarkan situasi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;chaos&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika suasana &lt;span style="font-style: italic;"&gt;chaos&lt;/span&gt; dapat dihentikan, kita dapat memberikan kesempatan kepada Arema untuk menghidupkan roda perekonomian klub, menyiapkan transisi menjadi sebuah klub yang profesional yang dikelola oleh manajemen baru. Jika situasi ini tercipta, barulah bisa diusahakan untuk mewujudkan klub sebagai aspek bisnis dalam industri sepakbola modern, demikian yang terkutip dalam salah satu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wall&lt;/span&gt; di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;facebook pages &lt;/span&gt;bernama&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cocomeo News&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat ulang tahun ke - 24, semoga dalam perayaan ulang tahun Arema kali ini tidak hanya melahirkan sebuah konsesi damai bagi semua kalangan, namun juga perubahan besar ke arah yang lebih bagi bagi Arema. Salam Satu Jiwa!(anak-negeri)&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-6806118094172395029?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/6806118094172395029/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=6806118094172395029' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/6806118094172395029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/6806118094172395029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/08/menebar-benih-damai-di-arema.html' title='Menebar Benih Damai'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-7047989575762814001</id><published>2011-08-11T09:08:00.001+07:00</published><updated>2011-08-11T09:22:07.357+07:00</updated><title type='text'>Tambatan Hati dari Gajayana</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;p&gt;Tambatan hatiku di Arema dimulai sekitar 19 tahun lalu, selepas Stadion Gajayana dipermak oleh PT Putra Arema di tahun 1992. Puluhan pemain berlarian untuk mengikuti proses seleksi, tak terkecuali Singgih Pitono dan Aji Santoso. Sementara di tribun, ratusan penonton riuh rendah menyaksikan proses seleksi, dan beberapa diantaranya iseng meneriakkan kata 'CORET!'.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada akhirnya Singgih dan Aji menjadi skuad juara Arema di pentas Galatama setahun kemudian. Kalau tidak Alm. Acub Zaenal dan Sam Ikul yang mendirikan Arema dan mempermak Stadion Gajayana(tempat dimana aku mengenal Arema pertama kali) maka cintaku kepada Arema tidak akan tercipta begitu saja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Begitu juga dengan Bapakku, yang sudah mengantarkanku melewati Jalan Kawi yang masih sepi dari lalu lalang kendaraan, tanpa beliau langkahku ke stadion tidak tahu harus kulalui dari mana. Besok, adalah tahun ke-20 aku mengenal Arema. Arema yang di esok hari sudah pasti akan berbeda dengan Arema kemarin hari, minggu lalu atau di masa lampau. Forza Arema!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ini ceritaku tentang Arema, apa ceritamu?&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-7047989575762814001?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/7047989575762814001/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=7047989575762814001' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/7047989575762814001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/7047989575762814001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/08/tambatan-hati-dari-gajayana.html' title='Tambatan Hati dari Gajayana'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-9209538457152885802</id><published>2011-08-09T22:39:00.007+07:00</published><updated>2011-08-11T23:06:37.500+07:00</updated><title type='text'>Merealisasikan Ide Kreatif Suporter</title><content type='html'>&lt;p&gt;Jangan khawatir kehabisan ide untuk menghidupkan Arema! Rasa-rasanya  membaca berita, opini, artikel hingga rencana strategis Aremania untuk  klub pujaannya patut membuat kita berbangga. Mereka mampu melahirkan  karya inovatif yang bisa membuat kita tercengang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karya dari Aremania yang mengharumkan nama klubnya adalah Suporter  Terbaik PSSI di tahun 2000, Suporter Terbaik Copa Indonesia 2006, hingga  penghargaan dari MURI untuk Aremania di tahun 2005 ketika berhasil  mengumpulkan cap jempol sebanyak 33.000 hanya dalam waktu 2 jam saja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karya Aremania bukan hanya itu, setidaknya dalam 2 tahun terakhir  mereka seakan ‘berlomba’. Beberapa korwil dan komunitas Aremania seakan  menggeliat dan melahirkan karya nyata dalam mempertahankan eksistensi  Aremania sendiri. Beberapa korwil yang terdapat di beberapa sudut  stadion misalnya, mereka berkreasi dengan menyajikan atraksi baru untuk  Arema. Mereka menggunakan berbagai bendera, koreografi hingga musik  ketika mengiringi Arema berlaga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berbeda dengan rekannya di dunia nyata, Aremania di dunia maya tidak turut ketinggalan. Banyak komunitas Aremania membuat &lt;em&gt;website&lt;/em&gt;  untuk menampilkan informasi tentang tim pujaannya dan suporternya.  Upaya ini sudah dirintis lebih dari satu dasawarsa lalu. Berkat kiprah  di dunia maya tersebut kiprah Aremania semakin dikenal di penjuru  nusantara, terlebih ketika Arema melakoni laga di tingkatan regional,  kehadiran situs beserta informasinya menjadi lahan untuk memperkenalkan  klub dan suporternya di mancanegara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam wujud ekonomis, beberapa komunitas Aremania lainnya mewujudkan  karya kreatif yang dihasilkan dari sebuah ide dan inovasi dalam bentuk  berbagai wujud. Aries E. Ekawidjaja misalnya, salah satu &lt;em&gt;admin twitter&lt;/em&gt; @AremaFC ini pernah mencoba berdagang produk Arema seperti &lt;em&gt;merchandise&lt;/em&gt;. Dengan berjualan menggunakan &lt;em&gt;account&lt;/em&gt; pribadinya saja ia dapat meraup &lt;em&gt;omzet&lt;/em&gt; yang lumayan. Bahkan margin keuntungan setiap produk merchandise nilainya minimal 10 kali lipat dari nilai &lt;em&gt;hangtag&lt;/em&gt;  yang dijual PT Arema Indonesia untuk membranding logo Arema tersebut.  Arema tentunya dapat mengkaryakan demikian tidak hanya lewat 2 &lt;em&gt;Official Store&lt;/em&gt;-nya selama ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Implementasi satu jiwa dengan klub masih melekat berkat perwujudan  cinta dalam dari suporter. Dukungan kepada klub diwujudkan dalam  beberapa jalan. Abdullah Hariri Moenir bersama beberapa rekannya dari  Arema Senayan sampai datang ke Malang untuk meminta implementasi tiket  terusan. Uang lebih dari 400ribu per orang dikucurkan kepada klub untuk  diganti semacam &lt;em&gt;freepass&lt;/em&gt; dan tanda bukti bahwa yang bersangkutan telah membeli tiket terusan selama semusim. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bukan hal mudah bagi suporter untuk mengeluarkan uang sebesar itu di  dalam satu waktu saja. Bukan perkara mudah juga untuk mengurus hal  tersebut dikala Sumber Daya dan sistem didalam klub belum siap untuk  menerapkan hal semacam ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak ketinggalan pula, beberapa Aremanita juga ikut melontarkan ide.  Anindya Pratama Putri misalnya, Aremanita yang ‘mengaku’ tinggal di  Bandung ini pernah mengutarakan ide berupa &lt;em&gt;Mobile Ticketing System&lt;/em&gt;  untuk dipergunakan Panpel di setiap pertandingan Arema. Sistem ini  memperkenalkan pemesanan dan pembelian tiket yang murah dan aman serta  memiliki berbagai keuntungan dibandingkan metode konvensional yang  menggunakan tiket yang dicetak ataupun barcode konvensional. Sistem ini  dapat dibranding dengan operator seluler dan implementasi sistem hanya  membutuhkan biaya kurang dari 100juta rupiah untuk setiap 10 pintu  masuk, dan dapat dipergunakan untuk jangka waktu lama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Diluar hal diatas masih terdapat sekian ide dan karya inovatif lain  yang diciptakan oleh Aremania dan Aremanita. Ide dan karya Aremania  tersebut sangat inspiratif. Ide yang mereka ciptakan sangat menggugah  bahwa Arema mempunyai potensi luar biasa untuk menjadi klub yang  mandiri. Ide yang mereka hasilkan ibarat &lt;em&gt;trigger&lt;/em&gt; atau pemicu  bagi Arema untuk tidak ketinggalan start dan melahirkan produk yang  berguna dan bersifat masif serta menunjang intensitas bisnis klub.  Inilah problem yang terjadi di Arema belakangan ini. Meski memiliki ide  dan potensi yang luar biasa, dalam pengembangannya selalu jalan di  tempat atau bahkan tidak berjalan sama sekali. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ide kreatif dari Aremania seringkali mentok secara dini. Peran  manajemen Arema yang dibutuhkan untuk meneruskan ide kreatif para  suporter tersebut. Jika karya kreatif tersebut berhenti dan tidak  terwujud implementasinya sama saja dengan menutup mata akan potensi  besar yang dapat diwujudkan oleh klub. Kita dapat membayangkan jika ide  tersebut tidak hanya sekedar ditampung namun juga ditindaklanjuti lewat  sebuah uji teknis yang ter-&lt;em&gt;manage&lt;/em&gt; dengan baik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Arema dan Aremania besar karena keterikatan cinta diantara keduanya.  Ide dan karya inovatif yang terciota dari suporter harus diwujudkan oleh  klub. Jika hal tersebut dapat diimplementasikan tentunya akan terdapat  keuntungan strategis yang dapat dipetik oleh Arema di masa mendatang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita dapat belajar dari Barcelona. Defisit keuangan yang sangat besar  tidak menghalangi klub untuk berinovasi dalam menghasilkan pendapatan  ekonomis. Otonomi dan kemandirian tidak menghilangkan upaya klub untuk  berkarya, berbagai terobosan dihasilkan tidak hanya untuk upaya  mengurangi defisit klub tetapi juga meningkatkan pendapatan komersial  dari berbagai jenis. Segala lini usaha dikaryakan dan di-manage secara  baik. Bahkan setiap tahunnya, pendapatan klub disisihkan sebesar  0,7persen untuk FC Barcelona Foundation yang memiliki tujuan sosial  disamping komitmen Barcelona sendiri untuk menyumbang beberapa juta euro  kepada UNICEF.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita patut iri tidak hanya kepada Barcelona tetapi juga beberapa klub  di Asia yang sukses mengembangkan ide dan karya inovatif mereka untuk  menghidupkan klub sepakbola. Dengan potensi yang dimiliki Arema,  semestinya Arema mampu bersaing dengan klub sepakbola di tingkatan  regional tanpa kesulitan bernafas. Ini semua bergantung kepada kemauan  dari manajemen Arema. Apakah kita hanya &lt;em&gt;plonga-plongo&lt;/em&gt; dengan  membiarkan ide-ide kreatif ini mangkrak pada tahap pencitaan saja atau  dikembangkan menjadi sebuah produk kebanggaan Arema?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Arema dimasa depan hendaknya bukan sekedar entitas klub bermental  konsumen, tetapi harus mampu berdiri sebagai sebuah produsen yang  memiliki sumber daya dan menghasilkan produk yang mampu menopang  kehidupan klub. Masih ada waktu 1-2 tahun untuk memperbaiki kekurangan.  Masihkah kita hanya bermental &lt;em&gt;nriman&lt;/em&gt; keadaan, sementara Tuhan Yang Maha Esa memberikan akal budi beserta cipta, rasa dan karsa untuk setiap manusia(anak-negeri).&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-9209538457152885802?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/9209538457152885802/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=9209538457152885802' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/9209538457152885802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/9209538457152885802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/08/merealisasikan-ide-kreatif-suporter.html' title='Merealisasikan Ide Kreatif Suporter'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-166049583311196778</id><published>2011-08-09T20:05:00.004+07:00</published><updated>2011-08-09T20:20:36.556+07:00</updated><title type='text'>Jabat Tangan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-B7vXEAn0XrQ/TkEwqIgWoUI/AAAAAAAAAmY/OeP10KB3AFs/s1600/jabat.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 322px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-B7vXEAn0XrQ/TkEwqIgWoUI/AAAAAAAAAmY/OeP10KB3AFs/s400/jabat.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5638841708840395074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tampak Pendiri Yayasan Arema, Ir Lucky Acub Zaenal(Sam Ikul) berjabat tangan dengan Bupati Malang sekaligus Presiden Kehormatan Arema, Drs. H. Rendra Kresna, BcKU, SH, MM, MPM yang hadir dalam acara diskusi yang digelar jurnalis Malang Raya(Jurma) di Hotel Ubud, Malang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya tampak berjabat tangan secara akrab dan menyiratkan seolah tidak ada permasalahan berarti diantara keduanya. Pada momen beberapa minggu sebelumnya Sam Ikul juga pernah berkorespondensi dengan mantan Sekkota Malang, M. Noer yang juga 'mantan' Ketua Yayasan Arema pasca pemberhentian dirinya, Juni silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, akankah Presiden Kehormatan Arema, Drs H. Rendra Kresna dapat berjabat tangan dan duduk bersama dengan M. Noer guna menuntaskan pertanggungjawabannya selama berada di Arema?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Credit Photo : &lt;a href="http://www.facebook.com/#%21/profile.php?id=1666824244"&gt;Moch Buari&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://www.malang-post.com/"&gt;Malang Post&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-166049583311196778?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/166049583311196778/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=166049583311196778' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/166049583311196778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/166049583311196778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/08/jabat-tangan.html' title='Jabat Tangan'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-B7vXEAn0XrQ/TkEwqIgWoUI/AAAAAAAAAmY/OeP10KB3AFs/s72-c/jabat.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-5614692636204351459</id><published>2011-08-08T19:02:00.004+07:00</published><updated>2011-08-09T18:22:59.007+07:00</updated><title type='text'>KS(Krakatau Steel) Putra Malang</title><content type='html'>Akhir-akhir ini banyak sekali wacana digulirkan klub sepakbola profesional di lingkungan PSSI. Kebanyakan tema klub profesional berkutat pada dukungan finansial yang bebas dari APBD(Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah), disamping pemenuhan beberapa aspek lain menurut kaidah PSSI dan AFC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Malang raya sekarang ini setidaknya terdapat 2 klub besar yang berkiprah tanpa dukungan APBD, yaitu Arema(sejak awal berdiri) dan Persema(sejak beberapa bulan terakhir ini). Di luar 2 klub tersebut terdapat Persekam di Kabupaten Malang dan Persikoba Batu yang masih mendapat kucuran APBD(catatan Persikoba Batu musim ini tersendat bantuan finansial dari Pemda setempat sehingga menyebabkan keuangan klub dalam kondisi defisit).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sejarah memastikan bahwa setidaknya dalam waktu 10 tahun belakangan Malang raya pernah memiliki sebuah klub sepakbola semipro/profesional yang berkiprah tanpa dukungan APBD meski hanya di level Divisi 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KS Puma, tim bentukan merger antara PS Krakatau Steel dan Putra Malang  ini sempat berkutat di Divisi 1 pada tahun 2001, sebelum akhirnya bubar 2  tahun kemudian karena kesulitan dana.  Sayangnya, tidak banyak prestasi  yang diraih KS Puma dan akhirnya tidak mampu melanjutkan kiprahnya di  tahun itu meski sudah diperkuat pemain asing bernama Bibby Alexmico dan  markas tersendiri di Stadion Kahuripan, Desa Talok, Turen - Kabupaten  Malang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar informasi, harga tiket masuk pertandingan KS Puma di Divisi 1 tahun 2001 tersebut masih 2500 rupiah(rata-rata). Harga tersebut masih separuh dari harga tiket ekonomi Persema atau seperempat dari harga tiket terendah pertandingan Arema di stadion Gajayana Malang.&lt;br /&gt;Meski begitu antusiasme masyarakat Turen dan Kabupaten Malang cukup tinggi. Rata-rata jumlah penonton yang menyaksikan kesebelasan KS Puma sekitar 2000-4000 orang setiap laga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu Stadion termegah di Kabupaten Malang, Stadion Kanjuruhan masih belum dibangun. Meski di Kabupaten Malang sendiri terdapat beberapa stadion yang 'cukup' representatif untuk menggelar laga sekelas Divisi 1, namun mengingat antusiasme penonton cukup tinggi di wilayah tersebut pada akhirnya Stadion Kahuripan dipilih untuk menggelar laga kandang disamping beberapa faktor lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika KS Puma berkibar di Divisi 1 , saudaranya Persekam masih berkutat di Divisi 2 regional. Saat itu Kabupaten Malang belum mampu membackup tim sepakbolanya dengan gelontoran dana yang mewah seperti halnya PSM dan PSPS, dua klub kaya di Divisi Utama ketika itu yang jor-joran dalam mengontrak pemain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik KS Puma maupun Persekam Metro FC sendiri mempunyai beberapa kesamaan, yaitu selain berasal dari Kabupaten Malang juga hasil ide dari Alm. H. Ibnu Rubianto MBA, mantan Bupati Malang yang meninggal pada tahun 2001 lalu. Menurut Haris Tofly pengamat bola Malang, Alm Ibnu Rubianto ketika itu meski hanya menjabat 1 tahun sebagai Bupati Malang namun beliau berjasa besar didalam menghidupkan kembali 2 tim tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, kiprah KS Puma sekarang merosot tajam dibanding dekade lalu. Ketiadaan dana yang mumpuni menjadi penyebab 'prestasi' tidak pernah lolos dari kompetisi setingkat Divisi 2 sekalipun. Berbeda dengan saudaranya Persekam yang sekarang menghuni Divisi Utama, KS Puma malah bergelut di tataran lokal dan namanya sendiri sudah mulai jarang diperbincangkan lagi. Sayang.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-5614692636204351459?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/5614692636204351459/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=5614692636204351459' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/5614692636204351459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/5614692636204351459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/08/kskrakatau-steel-putra-malang.html' title='KS(Krakatau Steel) Putra Malang'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-8804122842147717921</id><published>2011-08-07T21:39:00.002+07:00</published><updated>2011-08-07T21:48:35.442+07:00</updated><title type='text'>Rekapitulasi Klub Peserta Kompetisi Liga Indonesia 1994-2011</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%; font-family: trebuchet ms;"&gt;Klasemen Akhir Kontestan Liga Indonesia I - XII di Divisi Utama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%; font-family: trebuchet ms;"&gt;1. PSM Makassar             371 pertandingan 657 poin&lt;br /&gt;2. Persija Jakarta             363 pertandingan 565 poin&lt;br /&gt;3. Persib Bandung             349 pertandingan 535 poin&lt;br /&gt;4. Persipura Jayapura             358 pertandingan 542 poin&lt;br /&gt;5. Pupuk Kaltim             354 pertandingan 514 poin&lt;br /&gt;6. Pelita Jaya                 325 pertandingan 503 poin&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;7. Arema Malang             324 pertandingan 498 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;8. PSMS Medan                 321 pertandingan 473 poin&lt;br /&gt;9. Persita Tangerang             320 pertandingan 471 poin&lt;br /&gt;10. Semen Padang             345 pertandingan 468 poin&lt;br /&gt;11. Deltras Sidoarjo(d/h Gelora Dewata) 345 pertandingan 466 poin&lt;br /&gt;12. Persebaya Surabaya             289 pertandingan 465 poin&lt;br /&gt;13. PSIS Semarang             327 pertandingan 449 poin&lt;br /&gt;14. Sriwijaya FC (d/h Persijatim)     319 pertandingan 403 poin&lt;br /&gt;15. Persikota Tangerang         265 pertandingan 377 poin&lt;br /&gt;16. PSDS Deli Serdang             303 pertandingan 361 poin&lt;br /&gt;17. Gresik United(d/h Petrokimia Putra) 255 pertandingan 360 poin&lt;br /&gt;18. Persema Malang             264 pertandingan 336 poin&lt;br /&gt;19. Barito Putra             231 pertandingan 306 poin&lt;br /&gt;20. Persik Kediri             169 pertandingan 279 poin&lt;br /&gt;21. PSS Sleman                 205 pertandingan 273 poin&lt;br /&gt;22. Persiba Balikpapan             196 pertandingan 251 poin&lt;br /&gt;23. Persiraja Banda Aceh         194 pertandingan 249 poin&lt;br /&gt;24. PSPS Pekanbaru             172 pertandingan 238 poin&lt;br /&gt;25. Persma Manado             163 pertandingan 201 poin&lt;br /&gt;26. Persisam putra(d/h Putra Samarinda) 149 pertandingan 198 poin&lt;br /&gt;27. Bandung Raya              93 pertandingan 192 poin&lt;br /&gt;28. Mitra Kukar (d/h Mitra Surabaya)     105 pertandingan 168 poin&lt;br /&gt;29. Persikab Bandung             150 pertandingan 163 poin&lt;br /&gt;30. Medan Jaya                 134 pertandingan 151 poin&lt;br /&gt;xx. Persiwa                  63 pertandingan 101 poin&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;   &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Rekapitulasi Klasemen ISL 2008-2011&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 13px;"&gt;1.Persipura (Jayapura) 96 pertandingan 207 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 13px; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;2.Arema (Malang) 96 pertandingan 172 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 13px;"&gt;3.Persib Maung (Bandung) 96 pertandingan 158 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 13px;"&gt;4.Persija (Jakarta) 96 pertandingan 157 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 13px;"&gt;5.Persiwa (Wamena) 96 pertandingan 154 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 13px;"&gt;6.Sriwijaya FC (Palembang) 96 pertandingan 148 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 13px;"&gt;7.Persiba (Balikpapan) 96 pertandingan 134 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 13px;"&gt;8.Persela (Lamongan) 96 pertandingan 133 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 13px;"&gt;9.Persijap (Jepara) 96 pertandingan 120 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 13px;"&gt;10.Pelita Jaya (Bandung) 96 pertandingan 117 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 13px;"&gt;11.Bontang FC (Bontang) 96 pertandingan 96 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 13px;"&gt;12.Persik (Kediri) 68 pertandingan 94 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 13px;"&gt;13.PSM (Makassar) 68 pertandingan 94 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 13px;"&gt;14.Persisam Putra (Samarinda) 62 pertandingan 86 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 13px;"&gt;15.PSPS (Pekanbaru) 62 pertandingan 82 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 13px;"&gt;16.Persitara (Jakarta Utara) 68 pertandingan 64 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 13px;"&gt;17.Delta Putra Sidoarjo 62 pertandingan 58 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 13px;"&gt;18.Semen Padang(Padang) 28 pertandingan 48 poin &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 13px;"&gt;19.Persema (Malang) 34 pertandingan 45 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 13px;"&gt;20.Persebaya (Surabaya) 34 pertandingan 36 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 13px;"&gt;21.PSMS (Medan) 34 pertandingan 31 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 13px;"&gt;22.Persita (Tangerang) 34 pertandingan 25 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 13px;"&gt;23.PSIS (Semarang) 34 pertandingan 21 poin&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 130%; font-family: trebuchet ms;"&gt;Klasemen Strata I Liga Indonesia(Divisi Utama 1994-2008 ditambah ISL 2008-2011)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 1. PSM Makassar 439 pertandingan 751 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 2. Persipura Jayapura 454 pertandingan 749 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 3. Persija Jakarta 459 pertandingan 722 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 4. Persib Bandung 445 pertandingan 693 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-family: trebuchet ms;"&gt;5. Arema Malang 420 pertandingan 670 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 7. Pelita Jaya 421 pertandingan 620 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 6. Pupuk Kaltim(d/h Bontang FC) 450 pertandingan 610 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 8. Sriwijaya FC (d/h Persijatim) 415 pertandingan 551 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 9. Deltras Sidoarjo(d/h Gelora Dewata) 407 pertandingan 524 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 10.Semen Padang 373 pertandingan 516 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 11. PSMS Medan 355 pertandingan 504 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 12. Persebaya Surabaya 323 pertandingan 501 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 13. Persita Tangerang 354 pertandingan 496 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 14. PSIS Semarang 361 pertandingan 470 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 15. Persiba Balikpapan 292 pertandingan 390 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 16. Persema Malang 298 pertandingan 381 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 17. Persikota Tangerang 265 pertandingan 377 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 18. Persik Kediri 237 pertandingan 373 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 19. PSDS Deli Serdang 303 pertandingan 361 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 20. Gresik United(d/h Petrokimia Putra) 255 pertandingan 360 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 21. PSPS Pekanbaru 234 pertandingan 320 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 22. Barito Putra 231 pertandingan 306 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 23. Persela 216 pertandingan 304 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 24. Persisam putra(d/h Putra Samarinda) 211 pertandingan 284 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 25. PSS Sleman 205 pertandingan 273 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 26. Persijap 207 pertandingan 258 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 27. Persiwa 159 pertandingan 255 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 28. Persiraja Banda Aceh 194 pertandingan 249 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 29. Persma Manado 163 pertandingan 201 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 30. Bandung Raya 93 pertandingan 192 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 31. Mitra Kukar (d/h Mitra Surabaya) 105 pertandingan 168 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 32. Persikab Bandung 150 pertandingan 163 poin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 33. Medan Jaya 134 pertandingan 151 poin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Catatan :&lt;br /&gt;1. Dihitung hanya Divisi Utama LI 1994-2008 ditambah ISL 2008-2011.&lt;br /&gt;2. Hasil laga Persebaya, PSM, Persema dan Persibo di kompetisi LPI tidak dihitung.&lt;br /&gt;3. Khusus musim Liga Indonesia 2001, hasil pertandingan Pusam Samarinda(Persisam) di putaran 2 tidak dihitung(mengundurkan diri).&lt;br /&gt;4. Hasil laga PSM, Persema dan Persibo di awal kompetisi ISL 2010-2011 tidak dihitung.&lt;br /&gt;5. Sejak musim 2008-2009 Divisi Utama Liga Indonesia menjadi kompetisi strata 2 di lingkup kompetisi PSSI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; "&gt;&lt;i style="font-size: 13px; "&gt;       &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;    &lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-8804122842147717921?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/8804122842147717921/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=8804122842147717921' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/8804122842147717921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/8804122842147717921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/08/rekapitulasi-klub-peserta-kompetisi.html' title='Rekapitulasi Klub Peserta Kompetisi Liga Indonesia 1994-2011'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-2152393821987118734</id><published>2011-08-05T01:00:00.002+07:00</published><updated>2011-08-05T01:26:03.739+07:00</updated><title type='text'>Serba-Serbi Arema(9)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Sponsor Media&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menghadapi babak 8 besar Liga Indonesia VII, Arema dan Jawa Pos menandatangani kerjasama Sponsor berupa pemberian space sebanyak 2,5 halaman untuk Arema.  Jika dinominalkan, space 2,5 halaman itu cukup besar nilainya sekitar Rp 250 Juta. Space yang diberikan Jawa Pos berupa iklan yang nantinya diberikan kepada Arema tersebut berasal dari halaman nasional, bukan di halaman Jatim dan Radar yang memiliki nominal lebih murah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Kendal Cup 2001&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Ajang pemanasan Arema sebelum berlaga di Babak 8 Besar Liga Bank Mandiri VII dengan mengikuti Turnamen Bupati Kendal menoehkan hasil gemilang. Arema berhasil membawa trofi Kendal Cup ke Malang setelah mengalahkan Petrokimia Gresik dalam laga final dengan dukungan ratusan Aremania yang hadir di Kendal.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Aremania di 8 Besar Liga bank Mandiri 2001&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Puluhan Aremania tampak datang di Stadion Mattoangin Makassar untuk mendukung Arema dipertandingan pertama babak 8 besar di Makassar melawan Persija Jakarta. Puluhan Aremania tersebut berbaur dengan puluhan ribu The Macz Man dan pendukung PSM Makassar yang menunggu pertandingan jam kedua antara PSM melawan Persita Tangerang. Tampak di sudut lainnya terdapat puluhan The Jakmania yang setia membunyikan tetabuhan untuk mendukung timnya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aremania dan The Jakmania berangkat menggunakan kapal laut dan pesawat terbang ke Makassar. Puluhan diantara mereka bahkan rela menginap di sekitar stadion menggunakan tenda. Dalam pertandingan pertama tersebut, Persija berhasil melakukan revans dan membalas kekalahan di babak 8 besar setahun sebelumnya dengan skor 2-1.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Undangan PSSI&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Walaupun tim "Singo Edan" Arema Malang gagal lolos ke Gelora Bung Karno, tapi hal itu tidak membuat semangat Aremania putus asa. Aremania tetap akan berangkat ke Jakarta, untuk&lt;/div&gt;&lt;div&gt;memenuhi undangan dari PSSI. "Kami menerima telepon dari Bapak Tri Goestoro, yang intinya mengundang kami Aremania untuk mengibarkan bendera Merah Putih di Senayan, pada waktu pembukaan partai final LBM 2001, pada hari Minggu (7/10) mendatang," ungkap Tembel, salah seorang Korwil Aremania. Tembel menambahkan, bahwa Aremania akan berangkat ke Jakarta pada besok pagi, Sabtu (6/10) sebanyak 120 orang. "Kami akan meninggalkan Malang sekitar pukul 8.00 WIB dengan menggunakan kereta api," lanjut Tembel.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bendera raksasa yang dibawa oleh Aremania dari Malang adalah berukuran 30 m x 40 m, untuk membentangkan bendera ini, akan dibutuhkan tenaga sedikitnya 100 orang, mengingat ukurannya yang sangat besar.(AremaniaCyber.com)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-2152393821987118734?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/2152393821987118734/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=2152393821987118734' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/2152393821987118734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/2152393821987118734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/08/serba-serbi-arema9.html' title='Serba-Serbi Arema(9)'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-4779585591635156480</id><published>2011-08-05T00:05:00.004+07:00</published><updated>2011-08-05T08:08:32.044+07:00</updated><title type='text'>Bukan Sekedar Usul Pak!</title><content type='html'>Seperti yang sudah-sudah, kali ini Ketua Umum PSSI 2011-2015 Djohar Arifin kembali membuat blunder dalam berkomentar. Seperti yang dilansir di halaman website www.vivanews.com, Djohar mengusulkan penghapusan kompetisi satu wilayah. &lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sehari sebelumnya, di beberapa media massa PSSI merilis tentang rencana menggulirkan kompetisi pada 8 Oktober 2011 bersamaan dengan workshop bersama AFC dan perwakilan klub di Hotel Sahid Jakarta.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Entah apa yang ada di benak Sang Ketua Umum dibalik pengguliran usul yang berbau kontroversial tersebut. Senyampang belum adanya kejelasan mengenai format dan jumlah peserta kompetisi, usul tersebut dapat berkembang menjadi sebuah wacana yang ramai diperbincangkan dalam beberapa waktu kedepan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bersamaan dengan assesment workshop tersebut direktur kompetisi dan proyek sepakbola profesional AFC, Tokuaki Suzuki berpendapat ada kemungkinan banyaknya klub di Indonesia yang berkesempatan memenuhi persyaratan partisipasi di liga profesional dan Liga Champions Asia.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Beberapa persyaratan yang terdiri dari 5 unsur sporting, legalitas, finansial, infrastruktur dan administrasi wajib dipenuhi oleh para klub hingga beberapa pekan mendatang. Para klub yang berkesempatan untuk melakukan pendataan tersebut adalah 18 klub ISL, 4 klub LPI, dan puluhan klub dari Divisi Utama.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Titik utama kontroversialnya adalah jika seluruh klub tersebut memenuhi persyaratan yang dibebankan oleh AFC, tentunya apakah mereka harus disatukan didalam satu wadah dan tingkatan kompetisi yang sama? Bagaimana dengan penolakan ide penyamarataan klub yang disampaikan oleh perwakilan klub Arema, Sriwijaya FC, Persipura dan beberapa klub lainnya?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sejarah menunjukkan bahwa sepakbola Indonesia pernah memiliki format kompetisi mulai dari 1 wilayah, 2 wilayah hingga 3 wilayah. Bahkan di beberapa tingkatan divisi ataupun kompetisi yang berlandaskan oleh kelompok umur, pernah dibuat format kompetisi yang memiliki lebih dari 5 pengelompokan wilayah sekaligus di tiap tingkatannya!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di kasta teratas format kompetisi lebih dari satu wilayah pernah diselenggarakan mulai dari PSSI di era kepemimpinan Azwar Anas, Agum Gumelar dan Nurdin Halid. Format 2 wilayah di era penggabungan perserikatan dan galatama dimulai pada sistem kompetisi bertajuk Liga Indonesia di tahun 1994/1995 ketika itu terdapat 34 klub yang bertarung dengan terbagi kedalam 2 wilayah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jumlah peserta tiap musim mengalami perubahan dan tertinggi terdapat di musim 2007/2008 dengan 36 klub yang didapat dengan cara kontroversial(penghapusan sistem degradasi di musim sebelumnya, dan sebaliknya mengadakan promosi besar-besaran dari divisi dibawahnya). Hasilnya di musim itu separuh peserta(18 klub) dieliminasi sekaligus di akhir kompetisi dan dirumuskanlah kompetisi baru bertajuk Indonesia Super League seperti yang kita kenal sekarang ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Penikmat sepakbola Indonesia tentunya merasakan pahit getirnya dari perubahan format kompetisi yang berlangsung berkali-kali. Mulai dari molornya penyelenggarakan kompetisi, pembengkakan biaya operasional kompetisi oleh PSSI, berkurangnya kualitas persaingan di tingkatan kompetisi sepakbola tersebut, dan berbagai kerugian lain yang dirasakan oleh semua stakeholder kompetisi sepakbola itu sendiri. Semua ini pernah dirasakan ketika kompetisi sepakbola kita terbagi kedalam beberapa wilayah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kalau ingin kembali ke masa silam, adakah alasan logis kita harus kembali kesana? Jika alasannya hanya berupa efisiensi biaya transportasi, bagaimana dengan cita-cita berupa industrialisasi sepakbola? Bukankah hal tersebut terlahir dengan dukungan kualitas penyelenggaraan kompetisi yang baik?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seyogyanya sebelum menyampaikan usul tersebut Djohar Arifin sudah melakukan penghitungan yang cermat dan perencanaan dalam kerangka berpikir dibandingkan berdasar pada emosi atau hasrat perseorangan. Alasan dibalik usulan tersebut harus jelas.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Belajar dari pengalaman masa lalu, sudah seharusnya PSSI di era Djohar Arifin lebih mengedepankan rasionalitas. Jika subtansi usul tersebut terbilang nyaris nihil, ditambah pengemasan kurang, alhasil hanya akan menambah sasaran kritik kepada sosok Djohar Arifin. Semoga Djohar Arifin lebih berhati-hati lagi dalam bertutur dan bersikap.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-4779585591635156480?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/4779585591635156480/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=4779585591635156480' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/4779585591635156480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/4779585591635156480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/08/bukan-sekedar-usul-pak.html' title='Bukan Sekedar Usul Pak!'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-5789393646224089954</id><published>2011-08-04T22:29:00.005+07:00</published><updated>2011-08-05T08:08:07.792+07:00</updated><title type='text'>Idola Suporter Bola</title><content type='html'>Di dalam masyarakat Indonesia terdapat budaya keliru yang berbau instan. Misalnya saja tampilnya beberapa bintang porno dari berbagai belahan dunia di perfilman Indonesia. Mereka datang ke Indonesia bermain film, meski bukan bergenre porno, tapi hanya dalam hitungan sekejap mereka kiprah mereka di belantika film horor seksi sekejap memunculkan ratusan ribu penggemar dalam waktu singkat.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Para 'bintang'  seperti Maria Ozawa(Menculik Miyabi, Hantu Tanah Kusir), bahkan kompatriotnya sesama JAV Girls seperti Rin Sakuragi(Suster Keramas), Sora Aoi(Suster keramas 2) juga ikutan meramaikan belantika perfilman Indonesia. Belum lagi serbuan aktris dari belahan bumi barat seperti Vicky Vette, Sasha Grey, dll.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jika dikritisi lebih lanjut, kebanyakan kualitas akting para 'pendatang baru' tersebut masih dibawah pemain film Indonesia seperti Christine Hakim, Deddy Mizwar, dll. Padahal secara bayaran gaji bintang porno tersebut jauh diatas pemain film senior Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seakan menjadi paradoks, di satu sisi bangsa Indonesia ini sebenarnya mampu melahirkan banyak idola dalam konteks yang sesungguhnya, tapi di sisi lain cara berpikir sebagian masyarakat Indonesia masih 'menyimpang' dengan mencari idola yang lebih terdengar 'seksi'.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Realitas cara pandang sebagian masyarakat Indonesia tersebut tidak hanya di dunia hiburan, tetapi juga merambat ke segment lain seperti olahraga. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sewaktu kejuaraan Piala AFF 2010 dilaksanakan di Jakarta, pernah seorang teman saya mengeluhkan ketidaknyamanannya didalam menonton perjuangan Firman Utina, dkk karena banyaknya suporter 'baru jadi' yang datang ke stadion karena memandang seorang figur tertentu dibandingkan sebuah kesatuan tim yang bermain sepakbola untuk nama besar sebuah bangsa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam kesempatan lain, saya pernah melihat puluhan ABG(anak baru gede)  ketika berakhirnya pertandingan sebuah team sepakbola tampak mengerebuti seorang pemain yang namanya baru terdengar di khalayak ramai kurang dari setahun ini. Rupanya puluhan menit mereka menunggu kesempatan untuk menunggu kedatangan sang idola. Sebagian dari mereka terlihat acuh ketika pemain lain dari tim tersebut keluar dari kamar ganti, sembari sepasang mata menatap tajam menunggu idola yang dinantinya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketika pemain yang dinanti muncul terdengar sorak-sorai dari para fans menyambut idolanya tersebut. Serentak saya berpikir apakah mereka datang ke stadion untuk seorang pemain tersebut? Bagaimana jika pemain tersebut berhalangan bertanding atau menurun bintang ketenarannya, siapalagi kalau begitu yang akan mendukung tim tersebut?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebenarnya didalam sepakbola Indonesia memiliki banyak potensi besar yang jika dikelola dengan baik bisa mengubah sepakbola Indonesia menjadi salah satu yang terkuat di bandingkan iklim sepakbola di negara maju. Bukan hanya kebesarannya, tetapi kemajuan yang dihasilkan dapat memberi pengaruh besar bagi dunia sepakbola.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Melihat praktek yang terjadi dalam dunia sepakbola kita, kita selayaknya berpikir akan idola yang tepat bagi sepakbola kita. Idola yang diperlukan bukan sekedar untuk mengisi ruang dan waktu dalam kurun waktu tertentu. Idola yang kita butuhkan mampu memberi pencerahan masa depan yang lebih baik, lebih inovatif, kreatif dan mampu mensejahterakan sepakbola kita. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kita selayaknya mendambakan idola dalam bentuk realisasi nyata dan bukan pula hasil pendederan figur berbalut pencitraan surealis. Potensi anak bangsa memungkinkan untuk penciptaan hal demikian. Kondisi ini dapat tercipta secara realistis dan tidak lagi berada dalam mimpi alam bawah sadar serta dengan membayangkan masa depan sepakbola Indonesia yang masih terasa absurd.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Betapa terasanya ketika melihat figur seorang Diego Maradona, Xavi Hernandes, Leonel Messi, dkk sebagai bagian dari superioritas sepakbola dunia. Mereka telah menjadi idola karena melahirkan keahlian bermain bola yang futuristik bagi klub, bangsa dan penggemarnya. Implementasai dari keahlian mereka telah melahirkan berbagai kemajuan di beberapa aspek ilmu pengetahuan yang melibatkan sepakbola. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Berkat mereka sepakbola bukan lagi sebuah permainan, selayaknya seperti menguak pandangan para pemikir besar kedalam seni bermain sepakbola. Untuk mewujudkannya mereka tidak menyulapnya dengan cara instant, tetapi dengan kerja keras, seleksi yang ketat dan perjuangan yang tidak mengenal lelah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-5789393646224089954?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/5789393646224089954/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=5789393646224089954' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/5789393646224089954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/5789393646224089954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/08/idola-suporter-bola.html' title='Idola Suporter Bola'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-7397705932795307036</id><published>2011-07-31T19:06:00.002+07:00</published><updated>2011-07-31T19:15:37.707+07:00</updated><title type='text'>Serba-Serbi Arema(8)</title><content type='html'>Seputar Berita Tour ke Solo tahun 2001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Potongan berita dari JPNN, 18 Juli 2001&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lautan Biru di Manahan&lt;br /&gt;73 Bus Aremania Bawa Misi Sokong ke 8 Besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MALANG - Kuningisasi (membuat semua serba berwarna kuning) sempat menggebrak&lt;br /&gt;Solo. Tetapi, sore ini, tampaknya dominasi warna biru yang akan muncul di Stadion Manahan, Solo. Bukan oleh cat, melainkan kehadiran tidak kurang 8 ribu Aremania, suporter fanatik kesebelasan Arema Malang.&lt;br /&gt;Mereka tiba di Solo untuk memberi support kepada tim kesayangan yang kini berjuang keras menembus tabir menuju ke babak Delapan Besar Ligina VII. Sekitar pukul 23.00 WIB malam tadi, rombongan yang diangkut dengan 73 bus itu bertolak ke kandang Pelita Solo untuk memberi dukungan kepada Ahmad Junaedi dkk.&lt;br /&gt;Aremania, rupanya, sadar betul, kalau pertandingan tandang di Solo ini sangat menentukan nasib tim tim kesayangannya di babak Delapan Besar. Maka, mereka pun rela mencarter puluhan bus tadi plus kendaraan pribadi untuk memberikan dukungan moril bagi tim Singo Edan tercinta.&lt;br /&gt;"Rombongan Aremania berangkat mulai pukul 23.00. Pak Nico (Nicolaus Eko Riwayanto, Kapolresta Malang) yang akan memberangkatkan Aremania dari depan Stasiun Kota Baru," kata Marheis, salah seorang koordinator tur Aremania kemarin siang.&lt;br /&gt;Jadwal pemberangkatan Aremania ke Solo memang diundurkan dari jadwal semula yang mestinya Selasa malam pukul 20.00. Namun, karena pihak PO Restu perlu menunggu kedatangan armada bus yang dari luar Malang, jadwal akhirnya diundur sampai pukul 23.00 WIB.&lt;br /&gt;"Jumlah bus yang kita carter juga membengkak jumlahnya. Sampai tadi siang (kemarin) yang resmi kita carter ada 73 bus," ujarnya. Selain menggunakan jasa angkutan bus, banyak juga Aremania yang berangkat dengan menggunakan kendaraan pribadi dan lewat kereta api. Jika dikalkulasi,Aremania yang berangkat ke Solo sekitar 8 ribu orang. Jumlah ini, jauh lebih&lt;br /&gt;banyak jika dibandingkan Laskar Pasoepati (suporter Solo) yang datang ke Malang pada putaran pertama lalu.&lt;br /&gt;Ketika itu, jumlah suporter Solo yang datang ke Stadion Gajayana hanya sekitar seribu orang. "Aremania nanti ditempatkan di tribun utara terpisah dengan suporter tuan rumah," timpalnya.&lt;br /&gt;Dengan mengalirnya dukungan dari Aremania, Marheis sangat berharap Ahmad Juanedi dkk bisa bermain seolah seperti di kandang sendiri. Masalahnya, hanya di Solo inilah Arema bisa mendapatkan dukungan dari suporternya sendiri dalam jumlah banyak. Setelah itu, Arema akan menjalani tur ke luar Jawa. Masing-masing ke Manado, Jayapura, dan Makassar yang tentunya sangat sulit dijangkau oleh Aremania.&lt;br /&gt;"Jangan kecewakan Aremania yang sudah jauh-jauh datang dari Malang. Kami cuma butuh kemenangan," tegas Marheis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dari sepakbola.tv&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak 8.000 Aremania Bertamu ke Solo&lt;br /&gt;SEBANYAK 8.000 lebih Aremania akan bertmu ke Solo, untuk memberikan dukungan kepada tim kesayangannya Arema Malang saat dijamu Pelita Solo, Rabu (18/7) di Stadion Manahan. Sekretaris Panpel Pelita, Hardjoko mengungkapkan, suporter dari Malang itu sudah memesan tiket sebanyak 8.000 lembar. "Panitia tidak hanya menyediakan 8.000 tiket seperti yang dipesankan tetapi 10.000tiket, hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi suporter Malang yang datang sendiri-sendiri," ujarnya. Aremania baik yang naik bus maupun kereta api akan dijemput suporter Pelita, Pasoepati, dan untuk selanjutnya berkumpul di Stadion Manahan. Aremania akan di tempatkan di Tribun Utara dan Selatan, sedangkan Pasoepati menempati Tribun Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Potongan berita aremaniacyber.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AREMANIAcyber - Hingga pukul dua dinihari tadi (18/7), telah terlihat sekitar 5000 supporter Aremania yang bergerak menuju ke stadion Manahan, Solo. Rombongan pertama ini datang dengan menggunakan kereta api. Pemandangan lain terlihat di stasiun kota baru Malang, yaitu sekitar 8000 Aremania bekumpul untuk berangkat bersama sama ke Solo, baik menggunakan bus maupun kendaraan pribadi. Para Aremania yang akan berangkat ke Solo dengan menggunakan bus ditarik biaya sebesar 40 ribu rupiah, termasuk biaya sewa bus, dan pembuatan kartu anggota.Aremania mulai bergerak meninggalkan kota Malang sekitar Pk. 20.00. Pada tour kali ini, Aremania akan dikawal oleh 2 mobil PATWAL, dan juga ada beberapa aparat keamanan yang menyusup ke dalam tubuh supporter. "Saya tidak ingin terjadi apa apa dengan Aremania, biarlah mereka bersenang senang di Solo," seperti diucapkan oleh Kapolresta Malang, AKBP Nicolaus Eko Riwayanto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cahyo Nugroho, seorang perwakilan Pasoepati (supporter Pelita Solo), saat dihubungi AREMANIAcyber melalui telepon menyatakan bahwa ia menyambut baik kedatangan Aremania ke Solo. "Semoga besok kami bisa memperlakukan Aremania, sebaik mereka memperlakukan kami, pada saat kami berkunjung ke Malang pada putaran pertama lalu," imbuh Cahyo. (ZR/JS)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-7397705932795307036?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/7397705932795307036/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=7397705932795307036' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/7397705932795307036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/7397705932795307036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/07/serba-serbi-arema8.html' title='Serba-Serbi Arema(8)'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-5227348050261801748</id><published>2011-07-31T18:37:00.002+07:00</published><updated>2011-07-31T19:06:44.295+07:00</updated><title type='text'>Serba-Serbi Arema(7)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gilas Pusam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;4 Juni 2001, Arema meraih kemenangan meyakinkan di kandang Putra Samarinda(Pusam) dengan skor 2-0. Gol dicetak oleh Bamidelle Frank Bobmanuel(5') dan Wawan Widiantoro(71'). Sayangnya hasil pertandingan ini akhirnya dianulir dikemudian hari setelah Pusam memilih mundur dari kompetisi dan terdegradasi ke Divisi I. Hasil pertandingan semua klub di wilayah Timur yang telah melawan Pusam di Putaran II dianulir semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;Aremania Korwil Polresta Malang&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda mengenal Aremania Police yang andil memberikan pengamanan dan ketertiban terhadap segala kegiatan yang melibatkan Arema dan Aremania, tentunya Anda dapat mengenal Aremania Korwil Polresta Malang. Yah, pada tanggal 24 Juni 2001 Aremania Korwil Polresta Malang didirikan yang seluruh anggotanya merupakan anggota kepolisian di lingukungan Polresta Malang. Yang menarik deklarasi korwil tersebut disupport oleh Kapolresta Malang ketika itu, AKBP Nicolaus Eko Riwayanto. Pak Nico(panggilan dari AKBP Nicolaus Eko Riwayanto) sendiri tidak asing dengan Aremania. Di tahun 2001 ia pernah memberikan hasiah terompet sebanyak 250buah dari Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sponsor Kanzen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Menurut Presiden Direktur PT Semesta Citra Intan(produsen merk sepeda motor Kanzen)  Didik Suwandi sejak logo Kanzen terpampang di kostum pemain Arema, volume penjualan sepeda motor yang sudah mulai diekspor ke beberapa negara di Asia Tenggara itu menunjukkan grafik peningkatan. Terutama di wilayah Jawa Timur. Kerjasama dengan Arema, diakuinya, telah mampu membangun brand image kalau Kanzen merupakan kendaraan yang layak untuk dikonsumsi masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Coolbox dan VCD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pada partai Arema melawan Persebaya di Stadion Gajayana Malang bulan Juli tahun 2001. Presiden Direktur PT Semesta Citra Intan, Didik Suwandi secara simbolis mewakili PT SCI kemarin juga menyerahkan cool box untuk keperluan tim Arema. Meski hanya cool box, namun, bantuan ini diterima dengan suka cita oleh pengurus Arema. Pasalnya, ini sudah menunjukkan kepedulian PT SCI terhadap tim Arema. Sebagai gantinya, pengurus kemarin menyerahkan 10 buah VCD seri I Arema yang diproduksi oleh Yayasan Arema.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-5227348050261801748?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/5227348050261801748/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=5227348050261801748' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/5227348050261801748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/5227348050261801748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/07/serba-serbi-arema7.html' title='Serba-Serbi Arema(7)'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-3679946454148478640</id><published>2011-07-31T16:46:00.007+07:00</published><updated>2011-08-01T18:43:00.966+07:00</updated><title type='text'>Jangan Memaksakan Diri, PSSI!</title><content type='html'>&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_0"&gt;Otoritas&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1"&gt;sepakbola&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2"&gt;tertinggi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_3"&gt;di&lt;/span&gt; Indonesia(&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_4"&gt;PSSI&lt;/span&gt;) &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_5"&gt;sepertinya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_6"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_7"&gt;persimpangan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_8"&gt;jalan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_9"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_10"&gt;memutuskan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_11"&gt;nasib&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_12"&gt;kompetisi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_13"&gt;musim&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_14"&gt;depan&lt;/span&gt;. Di &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_15"&gt;satu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_16"&gt;sisi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_17"&gt;diliputi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_18"&gt;berbagai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_19"&gt;wacana&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_20"&gt;mengambang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_21"&gt;akan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_22"&gt;kejelasan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_23"&gt;mengenai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_24"&gt;konsep&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_25"&gt;kompetisi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_26"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_27"&gt;musim&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_28"&gt;depan&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_29"&gt;namun&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_30"&gt;disisi&lt;/span&gt; lain &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_31"&gt;tersandera&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_32"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_33"&gt;tuntutan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;godfather&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_34"&gt;dibelakangnya&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_35"&gt;memiliki&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_36"&gt;kehendak&lt;/span&gt; lain. Hal &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_37"&gt;tersebut&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_38"&gt;tercermin&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_39"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_40"&gt;beberapa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_41"&gt;pernyataan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_42"&gt;pengurus&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_43"&gt;PSSI&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_44"&gt;baru&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_45"&gt;terbentuk&lt;/span&gt; sering &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_46"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_47"&gt;seiring&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_48"&gt;satu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_49"&gt;sama&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_50"&gt;lainnya&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_51"&gt;Beberapa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_52"&gt;perbedaan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_53"&gt;pandangan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_54"&gt;tersebut&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_55"&gt;dapat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_56"&gt;menjadi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_57"&gt;konsumsi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_58"&gt;publik&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_59"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_60"&gt;bisa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_61"&gt;diterjemahkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_62"&gt;sebagai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_63"&gt;adanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_64"&gt;ketidakjelasan&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_65"&gt;kebimbangan&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_66"&gt;membingungkan&lt;/span&gt; para &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_67"&gt;penggemar&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_68"&gt;sepakbola&lt;/span&gt; Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_69"&gt;Dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_70"&gt;beberapa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_71"&gt;kesempatan&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_72"&gt;Ketua&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_73"&gt;Umum&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_74"&gt;PSSI&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_75"&gt;baru&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_76"&gt;Djohar&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_77"&gt;Arifin&lt;/span&gt; Husein &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_78"&gt;memberikan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_79"&gt;pernyataan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_80"&gt;mengenai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_81"&gt;perubahan&lt;/span&gt; format &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_82"&gt;kompetisi&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_83"&gt;berbeda&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_84"&gt;dengan&lt;/span&gt; format &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_85"&gt;buatan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_86"&gt;rezim&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_87"&gt;pendahulunya&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_88"&gt;Djohar&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_89"&gt;Arifin&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_90"&gt;memperlihatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_91"&gt;sikap&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_92"&gt;sejalan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_93"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_94"&gt;salah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_95"&gt;satu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_96"&gt;tokoh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_97"&gt;penting&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_98"&gt;dibalik&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_99"&gt;pendirian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_100"&gt;LPI&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_101"&gt;Arifin&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_102"&gt;Panigoro&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_103"&gt;menginginkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_104"&gt;penggabungan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_105"&gt;kedua&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_106"&gt;kompetisi&lt;/span&gt; ISL &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_107"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_108"&gt;LPI&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_109"&gt;kedalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_110"&gt;satu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_111"&gt;tatanan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_112"&gt;kompetisi&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_113"&gt;Sampai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_114"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_115"&gt;saat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_116"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_117"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_118"&gt;terdapat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_119"&gt;kejelasan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_120"&gt;atas&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_121"&gt;dasar&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_122"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_123"&gt;tujuan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_124"&gt;penggabungan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_125"&gt;kedua&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_126"&gt;kompetisi&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_127"&gt;berbeda&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_128"&gt;tersebut&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_129"&gt;Bilamana&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_130"&gt;pemerintah&lt;/span&gt; Indonesia &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_131"&gt;didalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_132"&gt;mengambil&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_133"&gt;kebijakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_134"&gt;penting&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_135"&gt;selalu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_136"&gt;berpedoman&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_137"&gt;terhadap&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_138"&gt;Undang&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_139"&gt;Undang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_140"&gt;ataupun&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_141"&gt;Peraturan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_142"&gt;Pemerintah&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_143"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_144"&gt;demikian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_145"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_146"&gt;wacana&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_147"&gt;digulirkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_148"&gt;rezim&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_149"&gt;pengurus&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_150"&gt;PSSI&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_151"&gt;baru&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_152"&gt;ini&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_153"&gt;Sebaliknya&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_154"&gt;beberapa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_155"&gt;pihak&lt;/span&gt; lain yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_156"&gt;tergabung&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_157"&gt;didalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_158"&gt;kelompok&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_159"&gt;pendukung&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_160"&gt;Djohar&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_161"&gt;Arifin&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_162"&gt;ketika&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_163"&gt;maju&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_164"&gt;menjadi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_165"&gt;calon&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_166"&gt;Ketua&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_167"&gt;Umum&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_168"&gt;PSSI&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_169"&gt;sendiri&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_170"&gt;beranggapan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_171"&gt;bahwa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_172"&gt;penggabungan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_173"&gt;kedua&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_174"&gt;kompetisi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_175"&gt;bersifat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_176"&gt;wajar&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_177"&gt;karena&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_178"&gt;sejarah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_179"&gt;kompetisi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_180"&gt;sepakbola&lt;/span&gt; Indonesia &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_181"&gt;telah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_182"&gt;melakukan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_183"&gt;hal&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_184"&gt;demikian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_185"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_186"&gt;tahun&lt;/span&gt; 1994, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_187"&gt;ketika&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_188"&gt;Kompetisi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_189"&gt;Galatama&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_190"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_191"&gt;Perserikatan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_192"&gt;melakukan&lt;/span&gt; merger &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_193"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_194"&gt;membentuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_195"&gt;Liga&lt;/span&gt; Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_196"&gt;Namun&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_197"&gt;kontroversi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_198"&gt;seakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_199"&gt;merebak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_200"&gt;begitu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_201"&gt;saja&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_202"&gt;Tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_203"&gt;dapat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_204"&gt;dipungkiri&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_205"&gt;bahwa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_206"&gt;penggabungan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_207"&gt;kompetisi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_208"&gt;diwaktu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_209"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_210"&gt;tidaklah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_211"&gt;menuai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_212"&gt;tekanan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_213"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_214"&gt;banyak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_215"&gt;pihak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_216"&gt;karena&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_217"&gt;baik&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_218"&gt;Galatama&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_219"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_220"&gt;Perserikatan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_221"&gt;terlahir&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_222"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_223"&gt;kebijakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_224"&gt;PSSI&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_225"&gt;puluhan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_226"&gt;tahun&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_227"&gt;lampau&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_228"&gt;berada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_229"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_230"&gt;bawah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_231"&gt;naungan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_232"&gt;PSSI&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_233"&gt;selama&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_234"&gt;bergulirnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_235"&gt;kompetisi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_236"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_237"&gt;anggota&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_238"&gt;kompetisi&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_239"&gt;sama&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_240"&gt;sama&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_241"&gt;tercantum&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_242"&gt;sebagai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_243"&gt;bagian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_244"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_245"&gt;keanggotaan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_246"&gt;PSSI&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_247"&gt;pula&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_248"&gt;Apa&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_249"&gt;terjadi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_250"&gt;belasan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_251"&gt;tahun&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_252"&gt;silam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_253"&gt;tentunya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_254"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_255"&gt;dapat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_256"&gt;disamakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_257"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_258"&gt;kondisi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_259"&gt;saat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_260"&gt;ini&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_261"&gt;Sebaliknya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_262"&gt;pula&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_263"&gt;PSSI&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_264"&gt;diharapkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_265"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_266"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_267"&gt;memaksakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_268"&gt;kebijakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_269"&gt;penggabungan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_270"&gt;kompetisi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_271"&gt;jika&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_272"&gt;sejumlah&lt;/span&gt; stakeholder &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_273"&gt;sepakbola&lt;/span&gt; Indonesia &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_274"&gt;merekomendasikan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_275"&gt;kebijakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_276"&gt;tersebut&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_277"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_278"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_279"&gt;diambil&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_280"&gt;apalagi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_281"&gt;jika&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_282"&gt;kebijakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_283"&gt;tersebut&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_284"&gt;ternyata&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_285"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_286"&gt;mengakomodir&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_287"&gt;kepentingan&lt;/span&gt;/saran &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_288"&gt;puluhan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_289"&gt;anggota&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_290"&gt;PSSI&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_291"&gt;berada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_292"&gt;di&lt;/span&gt; ISL, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_293"&gt;Divisi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_294"&gt;Utama&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_295"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_296"&gt;divisi&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_297"&gt;divisi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_298"&gt;dibawahnya&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_299"&gt;Sebaliknya&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_300"&gt;PSSI&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_301"&gt;diharapkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_302"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_303"&gt;bersikap&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_304"&gt;fairplay&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_305"&gt;Mampu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_306"&gt;mengakomodir&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_307"&gt;sebagian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_308"&gt;besar&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_309"&gt;anggota&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_310"&gt;PSSI&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_311"&gt;dibandingkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_312"&gt;kepentingan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_313"&gt;beberapa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_314"&gt;elit&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_315"&gt;politik&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_316"&gt;mengontrol&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_317"&gt;kebijakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_318"&gt;pengurus&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_319"&gt;PSSI&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_320"&gt;dibelakangnya&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_321"&gt;Harapannya&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_322"&gt;PSSI&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_323"&gt;dapat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_324"&gt;mengambil&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_325"&gt;kebijakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_326"&gt;strategis&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_327"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_328"&gt;hanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_329"&gt;mengakomodir&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_330"&gt;kepentingan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_331"&gt;anggota&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_332"&gt;PSSI&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_333"&gt;namun&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_334"&gt;juga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_335"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_336"&gt;mencederai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_337"&gt;semangat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_338"&gt;pengabdian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_339"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_340"&gt;nilai&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_341"&gt;nilai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_342"&gt;sportivitas&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_343"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_344"&gt;profesionalisme&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_345"&gt;sepakbola&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_346"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_347"&gt;sendiri&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_348"&gt;Realisasi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_349"&gt;pengambilan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_350"&gt;keputusan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_351"&gt;juga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_352"&gt;diharapkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_353"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_354"&gt;berlarut&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_355"&gt;larut&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_356"&gt;Penundaan&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_357"&gt;terjadi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_358"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_359"&gt;diakibatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_360"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_361"&gt;keputusan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_362"&gt;pengurus&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_363"&gt;PSSI&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_364"&gt;dapat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_365"&gt;mengakibatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_366"&gt;efek&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_367"&gt;pembengkakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_368"&gt;biaya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_369"&gt;bagi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_370"&gt;PSSI&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_371"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_372"&gt;anggotanya&lt;/span&gt;(&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_373"&gt;klub&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_374"&gt;sepakbola&lt;/span&gt;).  &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_375"&gt;Selain&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_376"&gt;itu&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_377"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_378"&gt;terhitung&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_379"&gt;kerugian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_380"&gt;waktu&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_381"&gt;harus&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_382"&gt;ditanggung&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_383"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_384"&gt;pengelola&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_385"&gt;kompetisi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_386"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_387"&gt;berbagai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_388"&gt;tingkatan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_389"&gt;akibat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_390"&gt;penundaan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_391"&gt;ini&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_392"&gt;terutama&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_393"&gt;memperhatikan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_394"&gt;persiapan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_395"&gt;kompetisi&lt;/span&gt;(&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;2 bulan) dan berbagai 'hambatan' penyelenggaraan kompetisi seperti SEA Games, Pra Piala Dunia 2014, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa bermaksud menggurui, disini PSSI dituntut untuk meneguhkan sikap. Pengurus PSSI sekarang ini diharapkan dapat belajar dari kesalahan masa lalu yang seringkali terlambat untuk melakukan pembenahan sehingga kehilangan momentum untuk melakukan perubahan. Jika penerapan kebijakan nantinya terlambat, terlebih lagi tidak disetujui oleh sebagian besar anggota PSSI nantinya, siapakah yang bertanggung jawab akan potensi kerugian bagi kompetisi sepakbola kita yang teramat besar?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-3679946454148478640?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/3679946454148478640/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=3679946454148478640' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/3679946454148478640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/3679946454148478640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/07/jangan-menunda-memaksa.html' title='Jangan Memaksakan Diri, PSSI!'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-5897066364010318272</id><published>2011-07-28T18:09:00.005+07:00</published><updated>2011-08-01T18:42:30.625+07:00</updated><title type='text'>Energi Positif untuk Arema</title><content type='html'>Olahraga sepakbola yang kita cintai ini butuh energi positif yang harus dibangkitkan. Energi positif tersebut merupakan salah satu prasyarat untuk membangun sepakbola kita yang sedang lelap tertidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang sepakbola negeri ini masih diwarnai kehadiran energi negatif yang masih belum memudar,  akibatnya energi itu dapat menular laksana wabah penyakit yang dirasakan sampai ke tataran &lt;span style="font-style: italic;"&gt;grassroot&lt;/span&gt;. Hal ini yang membuat segala kehidupan sepakbola Indonesia berjalan di tempat, bahkan bisa dikatakan mundur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada triwulan awal tahun ini, penikmat sepakbola Indonesia disuguhi tarik ulur perebutan kekuasaan didalam organisasi tertinggi sepakbola kita, PSSI. Perebutan ini menarik pertarungan antar elit politik. Lebih dari itu, efek yang ditimbulkan adalah saling jegal antar kelompok yang berkepentingan terhadap hasil Kongres PSSI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saling sikut dan telikung untuk mencari pembenaran tampak lazim dilakukan demi ambisi kekuasaan. Inilah energi negatif yang menghinggapi tatanan sepakbola kita. Cermin buruk ini hendaknya tidak dipajang, melainkan diganti dengan sebuah mandat untuk memberikan energi positif kepada seluruh stakeholder sepakbola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntung hampir 900 kilometer dari Kantor PSSI, kita yang berada di homebase Arema ini masih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;aware&lt;/span&gt; dengan keberadaan klub yang kita cintai. Beruntung pula kita masih memiliki tokoh-tokoh yang mau memberikan sumbangsih kepada Arema. Para tokoh-tokoh ini mendorong dan mengajak Aremania untuk mandiri, kreatif dan berinovasi menyelamatkan klub dari keterpurukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian para suporter tidak lagi dihadapkan pada kondisi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nriman&lt;/span&gt; dan menyerah pada keadaan.  Barangkali ini adalah satu diantara sekian hal positif yang terjadi didalam Arema yang selalu diisi dengan intrik-intrik dan sikap saling menjatuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita pantas memberikan apresiasi kepadabanyak Aremania yang masih giat untuk membantu Arema bangkit dari keterpurukan. Mereka berusaha untuk menjaga Arema agar tidak terpelosok kedalam jurang kehancuran dengan hanya bersikap pasif dan memikirkan sesuatu yang negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang harus diakui bahwa manajemen klub Arema masih jauh dari kata ideal, Usaha untuk membenahi klub ini tidak lantas harus bersikap apatis dan saling menjatuhkan. Membenahi kekurangan dengan jiwa besar dan tidak saling menyalahkan adalah energi positif yang dibutuhkan Arema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip satujiwa yang melekat dalam diri Aremania bukanlah sebatas pengucapan lafadz dan salam sapa diantara sesama, namun harus diwujudkan untuk membangkitkan Arema. Energi positif tersebut yang harus kita utamakan dengan cara menyingkirkan egoisme dan apatis terhadap keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal positif lain yang terbangun di Arema adalah kehadiran berbagai tokoh yang pernah atau telah memandegani klub ini dan gencar menerima masukan dari suporter. Seringkali masukan bukanlah sekedar realisasi dari hak berpendapat seorang warga negara, namun juga insentif berupa tindakan yang menunjang kondisi klub yang kondusif. Barang siapa yang ingin mengelola Arema tentunya membutuhkan suasana kondusif. Suasana ini dapat dibangkitkan dengan terus memancarkan energi positif sampai ke tingkatan terendah(grassroot).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditingkatan suporter, sejarah membuktikan bahwa Aremania mampu mendorong energi positif dan menunjang langkah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;extraordinary&lt;/span&gt; yang ingin membangun sepakbola kita. Energi yang dibangkitkan oleh Aremania ada berbagai macam. Mereka laksana sumber daya yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bankable&lt;/span&gt; dan bisa menjadi motor pergerakan industrial klub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari 13 tahun sejarah Aremania tercipta, kita yakin masih banyak cerita positif yang bisa ditulis dari kisah Aremania. Kita tentunya sudah terasa 'jengah' dengan sebuat energi negatif yang bersifat menular tersebut. Sudah sepantasnya para pihak yang berkepentingan untuk membangun klub, begitu juga dengan suporter saling bahu membahu menyebarkan energi positif bersama media massa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-5897066364010318272?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/5897066364010318272/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=5897066364010318272' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/5897066364010318272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/5897066364010318272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/07/energi-positif-untuk-arema.html' title='Energi Positif untuk Arema'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-7909260700200005294</id><published>2011-07-26T13:30:00.013+07:00</published><updated>2011-08-11T08:55:31.919+07:00</updated><title type='text'>Cover Story : Menambang 'Emas' dari Gajayana</title><content type='html'>Diantara dua pilihan, mayoritas Aremania pasti setuju untuk memilih Stadion Kanjuruhan ketimbang Gajayana sebagai markas Arema. Alasan yang disampaikan beragam dan cukup logis diantaranya kapasitas yang lebih besar(35ribu penonton), kondisi infrastruktur di dalam stadion(penerangan, tribun, dsb) hingga beberapa alasan lain seperti unsur emosional bagi sebagian kalangan suporter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang tak mengenal Stadion Kanjuruhan sekarang ini. Stadion hampir dikatakan sebagai stadion terpopuler bagi Aremania karena mendatangkan banyak keuntungan strategis dewasa ini yang hampir sulit dicapai dibandingkan beberapa stadion di Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kapasitas yang mencapai 35ribu penonton, dalam kondisi penuh stadion ini memberikan fungsi ekonomis berupa pendapatan kotor mencapai hampir 1 miliar rupiah untuk pertandingan sekelas ISL, dan potensi pendapatan sekitar 1,1Miliar rupiah untuk pertandingan selevel Liga Champions Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan jumlah tersebut, wajar sekali jika banyak Aremania yang beranggapan Stadion Kanjuruhan memiliki kelebihan nilai ekonomis dibandingkan beberapa stadion di Malang raya, seperti Stadion Gajayana. Hal ini ditambah rekor pemasukan di Stadion Gajayana dari sektor tiket sendiri hanya berjumlah sekitar 600juta rupiah hasil derby Malang tahun lalu ketika masih bertanding di ISL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apakah itu berarti Stadion Gajayana tampak inferior dibanding 'kompatriot'nya? Belum tentu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stadion Gajayana sendiri memang berkapasitas lebih kecil dibandingkan Stadion Kanjuruhan. Dengan kapasitas mencapai hampir 30ribu penonton, Panpel seringkali hanya mencetak tiket maksimal 23.500 penonton untuk mensiasati aturan regulasi kompetisi dan ancaman membeludaknya penonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan berarti pula dengan kapasitas yang kecil tersebut otomatis akan melemahkan Panpel klub manapun untuk memakai Stadion Gajayana dibandingkan Kanjuruhan. Jawabannya, temukanlah perbedaan distribusi tiket dari berbagai kategori tiket tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panpel Arema di Stadion Kanjuruhan kerapkali menjual tiket Arema dengan jumlah sekitar 32800 lembar, dengan perhitungan sebagai berikut(utk laga ISL) :&lt;br /&gt;- 30ribu lembar tiket ekonomi @25ribu rupiah = 750juta rupiah&lt;br /&gt;- 2500 lembar tiket VIP @75ribu rupiah            = 187,5juta rupiah&lt;br /&gt;- 300 lembar VVIP @100ribu rupiah                  = 30juta rupiah&lt;br /&gt;Total potensi pendapatan kotor tiket dari Stadion Kanjuruhan sebanyak 967,5juta rupiah( rataan harga tiket sekitar 29500 rupiah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di Stadion Gajayana sendiri terdapat 4 kategori tiket dan masing-masing menempati tribun yang berbeda yaitu VVIP, VIP, Utama, dan Ekonomi. Jika harga tiket untuk kelas ekonomi, VIP dan VVIP sama dengan yang berada di Kanjuruhan kita dapat menghitung potensi kotor pendapatan tiket dengan tambahan ketentuan untuk harga tiket di tribun utama(samping kanan-kiri tribun VVIP) sama dengan yang dijual oleh Panpel Persema yang biasa memakai Stadion Gajayana selama ini(harga tiketnya 40ribu rupiah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka potensi pendapatan dari sektor tiket di Stadion Gajayana adalah :&lt;br /&gt;- 14500 lembar tiket ekonomi @25ribu rupiah   = 362,5juta rupiah&lt;br /&gt;- 1500 lembar tiket Utama @40ribu rupiah        =   60   juta rupiah&lt;br /&gt;- 6000 lembar tiket VIP @75ribu rupiah             = 450   juta rupiah&lt;br /&gt;- 1500 lembar tiket VVIP @100ribu rupiah        = 150   juta rupiah&lt;br /&gt;Total potensi pendapatan kotor tiket dari Stadion Gajayana sebanyak 1,0225 Miliar rupiah(rataan harga tiket sekitar 43500 rupiah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari perhitungan diatas Stadion Gajayana mengungguli potensi pendapatan tiket secara kotor sekitar 55juta rupiah setiap pertandingannya. Terlihat juga di data perbandingan bahwa tribun VIP dan VVIP di Stadion Gajayana memiliki andil didalam memberikan jumlah yang signifikan potensi uang dari sektor tiket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah hanya itu saja potensi ekonomis yang diperlihatkan Stadion Gajayana? Jelas tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebab lain kenapa pemakaian di Stadion Gajayana lebih menguntungkan dibanding Kanjuruhan, yaitu terkait besarnya pajak yang ditimpakan oleh masing-masing pemerintah daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Kota Malang mengenakan tarif pajak sekitar 5% untuk setiap pertandingan sepakbola yang digelar di Stadion Gajayana(tarif pajak setelah 'diskon'), sementara Pemerintah Kabupaten Malang menerapkan tarif pajak sebesar 10persen musim lalu untuk setiap pertandingan Arema yang dijalani di Stadion Kanjuruhan, tarif pajak itupun sebenarnya sudah turun dari angka 20 persen seperti yang terjadi musim 2009/2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan besaran pajak tersebut Panpel Arema bisa mendapatkan penghasilan netto setelah dipotong pajak sebesar 971,375juta rupiah ketika memakai Stadion Gajayana Malang dan 870,75juta rupiah ketika memakai Stadion Kanjuruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada selisih sekitar 100an juta rupiah yang cukup berarti bagi pendapatan Arema. Jika 1 musim kompetisi liga ada 17 pertandingan, maka potensi pendapatan yang hilang berjumlah sekitar 1,7miliar rupiah! Dengan ketentuan yang berlaku sama seperti ketika Arema memakai Stadion Kanjuruhan bahwa tiket pertandingan Arema terjual habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih adakah keuntungan ekonomis lain untuk penggunaan Stadion Gajayana? Ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya terkait dengan faktor pengamanan stadion, meski juga hal ini bergantung dengan kerjasama dari Aremania selaku suporter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika memakai Stadion Kanjuruhan Malang, Panpel Arema menyiapkan rata-rata sekitar 700 personel(1 batalyon) aparat keamanan dari berbagai jenis. Misalnya kepolisian, TNI AD(Yon Zipur V Kepanjen), Pam Swakarsa, dll. Jumlah tersebut dianggap cukup untuk mengamankan pertandingan sekelas ISL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan jumlah suporter yang datang ke stadion katakan saja mencapai 35ribu orang di tiap pertandingan maka perbandingan jumlah suporter dengan aparat keamanan mencapai 1:50 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai dengan saat ini Regulasi kompetisi sepakbola di Indonesia tidak mencantumkan jumlah minimal aparat keamanan yang harus diturunkan untuk sebuah pertandingan sepakbola. Standarisasi berupa perimbangan antara jumlah penonton dan aparat keamanan turut menentukan model pengamanan pertandingan sepakbola, disamping tentunya faktor-faktor pendukung lainnya terkait infrastruktur dan akses menuju/keluar stadion tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika memang angka 1:50 antara perbandingan jumlah aparat keamanan dan suporter dikatakan mencapai jumlah yang ideal maka kita dapat hitung jumlah ideal aparat keamanan yang dibutuhkan ketika Arema menggelar pertandingan di Stadion Gajayana yaitu 23.500/50 = 470 personel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa arti perbedaan yang mencapai lebih dari 230 personel ini? Banyak, salah satunya terkait efisiensi operasional pertandingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musim lalu, Panpel Arema menyisihkan dana sekitar 140juta rupiah sebagai biaya operasional pertandingan. Separuh dari biaya tersebut atau sekitar 70juta rupiah digunakan sebagai biaya keamanan di dalam stadion, atau dapat dijumlah untuk tiap personel aparat keamanan membutuhkan biaya sekitar 100ribu rupiah untuk tiap personel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika biaya keamanan untuk tiap personel di Stadion Gajayana sama dengan ketika Arema menggunakan Stadion Kanjuruhan maka kebutuhan biaya keamanan di tiap pertadingan Arema sekitar 47juta rupiah atau terdapat selisih 23juta rupiah di setiap pertandingan. Jika selisih tersebut diakumulasikan dengan jumlah pertandingan kandang Arema setiap musim(17 pertandingan) maka Arema dapat menghemat sekitar 390juta rupiah setiap musimnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketentuan diatas tentunya sedikit mengesampingkan faktor demografi, rekayasa kondisi traffic lalu lintas dalam radius tertentu di sekitar stadion, akses menuju dan keluar dari kompleks stadion, meeting point suporter, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa faktor lain Stadion Gajayana dapat dilirik untuk menyelenggarakan laga kandang Arema misalnya :&lt;br /&gt;a. Lokasi yang strategis&lt;br /&gt;Jarak stadion dengan mess pemain tidak sampai 500meter, dengan jarak tersebut andai Arema harus ke stadion untuk bertanding dengan kecepatan serupa dengan jalan kaki hanya membutuhkan waktu tempuh tidak sampai 10 menit. Stamina fisik pemain relatif masih terjaga dibandingkan dengan ketika harus berangkat ke Kepanjen yang membutuhkan waktu lebih dari 30 menit.&lt;br /&gt;b. Sponsor&lt;br /&gt;Untuk daerah Malang raya siapapun pasti sepakat jika Kota Malang merupakan pusat segala kegiatan. Karena letak Stadion Gajayana yang berada di Kota Malang, cukup strategis jika ingin menarik sponsor untuk setiap pertandingan Arema yang digelar ditempat tersebut. Sponsor yang ditarik tidak harus berupa sponsor kakap, sponsor pendamping ataupun yang branding dengan beberapa kelebihannya pun dapat diandalkan Arema.&lt;br /&gt;Jangan lupa, sponsor tentunya lebih tertarik dengan stadion yang terlihat penuh dibandingkan stadion dengan kapasitas besar yang terlihat memiliki jumlah penonton banyak namun masih menyisakan berbagai tempat kosong di tribun. Cukup bisa dijadikan acuan bagi Arema, mengingat musim lalu jumlah penonton mengalami pasang surut dengan rataan penonton yang masih dibawah kapasitas Stadion Gajayana sekalipun.&lt;br /&gt;c. Suporter&lt;br /&gt;Menilik faktor demografi, persebaran suporter Arema masih belum merata. Menurut beberapa sumber informasi jumlah Aremania terbanyak yang hadir ke Stadion Kanjuruhan berasal dari Kota Malang dan Malang Utara(Singosari, Lawang, dll). Potensi jumlah suporter ini dapat diperhatikan ketika Arema mantab memilih Stadion Gajayana sebagai kandangnya. Jangan lupakan juga faktor Kota Malang yang berada 'ditengah' dari seluruh wilayah Malang Raya tentunya cukup membantu suporter dalam hal cost(uang, waktu, dsb). Tidak dapat dipungkiri jika ketika Arema bermain di Kanjuruhan banyak Aremania yang mengeluhkan besarnya biaya yang harus ditanggung untuk pergi stadion, dan waktu tempuh pergi/pulang dari stadion.&lt;br /&gt;d. Aura&lt;br /&gt;Tidak dapat dipungkiri beberapa kawan berpendapat bahwa menonton sepakbola di Gajayana lebih berisik dibandingkan Kanjuruhan. Suara yang ditimbulkan suporter terasa memantul dan menggaung kembali di dalam stadion dibandingkan Kanjuruhan yang mengalami gema. Belum ada penelitian seberapa besar decibel suara yang dihasilkan oleh suporter di dalam Stadion Kanjuruhan dibandingkan Gajayana. Namun yang pasti lokasi stadion Gajayana yang dikelilingi banyak bangunan lebih mendukung untukmenghasilkan suara berisik dibandingkan Kanjuruhan yang dikelilingi area lapangan yang luas dan persawahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain faktor keuntungan diatas, terdapat juga beberapa kekurangan Stadion Gajayana dibandingkan 'rivalnya' yaitu terkait kapasitas stadion, fasilitas dan kualitas lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapasitas Stadion gajayana sendiri hanya berkisar 25ribu-30ribu penonton. Jumlah tersebut didapat pasca renovasi stadion yang berakhir pada 2009 lalu. Dibandingkan 'rivalnya' kapasitas penonton Stadion Gajayana masih kurang dibandingkan Stadion Kanjuruhan sendiri yang mampu menampung penonton hingga 40ribu orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekor penjualan tiket Stadion Kanjuruhan sendiri diperoleh ketika Arema menghadapi Persija Jakarta, 13 Juli 2005 ketika panpel menjual tiket sebanyak 42500 lembar(40ribu ekonomi, dan 2500 VIP).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan Stadion Kanjuruhan juga terletak pada fasilitasnya yang relatif lebih baik dibandingkan Stadion Gajayana Malang. Beberapa failitas tersebut antara lain :&lt;br /&gt;1. Kualitas rumput Stadion Kanjuruhan yang standar ISL, dan dapat digunakan untuk menyelenggarakan pertandingan sekelas Liga Champions Asia.&lt;br /&gt;2. Penerangan stadion yang mencapai 1200lux setelah dilakukan penambahan lampu sebanyak 32 buah awal musim ini, dan masih mengungguli Stadion Gajayana yang masih berkisar 800lux.&lt;br /&gt;3. Kios berjualan di sekeliling stadion yang berjumlah puluhan, sementara Stadion Gajayana hanya memberikan fasilitas ruang perkantoran dengan sebuah kantin menyertainya.&lt;br /&gt;4. Areal parkir yang lebih luas, terutama di bagian barat dan utara yang mampu menampung lebih dari 1000 mobil dan 5000 sepeda motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perbandingan tersebut, terlihat Stadion Gajayana masih meninggalkan beberapa PR yang harus dibenahi. Beberapa kekurangan yang dapat segera dibenahi adalah kualitas rumput dan penerangan stadion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih terdapat waktu setidaknya 2 bulan untuk renovasi stadion tersebut dan seyogyanya dapat diselesaikan dengan baik oleh pengelola stadion(UPTD Gajayana). Bilamana pengelola kesulitan didalam hal pendanaan, pengelola dapat bekerja sama dengan pihak swasta dan membrandingnya sebagai bagian dari sebuah kerjasama sponsor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan data diatas, ada baiknya anggapan bahwa Stadion Gajayana yang dianggap kurang memadai untuk pertandingan Arema dapat tereduksi. Berbagai kontroversi dan pertanyaan tentang efektivitas pemakaian Stadion Gajayana dapat segera terjawab, seiring dengan upaya manajemen Arema meningkatkan okupansi penonton di dalam pertandingan Arema itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini kembali dengan manajemen Arema nantinya, apakah mereka masih berkutat dengan konflik dan tidak segera memacu gasnya didalam mengembangkan klub ini kedepannya?&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-7909260700200005294?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/7909260700200005294/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=7909260700200005294' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/7909260700200005294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/7909260700200005294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/07/cover-story-menambang-emas-dari.html' title='Cover Story : Menambang &apos;Emas&apos; dari Gajayana'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-8897865153765857687</id><published>2011-07-16T10:26:00.003+07:00</published><updated>2011-07-26T09:26:58.660+07:00</updated><title type='text'>Serba Serbi Arema(6)</title><content type='html'>Usiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partai usiran antara Persema melawan Arema akibat tawuran pemain di Stadion Gajayana Malang, 25 Februari 2001 akhirnya dimainkan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo pada tanggal 28 Maret 2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partai tersebut dilanjutkan di menit ke-31 dengan masing-masing tim memulai 'kickoff' kembali dengan 10 pemain. Ahmad Junaidi mencetak gol cepat hanya 1 menit setelah 'kickoff' tersebut atau tepatnya di menit ke-32 yang sekaligus satu-satunya gol pada partai tersebut yang memupus laju Persema untuk memenangkan pertandingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menariknya, hingga akhir pertandingan Arema terpaksa bermain dengan 8 orang pemain setelah I Putu Gede dan Kuncoro menerima 2 kartu kuning dan sekaligus diganjar hukuman kartu merah oleh wasit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usiran(2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski pertandingan tunda antara Persema melawan Arema di Stadion Gelora Delta Sidoarjo berlabel usiran dan tanpa penonton, namun sekitar 1000 orang Aremania mendampingi tim pujaannya Singo Edan bertandang ke Sidoarjo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, upaya mereka untuk mendukung tim kebanggaannya secara langsung harus 'terkubur' karena Panpel menutup area pintu masuk stadion. Tidak kekurangan akal, Aremania yang sudah terlanjur datang ke Sidoarjo asyik beryel-yel ria dari luar stadion berharap suara berisik yang ditimbulkan sampai di telinga tim Arema dan membangkitkan motivasi bertandingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya Aremania tidak bertepuk sebelah tangan, meski bermain dengan jumlah pemain 2 orang lebih sedikit dibandingkan tim berjuluk bledek biru, Arema tetap memenangi pertandingan. Ditambah lagi menjelang berakhirnya babak kedua pintu masuk stadion dibuka dan ribuan Aremania berhamburan memasuki tribun ekonomi dan memulai atraksi seperti yang biasa dilakukan di Stadion Gajayana Malang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bendera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 120 Aremania berangkat ke Jakarta untuk menyaksikan pertandingan Timnas Indonesia melawan Maladewa di Senayan(9 April 2001). Aremania yang berangkat tersebut memenuhi undangan Ketum PSSI, Agum Gumelar sekalian meminta Aremania untuk melakukan atraksi bendera seperti yang terdapat di Stadion Gajayana Malang ketika Arema bertanding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pertandingan Pra Piala Dunia 2002 tersebut Timnas Indonesia memenangkan pertandingan dengan skor 5-0. Selain seratusan Aremania yang berangkat dari Malang, pertandingan tersebut juga diikuti oleh puluhan Aremania lainnya yang berada di Jabodetabek. Mereka datang ke stadion dengan membawa berbagai atribut, termasuk bendera Arema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;U-18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah Anda, bahwa prestasi pertama di tingkat nasional hasil pembinaan Akademi Arema didapat ketika Arema U-18 masuk ke 4 besar Piala Suratin 2001. Mereka berhasil melalui beberapa tahapan di tingkat daerah, pulau hingga nasional setelah melalui perjuangan berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, cobaan turut memayungi perjuangan tim Arema U-18, diantaranya masalah klasik finansial hingga salah satu media massa di Kota Malang akhirnya membantu tim Arema U-18 dengan membelikan sepatu untuk 1 tim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang di babak 4 besar yang merupakan babak final untuk merebut Piala Suratin tersebut Arema terpaksa gagal mengubur impiannya untuk membawa pulang Piala Suratin setelah 4 tahun lamanya berpisah dari publik Malang(Persema Jr menjuarai Piala Suratin 1997 di Malang). Babak 4 besar sendiri digelar setengah kompetisi yang diikuti 4 tim diantaranya Persebaya(tuan rumah dan juara), Persedikab Kediri(runner up), PSS Sleman dan Arema sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-8897865153765857687?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/8897865153765857687/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=8897865153765857687' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/8897865153765857687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/8897865153765857687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/07/serba-serbi-arema6.html' title='Serba Serbi Arema(6)'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-4081418726973096056</id><published>2011-07-14T18:48:00.005+07:00</published><updated>2011-07-18T17:36:46.101+07:00</updated><title type='text'>Serba Serbi Arema(5)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;SPONSOR&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pada Liga Indonesia VII Arema mendapat suntikan dana sponsor dari PT Semesta Citra Intan,produsen sepeda motor merek Kanzen yang didirikan Rini Soewandi, mantan menteri Perindustrian dan Perdagangan di era pemerintahan Megawati Sukarnoputri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari program kemitraan antara kedua belah pihak, Arema mendapatkan komitmen dana senilai Rp 1 milyar yang dikucurkan bertahap sepanjang kompetisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengarungi kompetisi, Iwan Budianto manager Arema kala itu berniat menjual aboard, papan iklan di pinggir lapangan arena pertandingan seharga Rp 5 juta untuk setiap aboard yang terpasang. Hingga akhir musim ditargetkan pemasukan sebesar Rp 500 juta dari penjualan aboard ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;PEMAIN ASING ASIA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Terlepas bahwa Alex Stiokos dan Michael pernah membela Arema di musim 1995/1996 berasal dari Australia yang sekarang sudah berafiliasi dengan Asoasiasi Sepakbola Asia(AFC) namun pemain asing dari lingkup Asia pertama yang membela Arema berasal dari Korea Selatan, Han Yong Kuk yang membela Arema untuk setengah musim di tahun 2001(pada pertengahan 90an Australia masih tergabung dalam Konfederasi Sepakbola Oceania/OFC)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pemain Asia pertama hampir saja dicatat oleh pemain Jepang bernama Sasaki Imei, beberapa bulan sebelum Han Yong Kuk bergabung, namun faktor selera menjadi alasan Daniel Rukito untuk meminta klub Arema mengontrak pemain tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Debut pertama Han Yong Kuk bersama Arema terjadi ketika melawan PSM Makassar di Stadion Gajayana Malang yang berakhir dengan skor 0-1 untuk keunggulan juara bertahan, PSM. Menariknya, pada pertandingan tersebut ada pemain asing Arema lagi yang mencatatkan debut yaitu Bamidelle Frank Bob Manuel yang berasal dari Nigeria.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;TAWURAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Buntut tawuran pemain ketika berlangsung pertandingan derby Persema melawan Arema di Stadion Gajayana Malang, 25 Februari 2001 tidak hanya hukuman kartu merah kepada pemain seperti Jean Michael Babouaken(Persema) dan Joko Susilo(Arema) tetapi juga terdapat korban fisik diantara kedua pemain diantaranya :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Persema : Agus Setiawan(gigi patah, muka dan leher terkena cakar), J.M. Babouaken(badan lebam-lebam)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Arema : Joko Susilo(bibir pecah), Kuncoro(tangan terkilir, bibir pecah), Aris Susanto(pipi kanan robek)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di beberapa media massa seperti Jawa Pos dan Malang Post sempat disebutkan bahwa insiden tawuran yang berlangsung dimenit ke-31 terbaca sejak menit pertama ketika Jean Michael Babouaken bermain kasar dengan melabrak bek Arema, Aris Susanto dan membuatnya tergeletak dan membuat emosi pemain Arema naik darah. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Wasit I Made Witarka mengganjar Jean Michael Babouaken dengan hukuman kartu kuning. Namun selepas itu, alur pertandingan berlangsung dalam tempo kasar dan beberapa kali adu fisik terjadi diantara kedua tim.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;SANKSI&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Buntut dari insiden tawuran pada derby Malang yang berlangsung 25 Februari 2001 tersebut, Komdis PSSI menjatuhkan beberapa sanksi diantaranya :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Arema :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Iwan Budianto&lt;/b&gt;, dilarang mendampingi tim hingga berakhirnya musim kompetisi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Harianto&lt;/b&gt;, dilarang bermain sepakbola dibawah lingkungan PSSI selama 1 tahun plus denda 1 juta rupiah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;I Putu Gede, Kuncoro, Charis Julianto, dan Joko Susilo&lt;/b&gt; dengan hukuman percobaan selama 5 pertandingan. Jika kembali berbuat ulah maka akan diganjar sanksi bermain sebanyak 3 pertandingan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sedangkan untuk Persema sendiri tidak masuk dalam agenda hukuman Komdis PSSI yang dijatuhkan pada tanggal 7 Maret 2001.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-4081418726973096056?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/4081418726973096056/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=4081418726973096056' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/4081418726973096056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/4081418726973096056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/07/serba-serbi-arema5.html' title='Serba Serbi Arema(5)'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-969864389224132241</id><published>2011-07-14T11:33:00.011+07:00</published><updated>2011-07-16T09:26:22.128+07:00</updated><title type='text'>Serba Serbi Arema(4)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;TIKET&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Urusan pemalsuan tiket pertandingan Arema memang terjadi sejak lama. Di Bulan Mei tahun 2000 Aremania pernah melakukan demo ke Polresta Malang untuk meminta pengusutan terhadap pemalsuan tiket Arema tersebut. Di beberapa pertandingan kandang Arema jumlah penonton yang memadati Stadion Gajayana mencapai sekitar 20ribu orang. Namun tiket yang terjual hanya 14ribu - 16ribu buah. Ribuan penonton masuk ke stadion dengan berbagai cara diantaranya memanjat dinding stadion, menerobos antrian masuk, dan tiket palsu(seperti yang ditemukan ketika Arema melawan Putra Samarinda dimana terdapat sekitar 500 lembar tiket palsu).&lt;div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;PEMASUKAN TIKET&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jumlah pemasukan tiket Arema di musim 1999/2000 sekitar 800juta rupiah. Jumlah tersebut melampaui target yang dibebankan manajemen Arema, dimana manajemen menargetkan pemasukan sebesar 600juta rupiah. Andai laga melawan juara bertahan musim sebelumnya, PSIS Semarang tidak dimainkan tanpa penonton di lapangan Divisi 2 Kostrad Singosari maka bisa jadi perolehan tiket Arema akan melebihi angka diatas.&lt;div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;SPONSOR&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Di musim 1999/2000 Arema mendapatkan beberapa sponsor meski hanya sebatas beberapa pertandingan seperti Pperumahan Argo Kencana, Jialing, Kafe Hore-Hore dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Khusus yang terakhir Arema mendapatkannya ketika hendak berangkat ke Senayan dalam rangka babak 8 besar Liga Indonesia.&lt;div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;CARD&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Pengurus Arema pernah merencanakan untuk menerbitkan Arema Care Card, termasuk layanan asuransi didalamnya dengan model harga silver Rp 200.000,00, Gold Rp 750.000,00 dan Platinum Rp 1.500.000,00. Diharapkan sebagian dana yang terkumpul dapat diwujudkan sebagai modal kompetisi di tahun 2001.&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;TIKET(2)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;Harga tiket pertandingan kandang Arema di Liga Indonesia VI(1999/2000) adalah Rp 7.500,00 untuk ekonomi, dan Rp 10.000,00 untuk VIP. Setiap pertandingan kandang Arema di stadion Gajayana Malang disediakan 15000 tiket ekonomi dan 2000 tiket VIP yang dijual kepada Aremania.&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;KONTRAK&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Menurut sumber Iwan Budianto, pengeluaran Arema untuk gaji pemain di Liga Indonesia VI berkisar 60juta rupiah setiap bulan. Gaji pemain lokal sendiri berkisar 1-5juta rupiah setiap bulannya, dan belum termasuk kontrak yang berkisar 5-15juta rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-969864389224132241?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/969864389224132241/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=969864389224132241' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/969864389224132241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/969864389224132241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/07/serba-serbi-arema4.html' title='Serba Serbi Arema(4)'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-5033745928660214251</id><published>2011-07-14T10:50:00.005+07:00</published><updated>2011-07-18T17:45:09.870+07:00</updated><title type='text'>Serba Serbi Arema(3)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertemuan dengan PSSI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===================================================================&lt;br /&gt;Aremania Beber Kiat di PSSI&lt;br /&gt;Karwoto Tersenyum, Yang Lain Antusias&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mata banyak pemerhati sepak bola, suporter Arema -yang lebih populer dengan&lt;br /&gt;sebutan Aremania-merupakan suporter paling atraktif. Berbagai gaya dan model&lt;br /&gt;dukungan mereka pertontonkan secara memikat. Bermacam-macam parade diperagakan&lt;br /&gt;dengan kompak. Kelebihan itulah yang membuat suporter-suporter klub lain tidak&lt;br /&gt;malu-malu untuk menirunya.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MH. SYAMSUL HADI, wartawan Jawa Pos&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampaknya, tidak saja pemain Arema kian terlecut motivasinya untuk berlaga.&lt;br /&gt;Tapi, jalannya pertandingan sepak bola di Stadion Gajayana, Malang, juga kian&lt;br /&gt;semarak dan meriah. Dan, yang terpenting, tiada kekisruhan selama pertandingan&lt;br /&gt;berlangsung.&lt;br /&gt;Atas dasar itulah, Selasa lalu (21/3), dua wakil mereka diundang dalam pertemuan&lt;br /&gt;pengurus PSSI dan para manajer klub di Hotel Sahid Jaya, Jakarta. Maksudnya,&lt;br /&gt;agar mereka mau gethok tular (berbagi cerita, Red.) berkenaan soal manajemen&lt;br /&gt;suporter bola. ''Mereka kita hadirkan agar kiat-kiat mereka dalam mengelola&lt;br /&gt;suporternya bisa ditiru klub lain,'' kata Andi Darussalam, ketua Komdis, yang&lt;br /&gt;memandu acara sharing itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu mendapat kesempatan, Surtato dan Yuli -dua pentolan Aremania yang datang&lt;br /&gt;itu-tidak mensia-siakan kehormatan untuk ''memberi kuliah'' di hadapan para&lt;br /&gt;manajer klub itu. Secara bergantian, keduanya membeberkan pengalamannya memanaj&lt;br /&gt;suporter bola. ''Dulu, suporter Arema terkenal dengan keributan yang mereka&lt;br /&gt;buat. Tapi, sekarang itu tidak ada lagi,'' tutur Surtato mengawali uraiannya.&lt;br /&gt;Selama keduanya menguraikan kiprah Aremania, para manajer itu menyimak dengan&lt;br /&gt;penuh antusias. Sebelumnya, mereka diperlihatkan pada tayangan video rekaman&lt;br /&gt;atraksi Aremania. Di antara mereka, tampak ada yang manggut-manggut. Terbaca di&lt;br /&gt;raut wajah mereka, ada satu keinginan kuat untuk mengikuti jejak langkah&lt;br /&gt;Aremania itu. Maka, begitu sesi tanya jawab dibuka, sederet pertanyaan mereka&lt;br /&gt;lontarkan. Tak kurang, seperti A. Kadir Halid (PSM), Spencer Infandi&lt;br /&gt;(Persipura), dan Husni Hasibuan (Medan Jaya), mengacungkan tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik, selama Surtato dan Yuli sharing itu, Karwoto (manajer Persebaya) -&lt;br /&gt;yang duduk di sebelah Imam Supardi (manajer Petrokimia)-- berkali-kali terlihat&lt;br /&gt;tersenyum. Entah apa makna senyuman itu tiada yang bisa menerka selain Karwoto&lt;br /&gt;sendiri. Sesekali ia menoleh ke arah wartawan di belakangnya sembari&lt;br /&gt;membisik-bisikkan sesuatu. Mengetahui hal itu, Andi Darussalam sesekali tertawa&lt;br /&gt;ngakak.&lt;br /&gt;Meski demikian, Surtato dan Yuli sama sekali tidak terpengaruh. Keduanya tetap&lt;br /&gt;nerocos menceritakan pengalamannya. Menurut Surtato, para suporter Arema itu&lt;br /&gt;mendanai sepenuhnya biaya yang harus mereka keluarkan. Awalnya, tidak sedikit&lt;br /&gt;mereka merogoh kocek, yakni sekitar Rp 200 ribu. ''Itu untuk membeli&lt;br /&gt;perlengkapan-perlengkapan yang dibutuhkan, seperti kostum, bendera, syal, tutup&lt;br /&gt;kepala, dan lain-lain,'' ungkap pria bertato di lengan kirinya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya sebesar itu mereka keluarkan dengan sukarela. ''Semua itu kami lakukan&lt;br /&gt;dengan senang hati karena kami mencintai tim kami,'' kata Yuli yang berambut&lt;br /&gt;gondrong itu. Begitu cintanya, para suporter --yang, kata Surtato, kebanyakannya&lt;br /&gt;orang kere itu-- harus menabung dulu untuk mendapat selembar tiket. ''Biasanya 6&lt;br /&gt;hari sebelumnya pertandingan, mereka nabung seribu tiap hari,'' ungkap Surtato.&lt;br /&gt;Lalu, apa rahasianya hingga kericuhan bisa ditekan? ''Setiap kampung Aremania,&lt;br /&gt;ada korwil (koordinator wilayah, Red.)-nya. Korwil itulah yang memimpin&lt;br /&gt;anggota-anggotanya. Setiap korwil itu bebas berkreasi menentukan seragamnya.&lt;br /&gt;Karena itu, di kalangan Aremania ada bermacam-macam kostum suporter,'' jelas&lt;br /&gt;Surtato. Yang pasti, mereka dituntut untuk tidak membikin keonaran. ''Itulah&lt;br /&gt;yang membedakan mana suporter kami dan mana yang bukan.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surtato dan Yuli boleh saja merasa bangga didaulat menjadi ''juru penerang''&lt;br /&gt;soal suporter bola. Pasalnya, Ketua Umum PSSI, Agum Gumelar -yang oleh Surtato&lt;br /&gt;kemarin diberi kenang-kenangan berupa syal Arema, melontarkan pujiannya, ''Saya&lt;br /&gt;berharap, itu (suporter Arema, Red.) bisa dijadikan contoh di daerah-daerah&lt;br /&gt;lain.'' Satu hal yang kini diidamkan Surtato dan Yuli adalah ''bos'' PSSI itu&lt;br /&gt;berkenan melihat kebolehan atraksi Aremania di Stadion Gajayana.&lt;br /&gt;===================================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 08/04/2001 - 00:59 WIB&lt;br /&gt;* Teladan dari Legiun Asing Baru Arema&lt;br /&gt;Tak Begadang, Tak Tuntut Rumah-Mobil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim Singo Edan menambah kegarangannya dengan dua legiun asing; Bamidele "Bobby" Frank Bob Manuel dari Nigeria serta Han Yong Kuk dari Korsel. Dari tiga kali uji coba di Stadion Gajayana, mereka sudah menunjukkan kualitas yang tidak mengecewakan. Padahal, semula banyak dikritik. Apa resepnya serta bagaimana keseharian mereka sehingga cukup cepat beradaptasi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENEMUKAN segunduk emas? Barangkali terlalu berlebihan apabila Han Yong Kuk dan Bobby diibaratkan dengan gundukan emas itu. Sebab, Arema toh belum punya kesempatan membuktikan kontribusi dua legiun asingnya itu dalam ketatnya kompetisi resmi. Bukankah kedua pemain itu didatangkan untuk bisa memenangkan pertandingan Arema?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, harapan meraih gundukan emas itu bukanlah hal mustahil. Itu bila melihat kualiatas permainan Bobby dan Han selama uji coba. Fisiknya cukup prima. Bahkan, sikap dan perilakunya bisa jadi teladan bagi pemain lokal dan asing yang sudah lebih dahulu dan cukup lama merumput di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya juga tidak terlalu banyak menuntut, misalnya, rumah kontrakan khusus yang terpisah dari mes pemain lokal atau mobil pribadi. Sepanjang hari, kedua pemain itu tinggal di Mes Arema di Puncak Dieng. Berbaur dengan sesama pemain Arema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran dua pemain impor di mes itu ternyata membawa berkah tersendiri bagi pengurus. Sebab, apa yang mereka kerjakan bisa jadi teladan pemain lain. Misalnya, soal kedisiplinan maupun sikap profesionalnya. "I want to stay in Arema base camp (Saya ingin tinggal saja di markas Arema)," kata Bobby saat kali pertama tiba di Malang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah bisa dipungkiri, kehadiran Han dan Bobby benar-benar membuat suasana mes sedikit marak. Meski mereka masih terkendala komunikasi, tapi dari sikap maupun perilakunya, kedua pemain asing ini sudah jelas bisa memberi contoh bersikap profesional dan disiplin. Tidak ada sedikit pun waktu luang yang tak dipakai berlatih, meski sebatas latihan ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap malam, saat pemain lain masih begadang atau ngobrol di kamar temannya, Bobby dan Han pilih masuk kamar dan tidur. Kedua pemain ini memang tidur paling awal dibandingkan penghuni mes lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, mereka bangun juga lebih awal, lantas lari pagi. "Keduanya memang nggak pernah tidur di atas pk. 22.00," kata Iwan Budianto, Ketua Umum Arema yang sering memantau perkembangan dua pemain asingnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana makannya? Tak merepotkan. Apa yang tersaji, itu yang mereka santap. Tak pernah sekali pun mereka menuntut menu yang aneh-aneh. Memang, dengan hadirnya Han dan Bobby, juru masak Arema punya tugas tambahan. Yakni, menjelaskan bumbu dan bahan apa yang dipakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau toh ingin menambah suplemen (pelengkap), keduanya --terutama Han-- sudah membawa sendiri dari negara asalnya. Han rupanya sadar betul bahwa pada usianya yang terbilang senja untuk ukuran pemain bola, 36 tahun, dia harus disiplin menjaga kebugaran tubuhnya. Empat kali seminggu, Han selalu menyempatkan diri berlatih di fitness centre. Itu pula yang membuat&lt;br /&gt;penampilan Han selalu konstan meski dipasang selama 2 x 45 menit. Kebiasaan ini juga sering dilakukan Bobby.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski belum pernah mengunjungi fitness centre di Malang, namun Bobby tak pernah meluangkan waktu untuk berhenti berlatih. "Mereka bisa jadi contoh teman-teman. Terutama soal kedisiplinan dan manajemen waktu. Kalau ingin profesional, kita nggak perlu malu meniru mereka," kata Putu Gede, kapten tim Arema yang sesekali juga sering tinggal di mes. (baskoro/jpnn)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-5033745928660214251?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/5033745928660214251/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=5033745928660214251' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/5033745928660214251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/5033745928660214251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/07/serba-serbi-arema3.html' title='Serba Serbi Arema(3)'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-6535209845474348176</id><published>2011-07-14T10:42:00.007+07:00</published><updated>2011-07-14T13:16:04.465+07:00</updated><title type='text'>Serba Serbi Arema(2)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Website Aremania&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum lahirnya aremaniacyber.com(situs Aremania di dunia maya) terdapat beberapa situs unofficial Aremania yang eksis diantaranya www.malangonline.com yang menyajikan berbagai liputan tentang Aremania, kolom Sam Harie Pandiono, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu terdapat beberapa situs lain seperti aremania.cjb.net, www.aremaniaonline.com dan &lt;a href="http://www.aremantb.8mg.com/"&gt;www.aremantb.8mg.com&lt;/a&gt; (situs Aremania korwil Nusa Tenggara Barat)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-6535209845474348176?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/6535209845474348176/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=6535209845474348176' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/6535209845474348176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/6535209845474348176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/07/serba-serbi-arema2.html' title='Serba Serbi Arema(2)'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-4132907283811863572</id><published>2011-07-14T09:16:00.006+07:00</published><updated>2011-07-14T13:07:07.609+07:00</updated><title type='text'>Serba Serbi Arema</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rekor MURI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aremania pernah mencatatkan diri di Museum Rekor Indonesia(MURI) di tahun 2005. Lewat program yang digelar oleh salah satu sponsor Arema, PT Excelcommindo Pratama(sekarang PT XL Axiata) melakukan cap jempol suporter diatas kain terbanyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 33ribu Aremania membubuhkan cap jempol hanya dalam waktu sekitar 2 jam! Acara tersebut digelar bertepatan dengan laga Arema vs Persija pada tanggal 13 Juli 2005 yang berakhir dengan skor 1-0 lewat gol Emaleu Serge.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-AP6JIyfLibI/Th5d_GxeIuI/AAAAAAAAAmQ/K2birlOdDb8/s1600/DSC02406.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-AP6JIyfLibI/Th5d_GxeIuI/AAAAAAAAAmQ/K2birlOdDb8/s400/DSC02406.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5629039922990949090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Skrinsut tampilan di buku rekor MURI(maaf kalau gambar kurang jelas hehehehe)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-4132907283811863572?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/4132907283811863572/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=4132907283811863572' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/4132907283811863572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/4132907283811863572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/07/serba-serbi-aremaaremania.html' title='Serba Serbi Arema'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-AP6JIyfLibI/Th5d_GxeIuI/AAAAAAAAAmQ/K2birlOdDb8/s72-c/DSC02406.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-8568472583190316704</id><published>2011-07-13T18:42:00.007+07:00</published><updated>2011-07-18T17:36:34.632+07:00</updated><title type='text'>Sponsor Masih Menunggu</title><content type='html'>Musim lalu, Arema mendapatkan banyak sponsor untuk mendukung perjalanan klun. Varuasi nilainya pun bermacam-macam mulai dari yang bernilai jutaan hingga beberapa miliar rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan sponsor tersebut mampu menunjang pemasukan klub. Disaat pendapatan dari sektor lain seperti tiket penonton dan merchandise mengalami penurunan, dengan bantuan sponsor, Arema berusaha survive meski dililit krisis finansial sepanjang musim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa sponsor utama Arema seperti Ijen Nirwana Residence, Honda, Axis dan Surabaya Post kabarnya mengucurkan dana sekitar 8,5Miliar rupiah musim ini. Jumlah sponsor yang didapat Arema masih ditambah lagi dengan sponsor lain yang tidak membranding dengan uang misalnya Universitas Merdeka Malang(mess pemain), PO Zena(bus tim) hingga salah satu anak perusahaan Group Berca(Fasilitas internet di stadion).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika diuangkan, besarnya sponsor Arema dapat mencapai sekitar 9Miliar rupiah. Ini belum termasuk pemasukan yang didapat dari RBT, share hak siar dan sponsorship dengan PT Liga Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan jumlah pemasukan yang besar ditambah sumber pemasukan lain seperti tiket, merchandise, dll  seharusnya Arema mampu menghidupi klub untuk beberapa bulan gaji pemain/pelatih ditambah Down Payment 25% untuk pembayaran kontrak pemain dan pelatih tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, akibat pengelolaan klub yang buruk, komplet dengan krisis manajerial yang melibatkan beberapa kubu dan saling berperang, stabilitas klub Arema menjadi pihak yang dikorbankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilamana harus dilakukan auditpun, tidak terhitung sekian pelanggaran administrasi yang terdapat didalam neraca pembukuan keuangan klub berjuluk Singo Edan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PR yang teramat besar tersebut menjadi beban tersendiri bagi Arema jika permasalahan tersebut tidak teratasi secara dini. Terlebih bagi upaya Arema untuk mengikuti kompetisi musim depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan status sebagai runner up ISL 2010/2011 Arema mendapatkan kesempatan untuk berlaga di kompetisi Asia musim depan. Hal ini masih ditambah lagi dengan keikutsertaan Arema di ISL yang rencananya akan dimulai di bulan Oktober 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan jumlah kompetisi yang diikuti semakin banyak, otomatis dibutuhkan stabilitas klub yang prima. Stabilitas tersebut didapatkan dengan 'bantuan' dari suporter(tiket, merchandise, dsb) hingga sponsor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa sponsor Arema masih berminat untuk melanjutkan kerjasama diantaranya Universitas Merdeka yang menyediakan mess bagi pemain dan salah satu anak perusahaan Berca Group yang menyediakan fasilitas internet di Stadion Kanjuruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu sumber yang saya temui menceritakan bahwa musim lalu sambungan internet di Stadion Kanjuruhan untuk pertandingan di tingkatan ISL saja mencapai 3Mbps/3Mbps, dedicated service, dan sharing 1:1(istilah yang dipakai didalam dunia internet bahwa kecepatan koneksi tersebut hanya terbagi kedalam sekian pelanggan, artinya untuk koneksi 1:1 berarti kecepatan koneksi yang diminta tersebut &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pure&lt;/span&gt; untuk satu pelanggan tersebut. Istilah lainnya 1:2 untuk terbagi kedalam dua pelanggan, 1:3 dan seterusnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih menurut sumber informasi tadi, untuk sekelas kompetisi Asia, kecepatan koneksi dinaikkan menjadi 4Mbps simetris baik untuk kecepatan download/upload dan sambungan ke internasional dan domestik dengan sharing 1:1 pula(ditempat saya bekerja harga koneksi 3Mbps simetris 1:1 bisa mencapai sekitar 20juta perbulan atau hampir 250juta rupiah setiap tahun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun menurut sumber tersebut, secara teknis kerjasama sponsorship dengan Arema berakhir sejalan dengan berakhirnya kompetisi musim ini. Pihaknya berminat untuk memperpanjang sponsorship dengan Arema, namun sayangnya sampai dengan sekarang ini belum ada sambutan dari pihak klub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang beralih kepada manajemen Arema, masihkah pertikaian yang tidak produktif ini dipelihara? Bukankah Kongres PSSI sudah selesai dan Ir Lucky Acub Zaenal(pendiri klub Arema) dan Aremania sudah memberikan syarat mudah bagi siapapun yang ingin mengelola Arema?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-8568472583190316704?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/8568472583190316704/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=8568472583190316704' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/8568472583190316704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/8568472583190316704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/07/sponsor-masih-menunggu.html' title='Sponsor Masih Menunggu'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-2581048594473125260</id><published>2011-07-02T10:42:00.011+07:00</published><updated>2011-07-06T07:58:14.896+07:00</updated><title type='text'>Merger LPI + ISL = YES/NO?</title><content type='html'>Akhir-akhir ini perbincangan seputar sepakbola Indonesia bukan lagi mengerucut pada seputar Kongres PSSI yang akan dihelat seminggu lagi. Obrolan yang mengemuka di media semakin melebar, mulai dari calon PSSI-1 hingga seputar nasib Liga Primer Indonesia(LPI) yang semakin tidak jelas dengan dihentikannya kompetisi sampai beberapa bulan kedepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekanan yang mendera kubu LPI tidak berhenti sampai disitu, salah satu pasangan gacoannya George Toisutta dan Arifin Panigoro dilarang mengikuti Kongres sebagai Calon Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum PSSI 2011-2015. Alasan utamanya karena terkait dengan penyelenggaraan LPI yang masih ilegal dan belum mendapatkan legalitas baik di tingkat induk organisasi sepakbola Indonesia(PSSI), AFC hingga FIFA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga gosip yang mengatakan jika GT dan AP terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua PSSI maka skenario untuk memuluskan jalan bagi LPI agar mendapat legalisasi dari otoritas sepakbola terkait bisa direalisasikan, tidak hanya sekedar diakui atau mendapat pilihan sulit, dibubarkan seperti yang terdapat dalam rekomendasi FIFA sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah jalan GT dan AP menuju singgasana PSSI-1 semakin sulit, kini muncul wacana baru tentang penggabungan liga antara LPI dengan ISL. Penggabungan ini menuai banyak polemik dan melahirkan kontradiksi disana-sini. Banyak sekali publik yang menilai langkah itu sulit untuk diwujudkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas adanya issue tentang permasalahan internal di kubu Kelompok 78 yang sebelumnya getol memberikan dukungan kepada AP dan GT, wacana penggabungan liga atau malah merger antara klub LPI dan ISL terlalu prematur. Betapa sang pencetus wacana terburu-buru melemparkan bola panas tanpa memberikan kesempatan kepada klub-klub untuk berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya bukan karena issue APBD(sebagian besar klub ISL didanai oleh kucuran APBD) didalamnya sehingga merger antara kedua klub/liga dipandang sebagai hal yang wajar. Jika hal ini yang menjadi alasan utama maka bolehlah saya menyampaikan pertanyaan bagaimana dengan sebagian besar klub LPI yang hidup dengan mengandalkan bantuan konsorsium dan belum ada yang berstatus mandiri 100%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari wacana yang beredar, merger dipandang sebagai solusi untuk meredakan segala konflik di sepakbola Indonesia, terutama setelah berdirinya LPI. Namun, disisi lain ada banyak polemik, mudharat ataupun kerugian yang bisa ditelaah jika merger tersebut dilaksanakan, baik untuk merger antara klub LPI dengan ISL atau merger yang melibatkan liga/kompetisinya, antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Legalitas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hal ini yang menjadi dasar bagi realisasi wacana merger tersebut. Legalitas tidak hanya menyangkut status LPI yang masih belum legal menurut FIFA ataupun PSSI(Jika sudah legal tentunya dapat dibuktikan dengan adanya selembar surat berupa Surat Keputusan yang sah, bukan?) tetapi juga dasar dilakukannya merger tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa point yang dapat ditelaah dari asas legalitas tersebut diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;a.&lt;/span&gt; Negara mana yang telah berhasil menggabungkan dua kompetisi yang sebelumnya berbeda otorisasi dan pengelolaannya, dimana salah satu diantara dua kompetisi tersebut merupakan kompetisi yang dipandang ilegal oleh FIFA(belum memiliki legalitas dari otoritas sepakbola baik regional maupun internasional).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;b.&lt;/span&gt; Apa dasar hukum ide merger tersebut, dan aturan mana yang akan dijalankan untuk melegalkan proyek merger tersebut?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;c.&lt;/span&gt; Siapakah pemilik dari masing-masing klub-klub sepakbola yang ikut LPI? Bagaimana konsep kepemilikan klub-klub tersebut? apakah dimiliki pribadi, swasta atau dimiliki oleh konsorsium pengelola LPI?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;d.&lt;/span&gt; Bandingkan dengan pemilik dari masing-masing klub sepakbola yang mengikuti ISL, perhatikan konsep kepemilikan klub-klub tersebut dan atas dasar persamaan apa klub/kompetisi ISL bisa dimerger dengan klub/kompetisi LPI?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;e.&lt;/span&gt; Apakah adil jika belasan klub LPI yang tergolong baru tiba-tiba langsung mengikuti kasta teratas di kompetisi PSSI tanpa melewati perjuangan dari divisi-divisi dibawahnya seperti yang dilakukan oleh ratusan klub Divisi III hingga Divisi Utama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Unsur Teknis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Unsur ini merupakan kelanjutan dari rangkaian segudang polemik yang terjadi terkait ide merger yang melibatkan ISL dan LPI, diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;a.&lt;/span&gt; Konsep seperti apa yang hendak dijalankan ketika dua klub/kompetisi yang berbeda otorisasi dan pengelolaannya disatukan? Siapa pula yang berhak menjadi mediator dari ide merger tersebut dan apakah sudah memenuhi syarat dan kriteria hukum menurut otoritas tertinggi sepakbola di tingkat regional maupun internasional?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;b.&lt;/span&gt; Bagaimana dengan pertanggungjawaban pengelolaan kompetisi LPI yang belum selesai 1 musim, terkait dengan hak klub(penentuan juara, hadiah, share sponsorship, dll) dan apa keuntungan yang didapat oleh klub-klub ISL jika merger itu dilakukan?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;c. &lt;/span&gt;Terkait dengan point &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.b.&lt;/span&gt; jika wacana merger itu direalisasikan apakah adil jika klub-klub ISL yang selama ini mendapat kucuran hibah APBD dilarang mendapatkan dana APBD, sementara klub-klub di LPI mendapat kucuran dana dari 'konsorsium', entah yang sifatnya bantuan cuma-cuma(hibah) atau hutang piutang/ Jika kucuran dana dari konsorsium itu bersifat hibah cuma-cuma, adakah pelajaran tentang profesionalisme dan kemandirian klub dalam hal ini?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;d.&lt;/span&gt; Jika merger itu adalah merger antara kompetisi maka akan ada penggabungan antara 18 klub ISL dan 19 klub LPI sehingga menjadi 37 klub. Sejak era berdirinya liga Indonesia jumlah 37 klub ini bakal jadi sejarah dimana kasta tertinggi kompetisi Indonesia diikuti oleh puluhan klub. Pertanyaannya, bagaimana cara memutar kompetisi dengan peserta sebanyak itu?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;e. &lt;/span&gt;Terkait point &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.d&lt;/span&gt;, jika pada akhirnya kompetisi dibagi dalam dua wilayah, atas dasar(legalitas dan sudut pandang teknis) yang bagaimana ke-37 klub tersebut terbagi 2.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;f.&lt;/span&gt; Pada akhirnya bagaimana penentuan hadiah dan jatah ke kompetisi antar klub ditingkat regional?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;g.&lt;/span&gt; Terkait keberadaan dua kompetisi yang disatukan tersebut, siapakah yang berhak menjadi pengelola kompetisi dan memiliki otorisasi penuh terkait pelaksanaan kompetisi tersebut. Selama ini kompetisi ISL dibawah naungan PT Liga Indonesia(sebelumnya BLI), bagaimana yang terjadi jika dua kompetisi tersebut disatukan?&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Efek Domino&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tidak dapat dipungkiri 'pemaksaan' akan lahirnya merger antara klub LPI dan ISL tentunya akan menghadirkan efek domino yang besar dari kedua sisi. Diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;a.&lt;/span&gt; Membludaknya jumlah pemain di kasta tertinggi yang mengakibatkan adanya kesenjangan kualitas pemain maupun klub.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;b.&lt;/span&gt; Perebutan pengaruh terhadap satu atau dua klub. Terutama kondisi yang terjadi di Jakarta dimana terdapat klub seperti Persija yang memiliki basis massa terbanyak di Jakarta dan mengikuti kompetisi ISL, dan disisi lain terdapat Batavia Union dan Jakarta FC yang baru meretas jalan mengikuti kompetisi LPI dan masih berupaya untuk membangun basis massa sendiri.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;c.&lt;/span&gt; Penentuan jatah promosi dan degradasi, apakah harus mengulang kondisi de ja vu pada kompetisi Liga Indonesia 2005-2008 dimana setiap musimnya terdapat promosi dan 'degradasi' masal?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;d.&lt;/span&gt; Bertambahnya ongkos klub dan ancaman molornya jadwal kompetisi, dimana setelah mengarungi kompetisi di grupnya masing-masing masih harus ditambah dengan mengikuti babak knock out. Hampir sama dengan kondisi yang terjadi di Liga Indonesia 2007/2008 dimana terdapat 36 klub partisipan dan kompetisi yang baru selesai sekitar setahun dari pertandingan pembuka kompetisi, hingga terpilihnya 8 kontestan yang mengikuti babak 8 besar dan rangkaian pertandingan semifinal dan final Liga Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;e.&lt;/span&gt; Rebutan lahan sponsorship antar klub. Dengan sedikitnya klub yang mendapatkan sponsor eksklusif tersendiri(terutama untuk belasan klub LPI) dapat diperkirakan bahwa selain kekurang mampuan klub untuk menjual brandingnya di mata sponsor juga terkait 'terbatasnya' lahan sponsor yang bersedia menyeponsori klub sepakbola disamping harus bersaing pula dengan cabang olahraga lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Cita-cita dan Konsep LPI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di awal penyelenggaraanya LPI memiliki segudang konsep yang bagus dan menjadi tantangan tersendiri untuk direalisasikan. Tidak heran jika pada akhirnya konsorsium LPI harus membayar orang-orang terbaik untuk mewujudkan LPI sebagai liga yang profesional dan sesuai dengan konsep yang telah dicanangkan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa konsep tersebut masih belum selesai untuk direalisasikan dan ada pula yang masih dalam tahap memulai, diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;a.&lt;/span&gt; Legalitas dibawah payung PSSI, dan berafiliasi dengan AFC dan FIFA, sudahkah dipenuhi legalitasnya dengan lahirnya sebuah pengakuan berupa surat keputusan ataupun akta yang sah menurut hukum di dunia sepakbola?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;b.&lt;/span&gt; Struktur saham klub, pembagian sponsorship utama dan hak siar kompetisi sebanyak 100 persen, apakah sudah dipenuhi?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;c.&lt;/span&gt; Sharing keuntungan kompetisi sebanyak 80 persen? Tidakkah para klub LPI mengejar hal ini dibandingkan harus melakukan merger dengan klub ISL. Tanpa merger besaran 80 persen ini tinggal dibagikan kepada 19 klub peserta LPI, namun jika merger dengan klub ISL dan mengadopsi konsep serupa maka sharing keuntungan tersebut dapat berkurang karena harus terbagi kepada 37 klub peserta kompetisi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;d.&lt;/span&gt; Sumber dana klub sebesar 15-20 Miliar per klub, apakah sudah diberikan semuanya kepada klub dan sudah digunakan sebaik-baiknya oleh klub yang bersangkutan?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;e.&lt;/span&gt; Hadiah kompetisi sebesar 5Miliar, jika wacana merger itu direalisasikan dengan segera bagaimana dengan peluang klub LPI untuk menyelesaikan kompetisi dan menentukan pemenangnya yang berhak mendapatkan hadiah sebesar 5 Miliar rupiah tersebut?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;f.&lt;/span&gt; Bagaimana dengan planning agar klub LPI bisa meraih untung dalam waktu 3-5 tahun dan selanjutnya go public?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah Anda(stakeholder LPI) merasa sayang jika konsep diatas akhirnya menguap karena MERGER dengan kompetisi lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berbagai point polemik diatas apakah wacana merger tersebut layak untuk dilaksanakan? Terserah bagaimana nawak-nawak menanggapinya, menurut saya merger antara kompetisi ISL dan LPI sangat terburu-buru jika harus direalisasikan dalam tahun ini. Sebelum hal tersebut diwujudkan dibutuhkan telaah terlebih dahulu baik menyangkut urusan teknis maupun nonteknis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua point yang menyangkut wacana merger dapat dipelajari terlebih dahulu dan tidak asal gegabah mewujudkan merger hanya karena alasan satu atau dua hal yang belum pernah dikaji sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sebaliknya, andaikata toh ide itu harus direalisasikan, seyogyanya sebelum hal tersebut terjadi tentunya libatkanlah semua stakeholder sepakbola Indonesia dan lakukan musyawarah yang melibatkan semua komponen tersebut hingga didapatkan suatu keputusan mufakat yang diterima oleh berbagai pihak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-2581048594473125260?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/2581048594473125260/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=2581048594473125260' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/2581048594473125260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/2581048594473125260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/07/merger-lpi-isl-yesno.html' title='Merger LPI + ISL = YES/NO?'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-4536483217842767592</id><published>2011-06-24T19:32:00.024+07:00</published><updated>2011-06-28T19:51:55.881+07:00</updated><title type='text'>Kiprah Aremania dari Dunia Maya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-ENWEpPYmDbk/Tgi1wDuhQ4I/AAAAAAAAAl0/aLkgNRy1Tgo/s1600/aremaniacyber.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-ywlI-u55_dI/Tgi1Q-Y1uBI/AAAAAAAAAls/sxzfW2IYwDk/s1600/header.gif"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Aremania Cyber, Berawal dari Mailing List(Milis)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada banyak website, blog dan beragam social media berisi Arema dan Aremania yang eksis saat ini. Masing-masing situs memiliki konten yang beragam, dan seringkali melengkapi satu sama lain.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Situs-situs tersebut memiliki fungsi dan manfaat yang banyak. Selain digunakan untuk menyebarkan informasi kepada semua penggemar Arema atau yang biasa disebut Aremania, juga bermanfaat sebagai tempat berkumpulnya Aremania di dunia maya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Intinya mereka tidak hanya dikumpulkan didalam stadion ketika Arema bertanding di stadion, namun di dunia maya inilah tempat mereka berinteraksi dan saling bertukar informasi, baik tentang Arema, Aremania atau hal-hal yang bersifat umum diluar sepakbola.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bertebarnya situs-situs yang memuat content tentang Arema dan Aremania tersebut memberi manfaat yang sinergi bagi pengembangan citra keduanya di dunia maya. Dengan pertumbuhan jumlah pengguna internet yang cukup pesat, semakin bertambah pula kesempatan untuk memperluas jaringan suporter dan penggemar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tidak bisa dipungkiri bahwa dibalik menjamurnya situs tentang Arema dan Aremania tentunya ada yang mengawali dan menjadi pionir. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Momen itu akhirnya dirangkai di tahun 1998 ketika sekelompok nawak Aremania Jakarta yang dikoordinir oleh Sam Harie Pandiono, Sam Moel Anka, dan rekan-rekan lainnya membuat homepage pertama dengan alamat http://thor.prohosting.com/~arema/mania. Homepage ini memuat kegiatan Aremania Jakarta yang terangkum dalam buletin Aremania Jakarta dan terbit setiap bulannya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Berbagai buletin tersebut memuat berita baik perjalanan tour Aremania di tahun 1998-1999 juga berbagai aksi Aremania yang dikomandoi Sam Harie Pandiono untuk menghidupi Arema. Salah satu aksi diantaranya adalah menemui para sesepuh asal Malang yang sukses merantau di ibukota, diantaranya Hayono Isman(Menpora di era Presiden Soeharto), Soedomo, dll.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tonggak sejarah Aremania di dunia maya akhir terjadi beberapa bulan kemudian ketika mailing list pertama Aremania arema-l@yahoogroups.com berdiri dan memulai dunia milis Aremania pada tanggal 6 Juni 1998. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sejak awal berdirinya milis arema-l tidaklah seramai seperti sekarang ini. Maklum di Indonesia waktu itu pertumbuhan jaringan internet tidaklah sepesat sekarang. Namun akhirnya usaha Sam Pataka, Sam Danie, dkk tidaklah berakhir sia-sia. 1-2 tahun kemudian milis arema-l terus membumi dan melahirkan sebuah website fenomenal karya Aremania dengan alamat http://aremaniacyber.com.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Website tersebut mulai dirintis sejak tahun 2010, dan sempat dilaunching beberapa bulan berikutnya dan mendapat sambutan berupa wawancara televisi(RCTI) ketika jeda siaran langsung pertandingan Arema melawan PSM Makassar di Stadion Gajayana pada tahun 2001. Di beberapa pertandingan terakhir Liga Indonesia 2001, A-Board yang bertuliskan aremaniacyber.com selalu menghiasi deretan A-Board sebelah timur lapangan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-ENWEpPYmDbk/Tgi1wDuhQ4I/AAAAAAAAAl0/aLkgNRy1Tgo/s1600/aremaniacyber.jpg"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-ENWEpPYmDbk/Tgi1wDuhQ4I/AAAAAAAAAl0/aLkgNRy1Tgo/s400/aremaniacyber.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5622943972010836866" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 398px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-size:78%;color:#000099;"&gt;Tampilan website www.aremaniacyber.com di tahun 2002&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aremaniacyber.com terlahir dari bentuk nyata fanatisme, kekompakan, dan kerja nyata para anggota milis arema-l@yahoogroups.com. Beberapa perintisnya adalah Sam Harie Pandiono, Sam Andi Antono,S am Onot (WM), Sam Pataka (Tekeq), Sam Yusuf Amalazi, Sam Zaldy Roesandiar, Sam Jeffrey. Terpilih Sam Idoer Permadi sebagai humas aremaniacyber.com dan dibulan Juli 2001 termasuk dalam satu diantara dua perwakilan Aremania yang menjadi bagian dari berdirinya ASSI(Asosiasi Suporter Sepakbola Indonesia).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aremaniacyber.com seringkali melakukan liputan eksklusif dan up to date. Beberapa peristiwa yang melibatkan Arema dan Aremania tersaji di website. Hampir tidak lupa ketika terdapat issue yang menyudutkan Arema ataupun Aremania website aremaniacyber.com selalu menjadi corong terdepan pemberitaan di dunia maya dan menyajikan counter positif berupa berita yang obyektif dan tidak memihak.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sayang, aremaniacyber.com tidak bertahan lama. Akhir tahun 2004 aremaniacyber.com mati suri dan dalam beberapa bulan kemudian mengalami kevakuman. Kesibukan anggotanya menjadi alasan utama dimana seluruh crew aremaniacyber.com ketika itu merupakan Aremania yang telah bekerja diberbagai tempat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kevakuman website aremaniacyber.com sempat berlangsung lama. Sekitar bulan Maret 2006 lahir website yang bercita rasa Aremania beralamat di www.satujiwa.net. Website tersebut masih dimotori oleh beberapa eks personel aremaniacyber.com seperti Sam Zaldy dan Sam Onot ditambah beberapa kontributor tambahan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sama seperti aremaniacyber.com, seluruh redaksi dan kontributor www.satujiwa.net juga aktif di milis arema-l@yahoogroups.com. Website ini memiliki jargon 'media aspirasi dari Aremania untuk semua'.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Namun, format contentnya berbeda dengan pendahulunya. Jika aremaniacyber.com menyajikan variasi content mulai dari berita, galeri, informasi tim, dsb maka www.satujiwa.net banyak berisikan pendapat, ide atau segala pemikiran dari Aremania yang berkaitan dengan sepakbola. Mayoritas diantaranya berkutat di seputar Arema dan Aremania.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;www.satujiwa.net juga menyajikan sesuatu yang baru dibandingkan berbagai website suporter Indonesia ketika itu diantaranya penerbitan buletin bertajuk 'Buletin Satujiwa' secara berkala. Sejak tahun 2006 hingga vakumnya website www.satujiwa.net pada pertengahan tahun 2009 total telah diterbitkan 18 edisi buletin berformat pdf.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238);"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-ywlI-u55_dI/Tgi1Q-Y1uBI/AAAAAAAAAls/sxzfW2IYwDk/s400/header.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5622943438001780754" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 60px;" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-size:78%;color:#0000ee;"&gt;Header website www.satujiwa.net di tahun 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-size:78%;color:#0000ee;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Buletin tersebut menyajikan berbagai macam content, mulai dari editorial, essay dan opini, berita, galeri dan berbagai liputan yang berkaitan dengan kegiatan Arema dan Aremania.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Diluar beberapa website diatas masih terdapat beberapa website lain yang terbit bersamaan atau setelah berakhirnya masa edar website diatas. Terkadang juga website tersebut meski memakai nama 'Arema' maupun 'Aremania' sebagian besar contentnya tidak berkaitan dengan Arema dan Aremania. Atau dalam arti lain content website lebih bersifat heterogen.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Beberapa website tersebut diantaranya www.aremania.web.id, www.malang.net, arekngalam.net, dll. Ditahun-tahun berikutnya bertambah pula website yang bertema Arema dan Aremania diantaranya ongisnade.net(2008) kemudian berganti menjadi ongisnade.co.id(2011), aremasenayan.com, wearemania.net(2010), aremania.com, malangsoccernews.com, dll.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Untuk mailing list(milis) sendiri setelah lahirnya milis arema-l juga diikuti beberapa milis lainnya seperti arema@yahoogroups.com(2003) yang digawangi oleh Sam Rachmad Hidayat, satujiwa@googlegroups.com(2006) yang dikomandoi Sam Zaldy. Ketiga milis tersebut masih aktif sampai dengan saat ini. Sejak era Bentoel hingga sekarang ini manajemen Arema sering memantau jalan diskusi milis dan beberapa kali muncul di permukaan untuk ikut berposting.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Jejak Aremania di Forum-Forum Internet&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada banyak sekali website-website yang dilengkapi forum sebagai sarana untuk berdiskusi. Forum tersebut memiliki banyak kegunaan. Selain untuk berinteraksi dengan user internet lain, juga menambah informasi bagi penggunanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Suporter juga merupakan makhluk sosial. Merekapun butuh bersosialisasi dengan suporter lain. Jika didunia nyata mereka biasa melakukannya dengan bertatap muka, maka di dunia maya mereka bisa melakukannya dalam berbagai hal, forum salah satunya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Beberapa forum rujukan yang biasa digunakan untuk berdiskusi diantaranya forum bentoel-arema.com, ongisnade.friendhood.net, dan aremaisme.net. Umumnya pembahasan di forum tersebut sebagian besar mengarah tentang Arema dan Aremania, sebagian besar membernya pula adalah Aremania ataupun penggemar klub Arema.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bentoel-arema.com mengawali sebuah forum yang khusus digunakan sebagai tempat bersosialisasi Aremania. Lahir di tahun 2006 tampilan website bentoel-arema.com yang serba biru sangat klop dengan identitas yang dibawanya. Sayang, karena kurang promosi atau sebab lainnya forum ini secara perlahan mulai ditinggal membernya hingga munculnya beberapa wadah forum Aremania lainnya seperti ongisnade.friendhood.net, maupun aremaisme.net.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Keduanya memiliki ciri khas dengan desain buatan Aremania sendiri dan manfaat sebagai tempat berinteraksinya para Aremania di dunia maya. Dengan tampilan yang elegan bercita rasa Aremania, forum tersebut menarik untuk dikunjungi. Aremania yang menjadi membernya dapat berinteraksi dengan melakukan posting baik berupa text, graphic(image) maupun tampilan video.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di lain pihak juga terdapat beberapa forum baik yang khusus membahas sepakbola ataupun umum namun terdapat banyak Aremania yang bergabung didalamnya. Beberapa diantaranya ligaindonesia.com/forums(2005), fansbola.com(2002), detikforum, kaskus(Aremania Kaskus), dsb. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Diantara beberapa forum online tersebut ligaindonesia.com menjadi rujukan utamanya. Website yang dibuat oleh salah satu member Slemaniacyber, Ferry Wiharsasto di pertengahan tahun 2005 ini tidak hanya dipadati oleh Aremania, namun juga beberapa kelompok suporter lain seperti Bonek, Bobotoh, Pasoepati, dll. Tercatat di tahun 2007 masa puncak kunjungan website tersebut terdapat puluhan subforum yang masing-masing diisi oleh kelompok suporter sebagai markasnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Karena namanya ligaindonesia.com maka content berita dan forumnya pun sebagian besar didominasi oleh klub ataupun suporter sepakbola Indonesia. Nyaris pada saat itu ligaindonesia.com benar-benar dijadikan sebagai pusat pertemuan suporter di dunia maya. Tidak banyak wadah yang menyatukan berbagai kelompok suporter di satu tempat ketika itu. Sekarang segalanya seakan dibuat lebih mudah dengan munculnya berbagai social media lain seperti facebook, twitter, dll.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Aremania dan Blog&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Blog kadangkala disebut sebagai bagian dari sebuah website. Blog seringkali menyajikan opini, pandangan, komentar baik berupa tulisan, gambar maupun video.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aremania pun tidak ingin ketinggalan dalam membuat blog. Berbagai blog berhasil dibuat di berbagai domain/server. Tidak ketinggalan pula genre/tipe blog yang diciptakan tersebut dapat berupa personal blog, ataupun blog yang terorganisir(memiliki identitas korwil/kelompok).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Beberapa blog yang ditemukan didunia maya pada pertengahan tahun 2000an sangat banyak. Beberapa blog yang menjadi jujugan diantaranya satujiwa.multiply.com yang menampilkan berbagai berita, foto, ataupun video. Blog ini mulai aktif di tahun 2007 ketika Arema melangkah ke Liga Champions Asia namun saat ini blog tersebut sudah mulai jarang update lagi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Blog lain yang berkutat pada pembahasan Arema dan Aremania dapat ditemukan di internet seperti ongisnade.wordpress.com yang beberapa kali menjadi semacam 'backup' dari website ongisnade.net ketika server website sedang bermasalah atau melakukan migrasi. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Nyaris, tidak dapat disebutkan satu persatu berbagai blog yang memiliki main content tentang Arema dan Aremania karena saking banyaknya nawak-nawak yang membuat ataupun mengelola blog tersebut. Namun, semuanya memiliki misi dan tujuan yang relatif sama, perwujudan eksistensi Arema dan Aremania di dunia maya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Aremania dan Social Media&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Siapa yang tak kenal Facebook, Twitter, Digg, Friendster, myspace, dan sejenisnya. Beberapa layanan website tersebut merupakan bagian integral dari sebuah social media yang semakin mewabah di dunia maya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Perkembangan social media memang semakin pesat beberapa tahun terakhir ini. Tidak terkecuali di Indonesia banyak member internet menjadi penggunanya, baik dari kalangan eksekutif, pelajar hingga para ibu rumah tangga.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tidak ketinggalan pula para penggemar sepakbola, khususnya Aremania. Ratusan ribu Aremania menjadi member social media dan saling berinteraksi didalamnya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di facebook misalnya terdapat group, page, dan berbagai aplikasi tempat berkumpulnya Aremania. Halaman ongisnade.net misalnya dianggotai oleh lebih dari 132ribu orang saat ini, sementara aremania.com sempat memiliki jumlah anggota lebih dari 100ribu orang sebelum 'restart' dan mendapatkan jumlah anggota hampir 10ribu orang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ribuan Aremania yang menjadi member halaman tersebut biasanya berinteraksi dengan melakukan post atau memberikan komentar dari postingan member/admin halaman tersebut. Posting ataupun komentar yang diberikan bermacam-macam. Namun pada umumnya berkisar tentang informasi Arema dan Aremania.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tak ketinggalan di social media lain seperti twitter terdapat puluhan atau ratusan ribu Aremania yang tergabung didalamnya. Akun twitter @AremaFC saja memiliki jumlah follower lebih dari 28ribu yang tersebar di berbagai penjuru dunia. Akun twitter lainnya seperti @AremaAremania memiliki jumlah follower sekitar 10ribu orang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di twitter setiap account dapat melakukan posting komentar pendek dengan batas maksimum 140karakter. Dengan pesan sependek SMS tersebut para account dapat berinteraksi secara singkat dan mengena. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seringkali dengan keterbatasan karakter tersebut membuat member twitter harus sekreatif mungkin menyusun twit(pesan/komentar didalam twitter) seperti layaknya mengirimkan SMS. Tidak jarang pula ketika twit yang hendak dikirim berlebih karakternya para member harus memotongnya menjadi dua atau beberapa bagian sebelum ditwitkan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dengan segala keunikannya tersebut harus diakui tidaklah heran jika penggemar twitter semakin banyak. Keunikan-keunikan seperti yang menjadikan social media semakin menggurita dan mendapat sambutan hangat dari penggemarnya, tidak terkecuali Aremania. Dimedia sosial lainnya seperti friendster, hi5, foursquare, myspace, dll saja diperkirakan jumlah Aremania yang tergabung didalamnya mencapai angka diatas seratus ribu orang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jumlah tersebut bukan saja menyatakan jumlah Aremania yang meleg internet, tetapi adanya pangsa besar bagi para sponsor yang ingin berbisnis dengan Arema. Jumlah ratusan ribu orang yang dapat mengakses internet kapan saja dan dimana saja tentunya  jauh menggiurkan dibandingkan puluhan ribu orang yang terbatasi jumlahnya untuk masuk ke stadion di kala Arema bertanding.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Rasanya kita tidak dapat meremehkan peran dunia maya bagi perkembangan klub Arema dan suporternya(Aremania) untuk kedepannya. Bagaimanapun dunia internet adalah sarana yang efektif dan ampuh meski hanya untuk sekedar berinteraksi dan bertukar informasi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Kisah Aremania Cyber yang Berkontribusi Besar untuk Arema&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Peran Aremania tidaklah dapat dianggap enteng didalam membantu Arema. Tidak terkecuali para Aremania yang aktif didunia maya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Banyak sekali anggapan bahwa Aremania Cyber hanyalah sebatas korwil 'driji' atau ketik jari karena hanya aktif didepan komputer yang tersambung ke internet. Meski banyak diantara para Aremania tersebut melakukan demikian karena kesibukan atau faktor lainnya, tapi tidak dapat dipungkiri bahwa tidak menutup kemungkinan ada satu, dua atau bahkan lebih sosok fenomenal yang memiliki ide dan wawasan yang bermanfaat untuk Arema.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Salah satu diantaranya adalah Sam Zaldy Roesandiar. Seperti yang disebutkan diatas dia adalah satu diantara dedengkot milis arema-l dan website aremaniacyber.com. Namun, tidak banyak yang mengetahui ada beberapa cerita fenomenal yang dihasilkan darinya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Salah satu ide fenomenalnya adalah tampilnya tulisan bentoel-arema.com di jersey Arema pada tahun 2007. Tampilnya tulisan tersebut bukanlah hal yang pantas dianggap enteng. Apa pasal?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di tahun 2007 Arema masih dikelola oleh Bentoel baik dana maupun personel manajemennya. Karena sponsor kompetisi Liga Indonesia ketika itu dimiliki oleh Djarum yang notabene rival dari Bentoel, maka sesuai regulasi kompetisi PSSI mewajibkan seluruh klubnya untuk tidak memakai sponsor sejenis dengan sponsor kompetisi. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ancamannya tidak main-main. Klub bisa saja mendapat sanksi berat hingga dilarang ikut berkompetisi jika tidak mampu mentaati regulasi kompetisi tersebut. Masalahnya selepas berakhir kontrak kerja sama sponsorship antara Arema dengan Extra Joss(PT Bintang Toedjoe) tidak terdapat sponsor kompetisi non apparel yang bekerjasama dengan Arema.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kondisi yang demikian berusaha diakali oleh manajemen Arema dengan memanfaatkan kekosongan jersey untuk ditempeli logo Bentoel yang notabene sponsor dan pemilik Arema selama beberapa tahun sebelumnya(regulasi pelarangan sponsor sejenis sendiri baru dibuat/berlaku sekitar 2-3 tahun selepas Arema dimiliki oleh Bentoel). Bagaimanapun pencantuman logo tersebut juga berfungsi lain untuk menjaga kredibilitas klub Arema dan imbal balik bagi Bentoel yang telah beberapa tahun mengelola dan memodali Arema.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sayang, niat manajemen Arema tidak mendapat angin segar dari pengelola kompetisi. Dalih aturan sponsor sejenis tetap ditegakkan meskipun banyak pengamat menilai aturan tersebut tidak adil jika memandang aturan tersebut tidak memberikan ruang kompromi untuk klub.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menjelang berakhir persiapan kompetisi, ide segar lahir dari Sam Zaldy. Ide yang digulirkan tersebut berupa pencantuman nama official website klub Arema, bentoel-arema.com di jersey pemain bagian depan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pencantuman bentoel-arema.com tersebut bukanlah tanpa alasan. Ide tersebut memanfaatkan celah regulasi kompetisi tentang sponsor yang tidak mencantumkan larangan adanya sponsor klub berupa alamat website meskipun nama website tersebut sekilas mengandung kemiripan nama dari sebuah korporasi. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dengan dibantu sosialisasi bersama dedengkot aremania cyber, akhirnya ide tersebut disampaikan kepada manajemen Arema dan mendapat tanggapan positif. Konon ketika nama bentoel-arema.com dikonsultasikan kepada pengelola kompetisi sebagai bagian sponsor Arema, beberapa orang PSSI yang berkantor di Gelora Bung Karno sempat geleng-geleng kepala karena ditengah 'tekanan' Arema dan Aremania secara cerdik mampu menemukan celah dan menyatakan kekaguman atas ide ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Barangkali Anda mungkin masih ada yang meragukan tentang fenomenalnya ide Sam Zaldy ini. Singkatnya, di tahun 2007-2009 Bentoel secara rutin mengeluarkan dana sekitar 15Miliar rupiah pertahun untuk menyeponsori Arema.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mungkin disisi lain ada yang menyebut keluarnya dana itu sebagai kewajiban pemilik modal untuk mendanai klub. Namun, tentunya pemilik modal memiliki pertimbangan bisnis dalam mengeluarkan uangnya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Namun, di masa itu jumlah 15Miliar rupiah adalah sponsorship terbesar yang didapatkan oleh klub sepakbola Indonesia. Makna terbesar dapat pula mengalami peningkatan makna jika dana yang dikucurkan Bentoel itu tidak dapat 'penggantinya' berupa kesempatan untuk memajang produk.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jadilah ide Sam Zaldy itu memiliki multipel fungsi baik untuk 'menyelamatkan' kredibilitas klub dan sponsor dan membantu mempromosikan website klub Arema di dunia nyata. Ide dari Sam Zaldy akhirnya direalisasikan selama 2musim atau hingga selesainya Bentoel mengelola Arema.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebenarnya masih banyak cerita fenomenal Aremania lainnya yang bersumber dari dunia maya seperti Sam Gimen dengan ide satubola.org dan kepemilikan klub berbasis suporter yang sedang dirintisnya. Ada juga gerakan Aremania lainnya berupa pengumpulan donasi untuk klub ketika krisis. Jumlah yang dihasilkanpun tidak dapat disepelekan. Konon donasi yang terkumpul untuk Arema sejak akhir tahun 2009 hingga 2011 ini sudah menembus angka lebih dari seratusan juta rupiah lewat beberapa momen.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Terbukti kiprah Aremania di dunia maya bukanlah sebatas eksistensi, namun lebih dari itu. Kiprah Aremania diatas tentunya dapat mengilhami para Aremania yang aktif di dunia maya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Subtansi Aremania bukanlah sebatas meneriakkan slogan loyalitas tanpa batas tapi juga dalam situasi tertentu juga dituntut untuk merealisasikan slogan tersebut. Perwujudan realisasi tersebut tidak harus bersifat materiil, namun ide-ide segar yang bermanfaat seringkali membawa manfaat yang sangat besar bagi klub. Semoga kita semua dapat mewujudkannya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Salam Satu Jiwa!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-4536483217842767592?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/4536483217842767592/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=4536483217842767592' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/4536483217842767592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/4536483217842767592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/06/kiprah-aremania-dari-dunia-maya.html' title='Kiprah Aremania dari Dunia Maya'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ENWEpPYmDbk/Tgi1wDuhQ4I/AAAAAAAAAl0/aLkgNRy1Tgo/s72-c/aremaniacyber.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-963602457885983061</id><published>2011-06-22T18:25:00.004+07:00</published><updated>2011-06-23T20:34:23.296+07:00</updated><title type='text'>Ketika Cinta (Harus) Menjadi Pemersatu</title><content type='html'>&lt;div&gt;Problem internal di Arema nampaknya bakal berlangsung lama. Indikasinya sampai dengan detik ini belum ada kata sepakat antara pihak yang bertikai untuk mengakhiri konflik dan bersama-sama membangun klub berjuluk Singo Edan tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jika ditilik lebih detail masalah internal ini bukanlah pertamakali terjadi di Arema. Musim lalu masalah ini juga mendera dengan menghasilkan 'mundurnya' beberapa orang berpengaruh baik di manajemen maupun tim. Saat ini bom waktu perpecahan kembali menyalak dan meninggalkan perseteruan di beberapa pihak.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Siapa lawan, siapa pula teman. Ketika kondisi manajemen klub sedang berperang maka Tim dan Suporter yang paling menderita. Jangankan untuk berakselerasi menuju kejayaan klub, untuk sekedar mendapatkan hak atas kebutuhan dasar saja sampai tertunda sekian lama hingga masa &lt;i&gt;sudden death &lt;/i&gt;tiba. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Entah siapa yang sanggup menjadi mediator dan siapa pula yang masih memiliki niat untuk berkompromi. Sisi pandang suporter terlihat bagai makan buah simalakama, antara benturan idealisme untuk mendukung klub dan wewenang di dalam sistem manajerial.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di sisi lain jika masalah tersebut beranjak menahun, akibat yang ditimbulkan tidak dapat dianggap sepele. Arema 'beruntung' karena bisa menyelesaikan kompetisi domestik dengan kepala tegak sebagai runner up. Namun di ajang yang lain prestasi Singo Edan terpuruk di dasar klasemen untuk kompetisi antar jawara di Asia.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebagai Aremania, saya barangkali tidak menginginkan problem ini berlangsung lama dan tereskalasi menjadi konflik yang berujung perpecahan didalam klub hingga komponen pendukungnya(Aremania).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebagai Aremania pula saya tidak perduli bagaimana kubu yang bertarung memunculkan ego dan mekanisme pertahanan diri untuk berhadapan dengan fakta dan memperkuat citra diri.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang mungkin saya atau kami(suporter) inginkan adalah bagaimana untuk memajukan Arema hingga mencapai limit kejayaannya. Bisakah semua itu dilakukan melalui aksi spontanitas, pendekatan teoretis, atau dengan melakukan interaksi antar stakeholder untuk mewujudkan komunike bersama berdasar atas kesamaan komitmen dan cita-cita.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Cinta yang kita miliki kepada Arema harus kita salurkan ke dalam bentuk membangun klub ini terlebih dahulu. Menguatkan kestabilan internal sebelum keluar untuk berkompetisi dengan klub lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketika Arema sedang berkubang dalam masalah, cinta itu hendaknya bukanlah alat untuk mendominasi kepentingan diri dan golongan, namun sebagai wadah perjuangan untuk membentuk konsiliasi, mewujudkan kata sepakat dan kemenangan bersama bagi kemajuan Arema.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-963602457885983061?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/963602457885983061/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=963602457885983061' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/963602457885983061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/963602457885983061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/06/ketika-cinta-harus-menjadi-pemersatu.html' title='Ketika Cinta (Harus) Menjadi Pemersatu'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-3664144013257629543</id><published>2011-06-21T18:59:00.003+07:00</published><updated>2011-06-21T19:37:52.695+07:00</updated><title type='text'>Serba-Serbi Arema di ISL 2010/2011</title><content type='html'>1. TINGKAT KEDISIPLINAN&lt;div&gt;a. Home = 20 Kartu Kuning, 1 Kartu Merah&lt;/div&gt;&lt;div&gt;b. Away = 24 Kartu Kuning, 2 Kartu Merah&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2. PENONTON(HOME)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;a. Penonton Terbanyak = 36994(vs Persipura)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;b. Penonton Terendah = 9258(vs PSPS)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;3. SKOR&lt;/div&gt;&lt;div&gt;a. Kemenangan Terbesar = 8-0(vs Bontang FC)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;b. Kekalahan Terbesar = 1-6(vs Persipura)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;4. PROSENTASE&lt;/div&gt;&lt;div&gt;a. Prosentase Kemenangan = 68,2%&lt;/div&gt;&lt;div&gt;b. Prosentase Kemenangan Kandang = 92,9%&lt;/div&gt;&lt;div&gt;c. Prosentase Seri Kandang = 7,1%&lt;/div&gt;&lt;div&gt;d. Prosentase Kalah Kandang = 0%&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;e. Prosentase Kemenangan Tandang = 14,3%&lt;/div&gt;&lt;div&gt;f. Prosentase Seri Tandang = 42,9%&lt;/div&gt;&lt;div&gt;g. Prosentase Kalah Tandang = 42,9%&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;5. GOL&lt;/div&gt;&lt;div&gt;a. Gol Memasukkan Kandang = 37&lt;/div&gt;&lt;div&gt;b. Gol Kemasukan Kandang = 5&lt;/div&gt;&lt;div&gt;c. Gol Memasukkan Tandang = 15&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;d. Gol Kemasukan Tandang = 20&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;6. USIA&lt;/div&gt;&lt;div&gt;a. Pemain Termuda = Aji Saka(20 tahun)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;b. Pemain Tertua = Pierre Njanka(36 tahun, pertengahan putaran I mengundurkan diri)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;7. BERMAIN&lt;/div&gt;&lt;div&gt;a. Pemain Inti Terbanyak = Ahmad Bustomi(26kali)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;b. Pemain Cadangan Tersering(Tidak Main) = Ahmad Kurniawan(13kali)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;c. Pemain Pengganti Tersering = Juan Revi &amp;amp; Ahmad Amiruddin(12kali)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;d. Menit Bermain Terbanyak = Ahmad Bustomi(2277 menit)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;8. TOP SKOR&lt;/div&gt;&lt;div&gt;a. Top Skor Klub = Roman Chmelo(9 Gol)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;b. Top Skor Pemain Asing = Roman Chmelo(9 Gol)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;c. Top Skor Pemain Lokal = Yongki Aribowo(7 Gol)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;9. KARTU&lt;/div&gt;&lt;div&gt;a. Penerima Kartu Kuning Terbanyak = Zulkifli(8 kali)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;b. Penerima Kartu Merah Terbanyak = Sunarto, AK, dan M. Ridhuan(1 kali)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;10. STREAK&lt;/div&gt;&lt;div&gt;a. Streak Kemenangan = 5&lt;/div&gt;&lt;div&gt;b. Streak Kekalahan = 2&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-3664144013257629543?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/3664144013257629543/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=3664144013257629543' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/3664144013257629543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/3664144013257629543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/06/serba-serbi-arema-di-isl-20102011.html' title='Serba-Serbi Arema di ISL 2010/2011'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-2150093727403159202</id><published>2011-06-21T18:49:00.002+07:00</published><updated>2011-06-21T18:57:59.621+07:00</updated><title type='text'>Rekapitulasi ISL 2010/2011</title><content type='html'>Klasemen Terakhir ISL 2010/2011&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px; "&gt;&lt;table cellpadding="6" cellspacing="0" border="0" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="alt2" style="font: normal normal normal 10pt/normal verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif !important; font-size: 10pt; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: rgb(225, 228, 242); color: rgb(0, 0, 0); border-top-width: 1px; border-right-width: 1px; border-bottom-width: 1px; border-left-width: 1px; border-top-style: inset; border-right-style: inset; border-bottom-style: inset; border-left-style: inset; border-color: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;&lt;span &gt;1 PERSIPURA 28 17 9 2 63-23 60&lt;br /&gt;2 AREMA INDONESIA 28 15 7 6 52-25 52&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;3 PERSIJA 28 15 7 6 52-28 52&lt;br /&gt;4 SEMEN PADANG 28 12 12 4 41-27 48&lt;br /&gt;5 SRIWIJAYA FC 28 13 7 8 43-32 46&lt;br /&gt;6 PERSISAM 28 13 3 12 39-45 42&lt;br /&gt;7 PERSIB 28 11 6 11 44-43 39&lt;br /&gt;8 PERSIWA 28 10 8 10 43-50 38&lt;br /&gt;9 PERSELA 28 10 7 11 30-31 37&lt;br /&gt;10 PERSIBA BALIKPAPAN 28 9 7 12 41-44 34&lt;br /&gt;11 PSPS 28 10 3 15 38-47 33&lt;br /&gt;12 PELITA JAYA 28 8 5 15 31-36 29&lt;br /&gt;13 DELTRAS 28 9 2 17 34-52 29&lt;br /&gt;14 PERSIJAP 28 7 7 14 28-50 28&lt;br /&gt;&lt;span &gt;15 BONTANG FC 28 3 6 19 33-79 15&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;TOP SCORER ISL 2010/2011&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Boaz t. Erwin Salossa ( persipura ) 22 gol&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Francisco Aldo Barreto Miranda ( persiba balikpapan ) 16 gol&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Edward Junior Wilson ( semen padang ) 16 gol&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kenji Adachihara ( bontang fc ) 15 gol&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Marcio Souza Da Silva ( deltras ) 13 gol&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Greg Nwokolo ( persija ) 13 gol&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Foday Boakay Eddy ( persiwa ) 13 gol&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Julio Gabriel Lopez Venegas ( persisam ) 13 gol&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bambang Pamungkas ( persija ) 12 gol&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Herman Dzumafo Epandi ( psps ) 12 gol&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;TOP 5 TOP SCORER ISL 2010/2011(DOMESTIC PLAYER)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Boaz t. Erwin Salossa ( persipura ) 22 gol&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bambang Pamungkas ( persija ) 12 gol&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Budi Sudarsono(sriwijaya fc) 11 gol&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ferdinand Alfred Sinaga(persiwa) 10 gol&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ahmad Sembiring Usman(persisam) 8 gol&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;TOP 7 TOP SCORER ISL 2010/2011(FOREIGN PLAYER)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Francisco Aldo Barreto Miranda ( persiba balikpapan ) 16 gol&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Edward Junior Wilson ( semen padang ) 16 gol&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kenji Adachihara ( bontang fc ) 15 gol&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Marcio Souza Da Silva ( deltras ) 13 gol&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Greg Nwokolo ( persija ) 13 gol&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Foday Boakay Eddy ( persiwa ) 13 gol&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Julio Gabriel Lopez Venegas ( persisam ) 13 gol&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;PEMAIN TERMUDA&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yosua Pahabol(semen padang) 17 tahun&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;PEMAIN TERTUA&lt;/div&gt;&lt;div&gt;I Komang Adnyana(persela) 39 tahun&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Fachmi Amiruddin(deltras) 39 tahun&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Rekapitulasi Klasemen ISL 2008-2011&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="font-size: 13px; "&gt;1.Persipura (Jayapura) 96 pertandingan 207 poin&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="font-size: 13px; "&gt;2.Arema (Malang) 96 pertandingan 172 poin&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="font-size: 13px; "&gt;3.Persib Maung (Bandung) 96 pertandingan 158 poin&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="font-size: 13px; "&gt;4.Persija (Jakarta) 96 pertandingan 157 poin&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="font-size: 13px; "&gt;5.Persiwa (Wamena) 96 pertandingan 154 poin&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="font-size: 13px; "&gt;6.Sriwijaya FC (Palembang) 96 pertandingan 148 poin&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="font-size: 13px; "&gt;7.Persiba (Balikpapan) 96 pertandingan 134 poin&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="font-size: 13px; "&gt;8.Persela (Lamongan) 96 pertandingan 133 poin&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="font-size: 13px; "&gt;9.Persijap (Jepara) 96 pertandingan 120 poin&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="font-size: 13px; "&gt;10.Pelita Jaya (Bandung) 96 pertandingan 117 poin&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="font-size: 13px; "&gt;11.Bontang FC (Bontang) 96 pertandingan 96 poin&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="font-size: 13px; "&gt;12.Persik (Kediri) 68 pertandingan 94 poin&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="font-size: 13px; "&gt;13.PSM (Makassar) 68 pertandingan 94 poin&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="font-size: 13px; "&gt;14.Persisam Putra (Samarinda) 62 pertandingan 86 poin&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="font-size: 13px; "&gt;15.PSPS (Pekanbaru) 62 pertandingan 82 poin&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="font-size: 13px; "&gt;16.Persitara (Jakarta Utara) 68 pertandingan 64 poin&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="font-size: 13px; "&gt;17.Delta Putra Sidoarjo 62 pertandingan 58 poin&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="font-size: 13px; "&gt;18.Semen Padang(Padang) 28 pertandingan 48 poin &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="font-size: 13px; "&gt;19.Persema (Malang) 34 pertandingan 45 poin&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="font-size: 13px; "&gt;20.Persebaya (Surabaya) 34 pertandingan 36 poin&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="font-size: 13px; "&gt;21.PSMS (Medan) 34 pertandingan 31 poin&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="font-size: 13px; "&gt;22.Persita (Tangerang) 34 pertandingan 25 poin&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="font-size: 13px; "&gt;23.PSIS (Semarang) 34 pertandingan 21 poin&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; "&gt;&lt;i style="font-size: 13px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; "&gt;&lt;i style="font-size: 13px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px; font-style: italic; "&gt;&lt;b&gt;Tim Terproduktif ISL 2010/2011&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1 - Persipura 2,25 gol per pertandingan&lt;br /&gt;2 - Arema 1,86 gol per pertandingan&lt;br /&gt;3 - Persija 1,86 gol per pertandingan&lt;br /&gt;4 - Persib 1,58 gol per pertandingan&lt;br /&gt;5 - Sriwijaya FC 1,54 gol per pertandingan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertahanan Terbaik ISL 2010/2011&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1 - Persipura - kemasukan 23 gol&lt;br /&gt;2 - Arema - kemasukan 25 gol&lt;br /&gt;3 - Semen Padang - kemasukan 27 gol&lt;br /&gt;4 - Persija - kemasukan 28 gol&lt;br /&gt;5 - Persela - kemasukan 31 gol&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px; font-style: italic; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px; font-style: italic; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-2150093727403159202?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/2150093727403159202/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=2150093727403159202' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/2150093727403159202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/2150093727403159202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/06/rekapitulasi-isl-20102011.html' title='Rekapitulasi ISL 2010/2011'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-1285324818196056302</id><published>2011-06-21T09:33:00.001+07:00</published><updated>2011-06-21T09:35:14.300+07:00</updated><title type='text'>Rekapitulasi Grand Final Liga Indonesia &amp; ISL (1994-2011)</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* Liga Indonesia I 1994/1995&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal : 30 Juli 1995&lt;br /&gt;Team : Petrokimia Putra vs Persib Bandung 0 - 1&lt;br /&gt;Pencetak Gol : Sutiono (76')&lt;br /&gt;Wasit : Zulkifli Chaniago&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Line Up&lt;br /&gt;Petrokimia Putra : Darryl Sinerine, Lutfi, Sasi Kirono, Setio Budiarto (Y)(51')(R)(53'), Khusaeri, Eri Irianto (Y)(6'), Andi Setiono/Arifin (77'),&lt;br /&gt;Zainul Arifin, Widodo C. Putra, Suwandi HS, Jaksen F. Tiago (Y)(44')&lt;br /&gt;Persib Bandung : Anwar Sanusi, Dede Iskandar, Nandang Kurnaedi, Mulyana (Y)(62'),Robby Darwis, Yadi Mulyadi, Kekey Zakaria, Yudi Guntara/Asep Sumantri (51'),Sutiono, Yusuf Bachtiar, Asep Kustiana (Y)(29')&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelatih&lt;br /&gt;Persib Bandung : Indra Tohir&lt;br /&gt;Petrokimia Putra : Andi Teguh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghargaan :&lt;br /&gt;Topscorer: Peri Sandria (Bandung Raya) 34 gol (37 pertandingan).&lt;br /&gt;Best Player: Widodo Cahyono Putra (Petrokimia Putra)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* Liga Indonesia II 1995/1996&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tanggal : 6-10-1996&lt;br /&gt;Stadion : Stadion Utama Senayan, Jakarta&lt;br /&gt;Penonton : 50,000&lt;br /&gt;Team : PSM Ujung Pandang vs Mastrans Bandung Raya 0 - 2&lt;br /&gt;Pencetak Gol : Peri Sandria (3'), Rafni Kotari (11')&lt;br /&gt;Referee : Yana Yoshihogu Katayama (Japan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Line Up&lt;br /&gt;PSM : Ansar Abdullah, Rony Ririn/Arif Kamaruddin (45'), Yeyen Tumena,&lt;br /&gt;Marcio Novo, Hendriawan, Ali Baba (C)(Y), Syamsudin Batolla,&lt;br /&gt;Luciano Leandro (Y), Ansar Razak, Ayub Khan/Rachman Usman (33'),&lt;br /&gt;Jaksen F. Tiago (Y), Yusuf Ekodono/Yuniarto Budi (71')&lt;br /&gt;MBR : Hermansyah, Surya Lesmana, Budiman, Hendriawan, Olinga Atangana,&lt;br /&gt;Nuralim (Y), M. Ramdan,Alexander Saununu/Herry Kiswanto (78'),&lt;br /&gt;Ajat Sudrajat (C), Hari Rafni Kotari/Makmun Adnan (67'),&lt;br /&gt;Peri Sandria/Rehmalem (85')&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelatih&lt;br /&gt;Bandung Raya : Henk Wullems&lt;br /&gt;PSM : M. Basri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghargaan&lt;br /&gt;Topscorer: Dejan Gluscevic (Mastrans Bandung Raya) 30 gol (33 pertandingan).&lt;br /&gt;Best Player: Ronny Wabia (Persipura)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* Liga Indonesia III 1996/1997&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bertempat di : Stadion Utama Senayan, Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persebaya Surabaya 3-1 Bandung Raya&lt;br /&gt;Pencetak Gol : 58' Aji Santoso (pen), 60' Jacksen F. Tiago, 86' Reinald Pieters; 84' Budiman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasit : Kim Dae Hyung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Line Up&lt;br /&gt;Persebaya Surabaya: Agus Murod, Aji Santoso (C), Anang Maruf/Hartono (80'), Sugiantoro, Justinho Pinhiero, Khairil Anwar, Carlos de Mello,&lt;br /&gt;Yusuf Ekodono (Y)(40')/Jatmiko (43'), Uston Nawawi/Mursyid Effendi (87'),&lt;br /&gt;Jaksen F. Tiago (Y) (64'), Reinald Pieters.&lt;br /&gt;Bandung Raya: Hermansyah, Surya Lesmana/Rehmalem P. (63') (Y) (72'),&lt;br /&gt;Nuralim (Y) (29'), Herry Kiswanto/Hendriawan (78'), Olinga Atangana,&lt;br /&gt;Dahiru Ibarahim, M. Ramdan, Alexander Saununu, Budiman,&lt;br /&gt;Deftendi/Stephen Weah (51'), Peri Sandria (c).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghargaan&lt;br /&gt;Topscorer: Jacksen F. Tiago (Brazil, Persebaya Surabaya) 26 gol dari 25 pertandingan&lt;br /&gt;Best Player: Nuralim (Bandung Raya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelatih&lt;br /&gt;Persebaya Surabaya: Rusdy Bahalwan&lt;br /&gt;Bandung Raya : Albert Fafie&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* Liga Indonesia IV 1997/1998&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompetisi dihentikan karena alasan politik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* Liga Indonesia V 1998/1999&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertandingan Final dilaksanakan pada tanggal 9 April 1999 bertempat di Stadion Klabat Menado.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persebaya 0 - 1 PSIS&lt;br /&gt;Pencetak Gol : Tugiyo menit ke-89&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasit : Djajat Sudrajat;&lt;br /&gt;Penonton : 30.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Line-up&lt;br /&gt;PSIS Semarang: I Komang Putra, Agung Setiabudi, M. Soleh, Wasis Purwoko, Simon Atangana, Ebanda Timothy, Bonggo Pribadi, Ali Sunan (C), Tugiyo, Ali Shaha Ali, Imran Amirullah/Deftendi (73').&lt;br /&gt;Persebaya Surabaya : Hendro Kartiko, Aji Santoso (C), Anang Maruf/Hartono (88'), Sugiantoro, Yoseph Lewono, Chairil Anwar (Y), Eri Irianto, Yusuf Ekodono/Achmad Ariadi (57'), Uston Nawawi (Y), Musa Kallon, Reinald Pieters/Putut Wijanarko (62').&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghargaan&lt;br /&gt;Topscorer : Alain Mabenda (PSDS) 11 gol&lt;br /&gt;Best Player : Ali Sunan (PSIS)&lt;br /&gt;Fair Play Team : Semen Padang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelatih&lt;br /&gt;PSIS Semarang: Edy Paryono&lt;br /&gt;Persebaya Surabaya: Rusdy Bahalwan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* Liga Indonesia VI 2000&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertempat di Gelora Bung Karno Senayan Jakarta&lt;br /&gt;Tanggal : 23 Juli 2000&lt;br /&gt;Penonton : 30.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PSM Ujung Pandang 3-2 Pupuk Kaltim&lt;br /&gt;Pencetak Gol : Kurniawan Dwi Julianto 39, 62, Rachman Usman 55; Aries Budi Prasetyo 75, Fachry Husaini 80pen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasit : Djadjat Sudrajat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Line Up&lt;br /&gt;PSM: Hendro Kartiko, Ortisan Salossa, Rony Ririn, Syamsudin Batolla, Yuniarto Budi (44 Yosep Lewono), Carlos de Mello, Bima Sakti (c), Yusrifar Jafar&lt;br /&gt;(68 Aji Santoso), Miro Baldo Bento (16 Rachman Usman), Kurniawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuk Kaltim: Sumardi, Jet Donald Laala, Aries Budi, Ridwansyah, Firdaus Nyong, Mansyur, Zulkifli (46 Joko Herianto), Fachry Husaini (c) (yellow 26),&lt;br /&gt;Ponaryo Astaman (61 Pujo Semedi), Ardiansyah (79 Yudhi Kuncahyo),&lt;br /&gt;Marten Tao&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghargaan&lt;br /&gt;Topscorer: Bambang Pamungkas (Persija) 24 gol&lt;br /&gt;Best Player: Bima Sakti (PSM)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelatih&lt;br /&gt;PSM Ujung Pandang: Syamsuddin Umar&lt;br /&gt;Pupuk Kaltim : Soengkowo Soediharto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* Liga Indonesia VII 2001&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertempat di Stadion Utama Senayan Jakarta&lt;br /&gt;Tanggal : 7 Oktober 2001&lt;br /&gt;Penonton : 60.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PSM Makassar 2 - 3 Persija Jakarta&lt;br /&gt;Pencetak Gol : Miro Baldo Bento 65pen, Kurniawan 80; Imran Nahumarury 3, Bambang Pamungkas 42, 47&lt;br /&gt;Wasit : Aris Munandar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Line Up&lt;br /&gt;PSM: Hendro Kartiko, Ortisan Salossa, Rony Ririn, Syamsudin Batolla (40 Yuniarto Budi), Alexander Pulalo (60 Rachman Usman), Carlos de Mello, Bima Sakti, Yosep Lewono, Miro Baldo Bento (yellow), Kurniawan (yellow) (85 Iswadi)&lt;br /&gt;Persija: Mbeng Jean, Nuralim, Joko Kuspito, Antonio Claudio, Anang Maruf, Budiman, Agus Suprianto, Luciano Leandro, Imran Nahumarury (35 Dedi Umarella) (72 Warsidi), Gendut Doni (77 Widodo C. Putra), Bambang Pamungkas (Y)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghargaan&lt;br /&gt;Topscorer: Baco Saddisau (Barito Putra) 22 gol&lt;br /&gt;Best Player: Bambang Pamungkas (Persija)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelatih&lt;br /&gt;Persija Jakarta: Sofyan Hadi&lt;br /&gt;PSM Makassar: Syamsuddin Umar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* Liga Indonesia VIII 2002&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertempat di : Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta&lt;br /&gt;Tanggal : 7 Juli 2002&lt;br /&gt;Penonton : 50.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persita Tangerang 1 - 2 Petrokimia Putra&lt;br /&gt;Pencetak Gol : Ilham Jayakesuma 1; Samuel Celbi 73, Yao Eloi 93&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Line Up&lt;br /&gt;Persita (3-5-2): 1-Ahmad Kurniawan, 5-Nugroho Adiyanto, 22-Olinga&lt;br /&gt;Atangana (captain), 6-Ade Manap (yellow), 16-Uci Sanusi (17-M Soleh 90),&lt;br /&gt;2-Giman Nurjaman, 15-Firman Utina, 11-Enjang Rohiman, 7-Carlos de Mello&lt;br /&gt;(9-Jammah Ballah 61), 10-Ilham Jayakesuma,9-Zainal Arif (yellow 43)&lt;br /&gt;Pelatih : Benny Dolo&lt;br /&gt;Petrokimia (3-5-2): 1-Mukti Ali Raja, 3-Khusaeri (captain) (yellow 50),&lt;br /&gt;18-Aries Budi Prasetyo, 15-Abdul Rozak, 20-Sony Kurniawan, 4-Sasi Kirono,&lt;br /&gt;16-Yance Katehokang, 9-Agus Indra (19-Samuel Chelbi 64), 9-Gatot Indra,&lt;br /&gt;(17-Heri Purnomo 45), 7-Widodo Cahyono Putra (10-Yao Eloi 45),&lt;br /&gt;11-Zainal Ikhwan&lt;br /&gt;Pelatih: Sergei Dubrovin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasit : Purwanto (Kediri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghargaan&lt;br /&gt;Top Scorer : Ilham Jayakesuma (Persita) 26 gol&lt;br /&gt;Best Player : Ilham Jayakesuma (Persita)&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* Liga Indonesia IX 2003&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Not Availabled&lt;br /&gt;* Sistem Kompetisi satu wilayah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juara : Persik Kediri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* Liga Indonesia X 2004&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Not Availabled&lt;br /&gt;* Sistem Kompetisi satu wilayah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juara : Persebaya Surabaya&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;* Liga Indonesia XI 2005&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertempat di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.&lt;br /&gt;Tanggal : 25 September 2005&lt;br /&gt;Penonton : 80.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persija Jakarta 2 - 3 Persipura Jayapura&lt;br /&gt;Pencetak Gol : Agus Indra 10, Francis Wewengkang 55; Boaz TE Salossa 18, Korinus Fingkreuw 82, Ian Kabes 101&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Line Up&lt;br /&gt;Persipura (3-5-2): 1-Jendri C Pitoy, 14-Jack Komboy, 17-Mauly Lessy,&lt;br /&gt;18-Ridwan Bauw (13-Ian Kabes 45), 24-Christian Worabay, 7-Marwal&lt;br /&gt;Iskandar, 10-Eduard Ivakdalam, 21-Lenglolo (23-Victor Sergio 75),&lt;br /&gt;32-Victor Igbonefo, 26-Boaz Solossa (12-Korinus Fingkreuw 70),&lt;br /&gt;9-Mabengga Erick&lt;br /&gt;Persija (3-5-2): 1-Hendro Kartiko, 23-Hamka Hamzah, 7-Aris Indarto,&lt;br /&gt;5-Charis Yulianto, 26-Ortizan Solossa, 11-Agus Indra (9-Francis&lt;br /&gt;Wewengkang 22), 17-Jaldecir dos Santos, 19-Lorenzo Cabanas (2-Mulki&lt;br /&gt;Hakim 80), 14-Ismed Sofyan, 29-Batoum Roger, 24-Fatecha&lt;br /&gt;Wasit : Purwanto (Kediri)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghargaan&lt;br /&gt;Best Player: Christian Worabay (Persipura)&lt;br /&gt;Topscorers:&lt;br /&gt;25 Christian Gonzales (Persik)&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;* Liga Indonesia XII 2006&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertempat di Stadion Manahan, Solo&lt;br /&gt;Tanggal : 30 Juli 2006&lt;br /&gt;Penonton : 25,000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persik Kediri 1-0 PSIS Semarang&lt;br /&gt;Pencetak Gol : Christian Gonzales '109&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Line Up&lt;br /&gt;Persik: 27-Wahyudi, 6-Suroso, 4-Aris Indarto, 14-Leonardo Gutierrez;&lt;br /&gt;12-Harianto (c), 88-Danilo Fernando, 8-Jefry Dwi Hadi (19-Suswanto 55),&lt;br /&gt;23-Ebi Sukore, 25-Khusnul Yuli; 10-Christian Gonzales, 13-Budi Sudarsono&lt;br /&gt;(7-Bertha Yuwana 116)&lt;br /&gt;Pelatih : Daniel Roekito&lt;br /&gt;PSIS: 12 Komang Putra, 5-Maman Abdurrahman, 25-Foffe Kamara, 27-Zoubairou Garba (16 Deni Rumba 113); 23-M. Ridwan, 10-G.H Ortiz, 24-Suwita Patha, 9-Indriyanto Nugroho (15-Miguel Angel Dominguez 54), 17-Harry Salisburi;&lt;br /&gt;20-Emanuel de Porras (c), 7-Imral Usman (21-Khusnul Yakin 64)&lt;br /&gt;Pelatih : Bonggo Pribadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasit : Jimmy Napitupulu (Jakarta Selatan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kartu Kuning : Jefry Dwi Hadi(Persik,17), Danilo Fernando(Persik,54), Khusnul Yakin(PSIS,79)&lt;br /&gt;Kartu Merah : Christian Gonzales (Persik, 109)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topscorers:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25 Christian Gonzales (Persik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* Liga Indonesia XIII 2008&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertempat di Stadion Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung&lt;br /&gt;Tangga : Feb 10, 2008&lt;br /&gt;Penonton : 0(tanpa penonton)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sriwijaya FC 3-1 PSMS [aet]&lt;br /&gt;Pencetak Gol : Anoure Obiora Richard '15, Keith Kayamba Gumbs '107, Zah Rahan '114; James Koko Lomel '69.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Starting Line Up:&lt;br /&gt;PSMS: 20-Markus Horison; 50-Murphy Kumonple, 18-Usep Munandar,&lt;br /&gt;29-Rommy Dias Putra (33-Andreas Formento 31); 22-Supardi,&lt;br /&gt;28-Masperi Kasim, 12-Mbom Mbom Julien, 24-Legimin Raharjo (cap.),&lt;br /&gt;77-Gustavo Chena; 26-Saktiawan Sinaga, 10-James Koko Lomel;&lt;br /&gt;Pelatih : Freddy Mulli;&lt;br /&gt;Sriwijaya: 12-Ferry Rotinsulu; 4-Charis Yulianto, 31-Renato Elias&lt;br /&gt;(cap.), 22-Slamet Riyadi, 25-Isnan Ali; 6-Toni Sucipto,&lt;br /&gt;10-Zah Rahan, 29-Wijay, 16-Benben Berlian; 9-Anoure Obiora Richard,&lt;br /&gt;17-Keith Kayamba Gumbs; trainer: Rahmad Darmawan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kartu Kuning:&lt;br /&gt;Sriwijaya: Carlos Reanto Elias (12), Slamet Riyadi (60);&lt;br /&gt;PSMS: Murphy Kumonple (19 and 45), Gustano Chena (63);&lt;br /&gt;Kartu Merah:&lt;br /&gt;Murphy Kumonple (45; PSMS; 2 kk)&lt;br /&gt;Wasit : Purwanto (Kediri);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Top Skorer :&lt;br /&gt;32 Cristian Gonzalez (11 pen) (Persik)&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;* Indonesia Super League 2008/2009&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Not Availabled&lt;br /&gt;* Sistem Kompetisi satu wilayah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juara : Persipura Jayapura&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Top Skorer :&lt;br /&gt;28 Boaz T. Erwin Salossa (Persipura)&lt;br /&gt;Cristian Gerard Alfaro Gonzales (Persib)&lt;br /&gt;23 Alberto Goncalves da Costa (Persipura)&lt;br /&gt;22 Claude Parfait Ngon A Djam (Sriwijaya FC)&lt;br /&gt;19 Bambang Pamungkas (Persija)&lt;br /&gt;17 Cristiano Lopes Figueiredo (Pelita Jaya)&lt;br /&gt;Talaohu Abdul Musyafry (Persiba)&lt;br /&gt;16 Greg Nwokolo (Persija)&lt;br /&gt;Marcio Souza da Silva (Persela)&lt;br /&gt;Ernest Jeremiah Chukwuma (Persipura)&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;* Indonesia Super League 2009/2010&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Not Availabled&lt;br /&gt;* Sistem Kompetisi satu wilayah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juara : Arema Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Top Skorer :&lt;br /&gt;19 Aldo Barreto Miranda(Bontang FC)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;* Indonesia Super League 2010/2011&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Not Availabled&lt;br /&gt;* Sistem Kompetisi satu wilayah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juara : Persipura Jayapura&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Top Skorer :&lt;br /&gt;22 Boaz T. Erwin Salossa (Persipura)&lt;br /&gt;16 Aldo Barreto Miranda(Persiba)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px; "&gt;16 Edward Junior Wilson(Semen Padang)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-1285324818196056302?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/1285324818196056302/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=1285324818196056302' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/1285324818196056302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/1285324818196056302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/06/rekapitulasi-grand-final-liga-indonesia.html' title='Rekapitulasi Grand Final Liga Indonesia &amp; ISL (1994-2011)'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-7105146705120055570</id><published>2011-06-20T07:07:00.004+07:00</published><updated>2011-06-21T20:16:31.929+07:00</updated><title type='text'>Evaluasi Penonton ISL 2010/2011(4)</title><content type='html'>Tandang Persib Terfavorit, Overall Arema Terfavorit di Seluruh Stadion&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Arema menempatkan diri sebagai klub dengan jumlah suporter terbanyak di laga kandangnya, maka sebaliknya Persib adalah klub dengan jumlah suporter terbanyak di laga tandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total perolehan penonton dikala Persib melakoni laga tandang musim ini adalah sebesar 198602orang atau sekitar 12186 orang setiap pertandingannya. Jumlah tersebut diikuti oleh Persija(184953penonton), dan Arema(184151penonton) di tempat kedua dan ketiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-YLSA9ExyH1Q/Tf6XM7xNB2I/AAAAAAAAAlU/GbvYg-RGYs0/s1600/Jumlah%2Bpenonton.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 228px; height: 322px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-YLSA9ExyH1Q/Tf6XM7xNB2I/AAAAAAAAAlU/GbvYg-RGYs0/s400/Jumlah%2Bpenonton.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620095633463248738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dari angka tersebut dapat diperoleh kesimpulan bahwa Persib merupakan klub yang menguntungkan bagi tuan rumah ketika melakoni tandang, sekaligus memberikan andil besar dalam pendapatan klub tuan rumah dari sektor tiket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perolehan Persib tersebut bukanlah tanpa sebab. Dengan skuad yang bertabur bintang mulai dari penjaga gawang hingga lini depan membuat calon penonton tentunya ingin melihat lebih dekat penampilan Persib di stadion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain hal tersebut, faktor lain yang menunjang keberadaan Persib sebagai klub yang terfavorit di laga tandang adalah besarnya animo suporter Persib sendiri yang bernama bobotoh untuk mendampingi tim ketika harus bertandang ke kota lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pendukung dari faktor kehadiran bobotoh tersebut terjadi pada partai melawan Pelita Jaya di Stadion Singaperbangsa, Karawang. Laga tersebut dihadiri oleh sekitar 16447 penonton, dan diperkirakan jumlah bobotoh yang tandang ke Karawang tersebut mencapai lebih dari 14ribuan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dekatnya jarak yang memisahkan Bandung dan Karawang membuat animo bobotoh meninggi. Apalagi persebaran pendukung Persib sendiri hampir menyelimuti wilayah Jawa Barat. Kemanapun Persib melakoni laga tandang di wilayah tersebut hampir bisa dipastikan terdapat ribuan bobotoh yang akan mendampinginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain faktor bobotoh sendiri, adanya laga klasik melawan Persija Jakarta juga mendorong membanjirnya penonton di laga tandang Persib. Musim ini misalnya, terdapat sekitar 35ribuan The Jakmania yang memadati Gelora Bung Karno untuk menyaksikan partai klasik melawan Persib. Pertandingan itu saja merupakan pertandingan kandang terbanyak yang terdapat di Gelora Bung Karno musim ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika di putaran pertama Arema menempatkan diri sebagai klub yang terfavorit maka diputaran dua ini terdapat penurunan yang cukup tajam untuk menghadiri pertandingan Arema ketika away. Terdapat penurunan rata-rata 5ribuan orang dibandingkan putaran pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menurunnya animo Aremania ketika away dibandingkan musim lalu, hal yang sama juga terjadi musim ini. Selain itu tidak terdapatnya laga derby dan klasik melawan Persema dan Persebaya turut menyurutkan jumlah penonton Arema ketika tandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaca pada beberapa hal diatas, animo penonton ketika tandang bukanlah sesuatu yang dapat diremehkan begitu saja. Dengan jumlah penonton mencapai ratusan ribu setiap musimnya untuk masing-masing klub, dapat dijadikan oleh klub sebagai sarana branding atau sekedar promosi sponsor klub secara tidak langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Calon sponsor tentunya sangat tertarik dengan pertandingan yang memiliki animo sangat besar, baik di laga kandang maupun tandang. Besarnya jumlah penonton tersebut dapat dijadikan klub untuk melakukan bargaining menentukan besarnya tarif sponsorship yang dapat dibranding di jersey ataupun media lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Kkms5-qzFlo/Tf6WOAAq25I/AAAAAAAAAlE/DHrpylCDr9c/s1600/Rata-rata.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 295px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Kkms5-qzFlo/Tf6WOAAq25I/AAAAAAAAAlE/DHrpylCDr9c/s400/Rata-rata.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620094552270101394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Klub sebesar Arema saja dapat mendatangkan penonton 16684orang di setiap pertandingannya. Jumlah ini adalah yang tertinggi musim ini, bahkan jika dibandingkan dengan kompetisi lain di ASEAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angka 16684orang tersebut hendaknya menjadi pemacu bagi manajemen klub untuk bekerja keras dan menempatkan Arema dalam posisi terbaik untuk bargain dengan calon sponsornya. Bagaimanapun untuk menuju era industrialisasi dibutuhkan kerja keras berbagai pihak, semata-mata pertimbangan bisnis menjadi salah satu prasyarat utama klub untuk meraih pendapatan yang menunjang kebutuhan klub itu sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-7105146705120055570?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/7105146705120055570/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=7105146705120055570' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/7105146705120055570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/7105146705120055570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/06/evaluasi-penonton-isl-201020114.html' title='Evaluasi Penonton ISL 2010/2011(4)'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-YLSA9ExyH1Q/Tf6XM7xNB2I/AAAAAAAAAlU/GbvYg-RGYs0/s72-c/Jumlah%2Bpenonton.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-7314198191524707904</id><published>2011-06-20T00:43:00.013+07:00</published><updated>2011-06-21T20:15:00.028+07:00</updated><title type='text'>Evaluasi Penonton ISL 2010/2011(3)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Di Kandang Arema Nomor Utas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ISL musim ini memang telah berakhir. Namun bukan berarti selesai jua tugas-tugas yang dibebankan kepada klub. Evaluasi mutlak diperlukan sebagai bentuk pertanggungjawaban diri dalam klub demi tercapainya realisasi target di masa yang akan datang.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Salah satu point evaluasi yang dapat dijadikan pertimbangan klub adalah terkait rataan animo penonton musim ini. Jika dibandingkan musim sebelumnya, pertumbuhan rata-rata jumlah penonton mengalami penurunan sedikit yaitu dari sekitar 11319penonton menjadi 11102penonton. Dibandingkan putaran I  jumlah penonton juga mengalami penurunan dari 11433orang.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;u&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-HstmfH45DiI/TgAS0CgVU-I/AAAAAAAAAlc/M2sWyP10uSQ/s400/Rata-rata.JPG" style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 295px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620513020193362914" /&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-35RyHaQAvgI/Tf6OiVg7TtI/AAAAAAAAAks/46By-voDjjQ/s1600/grafik%2Bpenonton%2Bput%2B2.JPG"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Penurunan animo penonton tersebut terjadi karena beberapa faktor diantaranya :&lt;br /&gt;1. Prestasi klub&lt;br /&gt;2. Konflik yang melanda induk organisasi dan tidak kunjung selesai&lt;br /&gt;3. Persaingan dengan kompetisi lain&lt;br /&gt;4. Padatnya Jadwal Siaran Langsung&lt;br /&gt;5. Padatnya Jadwal Pertandingan Sepakbola di klub masing-masing&lt;br /&gt;6. Kondisi manajemen klub&lt;br /&gt;7. Pertandingan usiran &amp;gt;100km&lt;br /&gt;8. Skorsing tanpa penonton dari komdis PSSI&lt;br /&gt;9. Mundurnya beberapa klub dari kompetisi, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika musim lalu rataan penonton terbanyak diraih oleh Arema dengan lebih dari 27ribu penonton memasuki stadion, maka musim ini juga Arema mendapat predikat sebagai klub yang memiliki penonton terbanyak di kandang dengan 20215 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-D6fov99_IRY/Tf6OyuOuLJI/AAAAAAAAAk0/FdTkzTE_WUo/s1600/rata-rata%2Bput%2B2.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 228px; height: 321px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-D6fov99_IRY/Tf6OyuOuLJI/AAAAAAAAAk0/FdTkzTE_WUo/s400/rata-rata%2Bput%2B2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620086387059338386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Akumulasi perolehan penonton musim ini memang hanya sebesar 283009 atau menurun lebih dari 190ribu orang dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan tersebut dapat terjadi karena selain hilangnya potensi pendapatan penonton dari dua laga kandang melawan Persema dan PSM yang notabene memilih meninggalkan ISL, juga terkait dengan beberapa faktor yang disebutkan diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika jumlah penonton dari dua laga kandang tersebut sama dengan musim ini, maka potensi pendapatan penonton yang diraih dapat mencapai lebih dari 55ribu orang. Jumlah ini ekuivalen dengan pemasukan sekitar 1,65miliar rupiah(perhitungan rataan harga tiket Arema di ISL sekitar 30ribu rupiah). Angka tersebut adalah yang harus ditanggung oleh Arema akibat mundurnya 2 kontestan lain sebelum berakhirnya kompetisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama kita dapat mengkalkulasi perkiraan pendapatan Arema dari 14 pertandingan kandang musim ini. Dengan 283ribuan orang yang menonton pertandingan Arema musim ini dapat ditarik perhitungan perkiraan pendapatan Arema dari sektor penonton ISL musim ini sekitar 8,5Miliar rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angka tersebut jelas menurun dibandingkan dengan musim lalu yang mampu mendapatkan pemasukan lebih dari 11,5Miliar rupiah saja dari sektor tiket. Namun, patut diingat jika musim lalu Arema meraihnya dengan kondisi harga tiket yang bervariasi(tiket ekonomi pada awal kompetisi 15ribu rupiah, dan akhir kompetisi 25ribu rupiah) dan kondisi prestasi tim yang istimewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ditambahkan hasil laga melawan Persibo yang ditonton oleh 19ribu orang dan jatah 3 laga kandang Arema di kompetisi Asia(LCA) musim ini, perkiraan pendapatan tiket Arema lebih dari 10,25Miliar rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil tersebut jelas mengindikasikan adanya penurunan dibandingkan pemasukan Arema dari laga kandang di pertandingan resmi musim lalu yang lebih dari 13,5Miliar rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-35RyHaQAvgI/Tf6OiVg7TtI/AAAAAAAAAks/46By-voDjjQ/s1600/grafik%2Bpenonton%2Bput%2B2.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 217px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-35RyHaQAvgI/Tf6OiVg7TtI/AAAAAAAAAks/46By-voDjjQ/s400/grafik%2Bpenonton%2Bput%2B2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620086105546903250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Musim depan dengan kondisi klub yang mengalami krisis manajerial dan finansial saat ini, Arema diharapkan memacu pertumbuhan jumlah penonton untuk mendongkrak pendapatan klub di musim depan. Dengan bantuan dari suporter setianya, Aremania dan perbaikan di sisi manajerial klub dan konsistensi prestasi tim menjadi salah satu syarat utama untuk menggugah rasa emosional suporter untuk terus mensupport perjalanan Arema di laga kandang musim depan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-7314198191524707904?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/7314198191524707904/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=7314198191524707904' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/7314198191524707904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/7314198191524707904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/06/evaluasi-penonton-isl-201020113.html' title='Evaluasi Penonton ISL 2010/2011(3)'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-HstmfH45DiI/TgAS0CgVU-I/AAAAAAAAAlc/M2sWyP10uSQ/s72-c/Rata-rata.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-4808319591842004799</id><published>2011-06-19T23:20:00.006+07:00</published><updated>2011-06-21T20:13:31.701+07:00</updated><title type='text'>Evaluasi Penonton ISL 2010/2011(2)</title><content type='html'>Persisam, Klub dengan Okupansi Terbaik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah setiap pertandingan kandang Manchester United maupun Arsenal di Premier League, maka anda akan menyaksikan keramaian yang mungkin jarang disuguhkan di berbagai pertandingan sepakbola di belahan dunia manapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya musim lalu sukses membukukan tingkat okupansi stadion diatas 95 persen. Untuk Manchester United saja setiap pertandingan terdapat lebih dari 74500 penonton yang memadati stadion dari kapasitas 75957. Seringkali ketika Manchester United bermain di Old Trafford tiket terjual habis atau mengalami sold out.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menilik keadaan di Indonesia, memang masih diperlukan beberapa tahap lagi untuk menuju ke arah kompetisi yang berbasis industrialisasi dan profitable. Namun untuk masalah tingkat keramaian maupun okupansi stadion Indonesia sudah lebih baik dibandingkan negara tetangga di ASEAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski belum sebesar di Inggris maupun Jerman dan jumlah penonton yang jauh dibawahnya, Klub-klub ISL menunjukkan perkembangan positif. Persisam misalnya, dengan kenaikan rata-rata penonton sebesar 12,75 persen dibandingkan musim lalu mampu memberikan tingkat okupansi stadion mencapai 66,34persen, dan tertinggi dibandingkan klub ISL lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-3UnrTMEmqhs/Tf4ydmQDe8I/AAAAAAAAAkk/DiWToyyRKKM/s1600/Okupansi.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 268px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-3UnrTMEmqhs/Tf4ydmQDe8I/AAAAAAAAAkk/DiWToyyRKKM/s400/Okupansi.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5619984869070437314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Rata-rata penonton Persisam musim ini hanya 11941orang di tiap pertandingan. Namun dengan kapasitas stadion Segiri, tempat digelarnya laga home Persisam yang memiliki kapasitas 18ribu orang tidak lantas menjadikan stadion tersebut terlihat lengang ketika digelar pertandingan ISL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat okupansi stadion musim ini mengalami peningkatan dibandingkan musim lalu sejalan dengan pertumbuhan jumlah penonton sebesar 2%. Perolehan yang didapat oleh Persisam tentunya sangat disyukuri di tengah guncangan ketidakpastian yang melanda persepakbolaan Indonesia saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntunglah Persisam memiliki suporter fanatik, Pusamania dan stadion Segiri yang memiliki fasilitas baik. Jika Persisam mampu menaikkan tingkat okupansi penonton di tahun-tahun mendatang hal ini akan semakin baik untuk mendukung perjalanan klub berjuluk Pesut Mahakam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang kita ketahui, Persisam musim ini masih mengandalkan dana APBD. Jika di tahun berikutnya Persisam memilih meninggalkan hibah APBD, tentunya harus dibarengi dengan realisasi pendapatan klub dari sektor lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai dengan saat ini belum ada perhitungan pasti target penonton yang diharapkan oleh setiap klub untuk mendukung pendanaan diluar hibah APBD. Untuk mengatasi ketidakpastian tersebut, setidaknya setiap klub diharuskan memiliki langkah antisipasi terkait pendanaan. Salah satunya dengan menggenjot penonton sebanyak-banyaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menaikkan okupansi stadion. Selain diadakannya promosi, fasilitas stadion, hingga upaya panitia pelaksana untuk membuat acara agar pertandingan lebih terasa semarak dan menarik apresiasi positif dari penonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang saat ini okupansi Persisam 'diproduksi' di Stadion Segiri yang berkapasitas 18ribu penonton. Stadion tersebut memiliki kapasitas lebih kecil dibandingkan stadion Palaran yang dipakai Persisam untuk Divisi Utama 2008/2009. Stadion Palaran saat ini memiliki kapasitas lebih dari 50ribu orang. Tentunya tidak terbayang jika tingkat okupansi sebesar 66 persen lebih tersebut dibuat di stadion yang rampung di tahun 2008 tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan jumlah penonton yang besar tentunya berimplikasi terhadap jumlah pendapatan yang berhasil diraup oleh Panpel. Hal yang sama juga seharusnya dapat dilakukan Panpel-panpel lain yang tersebar di Indonesia, terutama klub-klub yang mengalami penurunan okupansi yang besar seperti yang dialami Arema dengan penurunan sekitar 21,5persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penurunan yang terjadi tersebut harus dapat dicari penyebab dan cara untuk mengatasinya di musim kompetisi berikutnya. Penyelesaian yang rumit dan berbelit-belit tentunya tidak menguntungkan bagi klub. Apalagi Arema adalah salah satu klub yang sumber pendanaannya banyak mengandalkan tiket dari penonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara-cara yang dapat dilakukan bisa dibuat dengan cara yang ekstrim, misalnya dengan menggugah emosional suporter ataupun dengan cara yang bersifat teknis seperti promosi dan branding pertandingan, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski kondisi sepakbola Indonesia sedang suram, semoga klub-klub sepakbola di Indonesia tidak berpangku tangan dan menyerah kepada keadaan. Bagaimanapun tingginya okupansi stadion menandakan besarnya cinta suporter kepada klub. Suatu hal yang memang sangat dibutuhkan klub untuk maju.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-4808319591842004799?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/4808319591842004799/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=4808319591842004799' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/4808319591842004799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/4808319591842004799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/06/evaluasi-penonton-isl-201020112.html' title='Evaluasi Penonton ISL 2010/2011(2)'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-3UnrTMEmqhs/Tf4ydmQDe8I/AAAAAAAAAkk/DiWToyyRKKM/s72-c/Okupansi.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-3098931268002619083</id><published>2011-06-19T19:09:00.010+07:00</published><updated>2011-06-21T20:11:13.727+07:00</updated><title type='text'>Evaluasi Penonton ISL 2010/2011(1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Persipura dan Persiwa, Klub dengan Pertumbuhan Penonton Terbaik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ISL 2010/2011 bisa dikatakan telah selesai kendati masih menyisakan satu laga spesial bertajuk AllStar di akhir bulan Juni 2011 ini. Persipura semakin mengukuhkan dominasinya sebagai yang terbaik di Indonesia setelah menyelesaikan kompetisi dengan hasil gemilang. Musim ini adalah kali kedua Persipura menjuarai ISL sekaligus menobatkannya sebagai tim dengan trophy terbanyak di Liga Indonesia yang bergulir sejak musim 1994/1995.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kegemilangan Persipura meraih juara musim ini bukanlah tanpa sebab. Selain faktor teknis berupa prestasi yang nyaris tanpa cacat(hanya menelan 2 kekalahan dan prosentase kemenangan sebesar hampir 61persen), klub berjuluk Mutiara Hitam ini juga dibekali dengan segudang faktor nonteknis yang mendukung perjalanan Boaz Salossa, dkk musim ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan pesaingnya, Persipura memiliki keunggulan dalam hal manajemen dan finansial yang stabil. Meski dibekali oleh dana APBD terbukti Persipura tidak menyia-nyiakannya begitu saja. Torehan Juara ISL sekaligus lolos ke perempat final AFC Cup memberikan bukti kehebatan Persipura musim ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selain itu Persipura juga didukung oleh puluhan ribu penggemarnya yang memadati Stadion Mandala Jayapura. Musim ini begitu mempesona bagi Persipura dan penggemarnya. Jika musim lalu Persipura harus sedikit terbebani dengan beberapa laga kandangnya yang digelar diluar Papua, kini beban itu terlepas seiring dengan keberhasilan renovasi Stadion Mandala dan tampilnya Persipura di depan publik sendiri ketika menjalani seluruh laga kandang ISL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hebatnya, rata-rata penonton Persipura musim ini naik rata-rata 6088 penonton di tiap pertandingan dibandingkan musim lalu. Pertumbuhan penonton tersebut andil dalam menciptakan prosentase kenaikan jumlah penonton sebesar 44,28 persen. Rata-rata pertumbuhan penonton musim ini di seluruh laga ISL berkisar 2,03persen.&lt;br /&gt;&lt;span &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span &gt;Tabel Pertumbuhan Jumlah Penonton Klub ISL 2010/2011&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-c_fv9wMr-kM/Tf4hhDzTbaI/AAAAAAAAAkc/ddkDB4IhOJY/s1600/Jumlah%2Bdan%2BRata2.JPG"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-UN4r_bdMUHs/TgAYv0FTsrI/AAAAAAAAAlk/EVKi_FS75-U/s400/Perubahan%2BPenonton.JPG" style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 231px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620519544672203442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Disinyalir selain tidak lagi menjadi tim nomaden di ISL, pertumbuhan penonton Persipura juga disebabkan oleh prestadi Persipura itu sendiri beserta infrastruktur stadion yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah disibukkan dengan renovasi, stadion Mandala sudah tampak jauh lebih modern dan siap untuk disertakan sebagai venue Persipura di event manapun. Kondisi ini mendapat apresiasi dari Persipuramania dan beberapa kelompok suporter Persipura lainnya. Terbukti, meski harga tiket rata-rata lebih mahal dibandingkan di beberapa stadion kota besar di Indonesia, animo penonton tidak surut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Persipura yang mengalami lonjakan jumlah penonton, hal yangs ama diikuti oleh klub Persiwa yang mampu membukukan prosentase kenaikan jumlah penonton hingga 90,77%. Terlepas akurasi dari perhitungan penonton yang dilakukan panitia dan panpel prosentase kenaikan jumlah penonton tersebut andil dalam peningkatan jumlah penonton ISL musim ini. Dari 13 klub 'lama' yang masih bertahan, hanya 5 diantaranya yang menunjukkan grafik positif dalam pertumbuhan penonton di setiap laga kandangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, penurunan rata-rata animo penonton terjadi di 8 klub diantaranya Arema, Bontang, Persijap, PSPS dan lainnya. Penurunan terbesar terjadi di klub Bontang FC. Prosentase penurunan tersebut mencapai 36,83persen atau sekitar 2000an penonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek terpuruknya prestasi Bontang FC yang terjerembab ke zona playoff menjadi penyebab utama menurunnya minat penonton untuk menyaksikan tim pujaannya tersebut di stadion Mulawarman. Bahkan beberapa kali laga home Bontang FC menjadi semarak karena banyaknya tim tamu yang tandang ke stadion yang memiliki salah satu kualitas rumput terbaik di tingkat nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara jika dihitung secara kuantitatif penurunan terbanyak terjadi di laga kandang Arema. Dibandingkan musim lalu jumlah penonton Arema menurun sebanyak 7600an orang per partai. Hampir sama dengan Bontang FC, selain disebabkan oleh penurunan prestasi(dari juara ke runner up) permasalahan yang dihadapi oleh tim Arema lebih kompleks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musim ini Arema harus menanggung beban berat tatkala gagal total meraih prestasi di kancah LCA. Beban itu semakin bertambah ketika Arema mengalami krisis multidimensi dalam bentuk krisis manajerial, legalitas, finansial, dan sebagainya yang menyebabkan animo penonton dan rasa emosional suporter kepada klub mengalami penurunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penurunan tersebut tentunya merugikan klub dan salah satunya berimbas kepada penurunan pendapatan tiket penonton. Jika rata-rata harga tiket Arema di ISL berkisar 30ribuan rupiah maka kerugian yang dialami Arema senilai dengan 228juta rupiah tiap pertandingan atau 3,192Miliar rupiah semusimnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya hal ini harus disikapi lebih serius tidak hanya bagi Arema, namun juga klub ISL lainnya yang mengalami penurunan jumlah penonton musim ini. Jika semuanya berjalan lancar, baik dari sisi manajerial, legalitas, dsb klub dapat menggunakan berbagai cara untuk menaikkan jumlah penontonnya ketika menjalani laga kandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa strategi tersebut diantaranya dengan memanfaatkan fungsi marketing di dalam klub, branding dengan sponsor, promosi ke berbagai media atau lokasi hingga memanfaatkan jaringan internet dan sosial media untuk menarik perhatian publik demi menonton setiap pertandingan kandang klub tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus dicatat pula bahwa upaya untuk menumbuhkan jumlah penonton di stadion bukanlah sekedar pemenuhan target dan ambisi klub. Jumlah penonton yang sangat tinggi tentunya dapat menarik minat calon sponsor ataupun investor untuk berinvestasi kepada klub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya hal tersebut sangat dipahami oleh calon sponsor. Disaat iklim kompetisi sepakbola di Indonesia belum sepenuhnya melangkah ke era industrialisasi jumlah penonton yang besar menjadi salah satu pemikat sponsor dibandingkan warta media massa yang lebih sering mengulas sisi negatif perjalanan sepakbola nasional. Bravo Sepakbola Indonesia!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-3098931268002619083?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/3098931268002619083/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=3098931268002619083' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/3098931268002619083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/3098931268002619083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/06/evaluasi-penonton-isl-201020111.html' title='Evaluasi Penonton ISL 2010/2011(1)'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-UN4r_bdMUHs/TgAYv0FTsrI/AAAAAAAAAlk/EVKi_FS75-U/s72-c/Perubahan%2BPenonton.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-1904779679956248415</id><published>2011-06-13T15:45:00.008+07:00</published><updated>2011-06-14T02:45:31.489+07:00</updated><title type='text'>Pelajaran 'Domino' dari Krisis Arema</title><content type='html'>Tidak ada yang meragukan loyalitas pemain Arema. Terlebih ketika derita itu harus dirasakan dalam kurun waktu yang lama dan hanya sedikit klub lain yang pernah merasakan hal serupa seperti yang dirasakan pemain Arema saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3,5 bulan keterlambatan gaji pemain Arema bisa dibilang menjadi headline problematika yang terjadi di Arema. Selain masalah gaji, fokus Aremania tertuju pada kisruh di manajemen Arema. Sedikit banyak kisruh yang berujung pada sikap saling menyalahkan ini berimplikasi pada penurunan minat suporter untuk perhatian kepada klubnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, rasanya tidak adil jika penurunan minat suporter kepada klub ditimpakan kepada satu atau dua pihak. Misalnya didalam manajemen Arema sekarang ini. Sekalipun beberapa diantara mereka bekerja di Arema atas dasar mengemban amanah atau kurang memiliki background profesional di dunia sepakbola sebelum menangani Arema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun kondisi yang terdapat di Arema, tidak ada lagi nama 'On the Job Training'. mereka dikaryakan di Arema dengan tujuan membesarkan Arema berdasarkan inovasi dan hak intelektualitas yang dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam logika awam saya tidak sedikit rasa pesimis datang ketika melihat kondisi Arema tidak dipersiapkan secara matang untuk berkompetisi. Istilahnya persiapan itu berupa pondasi yang harus ditanam dan dibangun sebagai langkah awal Arema untuk maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas kepemilikan Arema lewat Bentoel dan Group Rajawali memang telah dipersiapkan sekian jengkal berupa pendirian PT Arema Indonesia. Namun, ketidakjelasan struktur pemegang saham dan program PT Arema Indonesia sempat dikritisi beberapa pihak sebagai penghambat kemajuan Arema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indikasi utamanya setelah beberapa tahun berdiri PT Arema Indonesia kurang bermanuver di dalam menggunakan hak intelektualnya untuk berbisnis. Pendapatan utama Arema diluar tiket pertandingan hanya bersumber kepada sponsor dan penjualan hang tag merchandise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut informasi yang beredar jumlah dana yang didapat dari sponsorpun hanya berkisar dibawah 6M/tahun, sedangkan penjualan hang tag diperkirakan mengalami penurunan dengan hanya menembus di kisaran angka tidak lebih 1,5Miliar rupiah untuk musim ini atau kurang dari 30persen dibawah kebutuhan Arema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mengacu kepada pemasukan klub-klub sepakbola di Eropa, mestinya sektor sponsor dan merchandise yang bertipe komersial bisa menyumbang pendapatan diatas 30 persen. Bahkan beberapa klub besar di Eropa sendiri sanggup membukukan pendapatan lebih dari 35 persen hanya dari sektor komersial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jengkal pondasi berikutnya yang dibutuhkan Arema adalah modal dan struktur kepengurusan yang kompeten dan bersih dari kepentingan pribadi/golongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modal yang diberikan oleh pemilik Arema sebelumnya, Bentoel sebagai 'tali asih' berjumlah 7,5Miliar rupiah. Jumlah ini terbagi setidaknya dalam 6 termin pembayaran dan semuanya habis untuk DP kontrak pemain dan pelatih beserta gaji beberapa bulan. Nyaris tidak ada uang yang tersisa untuk digunakan sebagai modal PT Arema Indonesia di dalam mengembangkan usahanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan modal tersebut menyebabkan manuver bisnis PT Arema Indonesia tersendat dan tidak dapat diharapkan untuk meraup keuntungan komersial secara maksimal. Padahal keuntungan ini yang diharapkan untuk menghidupi klub Arema kedepannya. Dengan tidak lagi mengharapkan dana CSR dari perusahaan besar yang menghidupi Arema, niscaya Arema hanya memiliki kesempatan untuk profesional dengan mengandalkan PT Arema Indonesia tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan permasalahan pada struktur pengurus yang benar-benar kompeten dan bersih ibarat mencari jarum didalam tumpukan jerami. Ada kasus dimana beberapa orang pengurus tidak ngantor selama berbulan-bulan namun baru muncul ketika Kongres PSSI dan memegang hak suara Arema tidak boleh lagi terjadi di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi seperti ini tidak hanya sekedar menyebabkan kekosongan fungsionalitas di tubuh manajemen Arema, tetapi juga memberikan efek yang sangat besar terhadap jalannya roda organisasi yang terhambat di sana-sini. Pergerakan yang ada sendiri hanya bersifat tambal sulam dan itupun kurang dukungan dari pihak yang memiliki kuasa langsung di tubuh manajemen Arema seperti Pengawas dan Pembina Yayasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam UU RI no 16 tahun 2001 tentang Yayasan, pembina yayasan memiliki wewenang untuk mengambil tindakan jika terdapat hal yang kurang sesuai, terutama terkait dengan perkembangan yayasan sendiri. Sayang, sampai waktu yang diamanatkan oleh UU dan Aremania hal ini tidak terselesaikan dalam waktu secepatnya hingga molor selama beberapa bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disisi lain, para pemegang amanah di dalam kepengurusan Yayasan Arema diharapkan mampu bertanggung jawab tidak hanya ketika kondisi positif namun juga ketika krisis. Mereka harus mampu tampil di depan ketika klub dalam kondisi negatif dan menjadi pendorong bagi komponen klub ketika dalam kondisi aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya rasa Aremania tidak membutuhkan pahlawan kesiangan, yang baru tampil ketika permasalahan Arema sudah menemui titik terang dan dibereskan pada masa tersebut. Respek dan simpati Aremania dengan sendirinya akan mengalir kepada siapapun yang mampu memegang amanah meskipun beliau bukanlah pemilik modal di klub Arema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Peran Manajemen Klub dan Aremania&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini, tunggakan gaji pemain Arema dibayarkan didepan puluhan Aremania yang datang ke Batu. Bagi pemain Arema tanggungan itu bisa dibilang melegakan seluruh skuad Singo Edan yang mesti bersabar menunggu pelunasan pembayaran gaji selama beberapa bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bagi manajemen klub pelunasan tunggakan gaji oleh walikota Batu - Eddy Rumpoko yang didukung oleh koleganya tidak serta merta menghapus seluruh beban mereka. Beban moral masih tersisa banyak akibat kekurangan dari hasil kinerja manajemen selama menjalankan amanah untuk mengelola Arema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas ada atau tidaknya imbal balik secara langsung kepada tim Arema secara materiil, permasalahan di Arema tidak selesai sampai disini. Program jangka pendeknya adalah mendayagunakan sisa 2 laga kandang Arema dan pencairan kompensasi Liga Champions Asia dari AFC untuk membayar gaji pemain dan pelatih Arema hingga berakhirnya masa kontrak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperkirakan jumlah tunggakan tersebut senilai 2,5-3bulan rata-rata masa kontrak seluruh pemain Arema sekarang ini atau diperkirakan berjumlah lebih dari 2,7miliar rupiah. Ini belum dihitung dengan tunggakan fasilitas bagi pemain + pelatih serta gaji seluruh karyawan Arema beserta skuad di tim U-21 yang berjumlah lebih dari setengah milyar rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapapun beban yang dipikul oleh Arema dalam jangka waktu dekat tersebut akan terasa lebih ringan jika mampu diselesaikan secara bersama dengan bantuan Aremania. Caranya beli semua tiket pertandingan Arema dan perbanyak pembelian merchandise berhangtag terutama yang dibeli dari Official Store di kantor Arema, Jl Sultan Agung dan Batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total pendapatan kotor yang dapat dihimpun dari tiket pertandingan dapat berjumlah sekitar 975juta rupiah jika seluruh tiket &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sold out! &lt;/span&gt;Ditambah kompensasi hak siat yang akan dibayarkan belakangan dan partner sponsor ketika pertandingan jumlah pemasukan akan bertambah diatas 1Miliar rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total pemasukan kotor yang dapat dihimpun Arema di sisa akhir musim ini dapat mencapai 3Miliar rupiah. Ditambah pendapatan dari sektor merchandise, Ring Back Tone(RBT), dll diharapkan sisa dana yang ada dapat digunakan untuk membayar tunggakan Arema kepada pemain dan pelatihnya hingga selesainya masa kontrak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat problem utama berupa finansial Arema sebagian besar sudah teratasi malam ini, pemain masih menunjukkan komitmennya dengan memenangkan 3 pertandingan terakhir. Tidak ada alasan lagi bagi kita untuk absen menghidupi Arema. Beban Arema akan terasa lebih ringan jika mampu dipikul oleh seluruh komponen yang ada didalam Arema, termasuk Aremania.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak dapat meramal apa yang akan terjadi di kemudian hari. Ayas sendiripun tidak terlalu banyak berharap akan datangnya dewi fortuna yang mampu menyelamatkan Arema ketika dalam kondisi terjepit. Biarlah dewi fortuna itu ada dalam keyakinan dan doa kami, tapi usaha yang dilakukan punggawa manajemen Arema beserta dukungan Aremania memiliki 'arti besar' bagi kelangsungan hidup Arema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;*Suatu saat mungkin ayas akan menulis manfaat dari hasil usaha yang maksimal bersumber dari kinerja manajemen Arema dengan dukungan Aremania itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran penting yang dapat diambil dari krisis finansial yang terjadi di Arema beberapa waktu terakhir memberi pemahaman yang mahal bagi kita semua. Bahwasanya ketika krisis 'terlalu' banyak yang berpaling dari Arema ketimbang 'hanya' sekedar memberikan empati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sisi yang sama pula, tatkala Arema sedang 'sakit' banyak yang meninggalkannya dan lama tidak kembali kepadanya. Jika sudah seperti ini siapa yang mau merawat dan melestarikan Arema selain Aremania sendiri? Apakah nawak-nawak ingin jika Arema dirawat oleh orang-orang yang tidak memiliki kredibilitas dan hanya mementingkan diri dan golongannya sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika itu terjadi niscaya krisis seperti ini akan menjadi perulangan lagi. Ibarat permainan domino, krisis ini yang merembet tidak hanya menggerogoti kredibilitas Arema, namun juga berimplikasi pada masalah lain berupa krisis kepercayaan kepada manajemen klub, perpecahan internal, dsb. Disisi lain para elit politikus yang tidak berjiwa Arema akan mencium hal tersebut sebagai sarana baru untuk eksistensi diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa depan Arema di tangan Aremania. Jangan biarkan Arema sakit tanpa obat dan Aremania disisinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-1904779679956248415?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/1904779679956248415/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=1904779679956248415' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/1904779679956248415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/1904779679956248415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/06/krisis-finansial-di-arema-dan-sedikit.html' title='Pelajaran &apos;Domino&apos; dari Krisis Arema'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-4773577612739963044</id><published>2011-06-07T22:26:00.007+07:00</published><updated>2011-06-07T23:49:45.154+07:00</updated><title type='text'>Ada Cerita dari Malang(2)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-SI0qEmwRNP4/Te5SgkxPPLI/AAAAAAAAAkU/caT71ok_yGw/s1600/DSC04074.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-SI0qEmwRNP4/Te5SgkxPPLI/AAAAAAAAAkU/caT71ok_yGw/s400/DSC04074.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5615516504957074610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seringkali ketika sedang berjalan menyusuri wilayah di sebagian Malang saya melewati berbagai sungai yang berada di Kota Malang. Yah, Malang selain terkenal dengan berbagai masakan khasnya ternyata memiliki belasan sungai/kali dalam wilayah yang besarnya hanya kurang dari seperempat wilayah DKI Jakarta itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungai Brantas menjadi sungai terbesar yang mengalir di wilayah Malang. Sungai yang bersumber dari mata air Sumber Brantas ini seolah memberi jawaban atas kebutuhan ribuan warga Malang. Tidak terkira berapa kali sungai ini menjadi tempat penampungan hajat hidup warga Malang setiap harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-kT0hbI0WugI/Te5SclbJczI/AAAAAAAAAkM/UWmZcAEDwHM/s1600/DSC02921.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-kT0hbI0WugI/Te5SclbJczI/AAAAAAAAAkM/UWmZcAEDwHM/s400/DSC02921.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5615516436413379378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;DAS Sungai Brantas di kawasan Ngaglik&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Warna air yang kecoklatan menandakan sungai yang berlumpur dan seringkali bercampur limbah, baik yang alami hasil produksi manusia, maupun kimiawi hasil olahan berbagai pabrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kondisi seperti itu bisa dibilang kurang dari kata layak untuk mencari kehidupan dengan memanfaatkan potensi alam di sepanjang aliran Sungai Brantas. Hanya di beberapa daerah wilayah sungai brantas saja, terutama yang berada di pinggiran kota dan agak jauh dari pemukiman penduduk masih dijumpai berbagai spesies ikan seperti wader, tawes, lele, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungai-sungai lain di sepanjang wilayah Malang adalah Bango yang melintasi kecamatan Blimbing dan Sawojajar, Metro di Sukun, Kasin di Bareng, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-15etLHdPmUw/Te5SKPWLovI/AAAAAAAAAj8/lHueBgUoTmc/s1600/DSC01743.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-15etLHdPmUw/Te5SKPWLovI/AAAAAAAAAj8/lHueBgUoTmc/s400/DSC01743.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5615516121249325810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Daerah aliran sungai di wilayah Bareng Kartini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Seringkali saya menjumpai warga yang memanfaatkan sungai untuk mencari ikan, udang ataupun kepiting. Entah, karena hobi ataupun tidak yang pasti mereka menikmati aktivitasnya seharian berada di bibir sungai sambil menunggu kail tersangkut ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari cerita beberapa penduduk di kawasan Bareng, saya menjumpai seorang warga sekitar yang memancing ikan di jembatan yang menghubungkan wilayah Bareng Tengah dan Taman Bunga. Di jembatan yang dibangun sekitar tahun 1981 tersebut terkadang masih terdapat pemancing yang berhasil mendapatkan ikan berupa ikan lele seukuran lengan tangan anak kecil. Tidak jarang pula ada ikan lain yang tersangkut seperti ikan sepat ataupun pembersih kaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-z3MhaSpJnlg/Te5SOVAd_8I/AAAAAAAAAkE/oJtL3ubBp0M/s1600/DSC02908.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-z3MhaSpJnlg/Te5SOVAd_8I/AAAAAAAAAkE/oJtL3ubBp0M/s400/DSC02908.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5615516191488344002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sungai kecil yang melintasi kawasan Bareng&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Padahal jika dibandingkan dengan kondisi beberapa tahun yang lampau bisa dibilang kondisi yang ada jauh berubah. Meski tidak separah kondisi beberapa kali/sungai di Jakarta yang bercampur amoniak dan berwarna hitam, dahulu sungai di wilayah Malang bisa diandalkan untuk mata pencaharian penduduk. Sekarang ini mungkin hanya pencari cacing yang biasa dijumpai di sekitaran sungai-sungai kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Bambang, guru saya sewaktu SMK pernah berkata sungai Metro yang melintasi kawasan Sukun hingga Malang selatan sering ditemukan berbagai spesies ikan mulai dari nila, mujair hingga udang seukuran jari tangan orang dewasa. Bahkan, hanya dilihat dengan mata telanjang pun seseorang dapat mulai berburu tanpa peralatan khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, sungai yang berlumpur dan berwarna coklat akibat sedimentasi dan sebab lainnya memberikan andil semakin jarangnya orang yang mau turun ke sungai untuk sekedar melepaskan hobi mencari ikan. Ada pepatah 'jangan memancing ikan di air yang keruh', seringkali menambah kekhawatiran tersendiri apakah di air yang keruh dan berlumpur tersebut tersedia surga bagi kelangsungan dapur dan meja makan meski cuma untuk sehari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan di air sungai yang tidak terlalu keruh dan berlumpur pun masih menyimpan beberapa masalah. Ketika saya menikmati bangku SMK di awal tahun 2000an pernah merasakan turun ke sungai kecil selebar 4-5 meter di daerah Kebonsari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bermodal peralatan sederhana untuk menjaring ikan, saya mulai turun ke sungai yang dipenuhi ikan tawes dan wader seukuran jari manis saya, terkadang juga terdapat beberapa ekor ikan mas berukuran 2 jarian. Sungguh menggoda untuk ditangkap pikir saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun perjuangan untuk mendapatkan ikan itu tidak sebanding dengan rasa sakit yang mendera telapak kaki saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa sayatan di kaki akibat pecahan kaca dan gelas tampak hinggap di kaki, meski darah sudah bercucuran di air, namun rasa perih itu baru saya rasakan ketika kaki sudah lepas dari air. Selang berapa lama saya sadari banyak sampah pecahan kaca berserakan di sepanjang aliran sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampah ini tidak terbawa arus air dan mengendap di sepanjang permukaan sungai yang dangkal. Mau memakai alas kaki ketika terjun ke air pun bisa dibilang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dasar sungai yang masih terdapat lumpur bisa saja menyulitkan saya untuk bergerak di air, apalagi ketika ada sedikit kekhawatiran aliran sungai akan meluap tiba-tiba jika terdapat aktivitas dari hulu. Maklum, di sepanjang aliran sungai tersebut terdapat beberapa pintu air yang dapat dibuka tutup kapan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sudah waktunya sungai-sungai di Kota Malang mendapat perawatan lebih dari pemerintah dan warganya. Mumpung belum menanggung beban berat seperti kali ciliwung yang menjadi tempat bersandar ratusan ribu warga Jabodetabek, sudah waktunya sungai-sungai tersebut mendapat perhatian lebih dari kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya, janganlah buang sampah dan limbah di sungai! Jangan tambahkan beban pada sungai-sungai kita yang (dulunya) cantik ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-4773577612739963044?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/4773577612739963044/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=4773577612739963044' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/4773577612739963044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/4773577612739963044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/06/explore-my-world2.html' title='Ada Cerita dari Malang(2)'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-SI0qEmwRNP4/Te5SgkxPPLI/AAAAAAAAAkU/caT71ok_yGw/s72-c/DSC04074.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-7293437160599447679</id><published>2011-06-07T21:25:00.010+07:00</published><updated>2011-06-07T23:49:26.068+07:00</updated><title type='text'>Ada Cerita dari Malang</title><content type='html'>Baru saja yang iseng-iseng 'berhadiah' browsing sebuah room lounge di&lt;a href="http://kaskus.us/"&gt; forum ternama di Indonesia&lt;/a&gt; menemukan sesuatu yang menarik. Di sebuah trid terdapat beberapa informasi mengenai &lt;a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8824132"&gt;kondisi perkampungan di Jepang&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik saya pikir, ternyata di trid tersebut ditampilkan beberapa foto indah tentang perkampungan di beberapa prefektur Jepang bagian barat. Betapa disana kita bisa melihat penataan kampung yang rapi di wilayah yang padat penduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penataan seperti itu seringkali tidak didapatkan di Indonesia dimana beberapa wilayah seperti kota besar penataan tampak semrawut akibat kurang pengawasan dan laju urbanisasi dan bangunan liar yang tidak terkendali, terutama di sekitar aliran sungai, ruang terbuka atau lahan umum lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering, ketika liburan di Malang saya menyempatkan diri untuk berjalan-jalan di sekitar rumah. Tidak begitu jauh sih, dari rumah saya di kawasan Bareng paling tidak jalan kaki hingga ke Bareng Kelud(Timur), Hutan Kota Malabar(Utara), Jl Galunggung-Dieng-Mergan(Barat), hingga ke arah Kasin-Tanjung di sebelah selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daerah Kelurahan Bareng merupakan wilayah yang padat penduduknya. Dengan jumlah Rukun Warga(RW) mencapai 8 dan jumlah penduduknya lebih dari 25ribu orang. Rata-rata jumlah penduduk Kelurahan Bareng sendiri sudah lebih dari 5ribu per orang per kilo meter persegi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski tidak sepadat Jakarta(rata-rata jumlah penduduknya lebih dari 12ribu orang), saya masih bersyukur Bareng masih menyisakan 'ruang gerak' untuk penduduknya(meski sebenarnya mulai berkurang). Areal lahan terbuka hijau masih menyisakan beberapa wilayah baik di Taman Gayam, Tanjung, dan beberapa wilayah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk masalah penataan kampung sendiri setidaknya masih sedikit tertular dengan kondisi beberapa wilayah Jepang diatas. Namun, di beberapa wilayah seperti DAS(Daerah Aliran Sungai) bisa dibilang kondisinya hampir setali tiga uang dengan bantaran Sungai di beberapa wilayah Kota Besar di Indonesia. Rata-rata mereka membangun rumah disekitarnya berupa bangunan permanen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-uCW9mBaCCTE/Te4_VP526oI/AAAAAAAAAjM/ROcE3yGPgdM/s1600/SANY0306.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-uCW9mBaCCTE/Te4_VP526oI/AAAAAAAAAjM/ROcE3yGPgdM/s400/SANY0306.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5615495419656596098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sekitar Bareng Kulon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-rGIx3D35eqU/Te5BALGQwjI/AAAAAAAAAjU/z-wzHbnBZJ8/s1600/DSC02164.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-rGIx3D35eqU/Te5BALGQwjI/AAAAAAAAAjU/z-wzHbnBZJ8/s400/DSC02164.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5615497256612446770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Bareng Tenes, akses jalan menuju ke Jalan Kawi dan MOG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-u6GEAnKUfHk/Te5BJMYqGlI/AAAAAAAAAjc/qzBdYTZa9qE/s1600/DSC02413.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-u6GEAnKUfHk/Te5BJMYqGlI/AAAAAAAAAjc/qzBdYTZa9qE/s400/DSC02413.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5615497411576863314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Bareng Tenes, dari arah Bareng Kelud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-i4R-MPChLgs/Te5BP3HdvjI/AAAAAAAAAjk/-IOP3Pqznww/s1600/DSC03525.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-i4R-MPChLgs/Te5BP3HdvjI/AAAAAAAAAjk/-IOP3Pqznww/s400/DSC03525.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5615497526126689842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Bareng Taman Bunga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-FfvV0BxBZCI/Te5BUug_zhI/AAAAAAAAAjs/1ewgAJHhqTs/s1600/DSC03527.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-FfvV0BxBZCI/Te5BUug_zhI/AAAAAAAAAjs/1ewgAJHhqTs/s400/DSC03527.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5615497609717206546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Bareng Taman Bunga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-hzJZWcz8jXM/Te5BYpQNEKI/AAAAAAAAAj0/kMbKZICYZnQ/s1600/DSC03567.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-hzJZWcz8jXM/Te5BYpQNEKI/AAAAAAAAAj0/kMbKZICYZnQ/s400/DSC03567.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5615497677024071842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Perbatasan Bareng Raya dan Bareng Tengah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Mungkin kampung di tempat Anda lebih baik daripada suasana kampung di sekitar tempat tinggal saya. Nikmatilah :) Jangan minder menjadi anak kampung. Salam anak kampung!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-7293437160599447679?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/7293437160599447679/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=7293437160599447679' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/7293437160599447679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/7293437160599447679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/06/explore-my-world.html' title='Ada Cerita dari Malang'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-uCW9mBaCCTE/Te4_VP526oI/AAAAAAAAAjM/ROcE3yGPgdM/s72-c/SANY0306.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-6407608909521079788</id><published>2011-06-02T17:34:00.002+07:00</published><updated>2011-06-02T18:55:05.395+07:00</updated><title type='text'>Persema, diambang Gawat</title><content type='html'>Terus terang sampai dengan saat ini saya masih meragukan 'misi suci' Persema keluar dari kompetisi ISL karena &lt;a href="http://www.detiksport.com/sepakbola/read/2010/12/29/154033/1535310/76/persema-keluar-dari-isl"&gt;masalah wasit&lt;/a&gt; dan keinginan lepas dari hibah APBD yang semakin dipersempit ruang geraknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menghargai bahwa kualitas wasit di Indonesia belumlah bisa dinilai sempurna. Salah satu indikasinya berupa tayangan ulang televisi ataupun keikutsertaan wasit Indonesia dalam event internasional seperti Piala Dunia. Namun, jika tolak ukur adalah masalah wasit beberapa klub beken di Eropa seperti Manchester United, Real Madrid, dsb seringkali mengeluh masalah wasit namun tiada pernah mengungkapkan keinginan untuk pindah kompetisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seeing is Believing. Ketika yang menjadi sebuah alasan adalah APBD tentunya Persema diminta untuk lebih profesional ketika sudah tidak menerima hibah APBD tersebut. OK, Persema memang mendapat 'balasan' berupa dana 'bantuan' konsorsium ketika mengikuti LPI, sayangnya hal itu tidak dibarengi dengan perubahan signifikan di tubuh Persema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur kepengurusan Persema memang mengalami perubahan dimana Walikota Malang tidaklagi bercokol sebagai Ketua Umum Persema, gantinya orang yang paling berkuasa dijabat oleh sipil yang menempati pos sebagai CEO(Chief Executive Officer).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan besar yang diharapkan adalah terkait langkah bisnis klub. Persema kabarnya memperoleh dana 4,5Miliar rupiah dari sponsorship dengan B-Channel salah satu jaringan TV kabel di Indonesia. Namun, sampai dengan saat ini belum terdapat konfirmasi apakah dana sponsor tersebut sudah cair, karena beberapa pertandingan terakhir Persema di putaran I masih memakai kostum yang serba polos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan pos pemasukan lain seperti tiket pertandingan. Pertandingan awal Persema di kompetisi LPI memang ditonton sekitar 10ribu penonton, namun menurut informasi yang beredar jumlah pendapatan tiket tidak sampai 100juta rupiah atau jika dirata-rata harga tiket terendah(ekonomi) sebesar 15ribu rupiah, maka jumlah tiket yang terjual tidak sampai 70persennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, animo yang tergolong bagus tersebut tidak lagi didapat di pertandingan berikutnya. Jumlah penonton Persema terus melorot. Bahkan, pertandingan terakhir melawan Persibo jumlah penonton yang datang dan membeli tiket ke stadion tidak sampai 3000 lembar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan jumlah pemasukan yang tidak sampai 50juta rupiah tersebut, bisa dibilang Panpel Persema mengalami tekor. Apalagi setiap pertandingan panpel Persema mengeluarkan dana sekitar 60-70 rupiah setiap pertandingan kandang. Kondisi ini berlangsung tidak hanya 1-2 pertandingan saja, namun sebagian besar pertandingan Persema harus dilalui dengan jumlah penonton dibawah target. Patut menjadi perhatian serius panpel Persema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak maksimalnya pendapatan Persema juga didapat dari sektor lain seperti merchandise klub. Persema ditunjang oleh keberadaan pemain tenar seperti Irfan Bachdim dan Kim Jeffrey Kurniawan yang popularitasnya melonjak kurang dari setahun terakhir ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Real Madrid membeli David Beckham, Cristiano Ronaldo dan Kaka, mereka tidak hanya mengharapkan skill yang mampu membawa klubnya ke tangga juara, tapi juga pendapatan dalam bentuk materiil seperti penjualan merchandise dan pernak-pernik klub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan David Beckham mampu mengangkat penjualan merchandise lebih dari 120persen di tahun 2003, sedangkan kedatangan CR7 dan Kaka mampu meningkatkan revenue Real Madrid lebih dari 35juta euro di tahun lalu, dengan pendapatan dari sisi komersial meningkat sekitar 10persen dibandingkan tahun sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi di Real Madrid sayangnya tidak terdapat di Persema. Meski kontrak Irfan dan Kim(masing-masing sebesar 1,5Miliar dan 0,5Miliar pertahun) kabarnya dipegang oleh konsorsium LPI, Persema masih belum berinovasi untuk memanfaatkan branding kedua pemain untuk meningkatkan pendapatan klub dari sisi komersial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini jersey Persema di Malang Raya sendiri banyak dijual di pedagang kaki lima dan kebanyakan berupa barang bajakan(KW) dan itupun tidak banyak prosentase penjualannya dibandingkan merchandise Arema yang banyak membanjiri pasar merchandise di Malang Raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sempat mencoba untuk mencari jersey Persema di dunia maya, dan hasilnya memang tidak banyak yang menjual. Potensi seperti ini alangkah sayangnya untuk dikesampingkan manajemen Persema, apalagi popularitas tim beberapa waktu terakhir ini menjulang diluar Malang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dibandingkan dengan saudara mudanya Arema, secara kasat mata Persema bisa dibilang dalam kondisi tertinggal. Arema sendiri sudah memiliki setidaknya 2 official store yang menjual merchandise klub dan kerjasama dengan Asosiasi merchandise yang menjual atribut Arema dan mengenakan tarif atas produk-produk yang dijual dengan memakai logo Arema. Logo Arema sendiri sudah dipatenkan dan mendapat perlindungan hukum dari upaya pembajakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi jika dihitung dari pendapatan tiket penonton panpel Persema masih harus bekerja keras untuk dapat mengejar ketertinggalan dari Arema. Meski kondisi Arema sendiri sedang krisis, namun mereka melaluinya dengan kemandirian, berbeda dengan Persema yang masih mengandalkan bantuan konsorsium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah bantuan konsorsium inipun juga masih mengundang kontroversi. Pemberitaan di media massa tidak pernah menyebutkan jika bantuan ini bersifat GRATIS. Alhasil spekulasi pemberitaan banyak beredar dan menyebut jika bantuan tersebut berupa hutang dengan bunga sekitar 2persen sebulannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya analoginya hampir sama dengan kalimat bantuan IMF yang melanda pemberitaan media di Indonesia ketika dilanda krisis ekonomi ditahun 1998. Bantuan tersebut tidak bersifat gratis, melainkan hutang. Selama beberapa tahun pemerintah disibukkan dengan pencicilan hutang yang nilainya miliaran dolar Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar atau tidaknya berita ini saya rasa tidaklah harus disikapi dengan emosional. Hak manajemen Persema untuk terbuka ataupun tidak menanggapi spekulasi tersebut. Namun, setidaknya kondisi tersebut tidak dapat disepelekan begitu saja. Bagaimanapun jangka waktu 'bantuan' konsorsium LPI tersebut rencananya sekitar 5 tahun. Apa jadinya setelah itu jika laju pendapatan Persema berjalan lambat atau malah konstan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski saya bukanlah fans fanatik Persema, semoga saja kondisi itu bisa diperbaiki oleh manajemen Persema. Dan bukan tidak mungkin di tahun-tahun mendatang akan ada derby yang mempertemukan Persema dan Arema seperti halnya Manchester United dan Manchester City.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-6407608909521079788?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/6407608909521079788/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=6407608909521079788' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/6407608909521079788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/6407608909521079788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/06/persema-diambang-gawat.html' title='Persema, diambang Gawat'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-5485948781692716288</id><published>2011-05-29T19:59:00.014+07:00</published><updated>2011-05-31T17:58:17.812+07:00</updated><title type='text'>Yang Tersisa dari Festival Malang Tempo Doeloe 2011</title><content type='html'>Jujur, dari enam tahun Festival Malang Tempo Doeloe diselenggarakan di Kota Malang baru sekali ini saya menyaksikan langsung jalannya festival di Malang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Festival yang diselenggarakan selama 4 hari ini(19-22 Mei 2011) banyak memberikan hal berkesan bagi saya pribadi. Dari 4 hari penyelenggaraan praktis hanya 2 hari saya menyaksikannya secara langsung, sedangkan satu harinya lagi hanya menyaksikan dari jarak puluhan meter dari sekitar tempat tinggal saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apresiasi positif patut diberikan kepada penyelenggara dan panitia yang mampu menyelenggarakan acara dengan seabrek peserta dan pengunjung. Konon kabarnya jumlah pengunjung festival mencapai 600ribu orang perhari selama 4 hari jalannya festival.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini festival yang menyajikan tema 'Discovering Heritage' dengan pesan mengenang dan memelihara kembali budaya Malang Tempo Doeloe sebagai warisan yang sangat berarti untuk dijaga, karena Kota Malang banyak meninggalkan sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di berbagai sudut lokasi penyelenggaraan yang disajikan di sepanjang jalan Besar Ijen juga terdapat dekorasi yang menunjang. Mulai dari benteng buatan, hingga pemanfaatan museum Brawijaya dengan segala 'dekorasi' di depannya sebagai bagian dari lokasi festival tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-7iATpt6V064/TeJVtG_2mZI/AAAAAAAAAio/BI4Rn9Q3nG0/s1600/DSC04048.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-7iATpt6V064/TeJVtG_2mZI/AAAAAAAAAio/BI4Rn9Q3nG0/s400/DSC04048.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5612142319117965714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 500 stand yang terdapat didalam festival semuanya didekorasi  dengan nuansa tempo doeloe. Lengkap dengan dinding gedhek(anyaman bambu)  dan dihiasi anyaman daun kelapa kering ala pesisir Malang selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-VF7rUFliZC0/TeJV89KRTLI/AAAAAAAAAiw/PJlhsofTrj8/s1600/DSC04049.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-VF7rUFliZC0/TeJV89KRTLI/AAAAAAAAAiw/PJlhsofTrj8/s400/DSC04049.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5612142591355210930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon harga sewa stand mencapai 700ribu rupiah, atau paling tidak panitia dapat mengantongi pemasukan sebesar 350juta rupiah yang sebagian besar digunakan untuk menyewa ataupun membangun stand. Ini belum lagi ditambah pemasukan lain yang digunakan untuk membiayai event ini seperti sponsorship dan APBD Kota Malang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu sponsorship yang andil 'menyumbang' adalah Bakrie Telecom dengan produk Esianya.  Kabarnya nilai sponsorship dari stand yang didirikan oleh Esia mencapai ratusan juta rupiah. Namun hal ini bisa tertutupi dari gencarnya pendapatan Esia yang juga menjual berbagai produknya terutama ponsel dan pulsa di sekitar lokasi penyelenggaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara APBD Kota Malang sendiri menganggarkan dana sekitar 650juta rupiah untuk penyelenggaraan ini. Angka ini terbilang kecil dibandingkan ketika APBD Kota Malang dipakai untuk 'mengongkosi' Persema dengan nilai lebih dari 25kali lipat diatasnya! Ehem! Dengan jumlah pengunjung mencapai 600ribu orang selama 4 hari penyelenggaraan bisa dibilang dana yang terpakai jauh lebih bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai perputaran uang yang terjadi selama event Malang Tempo Doeloe diperkirakan sangat besar. Jika terdapat 600ribu pengunjung dan masing-masing membelanjakan uang 20ribu rupiah maka perputaran uang yang terjadi berkisar 12 miliar rupiah atau 3 miliar rupiah per harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak-pihak yang diuntungkan tidak hanya para panitia, pedagang/penyewa stand, namun juga pihak ketiga seperti juru parkir, dan sopir angkutan umum. Selama empat hari penyelenggaraan mereka menangguk pendapatan berlipat dari biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekelompok pemuda yang menjadi juru parkir di daerah Bareng misalnya. Dengan mengeblok jalan Terusan Ijen sepanjang 100 meter, sehari bisa didapat lebih dari 2000 sepeda motor yang memarkir sepedanya di kawasan tersebut. Apalagi tarif parkir yang dikenakan lebih dari biasanya. Ketika saya melewati kawasan tersebut pada hari Sabtu, 21 Mei 2011 rata-rata setiap sepeda motor ditarik karcis sebesar 2000 rupiah atau naik 100% dari Perda setempat yang mematok retribusi sebesar 1000rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu narasumber di kawasan Bareng Kulon yang saya temui memberikan bocoran bahwa setiap harinya seorang juru parkir di kawasan tersebut bisa dibayar 75ribu rupiah per harinya dan biasa dibagikan malam hari selepas acara. Ini belum termasuk fee untuk beberapa oknum dan pendapatan juru parkir di daerah lainnya. Meski acaranya berlangsung di sepanjang Jalan Besar Ijen namun terdapat belasan titik parkir besar dengan rata-rata 'dihuni' oleh ratusan sepeda motor dan mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan yang hampir sama didapat oleh ratusan sopir angkot/mikrolek dengan trayek yang melalui sekitar kawasan Jl Besar Ijen seperti LG, GL, MM, AT, ADL, AL, dan LDG. Sejak sore hari, seringkali mikrolet yang melewati kawasan tersebut memuat penuh penumpang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sebuah mikrolet mampu menampung maksimal 12-14 penumpang, maka sekali jalan dengan tarif 2500rupiah sebuah angkot bisa mendapatkan pemasukan 30-35ribu rupiah. Tidak heran ketika saya pernah mencuri dengar pembicaraan seorang sopir angkot ke temannya ketika dihari penyelenggaraan bisa meraup pemasukan berlipat dari biasanya dan jumlahnya bisa dibelikan sebuah ponsel CDMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada suka pasti juga ada dukanya. Seringkali di hari penyelenggaraan para sopir mengeluh karena kecapekan di jalan akibat trayek yang dilaluinya mengalami kemacetan. Seperti salah satu sopir LG yang memilih menjalankan armadanya setengah hari dengan alasan capek. Jalur Jalan Kawi ke arah Gadang yang biasanya dapat dijalankan dalam kondisi setengah jam bisa menjadi 3-4kali lipatnya karena mengalami kemacetan dibeberapa titik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit berbeda dialami oleh juru parkir di kawasan penyelenggaraan MTD. Ketika event MTD dilangsungkan tidak terkira pendapatan yang diterima oleh para juru parkir baik yang resmi maupun liar. Namun ketika MTD selesai, berakhir pula masa panen rejeki yang melimpah bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disisi lain, penyelenggaraan MTD selain menghidupkan roda ekonomi selama 4 hari penyelenggaraan juga meninggalkan pekerjaan berlipat bagi pasukan kuning. Berita di harian Radar Malang, tidak kurang selama penyenggaraan sampah yang diangkut mencapai lebih dari 30 ton dan sekitar 14 rit truk pengangkut sampah dikerahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pagi hari dimana kegiatan festival 'tertidur' saya pernah mendapati sebuah stand dengan sampah berupa 'ampas' buah jeruk beberapa kantong besar yang jika dihitung secara garis besar volumenya sama dengan setengah pickup. Itu baru sehari penyelenggaraan saja, karena biasanya pagi harinya terdapat beberapa regu pasukan dari dinas kebersihan yang menyapu sampah agar bisa digunakan lagi untuk kegiatan sore harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-j9qiHZaoWPM/TeJbtoXOFUI/AAAAAAAAAjA/tIb44KnTynw/s1600/DSC04050.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-j9qiHZaoWPM/TeJbtoXOFUI/AAAAAAAAAjA/tIb44KnTynw/s400/DSC04050.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5612148925144110402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setidaknya Malang Tempo Doeloe adalah festival atau kegiatan yang dibutuhkan oleh warga Malang. Dengan jumlah pengunjung yang mengalami kenaikan signifikan setiap tahunnya, MTD mengingatkan saya pada festival atau event yang pernah diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Malang lebih dari 1 dekade lampau misalnya karnaval bunga dan becak, Pameran Pembangunan/Expo setiap bulan Agustus, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan segala kelebihannya MTD tahun ini masih terdapat beberapa kekurangan, yaitu penataan lokasi yang masih tampak semrawut akibat berjubelnya para pedagang diluar peserta MTD itu sendiri, timeline yang sebagian besar masih tampak menampilkan Malang di era abad ke20(Pemerintah Kotapraja Malang memang dibentuk di tahun 1910an, tapi sejarah Malang tentunya sudah ada di era prasejarah), dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At least, semoga visi panitia penyelenggara untuk menampilkan festival yang memberikan pesan menjaga dan melestarikan budaya Malang Tempo Doeloe bisa mengena di hati pengunjung baik selama penyelenggaraan maupun sesudahnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-5485948781692716288?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/5485948781692716288/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=5485948781692716288' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/5485948781692716288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/5485948781692716288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/05/yang-tersisa-dari-festival-malang-tempo.html' title='Yang Tersisa dari Festival Malang Tempo Doeloe 2011'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-7iATpt6V064/TeJVtG_2mZI/AAAAAAAAAio/BI4Rn9Q3nG0/s72-c/DSC04048.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-5129880793200235741</id><published>2011-05-29T07:57:00.001+07:00</published><updated>2011-05-29T19:56:30.056+07:00</updated><title type='text'>Berawal dari Jiwa</title><content type='html'>Dari Diskusi Publik 'Pengelolaan Klub Berbasis Suporter', PP Otoda Universitas Brawijaya, 26 Mei 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu hal yang menyentil ketika acara Diskusi Publik bertajuk 'Pengelolaan Klub Berbasis Suporter' yang dihadiri sekitar 80an Aremania baik yang berada di Malang, luar kota seperti Bandung(Parahyangan), Jakarta(Senayan), hingga dunia maya(Aremaniacyber) yaitu keinginan Aremania untuk menyaksikan tim pujaannya, Arema stabil dalam hal finansial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian itu ada yang menarik ketika seorang nawak, Sam Eko dari Jodipan dengan semangat '87' menginginkan Arema bebas dari problem finansial sekalipun dibiayai oleh seorang politikus yang menginginkan suara ketika pemilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayas sendiri tidak akan mengomentari lebih jauh tentang subtansi pernyataan tersebut. Sesuatu yang menarik disini adalah bisa jadi pemikiran Sam Eko juga terdapat dalam sebagian Aremania sendiri dimana Aremania sudah jenuh dengan problematika yang mendera tim Arema, mulai dari deraan berita di media massa ataupun cacian para 'pemerhati' sepakbola dadakan berlabel suporter(dibilang pemerhati karena mereka memperhatikan dan selalu mencela ketika Arema dikabarkan krisis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan Sam Eko juga hampir sama dengan  dengan keinginan kami. Ketika mengawali ide Save Arema dan launching website www.satubola.org, kreator utamanya, Sam Gimen selalu menekankan bahwa ide ini memang awalnya ditujukan untuk menyelamatkan Arema secara legal dan halal, namun tidak menutup kemungkinan dipakai oleh klub lain, terutama klub yang terbiasa menggunakan dana APBD sebagai modalnya untuk menghidupi klub tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibilang hampir sama, karena terdapat secuil perbedaan yang mendasari gerakan ini, yaitu gerakan Save Arema ini merupakan gerakan nonkomersial(nirlaba), nonpolitis namun berdasarkan upaya sah akan ide intelektual nawak-nawak Aremania yang tergabung dalam kampanye gerakan Save Arema tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya dalam suatu kesempatan ketika Sam Ikul melontarkan pendapat lewat seorang nawak, lebih baik Arema dipegang oleh anak-anak muda yang berasal dari suporter(Aremania) namun memiliki visi dan tujuan untuk memajukan Arema dibandingkan mengurusi hal-hal lain yang jauh dari subtansi dan kepentingan Arema. Dalam pengertian lain Arema didirikan Sam Ikul untuk 'Arek Malang' bukan kepentingan politis pribadi maupun golongan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata politis ini yang menjadi pembeda kegiatan Save Arema bersama dengan rekan-rekan Aremania lain yang tersebar dari berbagai korwil. Kegiatan ini sama sekali tidak melibatkan unsur politis sepenuhnya, karena afiliasi dari kampanye Save Arema adalah dengan Arema dan sepakbola Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, kampanye gerakan ini bertujuan untuk memajukan Arema bukan mengambil jalan pintas meraup suara politis dengan mendompleng nama Arema. Kami tidaklah alergi dengan politik. Politik tidaklah haram untuk dipelajari, sekalipun kami juga memerlukan dukungan politis dari berbagai pihak. Terutama siapapun stakeholder di dalam Arema ataupun sepakbola Indonesia yang memiliki visi dan komitmen untuk memajukan sepakbola Indonesia, dan Arema pada khususnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayas dan nawak-nawak lain juga menyadari bahwa kehidupan politik acapkali mampir di berbagai sendi kehidupan. Namun, untuk tujuan mulia perkenanlah ayas mengajukan permohonan bahwa biarkanlah penyelesaian Arema diselesaikan dalam lingkup sepakbola. Masalah Arema tentunya masih bisa diselesaikan dengan cara dan pandangan dari Arema ataupun dukungan langsung dari Aremania sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disisi lain, ada juga suatu pendapat bahwa permasalahan Arema terkait dengan kepentingan politis 2013(Pilwali Kota Malang), 2014(Pemilu raya), ataupun berbagai kegiatan bersifat politis terkait kisruh PSSI dan munculnya liga baru yang mendadak 'tenar' dengan mendompleng kekisruhan sepakbola Indonesia baik secara langsung maupun tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kata seorang nawak Sam Gimen kepada ayas, jika bangsa Indonesia  kesusahan untuk mencari 11 orang pemain untuk dijadikan tim sekaliber  dunia, apakah kita harus mengikutinya dengan berkesusahan mencari  beberapa orang terbaik dari 4 juta penduduk Malang Raya untuk mengurusi  Arema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dua hal diatas, dengan modal dana dari sponsor di awal kompetisi ataupun modal dari iuran tahunan berdasarkan realisasi program membership Arema yang termaktub dalam kampanye Save Arema, kita bisa merekrut orang profesional dan berkompeten untuk memajukan Arema. Dengan sendirinya Arema tidak membutuhkan bantuan dana dari pribadi ataupun golongan yang berkepentingan politis dengan mendompleng nama Arema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa pula Arema dapat memperolehnya dari sukarelawan-sukarelawan dari kalangan suporter yang jumlahnya ribuan. Dari sekian Aremania tentunya terdapat jumlah yang banyak dari kalangan pemuda/pemudi nan sudah mengenyam pendidikan tinggi dan siap diaplikasikan di klub Arema. Segi positifnya, tentu saja urusan mencintai klub mereka bisa diandalkan dan siap memberikan sumbangsih dalam hal tenaga dan pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapapun bisa mendadak menjadi stakeholder Arema. Namun untuk menjiwai klub secara mumpuni hanya suporter yang mampu melakukannya. Jiwa dari suporter itulah yang mampu menopang keberadaan Arema hingga saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumbangsih kepada Arema pula tidak hanya sebatas pada uang, namun juga berwujud immateriil seperti tenaga dan pikiran. Dengan demokratisasi yang terdapat didalam Arema, siapapun bisa memberikan sumbangsih kepada Arema, dengan syarat bertujuan kepada Arema, dan murni untuk kepentingan Arema. S1J.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;achieving for anything&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25337713-5129880793200235741?l=anak-negeri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak-negeri.blogspot.com/feeds/5129880793200235741/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25337713&amp;postID=5129880793200235741' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/5129880793200235741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25337713/posts/default/5129880793200235741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak-negeri.blogspot.com/2011/05/berawal-dari-jiwa.html' title='Berawal dari Jiwa'/><author><name>Memoar Anak Negeri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01307554474766155551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25337713.post-6248282946656430205</id><published>2011-05-28T14:06:00.006+07:00</published><updated>2011-05-28T16:40:32.031+07:00</updated><title type='text'>Tak Terawat</title><content type='html'>Terasa sedikit menyesakkan) ketika melewati lapangan luar stadion Gajayana sebelah utara. Lapangan yang dibranding pembangunan kompleks MOG(Malang Olympic Garden) ini tidak terawat dan menyisakan hamparan pasir seluas lebih dari 0,5 hektare di sana-sini.&lt;br /&gt;Dahulu kala, lapangan ini dibangun bersamaan dengan pembangunan stadion Gajayana Malang dan lapangan luar sebelah selatan senilai puluhan ribu gulden oleh pemerintahan Hindia Belanda.&lt;br /&gt;Lapangan ini kerap dipakai oleh berbagai kegiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali puluhan tahun silam digunakan masyarakat Kota Malang untuk bermain bola, turnamen 'tarkam' antar mahasiswa pendatang, hingga event diluar sepakbola seperti pertunjukan lumba-lumba di tahun 1993, Pameran Pembangunan/Expo, dibeton untuk kegiatan Pasar Wisata Sabtu Minggu(Tugu) di pertengahan tahun 2000an hingga kegiatan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas direhab besar-besaran oleh MOG, sempat menimbulkan harapan baru bagi warga Malang untuk memiliki atau memakai lapangan berstandar nasional yang dapat digunakan untuk event lokal bergengsi atau sekedar pemakaian berupa latihan oleh team profesional di Malang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-ijqq2e8rhCc/TeC7edlpBCI/AAAAAAAAAiQ/wCT63Hda8JU/s1600/DSC04161.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-ijqq2e8rhCc/TeC7edlpBCI/AAAAAAAAAiQ/wCT63Hda8JU/s400/DSC04161.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5611691267716613154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-cwwX6gpy6vE/TeC7Prtd4UI/AAAAAAAAAiI/zpxNPeY9F70/s1600/DSC04158.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-cwwX6gpy6vE/TeC7Prtd4UI/AAAAAAAAAiI/zpxNPeY9F70/s400/DSC04158.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5611691013809496386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Namun ko
